Filtres
Updating status
AllOngoingCompleted
Trier par
AllPopulairesRecommandationsNotesMis à jour
Pengkhianatan Berujung Luka

Pengkhianatan Berujung Luka

Tepat di hari peringatan 30 tahun pernikahan kami, suamiku masih dalam perjalanan dinas. Makanan di meja sudah dingin. Di tengah aku masih menunggu kedatangannya, aku menerima notifikasi suamiku reservasi hotel. "Aku masih dinas, bukankah wajar aku menginap di hotel?" Suamiku masih merahasiakan, lalu aku meminta bukti video darinya, tetapi dia tidak membalas pesanku lama. Putraku menyeletuk, "Bu, jangan bertingkah berlebihan. Bukankah Ayah bekerja keras juga untuk kita berdua?" Semua orang menganggap aku adalah ibu rumah tangga yang bahagia karena memiliki suami yang perhatian dan putraku memiliki karier yang sukses. Namun, ketika aku menerima notifikasi reservasi hotel, seketika aku merasa muak. Mereka mengira aku tidak tahu apa-apa. Aku ingin bercerai. Semua pengorbananku selama 30 tahun ini ternyata tidak dihargai. "Kamu bukan anak kecil lagi, berhentilah membuat keributan!" Suamiku memohon agar kami tidak bercerai. Dalam perjalanan pulang di tengah malam, suamiku mengalami kecelakaan mobil. Putraku marah dan mengatakan bahwa aku tidak becus menjadi istri maupun ibu. Melihat anakku emosi dan suamiku yang pura-pura terbaring lemah di ranjang, aku mencibir dalam hati. Kalau kamu suka pura-pura sakit, aku akan membuatmu lumpuh selamanya!'
6.6K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 151 fois en tant que ukuran meja lesehan
Read
+Librairie
Dendam Anak Angkat

Dendam Anak Angkat

Dean Han
Blurb : “Maaf! A-anda s-siapa?” Kanaya tersentak dengan mata membulat menyadari ia kini berada bersama seorang pria dewasa asing dalam sebuah kamar tertutup yang cukup mewah. Ia mengamati punggung kekar lelaki yang menatap ke luar jendela dan membelakanginya itu dengan tubuh dan bibir gemetar. Lalu, mengamati ranjang ukuran king size tempat ia terduduk sambil mengatupkan lutut. Lelaki itu bergeming sambil menghisap sebuah cigarret di jemari. Tak berselang lama, asap pekat mengepul ke udara, menerpa rambut model under cut-nya. Asap pekat itupun pecah di udara. Kanaya semakin gentar. Ia berupaya mencari jalan untuk bisa keluar dari tempat itu, atau lari dari lelaki misterius yang terlihat menyeramkan itu. Jantungnya berdegub kencang, tubuhnya gemetar. Ia sadar, saat ini ia sedang berada di tempat yang salah dan di dekat orang yang salah. Perlahan ia beringsut dan melangkah ke arah pintu. Namun, di saat yang sama, lelaki itu berbalik dan menatap Kanaya tajam dan dingin yang menikam. Dua netra bulat Kanaya makin membulat sempurna. “Om, siapa?” tanyanya gugup. *** Viona tidak menyangka dibalik kebahagiaannya hidup bersama Dion, ternyata memicu sebuah petaka beruntun yang harus ia hadapi. Api dalam sekam dendam seorang anak angkat yang ia cintai sepenuh hati, membawa Viona pada petaka demi petaka yang membuat ia kembali terpuruk. Kasih sayang yang ia berikan pada Kanaya tidak sedikitpun meredam dendam masa lalu Kanaya pada ibu sambungnya tersebut. Gadis itu berupaya keras memberikan hukuman yang ia pikir setimpal untuk Viona, karena baginya, Vionalah penyebab ia kehilangan kesempatan bersama ibu kandungnya. Kasih sayang yang selama ini ia rasakan dari Viona baginya hanya sebuah kepalsuan dan sandiwara. Sehingga, ia tega menggiring Vion pada petaka. Hingga, akhirnya Viona bertemu dengan seorang lelaki yang terobsesi untuk membunuh Viona secara lahir dan bathin. Mampukah Viona bertahan di antara tekanan peristiwa demi peristiwa menyakitkan itu? Siapakah lelaki yang menjadi monster menakutkan bagi Viona tersebut?
102.7K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 90 fois en tant que ukuran meja lesehan
Read
+Librairie
Kita Punya Esok, tapi tak Punya Selamanya

