author-banner
Astrie Anggita
Author

Novels by Astrie Anggita

Selina dan Sistem Gosip

Selina dan Sistem Gosip

Tasker kode Zero bertransmigrasi dan menjalankan misi ke-100-nya. Kali ini, ia masuk ke tubuh Selina, putri asli keluarga Wijaya, salah satu keluarga terpandang. Keluarga yang tampak harmonis, lengkap dengan tiga kakak laki-laki yang selalu Selina asli impikan. Namun, tempat itu bukan sepenuhnya miliknya. Sudah ada seorang putri palsu yang lebih dulu menduduki posisinya: Veronika. Untung saja, ia ditemani sistem gosip, yang siap membocorkan rahasia tersembunyi di keluarganya. [Kakak pertamamu punya penyakit jiwa.] [Kakak keduamu difitnah rekan kerjanya.] [Kakak ketigamu dijadikan kambing hitam oleh Veronika.] Satu per satu rahasia keluarga itu mulai terkuak. Tapi masalahnya... untuk mendapatkan gosip-gosip itu, Selina harus menguntit Dexton, CEO muda yang terkenal dingin dan misterius. Dan yang lebih gawat, kenapa Dexton dan keluarganya bisa mendengar percakapannya dengan sistem? Selina: "..." Sistem: [...]
Read
Chapter: Berkunjung ke Rumah Dexton
Saat Selina bangun, jam dinding sudah menunjukkan angka sebelas malam. Ia menguap, mengecek ponselnya. Tidak ada balasan dari Dexton, hanya tanda kalau sudah dibaca saja. Tapi Selina tidak peduli, ia hanya mengerjakan misi. Selina lalu berjalan keluar kamar dengan langkah malas. Rumah sunyi, hanya suara jam berdetak yang terdengar.Begitu sampai di dapur, ia mengambil sebungkus mi instan, langsung membukanya tanpa berpikir panjang.Tidak ada urusan dengan air panas atau panci. Selina cukup meremasnya kasar, menuangkan bumbu, lalu mengocok bungkusnya.Mi instan siap saji, edisi orang malas.Selina mengambil segenggam dan mulai mengunyah.[...][Masak mi instan saja kau malas. Kenapa tidak beli di luar?][Ah... Aku tahu! Pasti MALAS, kan?]Selina mengunyah santai. ‘Diamlah. Sama-sama masuk perut. Dimasak atau tidak, hasil akhirnya tetap jadi pupuk kompos.’[...][Aku ingin menangis, tapi tidak punya mata.]Sambil tetap mengunyah, Selina kembali ke kamar, melemparkan diri ke kasur, lal
Last Updated: 2026-05-25
Chapter: Nyonya Wijaya
Mobil mewah berwarna silver melaju perlahan di kawasan elit Riverside, melewati deretan rumah megah yang berdiri dengan anggun.[Wow, Selina, kenapa kau tidak beli rumah di sini saja? Lihat tuh, semua rumahnya mewah-mewah banget!] Sistem berseru dengan nada ndeso.Adrian, yang sedang menyetir di samping Selina, menahan tawa. Sistem adiknya ini benar-benar seperti manusia sungguhan—ada saja tingkahnya.'Aku kan sudah beli rumah kemarin. Lupa?' Selina menguap malas.[Itu kan rumah kampung! Masa kau samakan dengan rumah elit begini?!]'Sama-sama rumah, yang penting bisa buat tidur dan rebahan.' Selina tidak peduli. Ia teringat beberapa kehidupannya yang penuh pelarian. Di antara dikejar monster, alien, atau zombie, punya tempat untuk sekadar rebahan saja sudah sebuah kemewahan."Kita sudah sampai." Suara Adrian menghentikan lamunannya.Mobil mereka berhenti di depan mansion dua lantai dengan pekarangan luas. Mansion dua lantai itu berdiri megah dengan desain modern klasik, didominasi w
Last Updated: 2026-05-23
Chapter: Ikatan Keluarga
Saat berjalan menuju mobil, Selina memperhatikan Adrian.Pria itu tampak tidak nyaman berada di tengah kerumunan, selalu menghindari kontak fisik dan senggolan orang-orang di sekitarnya.Begitu masuk ke dalam mobil mewah Adrian, Selina bersandar santai lalu berbicara pada sistem dengan serius.'Gosip tadi, aku beli.'Ding![Gosip terbuka! Berikut hasil tes kejiwaan putra sulung keluarga Wijaya!]Tanpa Selina sadari, tubuh Adrian menegang.[Hasil tes kejiwaan Adrian menunjukkan bahwa ia mengalami PTSD akibat trauma di masa kecilnya.][Ia memiliki kecemasan tinggi, sulit tidur karena mimpi buruk, serta hipersensitif terhadap sentuhan, sehingga selalu mengenakan pakaian panjang dan sarung tangan.][Adrian juga cenderung mengisolasi diri dan ingin selalu mengontrol situasi agar tidak merasa terjebak lagi.][Namun, meski trauma itu masih ada, ia memiliki mental yang kuat dan mampu mengelolanya dengan baik.]Selina terdiam. PTSD, ya? Pantas saja, dia mengenakan turtleneck dan sarung tangan
