Compartir

Ikatan Keluarga

last update Fecha de publicación: 2026-05-22 22:50:06

Saat berjalan menuju mobil, Selina memperhatikan Adrian.

Pria itu tampak tidak nyaman berada di tengah kerumunan, selalu menghindari kontak fisik dan senggolan orang-orang di sekitarnya.

Begitu masuk ke dalam mobil mewah Adrian, Selina bersandar santai lalu berbicara pada sistem dengan serius.

'Gosip tadi, aku beli.'

Ding!

[Gosip terbuka! Berikut hasil tes kejiwaan putra sulung keluarga Wijaya!]

Tanpa Selina sadari, tubuh Adrian menegang.

[Hasil tes kejiwaan Adrian menunjukkan bahwa ia mengalam
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Selina dan Sistem Gosip   Berkunjung ke Rumah Dexton

    Saat Selina bangun, jam dinding sudah menunjukkan angka sebelas malam. Ia menguap, mengecek ponselnya. Tidak ada balasan dari Dexton, hanya tanda kalau sudah dibaca saja. Tapi Selina tidak peduli, ia hanya mengerjakan misi. Selina lalu berjalan keluar kamar dengan langkah malas. Rumah sunyi, hanya suara jam berdetak yang terdengar.Begitu sampai di dapur, ia mengambil sebungkus mi instan, langsung membukanya tanpa berpikir panjang.Tidak ada urusan dengan air panas atau panci. Selina cukup meremasnya kasar, menuangkan bumbu, lalu mengocok bungkusnya.Mi instan siap saji, edisi orang malas.Selina mengambil segenggam dan mulai mengunyah.[...][Masak mi instan saja kau malas. Kenapa tidak beli di luar?][Ah... Aku tahu! Pasti MALAS, kan?]Selina mengunyah santai. ‘Diamlah. Sama-sama masuk perut. Dimasak atau tidak, hasil akhirnya tetap jadi pupuk kompos.’[...][Aku ingin menangis, tapi tidak punya mata.]Sambil tetap mengunyah, Selina kembali ke kamar, melemparkan diri ke kasur, lal

  • Selina dan Sistem Gosip   Nyonya Wijaya

    Mobil mewah berwarna silver melaju perlahan di kawasan elit Riverside, melewati deretan rumah megah yang berdiri dengan anggun.[Wow, Selina, kenapa kau tidak beli rumah di sini saja? Lihat tuh, semua rumahnya mewah-mewah banget!] Sistem berseru dengan nada ndeso.Adrian, yang sedang menyetir di samping Selina, menahan tawa. Sistem adiknya ini benar-benar seperti manusia sungguhan—ada saja tingkahnya.'Aku kan sudah beli rumah kemarin. Lupa?' Selina menguap malas.[Itu kan rumah kampung! Masa kau samakan dengan rumah elit begini?!]'Sama-sama rumah, yang penting bisa buat tidur dan rebahan.' Selina tidak peduli. Ia teringat beberapa kehidupannya yang penuh pelarian. Di antara dikejar monster, alien, atau zombie, punya tempat untuk sekadar rebahan saja sudah sebuah kemewahan."Kita sudah sampai." Suara Adrian menghentikan lamunannya.Mobil mereka berhenti di depan mansion dua lantai dengan pekarangan luas. Mansion dua lantai itu berdiri megah dengan desain modern klasik, didominasi w

  • Selina dan Sistem Gosip   Ikatan Keluarga

    Saat berjalan menuju mobil, Selina memperhatikan Adrian.Pria itu tampak tidak nyaman berada di tengah kerumunan, selalu menghindari kontak fisik dan senggolan orang-orang di sekitarnya.Begitu masuk ke dalam mobil mewah Adrian, Selina bersandar santai lalu berbicara pada sistem dengan serius.'Gosip tadi, aku beli.'Ding![Gosip terbuka! Berikut hasil tes kejiwaan putra sulung keluarga Wijaya!]Tanpa Selina sadari, tubuh Adrian menegang.[Hasil tes kejiwaan Adrian menunjukkan bahwa ia mengalami PTSD akibat trauma di masa kecilnya.][Ia memiliki kecemasan tinggi, sulit tidur karena mimpi buruk, serta hipersensitif terhadap sentuhan, sehingga selalu mengenakan pakaian panjang dan sarung tangan.][Adrian juga cenderung mengisolasi diri dan ingin selalu mengontrol situasi agar tidak merasa terjebak lagi.][Namun, meski trauma itu masih ada, ia memiliki mental yang kuat dan mampu mengelolanya dengan baik.]Selina terdiam. PTSD, ya? Pantas saja, dia mengenakan turtleneck dan sarung tangan