Kita Punya Esok, tapi tak Punya Selamanya

Aku melompat ke laut untuk menyelamatkan Thomas Panjari. Hanya karena aku melakukan CPR padanya di depan umum, pernikahan yang seharusnya adalah milik kakakku malah menjadi milikku. Namun, Thomas lebih memilih menenggelamkan kesedihan dalam alkohol daripada bersamaku di malam pernikahan kami. Aku dengan bodohnya percaya bahwa suatu hari nanti aku bisa meluluhkan hatinya. Sampai tiga tahun kemudian, kakakku kembali ke dalam negeri dengan seorang anak yang sangat mirip dengan Thomas. Napasku pun tercekat. Aku baru menyadari bahwa di malam Thomas meninggalkanku sendirian, dia ternyata menghabiskan malam penuh gairah dengan kakakku. "Angie, kamu sudah hidup menderita selama beberapa tahun terakhir. Aku akan tanggung jawab dan suruh Karina kembalikan posisi istriku kepadamu!" Aku memberi tahu Thomas bahwa aku juga sudah hamil, tetapi itu tetap tidak dapat memenangkan hatinya. Dengan satu perintah "gugurkan kandunganmu" yang dingin, aku dibawa ke meja operasi dan akhirnya meninggal bersama anakku. Ketika membuka mata lagi, aku kembali ke hari Thomas jatuh ke laut. Melihat pria yang tubuhnya basah kuyup di hadapanku, aku meneriakkan nama kakakku ke arah kerumunan ....
9.5K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 313 fois en tant que ukuran meja lesehan
Read
+Librairie
Kehamilan Berujung Perceraian

Kehamilan Berujung Perceraian

Pada ulang tahun pernikahan kami, wanita yang disukai oleh suamiku menunjukkan foto USG di status media sosialnya. Dia juga menuliskan ucapan terima kasih untuk suamiku. "Laki-laki baik yang sudah menjagaku selama sepuluh tahun memberiku seorang anak. Terima kasih." Aku sempat melotot dan berkomentar, "Sudah tahu cuma selingkuhan, tapi masih berani begini?" Aku langsung menelepon suamiku dan memarahinya. "Jangan punya pikiran aneh-aneh! Aku cuma kasih tabung reaksi buat memenuhi keinginannya menjadi ibu tunggal." "Oh ya, Erika saja sudah hamil, kamu yang sudah melakukannya hingga tiga kali masih saja belum hamil. Dasar nggak berguna." Tiga hari yang lalu dia bilang padaku kalau dia harus pergi ke luar negeri untuk urusan bisnis, tidak menjawab telepon atau membalas pesanku. Aku pikir dia sibuk, tetapi tidak disangka dia malah menemani orang lain untuk melakukan pemeriksaan kehamilan. Setengah jam kemudian, Erika memamerkan hidangan mewah di atas meja makan. "Aku bosan sama makan makanan barat, jadi Regha memasak semua makanan kesukaanku." Aku melihat slip kehamilan yang ada di tanganku. Seketika, kegembiraan yang memenuhi hatiku langsung membeku menjadi es. Aku jatuh cinta kepadanya selama delapan tahun, berkomitmen dengannya selama enam tahun dalam ikatan pernikahan. Kali ini, aku akan melepaskan semuanya.
14.9K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 372 fois en tant que ukuran meja lesehan
Read
+Librairie
Rahasia di Ujung Telepon yang Dia Kira Tak Kupahami

Rahasia di Ujung Telepon yang Dia Kira Tak Kupahami

Pada malam hari jadi pernikahan kami yang keenam, aku tersipu dan menghindari ciuman panas suamiku, Arga, lalu mendorongnya untuk meraih pengaman di meja samping tempat tidur. Di dalamnya, ada kejutan yang aku siapkan, alat tes kehamilan yang menunjukkan hasil positif. Aku membayangkan senyum seperti apa yang akan dia tunjukkan saat menemukannya. Namun, tepat saat dia hendak meraih laci, ponselnya berdering. Suara sahabatnya, Omar, terdengar dari gagang telepon, berbicara dalam bahasa Jerman. “Pak Arga, semalam bagaimana rasanya? Apa sofa erotis baru dari perusahaan kita nyaman?” Arga terkekeh pelan dan menjawab dalam bahasa Jerman, “Fungsi pijatnya berfungsi dengan baik, jadi aku tidak perlu memijat punggung Hanna lagi.” Dia masih memelukku erat, tapi tatapannya seolah menembusku, menatap seseorang yang lain. “Hanya kita berdua yang tahu tentang ini. Kalau istriku tahu aku tidur dengan adiknya, mampus aku.” Hatiku serasa ditusuk dengan keras. Mereka tidak tahu kalau aku mengambil mata kuliah minor Bahasa Jerman di perguruan tinggi, jadi aku mengerti setiap katanya. Aku memaksakan diri untuk tetap tenang, tetapi tanganku yang melingkari lehernya sedikit gemetar. Saat itu, aku akhirnya memutuskan untuk menerima undangan dari proyek penelitian internasional. Tiga hari kemudian, aku akan lenyap sepenuhnya dari dunia Arga.
14.2K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 541 fois en tant que ukuran meja lesehan
Read
+Librairie
Penantian Yang Tak Berujung

