author-banner
bluaeya
bluaeya
Author

Novels by bluaeya

Dipaksa Menjadi Nyonya Besar

Dipaksa Menjadi Nyonya Besar

Evelyn, gadis biasa berusia 24 tahun yang bekerja keras demi adiknya yang sakit, tiba-tiba dipaksa menikah dengan Bram Wijaya, pengusaha dingin dan kejam berusia 32 tahun yang menguasai separuh kota. Pernikahan ini paksaan Ayah Evelyn yang berutang besar pada keluarga Wijaya menyerahkan putrinya sebagai jaminan.
Read
Chapter: 30. Syarat
“Aku tahu ayahku lebih baik daripada siapa pun, Bram. Kalau dia sudah mabuk dan panik, cuma aku yang bisa membuatnya mendengar.” Mata Evelyn menatap suaminya dengan penuh permohonan.Bram menatap Evelyn tajam, rahangnya mengeras. Akhirnya ia menghela napas panjang, mengalah. “Jangan bicara banyak. Biarkan aku yang bicara dengan mereka. Kamu boleh mendekat kalau aku mengizinkan.”Evelyn mengangguk tegas. “Aku cuma ingin memastikan Papa nggak membuat masalah lebih besar.”Mereka berjalan cepat meninggalkan aula utama. Di balik pintu gerbang, suara teriakan terdengar.Evelyn bisa melihat ayahnya berdiri sempoyongan dikelilingi tiga pria berbadan besar.“Aku cuma mau ketemu anakku! Buka gerbang ini!” teriak Ayah Evelyn, suaranya serak.Salah satu pria memegangi lengan Ayah Evelyn, sementara dua lainnya menatap mansion dengan tatapan menghitung banyak uang yang bisa mereka peras malam ini.“Papa!” Evelyn berlari kecil mendeka
Last Updated: 2026-07-30
Chapter: 29. Masalah
Di meja utama, Ibu Wijaya sudah duduk dengan anggun. Senyum kemenangan tersungging di bibirnya yang merah dan matanya puas saat melihat kartu nama Sinta di sebelah kursi Bram.Bram menarik kursi di sebelahnya sendiri, menggeser kartu nama bertuliskan Sinta ke posisi lain ujung meja, menggantinya dengan kartu nama Evelyn yang ia ambil dari saku jasnya.Wajah Ibu Wijaya menegang, rahangnya mengeras, tapi ia tidak bisa protes di depan tamu-tamu yang sedang memperhatikan.“Duduklah.” kata Bram pada Evelyn, menarik kursi di sebelahnya.Evelyn duduk, jantungnya berdegup kencang melihat betapa mudahnya Bram mengabaikan rencana ibunya di depan umum.Ia merasakan kemenangan, tapi ia tidak membiarkan dirinya tersenyum lebar. Ia duduk anggun, mengangguk pada tamu di sekitarnya, dan mengambil gelas air di depannya.Sinta yang baru tiba di meja utama langsung membeku melihat susunan meja berubah. Matanya membulat berubah menjadi kemarahan. Ia
Last Updated: 2026-07-29
Chapter: 28. Berlian
Di dalam ruang kerja, Bram berdiri di depan mejanya, sebuah kotak beludru hitam tergeletak di meja. Kotak itu berlogo toko perhiasan ternama.“Apa ini?” tanya Evelyn, menatap kotak itu curiga.“Buka.” perintah Bram singkat, tangannya di saku celana.Evelyn membuka kotak itu perlahan. Di dalamnya, sebuah kalung berlian dengan liontin bulan sabit di tengahnya.“Untuk gala. Kamu nggak bisa memakai perhiasan pinjaman lagi seperti saat pernikahan. Kamu istriku, dan harus memakai yang milikmu. Ini milikmu, Evelyn.” kata BramEvelyn menatap kalung itu, lalu menatap Bram dengan bingung. “Ini pasti sangat mahal, Bram. Aku nggak—”“Aku nggak ingin mendengar penolakan.” potong Bram, melangkah mendekat. “Ini bukan hadiah, ini investasi. Penampilanmu di gala nanti akan mencerminkan keluarga ini. Kalung pinjaman terlihat murahan kalau ada yang tahu, dan aku nggak mau ada yang bergosip bahwa Nyonya Besar Wijaya nggak punya perhiasan sendiri.”
