PUDAR
Rumah mereka bersebelahan, maka dari itu dengan mudah Alan menemukan dirinya ada disana.
Usapan tangan Alan pada rambut Mutia untuk menghentikan tangisnya, kala itu membuat jantung Mutia berdebar kencang. Meski selanjutnya Alan ikut berjongkok disampingnya, Mutia masih terus menangis sesenggukan sebab kedua orangtuanya akan dimakamkan. Alan yang melayat bersama kakeknya pun jadi enggan untuk pulang saat kakeknya kembali mengajaknya pulang. Walau proses pemakaman kedua orangtua Mutia telah usia, Alan yang tidak tega melihat Mutia lebih memilih terus menemaninya berjongkok di pekarangan samping rumah mereka.