author-banner
QuinzeeQ
QuinzeeQ
Author

QuinzeeQの小説

Nyonya Ketiga Keluarga Moonstone

Nyonya Ketiga Keluarga Moonstone

Wanita KuatDramaDewasaGoodgirlPria DinginIstri KeduaNikah KontrakCinta PalsuCinta Sejati
“Kau hanya perlu mendengar dan patuh dengan semua kata-kataku, maka hidupmu tidak akan berada dalam kesulitan!” geram Lelaki bertubuh semampai itu sambil menatap tajam kearah gadis kecil dihadapannya. Akankah gadis itu mampu bertahan untuk menjalani hidup nya dengan Pria itu? Atau ia menyerah dan memilih merintis karirnya sendiri demi melunasi hutang keluarganya?
読む
Chapter: Medan Perang
Cath Company Glen berdiri di ruang rapat Cath Company dengan jas gelap dan ekspresi dingin. Ruangan penuh—manajer, kepala divisi, bahkan perwakilan klien utama hadir. Semua mata tertuju padanya. “Ashley sedang dalam kondisi medis yang tidak bisa diganggu,” kata Glen lugas. “Tapi Cath Company tidak akan dibiarkan jatuh.” Ia menatap layar presentasi. “Proyek Kerjasama dengan Zaxe company tidak gagal. Strateginya perlu disesuaikan, dan itu sedang dilakukan.” Nada suaranya tidak ramah, tapi meyakinkan. “Untuk sementara,” lanjutnya, “aku yang akan menjadi pengambil keputusan strategis. Semua revisi kampanye lewat aku.” Beberapa orang saling pandang—terkejut, tapi juga lega. Glen bukan Ashley. Tapi ia adalah pemimpin Vierca. Dan nama itu cukup untuk membuat klien berpikir dua kali. Disisi lain, Ashley sedang tertidur diranjang rumah sakit. Dan George, Pria itu menemani Ashley tepat disamping ranjangnya sembari sibuk mengutak atik laptop yang berada dipangkuannya. Saat Ashley
最終更新日: 2025-12-31
Chapter: Istirahat Total
“Aku tahu. Kita harus mencari cara agar dia tidak memaksa untuk terus bekerja. Sangat berbahaya bagi bayi yang dikandung,” ujar George. Saat sedang berdiskusi, Dokter tiba. “Tuan Glen, saya ingin bicara dengan anda,” Dokter kandungan masuk kedalam kamar Ashley dengan map ditangannya. Wajahnya profesional namun serius. Glen mengikuti langkahnya dibelakang. Ia menutup pintu, memastikan ruangan tenang. Monitor berdetak stabil, tapi justru itu yang membuat kata-katanya terdengar lebih berat. “Kontraksi yang Anda alami bukan kejadian biasa,” lanjutnya. “Ini respons tubuh terhadap stres emosional yang cukup ekstrem.” Ashley menelan ludah. “Apakah… berbahaya?” “Jika terulang, iya.” Dokter itu menatap Ashley lurus. “Risiko kelahiran prematur meningkat. Dan pada kondisi tertentu, bisa mengancam ibu dan janin.” Glen mengepal tangan. “Apa yang harus kami lakukan?” “Pertama,” jawab dokter tegas, “rawat inap sampai kondisi stabil. Kedua, hilangkan sumber stres.” Kalimat itu me
最終更新日: 2025-12-26
Chapter: Kontraksi Palsu
“Ada apa?” tanya Alfredo curiga begitu melihat ekspresi Louis yang tak biasa. Louis menggeleng dengan wajah gugup. Dibenaknya hanya terpikir kata-kata George dan Ashley yang barusan ia dengar. Tangannya gemetar tak beraturan. “Bagaimana jika itu bayiku.” kata kata George terus terputar dikepalanya. Ia sudah lama menjadi asisten George. Ia tahu sisi liar bosnya, tahu perubahan sikap George sejak Ashley muncul kembali. Tapi yang barusan ia dengar—itu bukan sekadar obsesi. Ini sangat bahaya. Jika rumor ini keluar, bukan hanya George yang hancur. Ashley. Glen. Cath Company. Bahkan Slytzean. Semua bisa ikut tenggelam. Sementara itu, di lantai atas, Ashley masuk kembali ke ruang kerjanya. Ia menutup pintu, bersandar di sana beberapa detik, lalu perlahan mengusap perutnya. “Tenang,” bisiknya. Entah pada dirinya sendiri, atau pada bayi itu. Percakapan barusan membuat dadanya sesak. Bukan karena George semata—melainkan karena ketakutan yang selama ini ia tekan mulai menemukan be
