Tetanggaku Luar Biasa
Untung Oliv tidur, jadi, aku bisa leluasa menyantap lontong kari buatan Bu RT yang terkenal enak.
"Mbak Ajeng, gelangnya baru?" tanya Leni setengah berbisik. Aku menempelkan ujung jari telunjuk pada bibir, bermaksud meminta Leni tak membahas hal itu. Perempuan yang usianya lima tahun di bawahku itu mengangguk sambil tertawa kecil.
"Iya baru, Mbak Leni. Perak, tapi bagus, ya? Mirip banget sama emas putih," jawab Siska tanpa kuminta.