  • Selina dan Sistem Gosip   Adrian Wijaya

    Pagi itu, di kamar kosnya yang sempit, Selina duduk santai di lantai dengan kaki selonjoran, menikmati makanan yang baru dibelinya.Dengan gerakan malas, ia mengambil satu gorengan, lalu mengunyah perlahan. Tak lupa segelas teh hangat juga ada di sebelahnya. Sambil menikmati makanan, tiba-tiba ia teringat sesuatu. Dengan nada santai, ia bertanya pada Sistem, 'Ngomong-ngomong, kemarin kau bilang aku masuk ke dunia novel. Novel apa?'Sistem terdiam sejenak, seperti sedang mengumpulkan ingatannya.[Ah... apakah aku lupa memberitahu?]Selina: "..."Kenapa dia mendapatkan sistem yang oon, tidak seperti di cerita wattpad lainnya. Selina menghela napas. 'Cepat katakan sekarang, sebelum aku pergi menemui Dexton untuk misi harian.'Kalau bukan demi mendapatkan akses gosip eksklusif milik sistem, Selina tidak akan mau repot-repot menemui pria dingin itu. Mending rebahan di kosan, peluk guling, dan scroll berita gosip terkini. Sistem akhirnya bereaksi. [Baiklah! Mari kita mulai... Hmm, dari

  • Selina dan Sistem Gosip   Kiw Kiw

    Selina duduk di meja sebelah Dexton, menopang dagu sambil menatap layar interface sistem yang melayang di hadapannya.'Kita butuh nomor WhatsApp Dexton. Bagaimana cara memintanya tanpa terlihat aneh?'Selina menghela napas, melirik sekilas ke arah pria itu. Dexton tampak fokus pada berkas-berkas di tangannya, ekspresinya tenang dan nyaris tak terbaca, seolah tak peduli dengan dunia di sekitarnya.[Bagaimana kalau kau pura-pura jadi agen minuman herbal?]Selina nyaris tersedak minumannya. 'Serius? Memangnya masih ada yang mau beli minuman herbal?'[Hei, jangan remehkan minuman herbal! Siapa tahu dia tertarik menjaga kesehatannya.]Selina memutar bola mata. 'Kalau aku pura-pura menumpahkan minuman ke bajunya? Bagaimana? Bisa jadi alasan buat tukar kontak.'[Trik itu sudah basi sejak tahun 2000-an.]Selina mendengus, lalu kembali melirik Dexton. Jari pria itu masih sibuk membolak-balik kertas, tetapi ada satu hal yang luput dari perhatian Selina—sejak tadi, gerakan Dexton sedikit melam

  • Selina dan Sistem Gosip   Dexton Alaric

    Di dalam taksi online, sistem masih bertanya-tanya dengan heran.[Selina, kau menghabiskan hampir 1 miliar hanya untuk membantu ibu muda itu?][Walaupun uangmu banyak, tapi kalau terus menghambur-hamburkannya seperti ini, cepat atau lambat bakal habis juga.]Selina bersandar santai di kursi belakang, kakinya disilangkan. 'Bukan cuma buat nolongin saja. Kalau niatnya cuma menolong, buat apa aku beli dua rumah lainnya?'[Eh? Lalu apa alasanmu? Jangan bilang cuma buat kasih pelajaran tetangga licik itu?]Selina menggeleng pelan. 'Buat apa buang-buang waktu? Kalau mau memberi pelajaran, tinggal lapor polisi atas dasar pemerasan, beres.'Sistem terdiam. [...Lalu?]Selina menyeringai kecil. 'Ada alasan yang lebih menarik.'Ia mecondongkan tubuhnya sedikit ke depan. Seolah-olah membisikkan sesuatu ke telinga sistem. 'Kemarin aku beli gosip Ero cuma 10 poin. Tapi, gosip rumah itu harganya 100 poin. Kenapa begitu?'Sistem langsung kaku. [...][Itu... Aku tidak tahu. Sudah diatur dari sananya.

  • Selina dan Sistem Gosip   Rumah yang Dijual

    Pagi harinya—tidak—siang harinya, akhirnya tokoh utama kita bangun juga.Dengan langkah gontai, ia menyeret tubuhnya menuju kamar mandi, matanya masih setengah tertutup. Begitu menyalakan lampu dan menatap cermin, kesadarannya langsung meningkat."Kiw kiw, aku ternyata cantik juga," gumamnya sambi

  • Selina dan Sistem Gosip   Misi ke-100

    Tasker kode Zero telah hidup dalam 99 dunia berbeda—dunia modern, kerajaan, prasejarah, kiamat, bahkan peradaban antar bintang. Gadis itu telah menjalankan berbagai misi, mengubah takdir, dan memainkan peran yang tak terhitung jumlahnya. Dan ini adalah misinya yang terakhir. Jika dia berhasil

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status