最終更新日: 2025-12-26
Chapter: Rapat Di Cath Company
Pagi di mansion berjalan rapi seperti biasa. Glen sudah berpakaian formal, jasnya sempurna, ekspresinya tenang. Ashley turun menyusul dengan langkah pelan, satu tangannya menahan perut yang mulai terasa berat. “Aku antar kamu ke kantor,” ujar Glen.. Ashley tersenyum kecil. “Kamu tidak terlambat?” “Aku masih bisa mengatur waktu,” jawabnya ringan. Perjalanan menuju Cath Company berlangsung hening namun nyaman. Glen sesekali melirik Ashley, memastikan ia duduk dengan baik. Tidak banyak bicara, tapi kehadirannya terasa menenangkan. Sesampainya di depan gedung Cath Company, Glen turun lebih dulu, membukakan pintu. “Jangan memaksakan diri,” katanya singkat namun tegas. “Kalau lelah, hentikan rapat.” Ashley mengangguk. “Aku tahu.” Glen menunggu sampai Ashley benar-benar masuk ke gedung sebelum kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanannya menuju Vierca Group. Tak lama setelah itu, sekretaris Ashley mengetuk pintu ruang kerjanya. “Nyonya Ashley, Tuan George dari Slytzea
最終更新日: 2025-12-24
Chapter: Moment bahagia Ashley dan Glen
Sore itu paviliun belakang mansion terasa tenang. Angin berembus pelan, membawa aroma teh hangat yang baru diseduh. Ashley duduk dengan posisi rapi namun santai, satu tangannya memegang cangkir, tangan lain sesekali menyentuh perutnya. Glen duduk di hadapannya. Sebagai anak bungsu keluarga Moonstone, sikapnya selalu terlihat lebih ringan dibanding saudara-saudaranya—namun tetap penuh perhitungan. “Kamu sudah dengar soal Rensca?” tanya Ashley membuka pembicaraan. Glen mengangguk pelan. “Sudah. Keputusan itu langsung dari Tuan Besar.” Ashley menarik napas. “Jujur saja, aku merasa caranya terlalu keras. Dia sedang hamil, tapi justru dipindahkan dan dijauhkan dari William.” Glen menyandarkan punggungnya dengan tenang. “Di keluarga Moonstone, stabilitas selalu lebih penting daripada perasaan. Ayah hanya melakukan apa yang menurutnya perlu.” Nada suaranya datar, tidak membela, namun juga tidak menentang. Ashley menatap permukaan teh di cangkirnya. “Aku takut kondisi Rensca mal
最終更新日: 2025-12-24
Chapter: Nasib Rensca
Dengan segala pertimbangan, Akhirnya Rensca dilarukan kerumah sakit terdekat. Koridor rumah sakit kembali sunyi setelah dokter masuk ke ruang observasi. Rensca masih terbaring lemah di balik pintu tertutup itu—bertarung sendirian mempertahankan janin yang hampir saja hilang. Di luar, keluarga Moonstone berdiri tanpa empati. Tuan Besar Moonstone duduk di kursi tunggu paling ujung. Tongkat kayunya bertumpu di lantai, genggamannya mantap, wajahnya tak menunjukkan sedikit pun kegelisahan. Usia tak pernah melemahkan wibawanya—justru memperkerasnya. “Dokter bilang janin masih hidup,” lapor salah satu anggota keluarga dengan suara hati-hati. “Masih,” ulang Tuan Besar pelan. Satu kata itu terdengar seperti vonis. William berdiri tak jauh, rahangnya mengeras. “Ayah, kondisi Rensca tidak stabil. Dia hampir—” “Dia kehilangan kendali,” potong Tuan Besar dingin. “Dan itu tidak bisa ditoleransi dalam keluarga Moonstone.” Tak ada nada khawatir. Hanya penilaian. Seorang paman Mo
最終更新日: 2025-12-24
Tawanan Hasrat Raja Lingga

