Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tertipu Masa Lalu

Tertipu Masa Lalu

"Tapi, Papa... dia terasa sangat nyata. Dia selalu hadir dalam mimpiku yang terakhir. Aku merasa... aku merasa dia bukan hanya imajinasi." Jeff menatap putranya dengan penuh rasa sayang. "Delano, kadang-kadang pikiran kita bisa menciptakan hal-hal yang sangat nyata saat kita dalam keadaan tak sadar. Mungkin selama kamu koma, Daren menjadi lebih dari sekadar imajinasi." Oscar menambahkan, "Tuan Delano, mungkin ada kaitan antara Daren dan trauma yang Anda alami. Pikiran Anda mungkin menciptakan Daren sebagai cara untuk menghadapi semua rasa sakit dan ketakutan itu."
1011.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 264 Beses bilang we suffer more in imagination than in reality
Read
+Library
Sebatas Mimpi

Sebatas Mimpi

Renata mengangguk kecewa. Pandu melanjutkan, “nikmati saja mimpimu, tetapi jangan terlena. Karena sesedih bagaimanapun kehidupanmu, dunia nyata lebih baik daripada dunia mimpi. Kadang, khayalan kita mampu menipu pikiran kita sendiri. Jangan sampai kamu terjebak seperti yang lain, mengejar kebahagiaan yang fana, padahal masih banyak yang bisa membuatmu bahagia di dunia nyata.” Kata-kata Pandu barusan tiba-tiba membuatnya sedih. Jauh dalam hatinya, ia benar-benar berharap Pandu adalah sosok nyata.
3.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 81 Beses bilang we suffer more in imagination than in reality
Read
+Library
BUKAN MENANTU BODOH

BUKAN MENANTU BODOH

#BUKAN_MENANTU_BODOH #PART_18 Kenyataan terkadang jauh lebih menyakitkan, bukan hanya sebuah rencana yang telah di siapkan dengan matang tapi, juga impian yang harus kandas karena tak sesuai dengan harapan. ____ Pandanganku masih semu, antara percaya atau tidak dengan kenyataan ini. Semua terasa seperti mimpi. Baru saja aku hendak melepaskan beban, adalagi beban baru yang harus aku tanggung.
9.5233.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 6.3K Beses bilang we suffer more in imagination than in reality
Read
+Library
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

Lalu dengan satu kata, dia menghempas angan ke dasar jurang kekecewaan. Dayu? Siapakah sebenarnya dia. Aku cukup paham bahwa di saat-saat tertentu, ODS memang sulit membedakan antara realita dan khayalan. Pikiran bawah sadarnya kadang mencuat ke alam sadar. Tapi kenapa nama itu malah terlintas di saat-saat kami tengah mereguk madu asmara. Ada kemungkinan karena mereka pernah berada di situasi yang sama. Bercinta!
106.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 214 Beses bilang we suffer more in imagination than in reality
Read
+Library
Saat Tuan Duda Memegang Rahasiaku

Saat Tuan Duda Memegang Rahasiaku

“…maka dia tidak terbatas oleh kemungkinan yang kita pahami.” Distorsi bergetar semakin dalam. “Dan itu berarti…” Ia berhenti. “…dia tidak mencari realitas di mana kita tidak ada.” Semua terdiam. Karena kalimat itu membawa sesuatu yang jauh lebih mengganggu. Logan menyelesaikannya. “…dia bisa menciptakan realitas di mana kita tidak pernah bisa ada.” Kesadaran besar bergetar. Untuk pertama kalinya—bukan sebagai bentuk stabilitas.
102.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 79 Beses bilang we suffer more in imagination than in reality
Read
+Library
Balas Dendam Dalam Cinta

Balas Dendam Dalam Cinta

Rasa simpati tentu saja ada antara manusia, hanya saja jika dipikirkan terus menerus maka masalahnya tidak akan akan selesai. “Jangan bicara sembarangan. Mungkin memang sudah menjadi takdir tuan John mengalami hal seperti ini. Kau terlalu banyak menonton film hingga tidak bisa membedakan mana kenyataan dan mana khayalan. Semua ini hanyalah takdir buruk yang menimpa tuan John, kita doakan saja keluarganya diberikan kesabaran.”
108.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 176 Beses bilang we suffer more in imagination than in reality
Read
+Library
KERUMUNAN ADALAH NERAKA

KERUMUNAN ADALAH NERAKA

"Kami tidak bisa terus hidup dalam bayangan ini. Kami harus menghadapi kenyataan." Bayangan itu tertawa dingin. "Kenyataan? Kenyataan adalah utang yang tak terbayar. Kenyataan adalah keserakahan yang ditutupi dengan kata-kata manis. Aku adalah hasil dari keputusan kalian sendiri." Mudra melangkah maju. "Jika kau adalah bayangan dari ketakutan kami, maka kami harus melawanmu. Bukan dengan kekerasan, tapi dengan kesadaran."
1.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 38 Beses bilang we suffer more in imagination than in reality
Read
+Library
Orang ketiga.

Orang ketiga.

“Tapi menurutku, foto sering terlalu banyak filter. Realita jarang sebaik itu.” Miko tertawa pelan. “Kadang justru realita yang bisa mengejutkan. Bisa lebih indah dari imajinasi, kalau kamu mau lihat dari sisi lain.” Kalimat itu sederhana, tapi entah kenapa menggema lama di benaknya. Kiara menatap pria itu sekali lagi. Ada sesuatu yang tulus di matanya, sesuatu yang mengingatkannya pada kehangatan yang sudah lama hilang.
101.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 67 Beses bilang we suffer more in imagination than in reality
Read
+Library
Dunia yang Terlupakan: Jalan Sang Jenius

Dunia yang Terlupakan: Jalan Sang Jenius

Rainer berdiri di depan jendela ruang tamu yang sederhana, matanya menyapu pemandangan kerajaan yang tampak megah, meski di baliknya tersembunyi tumpukan masalah. Meskipun dunia ini penuh dengan sihir dan keajaiban, kenyataan yang dihadapi olehnya terasa jauh lebih gelap. Sihir mungkin bisa mengubah bentuk realitas, tetapi tidak bisa menghapuskan ketidakadilan yang mengakar. Di dunia ini, kecerdasan dan strategi adalah senjata yang paling berharga, tetapi juga yang paling berbahaya. Bahkan seorang jenius sepertinya harus memikirkan seribu langkah ke depan hanya untuk bertahan hidup.
2.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 67 Beses bilang we suffer more in imagination than in reality
Read
+Library
JUST IMAGINATION

JUST IMAGINATION

Tak lupa Alice mengejar dan mengikutiku dari belakang. Akupun terduduk lemas di atas kloset toilet kamar mandi sembari kembali mengingat apa yang aku lihat tadi di atas panggung, apakah itu benar-benar nyata atau bukan. Terdengar suara Alice menggedor-gedor pintu dari luar yang berusaha membujukku untuk keluar namun tidak ku gubris sama sekali. Aku masih asik bermain dengan imajinasi ku sendiri. Semakin lama suara Alice terdengar menghilang, tidak ada suara dobrakan pintu atau semacamnya. Bahkan suara nya memanggil-manggil namaku juga sudah tidak terdengar seperti saat diawal.
103.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 128 Beses bilang we suffer more in imagination than in reality
Read
+Library
PREV
123456
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status