Pembalasan Sang Dokter Jenius
“Sudah punya calon belum di kampung?”
Joko terbatuk kecil, nyaris tersedak ludahnya sendiri. Pertanyaan itu terlalu langsung. “Be-belum, Bu,” jawabnya tergagap.
Wajah Bu Ida langsung bersinar seperti lampu neon. “Nah, kebetulan sekali!” serunya. “Anak gadis saya di rumah, baru lulus SMA. Cantik, putih, badannya bagus, pintar masak lagi. Namanya Lina. Bagaimana kalau sama anak saya saja?”