Last Updated: 2026-05-22
Chapter: Adrian Wijaya
Pagi itu, di kamar kosnya yang sempit, Selina duduk santai di lantai dengan kaki selonjoran, menikmati makanan yang baru dibelinya.Dengan gerakan malas, ia mengambil satu gorengan, lalu mengunyah perlahan. Tak lupa segelas teh hangat juga ada di sebelahnya. Sambil menikmati makanan, tiba-tiba ia teringat sesuatu. Dengan nada santai, ia bertanya pada Sistem, 'Ngomong-ngomong, kemarin kau bilang aku masuk ke dunia novel. Novel apa?'Sistem terdiam sejenak, seperti sedang mengumpulkan ingatannya.[Ah... apakah aku lupa memberitahu?]Selina: "..."Kenapa dia mendapatkan sistem yang oon, tidak seperti di cerita wattpad lainnya. Selina menghela napas. 'Cepat katakan sekarang, sebelum aku pergi menemui Dexton untuk misi harian.'Kalau bukan demi mendapatkan akses gosip eksklusif milik sistem, Selina tidak akan mau repot-repot menemui pria dingin itu. Mending rebahan di kosan, peluk guling, dan scroll berita gosip terkini. Sistem akhirnya bereaksi. [Baiklah! Mari kita mulai... Hmm, dari
Last Updated: 2026-05-19
Chapter: Kiw Kiw
Selina duduk di meja sebelah Dexton, menopang dagu sambil menatap layar interface sistem yang melayang di hadapannya.'Kita butuh nomor WhatsApp Dexton. Bagaimana cara memintanya tanpa terlihat aneh?'Selina menghela napas, melirik sekilas ke arah pria itu. Dexton tampak fokus pada berkas-berkas di tangannya, ekspresinya tenang dan nyaris tak terbaca, seolah tak peduli dengan dunia di sekitarnya.[Bagaimana kalau kau pura-pura jadi agen minuman herbal?]Selina nyaris tersedak minumannya. 'Serius? Memangnya masih ada yang mau beli minuman herbal?'[Hei, jangan remehkan minuman herbal! Siapa tahu dia tertarik menjaga kesehatannya.]Selina memutar bola mata. 'Kalau aku pura-pura menumpahkan minuman ke bajunya? Bagaimana? Bisa jadi alasan buat tukar kontak.'[Trik itu sudah basi sejak tahun 2000-an.]Selina mendengus, lalu kembali melirik Dexton. Jari pria itu masih sibuk membolak-balik kertas, tetapi ada satu hal yang luput dari perhatian Selina—sejak tadi, gerakan Dexton sedikit melam
Last Updated: 2026-05-13
Chapter: Dexton Alaric
Di dalam taksi online, sistem masih bertanya-tanya dengan heran.[Selina, kau menghabiskan hampir 1 miliar hanya untuk membantu ibu muda itu?][Walaupun uangmu banyak, tapi kalau terus menghambur-hamburkannya seperti ini, cepat atau lambat bakal habis juga.]Selina bersandar santai di kursi belakang, kakinya disilangkan. 'Bukan cuma buat nolongin saja. Kalau niatnya cuma menolong, buat apa aku beli dua rumah lainnya?'[Eh? Lalu apa alasanmu? Jangan bilang cuma buat kasih pelajaran tetangga licik itu?]Selina menggeleng pelan. 'Buat apa buang-buang waktu? Kalau mau memberi pelajaran, tinggal lapor polisi atas dasar pemerasan, beres.'Sistem terdiam. [...Lalu?]Selina menyeringai kecil. 'Ada alasan yang lebih menarik.'Ia mecondongkan tubuhnya sedikit ke depan. Seolah-olah membisikkan sesuatu ke telinga sistem. 'Kemarin aku beli gosip Ero cuma 10 poin. Tapi, gosip rumah itu harganya 100 poin. Kenapa begitu?'Sistem langsung kaku. [...][Itu... Aku tidak tahu. Sudah diatur dari sananya.
Last Updated: 2026-05-13
You may also like
Istri Kecil Tuan CEO
Istri Kecil Tuan CEO
Romansa · UmiLovi
3.6K views
Jodoh untuk Aira
Jodoh untuk Aira
Romansa · Vie Zebex
3.6K views
Kadrun
Kadrun
Romansa · Mardiana Kappara
3.6K views
Dari Musuh Menjadi Suami
Dari Musuh Menjadi Suami
Romansa · Alya Feliz
3.6K views
Miliarder Tampan Itu Jodohku!
Miliarder Tampan Itu Jodohku!
Romansa · Airlea Hayza
3.6K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status