Last Updated: 2026-07-28
Chapter: 27. Menolak
Keesokan paginya, saat Evelyn baru saja selesai sarapan dan bersiap latihan etiket, suara mobil kembali terdengar di halaman.Mobil hitam Ibu Wijaya memasuki gerbang mansion, kali ini datang bersama dua orang penata acara profesional yang membawa map tebal.Ibu Wijaya melangkah masuk. Matanya langsung mencari Evelyn yang sedang duduk di ruang tengah.“Evelyn!” panggil Ibu Wijaya begitu masuk ke ruang tengah. “Aku sudah menyiapkan susunan meja final. Aku ingin kamu lihat dan setujui sekarang juga karena nggak ada waktu untuk perubahan lagi.”Evelyn mengangkat kepala. “Baik, Bu.”Ibu Wijaya membuka map besar di atas, mengeluarkan peta meja yang sudah dicetak berwarna. Jarinya menunjuk ke satu titik di sisi kanan peta. “Kau duduk di posisi kedua dari kanan, di antara Ibu Surya dan Pak Handoko.”Evelyn mengerutkan kening. “Kenapa bukan di sebelah Bram? Bukankah nyonya rumah duduk di samping tuan rumah? Itu protokol dasar dalam setiap
Last Updated: 2026-07-27
Chapter: 26. Tantangan
Setelah suara mobil benar-benar menghilang di balik gerbang, Evelyn merosot ke sofa. Tangannya gemetar, pipinya masih perih, dan air mata mulai menetes, mengalir di pipi yang memerah.“Kamu gila menerima tantangan itu.” kata Bram, berdiri di depannya dengan tangan terlipat di dada.Evelyn mendongak, menatap suaminya dengan mata merah dan basah. “Aku nggak punya pilihan lain, Bram. Kamu lihat sendiri gimana dia menyerangku. Kalau aku menolak, dia akan bilang aku memang nggak pantas, dan semua yang sudah aku perjuangkan selama ini akan sia-sia.”“Gala amal ini bukan main-main, Evelyn.” Bram duduk di kursi seberangnya, bersandar ke belakang dengan ekspresi serius. “Satu kesalahan kecil bisa jadi gunjingan bertahun-tahun.”Evelyn mengusap pipinya. “Aku tahu, tapi kalau aku terus mundur setiap kali Ibu memberiku tantangan, aku nggak akan pernah dianggap. Aku sudah lelah menjadi bayangan, Bram. Aku harus membuktikan kalau aku lebih dari sekadar nama.”
Last Updated: 2026-07-26
Chapter: 25. Amarah
Pagi itu, Evelyn baru saja menyesap teh jahe hangat di ruang makan ketika suara mobil berhenti mendadak di halaman depan, disusul dengan bunyi pintu mobil dibanting keras. Langkah kaki tegas dan cepat terdengar di atas kerikil, lalu pintu utama mansion terbuka lebar tanpa permisi.Ibu Wijaya melangkah masuk membawa amarah dari ujung rambut hingga ujung sepatu hak tingginya. Wajahnya merah, rahangnya mengeras, matanya menyapu seisi ruang tamu.“BRAM!” Suara itu menggema hingga ke lantai dua.Bram yang baru saja turun dari tangga menghentikan langkahnya di anak tangga terbawah. Wajahnya tetap tenang.“Ada apa, Bu?” tanya Bram datar, tangannya masih di saku celana.“Ada apa katamu?” Ibu Wijaya mendekat dengan langkah pendek dan cepat, jari telunjuknya menunjuk-nunjuk ke arah dada Bram. “Bu Ratna meneleponku tadi malam menangis tersedu-sedu! Katanya dia dipecat tanpa peringatan! Siapa yang memberi izin memecat kepala rumah tanggaku? Siapa yan
Last Updated: 2026-07-25
Dua Tuan Tampan

Dua Tuan Tampan

Raina Atmaja, seorang gadis sederhana dengan bakat melukis terpendam, terpaksa meninggalkan impian seninya demi keluarga. Ia mengambil pekerjaan sebagai asisten pribadi Arjuna Dirgantara, seorang CEO muda yang dingin, perfeksionis, dan sangat menuntut, pemilik Grup Dirgantara yang megah. Hidup Raina berubah drastis menjadi penuh tekanan dan formalitas, jauh dari kebebasan yang ia dambakan. Namun, ia diam-diam bertemu kembali dengan Bima Samudra, seorang seniman berjiwa bebas yang tulus menghargai bakat Raina dan mengundangnya berkolaborasi dalam sebuah proyek mural. Perhatian Raina yang terbagi memicu kecemburuan tak terucapkan dari Arjuna. Ketegangan memuncak saat Arjuna dan Bima berhadapan langsung dan memperjelas persaingan di antara mereka. Kini, Raina terjebak di antara dua dunia yang berbeda: dunia Arjuna yang menawarkan kemewahan dan keamanan finansial dengan harga kebebasan jiwa, dan dunia Bima yang menawarkan semangat seni dan kehangatan tanpa syarat.
