Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terpaksa Jadi Pacar

Terpaksa Jadi Pacar

Ia bahkan lupa, ada seseorang yang mungkin menunggu kabar. Ari tak lagi memikirkan soal Tarissa. Ia tak ingin terbelenggu oleh wanita yang sama sekali tak menarik perhatian. Ia hanya ingin menikmati hidup. Menikmati rindu yang serupa candu dalam kopi penuh susu. Bersama malam yang hendak beranjak, ia titipkan rindu pada gadis yang masih bergeming dalam selimut nun jauh di sana.
1014.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 364 kali sebagai puisi tentang kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

Hal menyakitkan di akhir ini, belum lah bahagia di sesi pertemuan kembali. “Kenapa melamun, Bee?” aku melihat Bee merenung di sela-sela kesibukan kami. Sementara Bang Jo, Om Dedi, dan Bang Muis masih sibuk melampiaskan kerinduan masa muda masing-masing ... di ujung sana. Di ujung yang cukup nikmat untuk menikmati jagat raya kecil, bernama kopi. Benda cair itu memiliki ragam kehidupan di dalamnya.
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai puisi tentang kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Sentuh Aku, Pak!

Sentuh Aku, Pak!

Sebagai pencinta kopi, dia sudah pasti tidak akan membiarkan kopi itu terbuang sia-sia di atas mejanya. Kahfi mengambil napas panjang sambil menghirup aroma kopi kesukaannya. Ah, mencium aroma kopi mengingatkan dia dengan kopi buatan sang istri. Seandainya dia bisa menikmati kopi buatan Keina lagi, Kahfi pasti akan lebih semangat bekerja. Sayang sekali dia harus menunggu satu bulan untuk bisa menikmati kopi buatan sang istri setiap pagi. Kedua alis Kahfi terangkat menyadari Likha yang belum beranjak dari tempatnya. Perempuan cantik itu menatap Kahfi lurus sambil memeluk nampan yang terbuat dari kayu.
9.81.1M DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22.6K kali sebagai puisi tentang kopi dan rindu
Tampilkan Ulasan (48)
Baca
+Pustaka
helloimironman
Hallo, ini ironman! Maaf karena cerita ini blum ada bab terbaru. Abis Lebaran aku drop, ditambah minggu ini aku UTS. Jadi bener2 susah cari waktu buat nulis. Aku pun sebenarnya udh kangeeen banget sama Carla dan Pak Savian. Mhn do'anya ya temen2 smg aku cepet sehat dan bisa kmbali nulis lagi! ...
FF Gaming
sedang seru seru nya membaca ...yaaaaah abis tak ada lagi sambungannya..gw kan penarasaran cerita kelanjutan nya....setiap hari gw buka berharap ada keajaiban cerita untuk selanjutnya..tapi hasil nya kecewa sangat......
Baca Semua Ulasan
RINDU SUAMI ORANG

RINDU SUAMI ORANG

Di hadapan mereka, aku masih istri Mas Taka, meskipun sudah ada niatnya menceraikanku, bahkan sudah terlontar. Kemudian, kusuguhkan minuman untuk Mas Reno dan Diana. Satu teh hangat, dan kopi hitam untuk Mas Reno. Ya, aku masih ingat kebiasaannya yang sangat menyukai kopi hitam. Setelah menyediakan minuman di meja, aku duduk sejajar dengan Mas Taka. Ada keanehan ketika berhadapan dengan mereka berdua. Tangan Mas Taka tiba-tiba meraih tanganku, lalu menggenggamnya erat-erat.
1017.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 651 kali sebagai puisi tentang kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Rindukan Dirimu

Rindukan Dirimu

Ucap Rio "Kakak setuju dengan kamu Rio" Puji kak Sasa "Yaudah kita mulai sekarang latihannya ya" Lanjut kak Sasa. (Rindukan Dirimu) Berjanjilah wahai sahabatku Bila kau tinggalkan aku Tetaplah tersenyum Meski hati sedih dan menangis Kuingin kau tetap tabah menghadapinya Bila kau harus pergi
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai puisi tentang kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Rindu Di Ujung Senja

Rindu Di Ujung Senja

Jantung Atu berdegup sangat kencang saat berada dipelukan Kenzo. Kenzo-pun menatap Ayu, tatapan yang penuh penyesalan, penuh kerinduan pada sahabat masa kecilnya yang ia tinggalkan dahulu. 'kenapa kamu tidak ingat padaku Ayu?' batin Kenzo dengan mata yang berkaca - kaca. "ma - maaf," ucap Ayu sambil bangun dari pelukan Kenzo. "hati - hati kalau jalan, karena tidak akan selalu ada orang ada buat menjaga kamu," kata Kenzo sambil melepas pegangannya ditubuh Ayu.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai puisi tentang kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Terpikat Janda Seksi

Terpikat Janda Seksi

Mencari satu yang terbaik. Cukup lama laki-laki itu terdiam. Hingga akhirnya menghela napas panjang. Seperti teringat satu kopi yang menurutnya tak akan pernah tergantikan. Teringat satu kopi yang tak akan pernah ia temukan di tempat lain. “Pernah,” jawab Vero dengan tatap mata kosong. Seperti baru saja terpesona dengan aroma kopi yang masih bisa ia cium. Seperti terpesona dengan keajaiban ciptaan Tuhan yang belum bisa tergantikan hingga hari ini.
9.9106.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai puisi tentang kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Cinta yang Telah Menjadi Abu

Cinta yang Telah Menjadi Abu

Matanya terlihat tidak fokus, sedangkan air liur menetes dari mulutnya. Aku duduk di kursi roda dengan secangkir teh panas di tanganku. Sementara itu, ayahku sedang menyesuaikan sakelar pemanas pada tungku kremasi raksasa. Suara gemuruh bergema di seluruh ruangan dan gelombang panas langsung menyelimuti kami. Jerry menatap ngeri ke arah tungku kremasi itu. "Roselle! Kamu sudah gila? Kamu bisa masuk penjara!"
4.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai puisi tentang kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Jarak Rindu

Jarak Rindu

Cangkir kuning bentuk kepala kucing. Naya bisa merasakan Kopi hangat mengalir ke tenggorokan dan turun ke perut. Ia bisa merasakan kepalanya terasa ringan sedikit demi sedikit. Plong. Untuk sejenak, Naya membayangkan hari-harinya yang biasa: bangun, mandi, berangkat ke pabrik dengan kepala penuh rencana perbaikan fasilitas, bukan daftar panjang pertanyaan penyidik.
663 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai puisi tentang kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua

'* Harapan adalah racun yang paling mematikan. "Makan kuenya," katanya lembut, menyendokkan sepotong kecil *tiramisu* dan menyodorkannya ke bibirku. Aku membuka mulut dan menerimanya. Rasa kopi dan krim yang lumer di lidahku terasa pahit. Aku menelan kue itu bersama dengan harga diriku. "Aku kangen kita yang dulu, Rin," ucapnya lirih, menarikku ke dalam pelukannya.
870 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai puisi tentang kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status