author-banner
Marfia Aphro
Marfia Aphro
Author

Marfia Aphroの小説

Dekapan Tuan Mafia

Dekapan Tuan Mafia

DewasaMafiaObsesifProtektifNikah Kilat
Bagi ayahnya, Jolina Roberson hanyalah koin taruhan untuk melunasi hutang judi. Namun bagi Felix Wesley, Jolina adalah mangsa yang sudah lama ia incar untuk sebuah balas dendam yang manis. Hanya dalam semalam, Jolina resmi menjadi milik sang penguasa bawah tanah yang paling kejam. Felix posesif, agresif, dan tidak mengenal kata "tidak". Di balik kemewahan mansion yang melindunginya, Jolina menyadari bahwa ia bukan sekadar istri, melainkan tawanan obsesi. Saat musuh mulai mengepung dan rahasia masa lalu terkuak, Jolina harus memilih. Lari dari neraka yang diciptakan Felix, atau tetap tinggal dalam dekapan maut sang Mafia yang perlahan mulai mencuri hatinya. "Kau adalah milikku, Jolina. Di ranjangku, atau di liang lahatku."
読む
Chapter: 37. Retakan Dalam Sangkar Emas
Deru mesin mobil sedan Vico perlahan mati di halaman depan, menyisakan keheningan malam yang kembali mencekam. Dari balik jendela ruang kerjanya yang gelap, Felix menyaksikan siluet tangan kanannya itu turun dari mobil dengan langkah kaki yang sengaja dibuat tenang. Felix menyunggingkan senyum tipis, sebuah seringai dingin penuh cemooh. Vico baru saja kembali dari sarang serigala, membawa narasi palsu yang siap menghancurkan mansion ini. Felix membalikkan tubuhnya. Di tangannya, selembar foto usang yang ia ambil dari kamar tadi sore masih tergenggam erat. Pria bernama Addison di sudut foto itu, rahasia pengkhianatan Vico, dan keterlibatan Roberson, semuanya bertumpuk di kepala Felix, menciptakan badai senyap yang mematikan. Ia melangkah keluar dari ruang kerja, menyusuri koridor panjang yang sepi menuju kamar utama. Felix sengaja tidak ingin menemui Vico malam ini. Ia butuh menata taktiknya, dan yang paling penting, ia harus melihat wanita yang kini menjadi pusat dari seluruh pusar
最終更新日: 2026-07-17
Chapter: 36. Gema di Balik Dinding
Mansion Wesley tampak begitu tenang dari luar, seolah-olah dilapisi oleh kedamaian tiruan. Di dalam ruang kerja pribadinya yang terkunci rapat, Felix duduk tegap di balik meja mahoni. Ruangan itu gulita, hanya diterangi oleh pendar redup dari layar laptop dan sebuah perangkat audio frekuensi tinggi yang terhubung langsung dengan intel rahasianya di lapangan. Felix mengenakan sepasang headphone hitam. Di dalam benda itu, suara bising dari distrik kumuh terdengar samar, suara derit pintu tua, langkah kaki, hingga akhirnya gema percakapan tiga orang yang sangat ia kenal terdengar begitu jernih berkat alat penyadap yang berhasil ditanam oleh intelnya di rumah tua tersebut. Setiap kata yang keluar dari mulut Vico, Oliver, dan Roberson mengalir masuk ke dalam rungu Felix. Awalnya, rahang Felix mengeras saat mendengar keangkuhan Vico yang meremehkan dirinya dan Jolina. Namun, ketika percakapan itu beralih pada nama sebuah sosok yang asing namun terasa dekat... seluruh dunia Felix seaka
最終更新日: 2026-07-13
Chapter: 35. Lidah Para Iblis
Matahari baru saja menggelincir ke ufuk barat ketika Felix kembali masuk ke dalam mansion Wesley dengan wajah yang dipenuhi teka-teki baru. Di koridor lantai dua, Vico memastikan Don-nya itu sudah benar-benar aman dan teralih perhatiannya di dalam kamar utama bersama Jolina. Setelah merasa situasinya aman, Vico memberikan isyarat mata kepada salah satu pengawal bawahannya untuk mengambil alih pos penjagaan. Topeng kepatuhannya langsung tanggal begitu ia melangkah keluar dari gerbang luar mansion. Dengan gerakan yang senyap dan tak memancing kecurigaan, Vico memacu mobil sedannya membelah jalanan kota yang mulai meremang, menuju ke satu tempat yang paling ia hindari namun kini menjadi pusat poros takdirnya: distrik kumuh di pinggiran kota. Malam telah sepenuhnya jatuh ketika Vico memarkirkan mobilnya beberapa blok dari lokasi. Ia berjalan kaki menembus gang-gang sempit yang gelap, lembap, dan berbau bacin dari tumpukan sampah yang membusuk. Di ujung gang buntu yang nyaris tak ter