Read
Chapter: 59. Cahaya
Suara tembakan yang menusuk telinga, kegelapan yang mencekam, dan aura ancaman dari Prakoso kini memudar, digantikan oleh gema sirene polisi yang mendekat. Raina terhuyung, bersandar pada dinding yang dingin, membiarkan napasnya tersengal.Ia mencengkeram erat tangan Arjuna Dirgantara, yang kini berdiri di sampingnya, memandangi Bima Samudra yang menahan Prakoso yang tak sadarkan diri. Mata Raina berkaca-kaca, bukan karena takut, melainkan karena lega yang luar biasa. Mereka berhasil. Mereka selamat. Polisi tiba beberapa menit kemudian, menggeledah rumah Prakoso dan mengamankan Bramantyo yang juga masih terlihat syok. Mereka menemukan pistol Prakoso yang tergeletak di sudut ruangan, dan segera mengambil berkas bukti yang dipegang Arjuna. Rekaman suara kecil dari dalam berkas itu menjadi kunci utama, suara yang merekam percakapan Prakoso dan kaki tangannya mengenai skandal yayasan dan, yang paling mengerikan, perintah untuk membungkam Arya. Seluruh ruangan itu kini dipenuhi petugas y
Last Updated: 2025-06-29
Chapter: 58. Jejak di Dalam
Rencana Raina untuk memicu alarm kebakaran di kediaman Prakoso bagaikan percikan api yang akan menyulut ledakan. Di dalam mobil yang terparkir tak jauh dari rumah mewah itu, Arjuna Dirgantara mengangguk, menyetujui strategi berani Raina. Ketegangan memenuhi udara pagi di kota kecil itu, sebuah ketegangan yang hanya bisa dibandingkan dengan bisikan angin dingin yang menyelinap melalui celah jendela mobil. Raina merasakan jantungnya berdebar kencang, setiap detiknya terasa seperti sebuah hitungan mundur menuju momen krusial."Bagaimana Anda akan melakukannya, Raina?" tanya Arjuna, suaranya rendah, matanya menatap Raina penuh kekaguman sekaligus kekhawatiran. Ia melihat tekad di mata Raina, sebuah keberanian yang jauh melampaui tugas seorang asisten.Raina tersenyum tipis, sebuah senyum penuh keyakinan. "Saya sudah mempelajari beberapa sistem keamanan yang biasa digunakan di rumah-rumah mewah. Ada celah kecil yang bisa dimanfaatkan pada panel alarm eksternal. Dengan sedikit modifikasi pa
Last Updated: 2025-06-28
Chapter: 57. Dalang
Nama yang dibisikkan Arjuna Dirgantara di dalam mobil, nama yang seharusnya menjadi pilar kepercayaan dalam dunia Grup Dirgantara, kini terasa bagai hantaman palu godam bagi Raina. Prakoso. Mitra bisnis terdekat Tuan Dirgantara Senior. Sosok yang selama ini dianggap sebagai tangan kanan keluarga. Kenyataan bahwa dialah dalang di balik pembunuhan Arya adalah pengkhianatan yang paling kejam, sebuah duri yang menusuk hingga ke inti jiwa Arjuna.Raina merasakan darahnya berdesir dingin. Ia menatap Arjuna, wajah pria itu kini lebih pucat dari sebelumnya, matanya memancarkan campuran duka yang mendalam dan kemarahan yang membara. Aura kuat yang biasa menyelimuti Arjuna kini tergantikan oleh kerapuhan yang menyayat hati. Raina tahu, ini adalah titik balik. Arjuna tidak hanya kehilangan adiknya, tetapi juga kepercayaannya pada dunia yang selama ini ia anggap aman."Prakoso..." Raina berbisik, namanya terasa asing di lidahnya, berlumuran pengkhianatan. "Bagaimana mungkin?"Arjuna menggeleng, t
Last Updated: 2025-06-27
Chapter: 56. Terowongan Kegelapan