Penantian Yang Tak Berujung

Michael selalu punya kebiasaan membuatku menunggu. Demi membantu perusahaan suamiku melewati masa sulit, aku yang sedang hamil lima bulan, rela pergi menegosiasikan kerja sama di malam tahun baru. Saat orang-orang di meja makan menyinggung soal suamiku, aku langsung reflek mencari alasan untuk membelanya. Aku bertanya padanya kapan dia datang menjemputku dan Michael malah menyuruhku untuk tunggu sebentar lagi. Nyatanya, dia malah bersembunyi di dalam mobil yang hanya berjarak sepuluh meter dariku, bermesraan dengan gadis yang pernah dia santuni. Sementara aku yang sedang hamil dibiarkan berdiri sendirian di tengah salju. Dalam perjalanan pulang, kami terjebak kemacetan parah. Di saat itulah, aku merasakan ada cairan hangat yang mengalir keluar dari tubuhku. Aku menatapnya untuk meminta tolong, tapi seperti biasa, dia hanya menyuruhku menunggu dan menunggu. Dari pantulan jendela, aku melihat layar ponselnya. Detik berikutnya, aku menyaksikan dengan jelas suamiku sedang santai membuka aplikasi chat untuk melanjutkan streak dengan gadis yang lebih muda. Ternyata nyawaku dan anak kami sama sekali tak ada harganya dibandingkan dengan perbincangan itu. Tepat tengah malam, kembang api tahun baru meledak di langit. Namun kali ini, aku tak akan pernah lagi berdiri di tempat yang sama untuk menunggunya.
2.6K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 102 fois en tant que ukuran meja lesehan
Read
+Librairie
Menikahi CEO, Penyesalanku

Menikahi CEO, Penyesalanku

"Bu Santi Tania, apa Anda yakin ingin mengakhiri pernikahan dua puluh tahun ini dan menyerahkan hak asuh anak?" "Ya. Ajukan saja permohonan perceraian. Saya sudah memutuskan," ucap aku dengan tenang melalui telepon sambil menggosok noda minyak di meja dapur granit. Selama dua puluh tahun, aku telah menyerahkan seluruh hidup aku untuk keluarga ini. Aku mengurus segala urusan rumah tangga, memastikan pendidikan anak-anak berjalan dengan baik, dan selalu berada di sisi suami aku, mendukungnya hingga ia berhasil naik ke puncak karier di sebuah konglomerat besar tanpa ada sedikit pun keluhan. Tapi suami aku, Arif Winata, malah membawa adik perempuan angkatnya, Chintya Winata, ke dalam sebuah wawancara media, lalu berkata dengan lantang, "Kesuksesan saya hari ini semua berkat bantuan saudara angkat saya." Bahkan anak-anak aku sendiri pun merendahkan aku. Mereka menyebut aku sekadar ibu rumah tangga yang biasa saja dan kasar. Mereka pun lebih memilih berpihak pada “Bibi” Chintya, wanita yang selalu ada di rumah itu, seolah-olah dia adalah nyonya rumah yang sesungguhnya. Jadi aku menandatangani surat perceraian dan pergi meninggalkan mereka, membiarkan mereka menjadi "keluarga yang sempurna" seperti mereka inginkan. Namun, sejak kepergian aku itulah, keluarga itu mulai panik ….
6.9K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 242 fois en tant que ukuran meja lesehan
Read
+Librairie
Setelah Reinkarnasi, Aku Tidak Lagi Menjadi Penyelamat

Setelah Reinkarnasi, Aku Tidak Lagi Menjadi Penyelamat

Aku pernah menyelamatkan nyawa Theo, sang Ketua Keluarga Luca. Saat peluru hampir menembus tubuhnya, akulah yang berdiri di depannya dan menahan tembakan itu. Sebagai balas budi, aku menggantikan kakakku menjalani pernikahan politik. Namun pada malam pengantin kami, Theo lebih memilih pergi mabuk-mabukan dan tak menyentuhku sedikit pun. Dengan polosnya aku percaya suatu hari nanti aku bisa meluluhkan hatinya. Tetapi belum genap lima tahun, Theo datang menemuiku sambil menggandeng seorang anak kecil yang sangat mirip dengannya bersama kakakku. “Anna membesarkan anak di luar negeri sendirian, dia sudah terlalu banyak menderita. Aku harus menebusnya,” katanya sambil menyerahkan surat cerai kepadaku. “Kau sudah menduduki posisi nyonya Keluarga Luca selama bertahun-tahun. Sudah waktunya kau mengembalikannya padanya.” Saat itu aku baru tahu, ketika Theo meninggalkanku sendirian di malam pengantin kami, ternyata ia pergi menemui kakakku dan menghabiskan malam bersamanya. Aku mengeluarkan hasil tes kehamilan yang awalnya ingin kujadikan kejutan. Namun ia langsung merobeknya. “Aku tidak membutuhkannya.” Kata-kata sedingin es itu menjadi awal dari akhir hidupku. Aku dipaksa naik ke meja operasi. Pendarahan hebat terjadi dan dua nyawa pun hilang sekaligus. Ketika aku membuka mata kembali, peluru itu kembali mengarah ke tubuh Theo. Tetapi kali ini aku berbalik, dan mendorong kakakku ke arahnya.
5.1K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 202 fois en tant que ukuran meja lesehan
Read
+Librairie
Cinta yang Kamu Katakan, Datang Terlambat

