Runtuhnya Sebuah Kesetiaan
Pandangannya kosong, menembus kerumunan yang masih ramai.
Tiba-tiba suara berat memecah lamunannya.
"Kok malah melamun? Banyak yang sawer, loh, tadi!" suara Bang Tama, pemilik orgen tunggal itu, membuat Indah tersentak.
"Cuma capek, Bang," jawab Indah dengan senyum yang tak sampai ke mata.
"Namanya juga kerja. Capek itu biasa. Tapi hasilnya, tuh lumayan, kan? Yuk, naik lagi. MC udah manggil tuh."
Hot Chapters