Suami Warisan
Kini, sesuatu itu perlahan terlepas darinya, membuat kakinya lemas hingga Rengganis terduduk tak berdaya.
Narendra terengah-engah di seberang ruangan sambil memandangi Rengganis. Sebelah tangannya memegangi bahunya yang terasa nyeri luar biasa.
“Ma-maaf…” suara Rengganis terdengar lirih. Cahaya merah yang tadi memancar di matanya kini menghilang, digantikan oleh pandangan kosong pada hitam biji matanya.
Narendra meringis, dia menyandarkan kepalanya di tembok dan mengerang, “Buku itu …. Para wanita yang ada di dalam sana… adalah para wanita…”