Cinta yang Kamu Katakan, Datang Terlambat

Pacarku meninggal karena sakit. Sebelum menghembuskan napas terakhir, dia menitipkan satu-satunya adik lelakinya, Dilan Pratama, kepadaku. Aku membiayai kuliahnya hingga lulus, bahkan membantunya mendirikan perusahaan. Namun, suatu malam, setelah dia pulang dari jamuan dan mabuk berat, kami justru berakhir di ranjang yang sama. Saat aku masih diliputi kebimbangan tentang hubungan kami, pandanganku terhenti pada sebuah foto diriku yang dia pajang di meja kerja. Di sampingnya, tergeletak sebuah cincin pertunangan. Hatiku bergetar hebat. Dengan perasaan penuh harap, aku mendorong pintu ruang istirahat untuk mau membicarakan hubungan kami. Namun, begitu pintu terbuka, sebuah kamisol putih jatuh tepat di kakiku. Aku tertegun di tempat. Sementara Dilan buru-buru menyelimuti tubuh asisten wanitanya yang panik. "Riana, nggak bisakah kamu mengetuk pintu dulu?" Wajahku mendadak pucat. Aku melangkah mundur dengan kikuk, tetapi langkahku tertahan oleh suara pelan sang asisten. "Kak Riana, bisa tolong ambilkan pakaianku?" Aku tidak memedulikan sorot permusuhan di matanya. Sambil berusaha menutupi kegugupanku, aku melemparkan pakaiannya ke tempat tidur, lalu buru-buru melarikan diri. Begitu keluar dari gedung perusahaan, ponselku berdering. Peneleponnya adalah Dilan. "Kak Riana, lain kali jangan seenaknya membuka pintu kamarku." Aku hanya tertawa kecil dan mengiyakan. Sejak hari itu, aku tidak pernah lagi melangkahkan kaki ke dalam dunianya.
4.7K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 98 fois en tant que ukuran meja lesehan
Read
+Librairie
Velvet Bloodline

Velvet Bloodline

Di balik kemewahan istana bangsawan Eropa, kekuasaan tidak pernah diwariskan dengan damai. Thom Percy, pewaris keluarga aristokrat Britania Raya, tumbuh jauh dari tanah kelahirannya. Pengasingan, pengkhianatan, dan rahasia keluarga membentuknya menjadi sosok dingin yang memahami satu hal: darah biru tidak menjamin keselamatan. Ketika konflik lama kembali menyeret keluarganya ke pusaran politik internasional, Thom terpaksa kembali ke dunia yang sejak lama ia tinggalkan—dunia para Duke, Marquess, dan elit global yang tersenyum di meja makan, namun saling membidik dalam gelap. Di tengah permainan kekuasaan itu, muncul seorang perempuan asing. Seorang penerjemah lisan yang selalu hadir di tempat yang salah—atau mungkin, terlalu tepat waktu. Ia tidak mencari sorotan. Tidak mengejar kekuasaan. Namun setiap langkahnya selalu beririsan dengan peristiwa besar: konferensi politik rahasia, skandal elit global, hingga insiden penembakan yang mengguncang istana bersejarah. Tidak ada yang tahu siapa dia sebenarnya. Tidak ada yang berani bertanya terlalu jauh. Sementara itu, Thom harus memilih: melanjutkan hidup sebagai bayangan yang aman, atau kembali ke pusat permainan—menghadapi masa lalu, mempertaruhkan orang-orang yang ia lindungi, dan menantang kekuatan yang jauh lebih besar dari satu keluarga bangsawan. Dalam dunia tempat hukum bisa dibeli, loyalitas dipertukarkan, dan kebenaran dikaburkan oleh kekuasaan— siapa yang benar-benar memegang kendali?
10467 VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 12 fois en tant que ukuran meja lesehan
Read
+Librairie
Dernier
1
...
101112131415
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status