Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
ESCAPE

ESCAPE

tanya Bian dan tanpa sadar alat testpack milik Ratih terjatuh dan tergeletak di atas lantai. Buru-buru Ranti mengambilnya sebelum Bian mencoba untuk merebutnya, namun sudah terlambat bagi Ranti untuk menyembunyikannya lagi karena pemuda itu sudah melihat hasilnya. “Kau hamil?” ... To be continued ...
103.0K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as extracted
Read
+Library
RUSAK

RUSAK

Safa menunduk sebagai tanda terima kasih. Keluar dari pintu kaca tembus pandang itu perut Safa sudah terisi dan satu pekerjaan telah ia dapatkan sekaligus dua hal yang patut ia syukuri hari ini. Safa berjalan kembali untuk pulang ke kontrakan, memberikan kabar baik untul Rima teman satu kontrakannya itu. Tanpa Safa sadari dari arah belakang mobil CRV hitam sudah siap menginjak pedal ingin menabraknya.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as extracted
Read
+Library
Bermain Api Dengan Nyonya

Bermain Api Dengan Nyonya

membentuk garis lurus yang mati dengan bunyi biiiiiip panjang yang monoton. Detik itu juga, seluruh layar komputer di ruang tengah vila memproyeksikan sebuah pesan teks otomatis yang dikirim dari sistem utama Grand Mahakam, tertulis dalam huruf kapital berwarna merah darah : "PROSES EKSTRAKSI SUMSUM TULANG BELAKANG TARGET: KENZO - GAGAL TOTAL. JANTUNG ASLI BERHENTI BERDETAK. MEMULAI PROSES DESTRUKSI SEL INDUK SEKARANG."
102.0K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as extracted
Read
+Library
RETAK

RETAK

Tenggorokan mendadak kering, padahal tadi dia sudah membasahi dengan jus jeruk. "Saya rekan kerja Vitaloka, Tante." Rajaswala menarik tangan Diana, mencium tangan tersebut dengan takzim. Senyum ramah terbingkai begitu manis di bibir laki-laki itu. Diana mengulas senyum penuh arti. Tangannya mengusap bahu kekar milik Rajaswala. "Kamu tampan. Vi, sudah saatnya kamu melupakan Sebastian." Diana menatap Vitaloka penuh arti, lalu kembali menatap Rajaswala.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 103 Times as extracted
Read
+Library
LEAK

LEAK

Di mana Arjuna melihat kedua satpam tadi sudah tidak bernyawa lagi dengan tubuh yang terpotong-potong. Darah pun terlihat berceceran di mana-mana. Menggenangi rerumputan serta menyirami beberapa batang pohon, ranting, dan dedaunan yang ada di sekitarnya. Sedangkan sosok leak yang meringkik tadi, terlihat berdiri di antara potongan mayat sambil menyantap otak salah satu dari korbannya.
103.8K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as extracted
Read
+Library
ARABELLA

ARABELLA

Praaangggg "Awhh...ayah...." Ara terduduk di lantai karena kakinya terkena pecahan vas yang dilemparkan ayahnya itu "Kamu dari mana saja hah? Bukannya pulang malah keluyuran. Kamu sudah tidak mau tinggal disini lagi?" bentak Evan "A-ayah ta-tadi malem i-itu--- "Pasti dia mau ngeles yah. Ngaku kamu! Tadi malam kamu ke hotel kan sama pak Edwin," ucap Winda membuat Evan melotot
106.8K viewsOngoingAdded to Library 136 Times as extracted
Read
+Library
BROKEN

BROKEN

Tonjolan kecil yang berada di tengah benda tersebut digeser ke atas hingga stainless steel yang tersembunyi telah menyembul separuh. Cairan merah timbul mengikuti pahatan yang tercipta dari ujung mata cutter. Mata merah Jess menatap tajam tangannya yang masih bergetar. Ia mengusap darah yang bergerak memenuhi tangan hingga sebuah tulisan yang dipahat dapat terlihat dengan jelas. “Nick … you are a traitor!” Jess bergumam penuh kebencian.
109.0K viewsCompletedAdded to Library 298 Times as extracted
Read
+Library
Exit

Exit

Salah satu anak berkacamata kotak meraih dua lembaran dari bawah mejanya. Aku ikut mendekat, penasaran lembar apa yang mereka kasih pada April, setelah hanya memperhatikan dari bangku. Mungkin juga itu milikku. Empat anak itu tidak tertawa lagi, sibuk dengan diskusi meja persegi panjangnya. April meraih lembaran itu.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as extracted
Read
+Library
ARTUR

ARTUR

tamya guru Jeje "aku menunggu guru Arfen dia harus menjelaskan kenapa dia pergi tanpa mengatakan sesuatu padahal aku sudah menunggunya lama" "tuan Arfen pergi ke istana lagi karena yang mulia raja sakit keras terkena racun" jelas guru Jeje. "benarkah itu guru Jeje" jawab Artur khawatir "iya sekarang pergilah ke kamarmu dan beristirahat" Artur pun kembali ke kamarnya tak berselang lama tuan Arfen kembali dari istana dan memanggil guri Jeka dan Jeje untuk membicarakan sesuatubdi ruanganya.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as extracted
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status