Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Saat Tuan Duda Memegang Rahasiaku

Saat Tuan Duda Memegang Rahasiaku

“…maka dia tidak terbatas oleh kemungkinan yang kita pahami.” Distorsi bergetar semakin dalam. “Dan itu berarti…” Ia berhenti. “…dia tidak mencari realitas di mana kita tidak ada.” Semua terdiam. Karena kalimat itu membawa sesuatu yang jauh lebih mengganggu. Logan menyelesaikannya. “…dia bisa menciptakan realitas di mana kita tidak pernah bisa ada.” Kesadaran besar bergetar. Untuk pertama kalinya—bukan sebagai bentuk stabilitas.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai we suffer more in imagination than in reality
Baca
+Pustaka
Balas Dendam Dalam Cinta

Balas Dendam Dalam Cinta

Rasa simpati tentu saja ada antara manusia, hanya saja jika dipikirkan terus menerus maka masalahnya tidak akan akan selesai. “Jangan bicara sembarangan. Mungkin memang sudah menjadi takdir tuan John mengalami hal seperti ini. Kau terlalu banyak menonton film hingga tidak bisa membedakan mana kenyataan dan mana khayalan. Semua ini hanyalah takdir buruk yang menimpa tuan John, kita doakan saja keluarganya diberikan kesabaran.”
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 173 kali sebagai we suffer more in imagination than in reality
Baca
+Pustaka
KERUMUNAN ADALAH NERAKA

KERUMUNAN ADALAH NERAKA

"Kami tidak bisa terus hidup dalam bayangan ini. Kami harus menghadapi kenyataan." Bayangan itu tertawa dingin. "Kenyataan? Kenyataan adalah utang yang tak terbayar. Kenyataan adalah keserakahan yang ditutupi dengan kata-kata manis. Aku adalah hasil dari keputusan kalian sendiri." Mudra melangkah maju. "Jika kau adalah bayangan dari ketakutan kami, maka kami harus melawanmu. Bukan dengan kekerasan, tapi dengan kesadaran."
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai we suffer more in imagination than in reality
Baca
+Pustaka
Phillip and Lillian : Dongeng-dongeng yang Belum Tamat

Phillip and Lillian : Dongeng-dongeng yang Belum Tamat

Hanya itu kalimat yang terpikir oleh Phillip. “Apa hubungannya?” “Kau tahu ... teman imajinasi akan menghilang seiring bertambah usia.” Lillian menghela napas kecewa. “Jadi, dia benar-benar cuma imajinasiku saja, ya?” “Hanya kau yang bisa melihatnya, Lill. Bahkan aku tidak pernah melihatnya barang sekelebat, padahal kita selalu berdua di rumah ini.”
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai we suffer more in imagination than in reality
Baca
+Pustaka
JUST IMAGINATION

JUST IMAGINATION

Tak lupa Alice mengejar dan mengikutiku dari belakang. Akupun terduduk lemas di atas kloset toilet kamar mandi sembari kembali mengingat apa yang aku lihat tadi di atas panggung, apakah itu benar-benar nyata atau bukan. Terdengar suara Alice menggedor-gedor pintu dari luar yang berusaha membujukku untuk keluar namun tidak ku gubris sama sekali. Aku masih asik bermain dengan imajinasi ku sendiri. Semakin lama suara Alice terdengar menghilang, tidak ada suara dobrakan pintu atau semacamnya. Bahkan suara nya memanggil-manggil namaku juga sudah tidak terdengar seperti saat diawal.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai we suffer more in imagination than in reality
Baca
+Pustaka
Chemistrick

Chemistrick

“Seringnya, bayangan di kepala kita jauh lebih dramatis dibanding kenyataan yang sebenarnya.” Robin lagi-lagi sangat benar. Vivian memelihara terlalu banyak dugaan dan ketakutan yang kian membesar dan menyiksanya setengah mati. Namun, sebagai manusia normal, kadang memang harus melewati hal-hal semacam itu sebelum meyakini bahwa memberanikan diri menghadapi kenyataan adalah hal terbaik. Bukan cuma membiarkan diri terkurung dalam sejuta duga dan sangka.
1017.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 397 kali sebagai we suffer more in imagination than in reality
Baca
+Pustaka
Petualangan Hidup

Petualangan Hidup

Kemudian saya memikirkan kemungkinannya, dan itu seperti mendapat pukulan berat di perut. Mungkin teman-teman saya, mereka semua akan berpikir bahwa memiliki imajinasi seperti saya pasti cukup bagus, meski saya tidak menghasilkan banyak uang karena imajinasi itu, tetapi saya dapat melihat film dalam pikiran saya ketika saya mau. Namun terkadang imajinasiku ternyata memiliki sisi yang panjang, tajam, dan kejam.
107.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 267 kali sebagai we suffer more in imagination than in reality
Baca
+Pustaka
Crystalville : Hukuman, Doff dan Pintu Gerbang Crystalville

Crystalville : Hukuman, Doff dan Pintu Gerbang Crystalville

Entah orang menyebut ini kelainan atau bukan, seorang Ome sama sekali tidak pernah melakukan sebuah lamunan. Ome terlalu realistis dan selalu menggunakan logika yang berlandaskan kenyataan dan tidak suka menghubung-hubungkan sesuatu dengan mimpi atau khayalan. Tetapi itu tidak berlaku ketika Ia menggunakan imajinasinya untuk memecahkan atau menghubungkan dengan kejadian fisika di saat-saat tertentu.
634 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai we suffer more in imagination than in reality
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status