Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BERTEMU RINDU

BERTEMU RINDU

Ah, rasanya terlalu sulit. "Kamu memiliki hidup walaupun sedikit berbeda dari hidup normal orang lain, Anakku. Tapi kamu masih memiliki hidup, jadi hiduplah untuk memiliki harapan. Jika kamu hanya berharap untuk hidup, maka kamu akan takut mati, tapi jika kamu hidup untuk memiliki harapan, kamu akan memiliki rasa selamanya ada di sini. Selamanya hidup, Nak" ,kataAyah sambil menunjuk dada Andra.
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai rindu ayah yang sudah meninggal
Baca
+Pustaka
Jeritan Dibalik Peti Mati Ayahku

Jeritan Dibalik Peti Mati Ayahku

Dikafani dan dikerumuni para keluarga. "Saya jadi ingat almarhum Ayah, Mbak. Waktu itu Ayah meninggal sewaktu saya nggak ada di rumah." Jaka berbicara dengan volume kecil. Suaranya hampir-hampir tidak bisa didengar oleh Ratih. Akan tetapi, Ratih peka. Dari gurat sedih Jaka, Ratih bisa membaca bahwa pria tampan itu sangat merindukan ayahnya. "Yang udah berlalu biarin berlalu, Ka. Kematian ayahmu pun bukan kesalahanmu sendiri. Sekarang fokus aja sama istri dan anakmu. Bentar lagi Roro mau lahiran, kan?"
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai rindu ayah yang sudah meninggal
Baca
+Pustaka
Rindu Untuk Farhana

Rindu Untuk Farhana

jawabku sembari mengusap titik bening yang mengalir di pipi. "Kalau memang rindu, kenapa Ayah tidak mencari mereka? Apakah karena kehadiran Tante Rani dan juga Nana membuat Ayah enggan melakukannya? Apa Ayah tidak pernah berpikir bagaimana keadaan Bunda sekarang? Sudah makan kah mereka? Tinggal di tempat layak kah mereka? Pernahkah Ayah berpikir sampai ke sana?" cecarnya yang membuatku bungkam, tak mampu memberi jawaban.
1072.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai rindu ayah yang sudah meninggal
Baca
+Pustaka
Wanita Pilihan Duda Tampan Sedingin Kulkas

Wanita Pilihan Duda Tampan Sedingin Kulkas

"Sampai ketemu lagi, Rindu. Kalau main ke rumah, ajak ibu kamu juga." "Ibu sudah di surga, Kak. Aku cuma saya ayah sekarang," kata Rindu. Senyumnya lenyap, tapi wajahnya tidak terlihat sedih. "Ooh, maaf," ujar Wuri. Tentu saja Wuri terkejut. Rindu masih kecil dan sudah kehilangan ibunya. Malang sekali. "Bye, Kak." Rindu membalikkan badan, dia menggandeng ayahnya. Rudy masih sempat menoleh ke arah Wuri, kemudian berjalan menjauh.
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai rindu ayah yang sudah meninggal
Baca
+Pustaka
Karena Kita Orang Miskin

Karena Kita Orang Miskin

Atau apa? "Bu ... mana Ayah?" Rindi merengek karena tak sabar. "Nomernya Ayah nggak bisa ditelpon, Sayang." "Yah ...." Suara ketiga puteriku terdengar pilu. Mereka pasti sedih karena gagal berbincang dengan ayahnya. Padahal mereka sudah sangat merindukannya. Jangankan anak-anak, aku pun merasa sedih sekaligus bingung. Mengapa bisa begini? Sejak kapan nomor telepon Mas Dadang tak bisa dihubungi?
6.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 257 kali sebagai rindu ayah yang sudah meninggal
Baca
+Pustaka
Sang Penggoda

Sang Penggoda

tanya Jordi pada putri bungsunya. “Memang benar, kalau sudah termakan kotoran dari sampah yang menjijikkan, maka pikiranpun akan kotor dan tidak dapat membedakan mana yang benar dan yang salah,” tukas Rindu pada ayahnya. “Rindu, kamu jangan khawatir, Nak. Kamu dan Rinjani akan tinggal di rumah ini, ayah tidak akan mengusir kalian. Akan tetapi ibumu harus pergi dari sini,” ucap Jordi lembut pada Rindu.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai rindu ayah yang sudah meninggal
Baca
+Pustaka
Rindu yang Membunuh

Rindu yang Membunuh

“Ah iya, Bu Ayla, kalo boleh saya sarankan, mohon maaf sekali bukan saya mau lancang, tapi… jika ayah Reya masih ada… boleh dipertemukan ini akan membantu Reya, kebahagian yang stabil dan terus menerus apalagi dari seorang ayah akan sangat membantu kondisinya, Bu…” Ayah… Reya?
618 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai rindu ayah yang sudah meninggal
Baca
+Pustaka
Ibu Susu Anak Keponakanku

Ibu Susu Anak Keponakanku

“Syukurlah kau bangun juga, Nak. Syukurlah… Ibu pikir… Ibu pikir kau akan pergi meninggalkan kami.” Rindu mencoba tersenyum, tapi bibirnya terasa kering. Sang ayah menyodorkan minuman, lalu perlahan menyuapi minum dengan sendok karena tau Rindu belum cukup baik untuk menyedot minuman dari sedotan. Setelah lebih stabil, Rindu berkata. “Maafkan aku, Bu… maafkan aku karena… selalu membuat kalian khawatir.”
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 203 kali sebagai rindu ayah yang sudah meninggal
Baca
+Pustaka
KAU RUJUK AKU MERAJUK

KAU RUJUK AKU MERAJUK

"KALIAN PEMBUNUH! BERHENTI! JANGAN KUBUR SUAMIKU!" "Ibu." Rindu menggigit bibir. Kakinya mematung. Kesedihan karena kehilangan ayah, ditambah harus melihat kesehatan mental ibunya yang semakin memburuk membuat gadis remaja itu begitu tertekan. "Eyang." Rindu langsung memeluk Mbok Ti saat wanita tua itu mengelus punggungnya. Tangisnya pecah saat berada dalam dekapan wanita yang dia panggil eyang.
10134.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.9K kali sebagai rindu ayah yang sudah meninggal
Tampilkan Ulasan (15)
Baca
+Pustaka
Pepi Arastya
Karakter Hanin ... Perempuan biasa yg kuat, ibu yg baik utk Dipta sang anak, sayang keluarga, pinter cari duit. Kisah Hanin ini benar-benar menyentuh. Peluk sayang utk Hanin dan si kecil Dipta. Sukses slalu utk author ...⚘⚘
RATNA SARIDEWI
Bagus cuma anehnya dan agak maksa itu gilanya Sita kok jadi salahnya Hanin, dia yang jadi pelkor salahnya Hanin, dia yang bertengkar bakan ditalak lagi sama suaminya salah Hanin, urusan pekerjaan rusak salah Hanin,mpokoknya salah Hanin dah
Baca Semua Ulasan
Rindu Tak Berujung

Rindu Tak Berujung

Dengan tatapan penuh keputusasaan, dia pun menandatangani surat perceraian. Aku membawa pergi surat perceraian itu, lalu menandatangani surat kesediaan donatur. Sekarang, 10 tahun telah berlalu. Berhubung sumsum tulangku terinfeksi, aku sudah tidak mampu menunggu pendonor lagi. Yang menantiku hanyalah kematian. Aku mentransferkan 600 juta ini kepada pengurus jenazah. “Tolong bantu aku pilih sebuah makam. Aku mau tempat yang dipenuhi pohon delima.”
29.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai rindu ayah yang sudah meninggal
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status