Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Terpaksa Jadi Pacar

Terpaksa Jadi Pacar

Ia bahkan lupa, ada seseorang yang mungkin menunggu kabar. Ari tak lagi memikirkan soal Tarissa. Ia tak ingin terbelenggu oleh wanita yang sama sekali tak menarik perhatian. Ia hanya ingin menikmati hidup. Menikmati rindu yang serupa candu dalam kopi penuh susu. Bersama malam yang hendak beranjak, ia titipkan rindu pada gadis yang masih bergeming dalam selimut nun jauh di sana.
1014.2K viewsOngoingAdded to Library 370 Times as puisi tentang kopi dan rindu
Read
+Library
Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

Hal menyakitkan di akhir ini, belum lah bahagia di sesi pertemuan kembali. “Kenapa melamun, Bee?” aku melihat Bee merenung di sela-sela kesibukan kami. Sementara Bang Jo, Om Dedi, dan Bang Muis masih sibuk melampiaskan kerinduan masa muda masing-masing ... di ujung sana. Di ujung yang cukup nikmat untuk menikmati jagat raya kecil, bernama kopi. Benda cair itu memiliki ragam kehidupan di dalamnya.
102.2K viewsCompletedAdded to Library 86 Times as puisi tentang kopi dan rindu
Read
+Library
Rindukan Dirimu

Rindukan Dirimu

Ucap Rio "Kakak setuju dengan kamu Rio" Puji kak Sasa "Yaudah kita mulai sekarang latihannya ya" Lanjut kak Sasa. (Rindukan Dirimu) Berjanjilah wahai sahabatku Bila kau tinggalkan aku Tetaplah tersenyum Meski hati sedih dan menangis Kuingin kau tetap tabah menghadapinya Bila kau harus pergi
101.8K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as puisi tentang kopi dan rindu
Read
+Library
Rindu Di Ujung Senja

Rindu Di Ujung Senja

Jantung Atu berdegup sangat kencang saat berada dipelukan Kenzo. Kenzo-pun menatap Ayu, tatapan yang penuh penyesalan, penuh kerinduan pada sahabat masa kecilnya yang ia tinggalkan dahulu. 'kenapa kamu tidak ingat padaku Ayu?' batin Kenzo dengan mata yang berkaca - kaca. "ma - maaf," ucap Ayu sambil bangun dari pelukan Kenzo. "hati - hati kalau jalan, karena tidak akan selalu ada orang ada buat menjaga kamu," kata Kenzo sambil melepas pegangannya ditubuh Ayu.
103.8K viewsOngoingAdded to Library 111 Times as puisi tentang kopi dan rindu
Read
+Library
Cinta yang Telah Menjadi Abu

Cinta yang Telah Menjadi Abu

Matanya terlihat tidak fokus, sedangkan air liur menetes dari mulutnya. Aku duduk di kursi roda dengan secangkir teh panas di tanganku. Sementara itu, ayahku sedang menyesuaikan sakelar pemanas pada tungku kremasi raksasa. Suara gemuruh bergema di seluruh ruangan dan gelombang panas langsung menyelimuti kami. Jerry menatap ngeri ke arah tungku kremasi itu. "Roselle! Kamu sudah gila? Kamu bisa masuk penjara!"
4.3K viewsCompletedAdded to Library 104 Times as puisi tentang kopi dan rindu
Read
+Library
Jarak Rindu

Jarak Rindu

Cangkir kuning bentuk kepala kucing. Naya bisa merasakan Kopi hangat mengalir ke tenggorokan dan turun ke perut. Ia bisa merasakan kepalanya terasa ringan sedikit demi sedikit. Plong. Untuk sejenak, Naya membayangkan hari-harinya yang biasa: bangun, mandi, berangkat ke pabrik dengan kepala penuh rencana perbaikan fasilitas, bukan daftar panjang pertanyaan penyidik.
10780 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as puisi tentang kopi dan rindu
Read
+Library
Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua

'* Harapan adalah racun yang paling mematikan. "Makan kuenya," katanya lembut, menyendokkan sepotong kecil *tiramisu* dan menyodorkannya ke bibirku. Aku membuka mulut dan menerimanya. Rasa kopi dan krim yang lumer di lidahku terasa pahit. Aku menelan kue itu bersama dengan harga diriku. "Aku kangen kita yang dulu, Rin," ucapnya lirih, menarikku ke dalam pelukannya.
1.0K viewsCompletedAdded to Library 23 Times as puisi tentang kopi dan rindu
Read
+Library
Kasih Abadi

Kasih Abadi

Iya yang menangkup cup kopi ditangannya Kurasa kopi memang minuman kesukaannya Hujan ku mohon bertahanlah sedikit lagi Aku ingin lebih lama memandang tuan di halte bis seberang Ia sedang menatap kendaraan lalu lalang dengan mata lelahnya Bahkan sedetik saja aku melihatnya, otakku sudah mengunci wajah menawannya Ku harap suatu saat mata kami bisa saling menatap Puisi indahnya pun ditutup dengan lagu hujan dari utopia. Setelah manggungnya selesai kasih pun bergabung dengan teman temannya. "Sekarang lu jelasin ke gue kenapa lu bisa kenal sama bocah tadi?" Tanya Senja. "Napa? Lu pacarnya? Jealous gitu?" Jawab Sedia dengan santainya. "Dia gue serius. Kepo akut nih gue." Kata Senja saking kesalnya
106.3K viewsOngoingAdded to Library 251 Times as puisi tentang kopi dan rindu
Read
+Library
Sasakala

Sasakala

Apakah aku bisa tetap menjaga Tentang tulisanmu yang kau kirim Oleh angin ceritakan rindu tentang pergi dan pulang Dan tanda tanya sebuah rasa terselubung Warung kopi itu telah ramai, Arka dan Hasta terlambat untuk menikmati secangkir kopi legendaris darinya. Setelah mendarat di Surabaya, Arka langsung menuju warung kopi. Hasta telah datang 15 menit sebelumnya dan warung kopi tersebut sudah penuh dengan pengunjung. Mereka berdua hanya bisa mencium aroma kopi dari seberang jalan, cukup memanggil kembali nostalgia masa sekolah dulu.
9.82.9K viewsCompletedAdded to Library 87 Times as puisi tentang kopi dan rindu
Read
+Library
ANYELIR KUNING

ANYELIR KUNING

Aku nyaman di sana, berenang menunggu saat ia menenggelamkan. Teriak bunyi ketel meraung pekakkan telinga, uap air yang keluar dari ujung corongnya meliuk ciptakan pola abstrak. Lesu aku menghampiri api kebiruan yang menjilati dasar ketel. Diriku perlu mendinginkan perasaan, dan pilihanku jatuh pada kopi panas, mencecap pahitnya menjadi canduku. Kopi pahit untuk hidup yang pahit, kurasa perpaduan yang sempurna. "Boleh aku memelukmu, Aling?" Perutku seketika bergejolak mengingat pinta Yusuf siang tadi. Bahkan dalam mimpi pun tidak pernah aku izinkan ia memelukku. Tak sudi.
108.9K viewsOngoingAdded to Library 204 Times as puisi tentang kopi dan rindu
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status