Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PUDAR

PUDAR

Rumah mereka bersebelahan, maka dari itu dengan mudah Alan menemukan dirinya ada disana. Usapan tangan Alan pada rambut Mutia untuk menghentikan tangisnya, kala itu membuat jantung Mutia berdebar kencang. Meski selanjutnya Alan ikut berjongkok disampingnya, Mutia masih terus menangis sesenggukan sebab kedua orangtuanya akan dimakamkan. Alan yang melayat bersama kakeknya pun jadi enggan untuk pulang saat kakeknya kembali mengajaknya pulang. Walau proses pemakaman kedua orangtua Mutia telah usia, Alan yang tidak tega melihat Mutia lebih memilih terus menemaninya berjongkok di pekarangan samping rumah mereka.
150 viewsOngoingAdded to Library 5 Times as uprooted
Read
+Library
HURT

HURT

Anak laki-laki itu terus-terusan berseru heboh: “Bunganya mekar! Bunganya mekar” Hyuk, nama anak laki-laki itu. Putra semata wayang Ae Ri. Harta paling berharga di hidupnya. Hyuk sangat menyukai musim semi sejak usia enam bulan. Putranya itu mengoceh dengan bahasa bayinya dan menggerak-gerakan tangan ke udara setiap kali Ae Ri mengajaknya jalan-jalan ke taman saat puncak musim semi. Lalu, semenjak bisa berbicara dengan lancar dan jelas, Hyuk selalu heboh setiap kali melihat pohon plum di samping rumah mereka mekar. Setelah itu, anak laki-laki itu akan merengek ingin jalan-jalan ke taman sambil membawa camilan.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as uprooted
Read
+Library
BROKEN

BROKEN

Dia tersungkur dan tidak bisa melakukan apa pun kecuali menggeliat dan mendesis seperti ular. Dari arah dalam gedung, suara ketukan sepatu terdengar makin nyaring. Dev berada di posisi yang sulit. Hanya dengan mengandalkan kekuatan tangan, dia menyeret tubuhnya yang basah sebagian ke belakang undakan tanah yang ditanami tanaman yang mirip dengan pohon gharqad.
108.9K viewsCompletedAdded to Library 293 Times as uprooted
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status