最終更新日: 2026-07-13
Chapter: 34. Luka Yang Enggan Sembuh
Kamar utama mansion malam itu terasa begitu sepi ketika Felix melangkah masuk. Keheningan yang menyambutnya terasa berbeda, bukan ketenangan yang menenangkan, melainkan jenis sunyi yang menyimpan banyak rahasia terpendam. Felix melepaskan jam tangan dan jas hitamnya, menyisakan kemeja yang kancing atasnya sudah terbuka. Pandangannya langsung tertuju pada ranjang, di mana Jolina sedang duduk bersandar pada tumpukan bantal. Di dekat tangan Jolina, sebuah buku tebal mengenai ilmu genetika dasar tergeletak terbuka. Jolina tampak sedang melamun, menatap kosong ke arah jendela balkon yang tertutup tirai tipis. Ia berusaha bersikap senormal mungkin saat mendengar langkah kaki Felix, persis seperti yang suaminya minta demi menjaga keamanan mereka. Namun, bagi seorang Don yang terbiasa membaca gerak-gerik musuh, Felix bisa merasakan ada riak kecemasan yang coba disembunyikan oleh istrinya. Felix berjalan mendekat, lalu duduk di te
最終更新日: 2026-06-08
Chapter: 33. Fragmen yang Terlupa
Ketegangan di mansion Wesley pasca-malam interogasi itu tidak lantas menguap begitu saja. Alih-alih mereda, atmosfer di dalam rumah mewah itu justru terasa kian mencekam, seolah-olah seluruh penghuninya sedang berjalan di atas lapisan es yang tipis. Felix masih disibukkan dengan urusan luar dan investigasi sunyinya, sementara Vico semakin pandai menyembunyikan keangkuhannya di balik topeng kepatuhan yang dingin.Di tengah pusaran ketidakpastian itu, Jolina merasa otaknya butuh dialihkan. Rasa cemas yang terus-menerus mengintai jelas tidak baik untuk kesehatan janin di dalam kandungannya. Setelah makan malam yang sunyi dan larut, Jolina memilih untuk melangkah keluar dari kamar utama. Ia tidak berniat mencari Felix, melainkan mengarahkan langkah kakinya menuju perpustakaan pribadi mansion.Perpustakaan itu adalah salah satu ruangan terbesar di rumah ini, dipenuhi dengan rak-rak kayu ek setinggi langit-langit yang menyimpan ribuan jilid buku dari
最終更新日: 2026-06-08
Chapter: 32. Topeng Yang Retak
Mansion Wesley malam itu terasa seperti sebuah peti mati yang megah. Sunyi, namun mencekam. Felix duduk di ruang kerjanya yang gelap, hanya diterangi oleh pendar redup dari layar monitor yang menampilkan data transaksi keuangan yang diberikan oleh intel rahasianya. Jemarinya mengetuk meja kayu mahoni itu dengan irama yang konstan, mencerminkan otaknya yang sedang bekerja keras membedah setiap kemungkinan. Uang dari Benharg. Tiket satu arah. Dan sikap angkuh yang mulai muncul. Felix menarik napas dalam. Sebagai seorang Don, insting pertamanya adalah menyeret Vico ke gudang bawah tanah dan menyiksanya sampai mengaku. Namun, Felix yang sekarang bukan lagi Felix yang hanya mengandalkan otot. Ada Jolina di lantai atas. Ada nyawa bayi yang harus ia lindungi. Jika ia bertindak gegabah sekarang, dan ternyata Vico sudah memasang perangkap di seluruh mansion, ia bisa kehilangan segalanya dalam sekejap. Pintu ruang kerja diketuk dengan keras, bukan ketukan sopan seperti biasanya. Vico
最終更新日: 2026-05-16
Menjadi Istri Mafia Berbahaya

Menjadi Istri Mafia Berbahaya

Dark RomanceBos / CEOMafiaNikah KontrakCinta Setelah Menikah
Alexa Mouise Draxen, terpaksa menerima tawaran pernikahan dari pria yang baru ia temui saat hendak mengakhiri hidupnya. Semua memang sudah sehancur ini, biarlah ia tambah hancur bersama pria itu. Namun, kehidupannya justru berubah total. Caspian Maverick adalah suami yang obsesif dan protektif, tak pernah membiarkan Alexa kekurangan atau bahkan terluka sedikitpun. Hingga satu rahasia besar terungkap, Caspian ternyata putra dari ketua mafia kelas kakap yang identitasnya bahkan tak bisa ditembus kepolisian. Lalu, bagaimana hidup Alexa selanjutnya setelah mengetahui fakta gelap itu? Bagaimana dengan cinta mereka? Ikuti terus kisah Alexa dan Caspian, jangan lupa follow authornya ya...