Beberapa hari setelah penemuan surat Arya, Arjuna dan Raina menghabiskan waktu luang mereka untuk menggali lebih dalam tentang Bramantyo. Mereka menyadari, nama ini tidak hanya terkait dengan skandal yayasan, tetapi juga dengan kepergian Arya yang misterius.Raina, dengan kemampuannya yang teliti, mulai mencari informasi tentang Bramantyo melalui jaringan internal kantor dan sumber-sumber terbuka. Ia menemukan bahwa Bramantyo, setelah skandal yayasan mereda, tidak benar-benar menghilang. Ia hanya mengubah namanya, dan hidup di bawah radar, jauh dari sorotan publik. Ia memiliki beberapa bisnis kecil di luar kota, yang tidak terkait langsung dengan sektor keuangan atau properti."Dia sengaja bersembunyi," Raina berbisik pada Arjuna saat mereka membahas temuan ini di ruang kerja Arjuna yang sepi. "Dia tahu ada yang mencarinya."Arjuna mengangguk, rahangnya mengeras. "Kita harus menemukannya. Dia pasti tahu sesuatu."Namun, Raina tahu, mendekati Bramantyo adalah langkah yang sangat berbah
Last Updated: 2025-06-26
Chapter: 55. Surat Arya
Pengakuan Tuan Dirgantara Senior tentang Sinta adalah bom yang telah meledak, menghancurkan tembok kebohongan yang ia bangun selama bertahun-tahun. Namun, penolakannya untuk berbicara tentang kaitan Arya membuat Raina, Arjuna Dirgantara, dan Bima Samudra terdiam. Ada sesuatu yang jauh lebih gelap, lebih menyakitkan, yang masih terkubur dalam-dalam di benak pria tua itu. Sebuah bayangan yang enggan terungkap, mengisyaratkan tragedi yang lebih besar dari sekadar skandal yayasan.Raina merasakan beban yang semakin berat di pundaknya. Ia kini tahu bahwa perannya tidak hanya sebagai jembatan antara Arjuna dan Bima, melainkan juga sebagai penyelidik kebenaran yang sesungguhnya. Ia harus menemukan apa yang Tuan Dirgantara Senior sembunyikan, bahkan jika itu berarti menggali lebih dalam ke masa lalu yang penuh rasa sakit.Setelah percakapan singkat di kamar rumah sakit, Arjuna dan Bima sepakat untuk tidak menekan Ayah mereka lebih jauh. Mereka tahu, memaksanya dalam kondisi seperti itu tidak
Last Updated: 2025-06-25
Chapter: 54. Sunyi
Keesokan harinya, suasana di kantor terasa lebih mencekam. Ketidakhadiran Arjuna dan Tuan Dirgantara Senior meninggalkan kekosongan yang terasa berat. Lia, sekretaris senior, tampak lebih sibuk dari biasanya, menjawab telepon-telepon dari media dan kolega yang penasaran. Raina mencoba fokus pada pekerjaannya, namun pikirannya terus melayang ke rumah sakit. Bagaimana keadaan Tuan Dirgantara Senior? Bagaimana reaksi Arjuna terhadap semua ini? Apakah ia akan dipecat?Desas-desus mulai beredar di antara karyawan. Ada yang mengasihani Tuan Dirgantara Senior, ada yang menyalahkan Bima karena terlalu gegabah, dan ada pula yang diam-diam menyalahkan Raina karena telah 'membocorkan' rahasia keluarga. Raina merasakan tatapan-tatapan sinis itu, namun ia berusaha mengabaikannya. Ia tahu, ia telah melakukan hal yang benar, terlepas dari konsekuensinya.Ia mencoba menghubungi Arjuna, namun tidak ada jawaban. Pesan singkat yang ia kirimkan juga tak berbalas. Raina merasa putus asa. Ia tahu, kepercay
Last Updated: 2025-06-24
You may also like
SETELAH TALAK TIGA
SETELAH TALAK TIGA
Romansa · Nurhayati Yahya
56.9K views
Terpikat Pesona Paman Suamiku
Terpikat Pesona Paman Suamiku
Romansa · Abigail Kusuma
56.9K views
Tujuh Tahun Yang Suram
Tujuh Tahun Yang Suram
Romansa · Leend Syahidah
56.8K views
Hati Seorang Perempuan (Indonesia)
Hati Seorang Perempuan (Indonesia)
Romansa · Suzy Wiryanty
56.8K views
Cinta Tanpa Tapi
Cinta Tanpa Tapi
Romansa · Jana Indria
56.6K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status