Kupu-Kupu Malang
Ketika Yuna duduk di samping tempat tidur, Eric kembali merintih kesakitan.
"Di mana yang sakit, Tuan?" tanya Yuna cemas.
"Perutku rasanya seperti terbakar, Yuna."
"Aku akan memanggil Profesor Darian saja."
Eric menggenggam pergelangan tangan Yuna yang ingin pergi. Yuna sedikit terkejut, karena kekuatan Eric masih sama seperti biasa dan tidak seperti orang sakit.
"Nggak usah. Jam berapa sekarang?"
"Masih jam delapan malam, Tuan. Tadi Profesor Darian bilang kalau ada apa-apa boleh telepon dua puluh empat jam."
Bab Populer