読む
Chapter: 14. Maaf?
Caspian menyeret Alexa masuk ke dalam mobil tanpa sepatah kata. Tangannya mencengkeram pergelangan tangan Alexa, tidak sampai menyakitkan, tapi cukup kuat untuk menyampaikan satu hal: ia sedang tidak ingin dibantah.Alexa duduk kaku di kursi penumpang. Dadanya naik turun cepat, bukan karena lelah, melainkan karena kata-kata yang menumpuk di tenggorokannya sejak siang tadi. Sejak Caspian terlalu sibuk. Sejak ia merasa menjadi istri yang hanya hadir di sela jadwal pria itu.Mobil melaju cepat, terlalu cepat.Tak satu pun dari mereka berbicara sampai akhirnya gerbang rumah besar itu terbuka dan mobil berhenti di pelataran. Begitu pintu tertutup, Alexa menarik tangannya dari Caspian dan melangkah lebih dulu masuk.Langkahnya tegas. Tidak ragu.Begitu pintu utama tertutup, Alexa berbalik.“Berapa lama lagi aku harus seperti ini, Caspian?” suaranya bergetar, tapi bukan lemah. “Aku istrimu. Bukan dekorasi rumah yang kau tinggalkan setiap hari.”Caspian menutup pintu perlahan. Napasnya ditaha
最終更新日: 2026-01-06
Chapter: 13. Ruang Yang Terlalu Sunyi
Hari-hari setelah pernikahan berjalan terlalu… normal.Bukan normal yang menenangkan, melainkan normal yang terasa asing bagi Alexa. Tidak ada lagi sorot kamera, gaun-gaun mewah, atau bunga-bunga putih yang memenuhi setiap sudut hidupnya. Yang tersisa hanyalah rutinitas dan kesibukan Caspian yang semakin hari semakin menyita seluruh waktunya.Pagi-pagi buta, Caspian sudah meninggalkan rumah. Malam hari, ia pulang dengan wajah letih, jas yang belum sempat dilepas, dan ponsel yang terus bergetar tanpa henti. Alexa sering menunggunya di ruang makan, duduk rapi dengan makan malam yang mulai mendingin, hanya untuk akhirnya mendengar suara langkah kaki Caspian yang langsung menuju ruang kerja.Alexa berusaha memahami.Ia tahu, menikahi Caspian Maverick berarti menikahi dunia yang penuh tekanan, keputusan besar, dan tanggung jawab yang tidak main-main. Tapi tetap saja, hatinya bukan mesin. Ia butuh waktu, butuh kehadiran, butuh diyakinkan bahwa ia bukan hanya sekadar simbol di samping nama b
最終更新日: 2026-01-06
Chapter: 12. Indah Tapi Mencekam
Dua minggu dilalui Alexa dengan penuh pertanyaan yang tak memiliki jawaban. Pagi ini, sinar matahari menembus jendela besar ballroom dengan lembut. Menari di permukaan marmer yang berkilau. Setiap sudut dihias dengan bunga-bunga putih dan pastel yang memantulkan cahaya, mencipatakan suasana manis yang tak hanya cantik untuk dilihat, tapi juga memabukkan bagi setiap tamu yang hadir. Alexa mematut diri di depan cermin, tubuhnya yang ramping dibalut gaun pengantin dengan renda tipis yang menjuntai hingga lantai. Setiap detail dihias sempurna, dari korset yang pas ditubuhnya hingga veil yang jatuh lembut menutupi bahunya. Rambutnya disanggul rapi, menonjolkan wajah cantik dan ekspresi tegang yang tersembunyi di balik senyum manisnya. Caspian berdiri tak jauh dari sana, mengenakan jas hitam elegan yang membuatnya terlihat lebih tegas dan memesona dari biasanya. Matanya tak lepas dari Alexa, memandang setiap gerak-geriknya dengan perhatian yang tidak biasa. Ia tahu, hari ini bukan sekada
最終更新日: 2025-12-24
Chapter: 11. Manis Gula
