Samaran Terakhir
InkRealmnaik motor pap boncengan malam harigelap malamcuci mobil adammimisan tengah malam
“Mereka... para pembaca itu... tidak menulis dengan niat, tapi dengan emosi. Dengan ketakutan, keinginan, dan harapan yang belum terucap.”
Rael, yang tubuhnya sempat terkoyak oleh dunia western-gothic barusan, bergumam, “Kita bukan lagi di dunia cerita. Kita ada di ruang respon. Setiap pikiran pembaca menciptakan cabang realitas baru.”
Seketika, dunia berubah.
Langit menjadi taman bunga bagi pembaca yang merindukan damai.
Lalu menjadi kota distopia gelap bagi yang sedang merasa putus asa.