Hujan malam itu telah reda, tapi udara tetap basah, membekas di kulit Alexa seperti jejak-jejak emosi yang belum ia lepaskan. Di dalam mobil Caspian, hanya ada suara putaran wiper dan detak jantungnya sendiri yang terasa begitu nyaring. Alexa menundukkan kepala, menahan air mata yang tak bisa lagi dibendung.“Kenapa ayah… kenapa harus seperti itu?” suaranya pecah, hampir seperti bisikan, namun terdengar begitu jelas di telinga Caspian.Caspian hanya menatapnya diam. Ia tak berkata apa-apa, hanya membiarkan Alexa melepaskan semua yang menumpuk di dadanya. Ia tahu, kata-kata terkadang tak cukup, hanya kehadiran yang bisa memberikan rasa aman.Alexa menutup wajahnya dengan kedua tangan, napasnya terengah. Ia merasa dunia runtuh, dunia yang selama ini ia kenal, yang seharusnya penuh rasa aman dari seorang ayah, kini berubah menjadi medan perang yang tak ia mengerti.Caspian meraih tangannya perlahan, tanpa paksaan, dan menggenggamnya. Sentuhan itu sederhana, tapi cukup untuk memberi sinya
最終更新日: 2025-12-19
Chapter: 10. Bukan Hanya Sebuah Ancaman
Udara malam terasa dingin ketika mobil Caspian berhenti di depan gerbang tinggi kediaman keluarga Draxen. Rumah itu besar, kokoh, dipenuhi lampu-lampu besar yang terlihat megah. Tetapi bagi Alexa, rumah itu hanya tembok yang menyimpan trauma berlapis-lapis. “Kita bisa kembali jika kamu merasa tak siap.” ujar Caspian, mematikan mesin mobilnya sambil melirik Alexa. Alexa menatap gerbang itu beberapa detik, ada perasaan aneh yang berkecamuk dalam dadanya. Ia menghela napas dalam, “Aku harus menghadapinya.” Caspian mengangguk pelan. “Oke. Aku tunggu disini, panggil saja aku kapanpun kau butuh.” Alexa tak menjawab, ia membuka pintu mobil dan melangkah keluar. Cahaya lampu teras menyambutnya, terang, dingin dan palsu. Caspian masih memperhatikan Alexa hingga punggung gadis itu hilang dibalik pintu besar rumah itu. Entah kenapa rahangnya mengeras, tempat ini layaknya jeruji emas untuk Alexa. Dan Caspian benci akan hal itu. Begitu masuk, Alexa langsung disambut dua orang yang tersenyum
最終更新日: 2025-12-18
Chapter: 09. Kesempatan
“Brengsek!” Caspian melepaskan cekalannya, berjalan mundur untuk memberikan Alexa ruang bernapas. “Dia mau apa?” tanya-nya kemudian. Alexa menggigit bibir bawahnya, suaranya lirih, nyaris tak terdengar. “Aku tak tahu, dia mengirimiku pesan semalam, katanya ingin bertemu.” Caspian terdiam, ia tahu hubungan Alexa dengan ayahnya tidak baik. Sejak Alexa pindah ke rumah ini, tidak sekalipun ia menyebut nama ayahnya dengan nada hangat. Dan ia tahu—lebih dari apapun, bahwa Alexa pernah ditolak mentah-mentah oleh pria itu. Hari ketika Alexa pulang membawa kabar bahwa ia ingin mandiri, pria itu menatapnya seolah ia tidak layak dicintai. Caspian tidak pernah melupakan bagaimana Alexa menceritakannya sambil menahan napas agar suaranya tidak pecah. “Kenapa tiba-tiba?” Caspian bergumam. “Entah, aku takut. Ketakutan yang tak tahu karena alasan apa.” balas Alexa. Ia menatap Caspian, tatapan yang terlihat sangat rapuh. Berpikir sejenak, sebelum akhirnya berkata. “Em, apa kau bisa me-menganta
最終更新日: 2025-12-12
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status