Tawanan Hasrat Raja Lingga

Fantasi TimurPOV 3DewasaGoodgirlCantikLuguMelawan TakdirPerjalanan WaktuBudaya Timur
Setiap kali Zhiya terlelap, tubuhnya jatuh ke dunia lain—ke dalam pelukan Lingga, sang raja yang seolah menunggu di ujung antara mimpi dan kematian. Dalam mimpi itu, sentuhannya terasa nyata. Panas. Memabukkan. Seolah maut pun tak mampu memisahkan mereka. Namun cinta di antara dua dunia bukanlah anugerah, melainkan kutukan. Untuk memecahkannya, mereka harus menyatu—dan memilih satu dunia untuk bertahan. Ketika fajar menuntut keputusan, Zhiya tahu… pada akhirnya ia harus kembali ke dunianya. “Apa yang kau inginkan dariku…?” suara Zhiya nyaris tidak terdengar. Lingga menatap wajahnya dari jarak yang begitu dekat hingga Zhiya dapat merasakan panas napasnya menyentuh kulit. “Aku ingin memastikan kau tetap nyata di sini,” bisiknya. “Aku ingin memastikan kau tidak lenyap lagi, Yu Zhiya.” Tangannya menyentuh garis rahang Zhiya, lalu menelusur perlahan ke bawah—hangat, lembut, namun mengandung kekuatan yang mampu mengikat jiwa. Dan ketika Zhiya membuka matanya kembali, ia sudah tidak berada di istana itu lagi. Hanya napasnya yang masih bergetar, hanya detak jantungnya yang masih mengingat bentuk pelukan itu. Saat ia kembali ke dunianya, dalam pameran itu— nama Lingga. Raja yang hilang dari peradaban ribuan tahun lalu. [MATURE 21+]
読む
Chapter: Era kejayaan Qingzhou
Di Paviliun Anggrek Giok, Zhiya masih duduk diam ketika pintu tiba-tiba terbuka. Lingga masuk. Biasanya para penjaga akan mengumumkan kedatangan kaisar, tetapi kali ini ia datang terlalu cepat. Zhiya menatapnya sedikit terkejut. “Lingga—” Namun sebelum ia sempat berkata lebih jauh, Lingga sudah berdiri di depannya. Tatapannya jatuh pada wajah Zhiya… lalu perlahan pada perutnya. “Apakah itu benar?” Suaranya lebih pelan dari biasanya. Zhiya tersenyum lembut. “Tabib Qin sudah memastikannya.” Untuk pertama kalinya sejak kabar itu keluar, Lingga benar-benar terlihat kehilangan kata-kata. Tangannya perlahan menyentuh tangan Zhiya. Hati-hati. Seolah ia takut menyentuh sesuatu yang terlalu berharga. “Zhiya…” Ia jarang memanggil namanya dengan suara selembut itu. Zhiya memandangnya dengan hangat. “Kau akan menjadi ayah.” Lingga menatapnya lama. Kemudian sesuatu yang sangat jarang terlihat di wajah Kaisar Qingzhou muncul— Senyum kecil. Ia menarik Zhiya ke dalam pel
最終更新日: 2026-03-06
Chapter: Kehamilan Pertama
Perjamuan dimulai. Pelayan istana membawa hidangan satu demi satu: bebek panggang madu, ikan sungai giok kukus, sup ginseng kekaisaran, dan anggur bunga plum yang harum. Para penari istana memasuki aula, pakaian sutra mereka berputar seperti kelopak bunga di udara. Musik menjadi lebih hidup. Namun perhatian terbesar tetap tertuju pada meja utama. Seorang pejabat tua akhirnya bangkit dari kursinya. Itu adalah Menteri Agung Han, penasihat senior kerajaan sekaligus mertua dari kakaknya, Yu Lian. Ia mengangkat cawan anggurnya dan membungkuk hormat. “Hari ini Qingzhou mendapatkan seorang permaisuri yang berbudi luhur dan berjasa besar bagi negeri. Kami, para pejabat kerajaan, mengucapkan selamat kepada Yang Mulia Raja dan Ratu.” Seluruh aula mengikuti. Cawan-cawan terangkat. “Untuk Ratu Qingzhou!” Zhiya mengangkat cawannya dengan tenang. Tatapannya menyapu aula sebelum ia berkata lembut namun jelas, “Aku hanyalah seorang wanita yang kebetulan diberi kesempatan melindungi
最終更新日: 2026-03-06
Chapter: Penobatan Zhiya
Langit Qingzhou pagi itu tampak lebih jernih dari biasanya, seolah seluruh alam ikut menyaksikan perubahan besar yang akan tercatat dalam sejarah istana. Genderang upacara ditabuh bertalu-talu dari Gerbang Naga Emas hingga ke Aula Kemuliaan Agung. Para pejabat tinggi berdiri berjajar dalam balutan jubah resmi mereka, kepala tertunduk khidmat, sementara para pelayan istana bergerak cepat namun nyaris tanpa suara. Hari itu, nama Zhiya akan diukir selamanya dalam silsilah kekaisaran Qingzhou. Di Paviliun Anggrek Giok, Zhiya duduk tenang di depan cermin perunggu. Gaun permaisuri berwarna merah kekaisaran membalut tubuhnya—sutra halus bersulam burung phoenix emas yang tampak hidup ketika tersentuh cahaya pagi. Mahkota phoenix bertatah mutiara dan giok hijau terpasang anggun di kepalanya. Namun di balik kemegahan itu, mata Zhiya tetap jernih… dan berat. Yu Lian berdiri di belakangnya, membantu merapikan lipatan lengan. “Yang Mulia,” bisik Yu Lian pelan, suaranya bergetar haru, “hari
最終更新日: 2026-03-06
Chapter: Pengakuan Zhiya
Sore merambat pelan di Paviliun Teratai Putih. Cahaya keemasan menembus tirai tipis, jatuh lembut di lantai marmer. Kolam teratai di luar jendela tenang—terlalu tenang, seolah ikut menahan napas. Pintu paviliun tertutup. Hanya ada dua orang di dalam. Zhiya berdiri beberapa langkah dari ambang pintu. Tubuhnya kaku. Jantungnya berdetak terlalu keras. Di seberang ruangan— Yu Lian berdiri membelakanginya. Anggun. Tenang. Namun bahunya sedikit gemetar. Seolah ia juga menahan sesuatu yang sudah terlalu lama dipendam. “Kak….” Suara Zhiya pecah lebih pelan dari yang ia kira. Yu Lian membeku. Perlahan… ia berbalik. Mata mereka bertemu. Waktu seakan berhenti. Tidak ada istana. Tidak ada Qingzhou. Tidak ada kutukan. Hanya dua saudari yang akhirnya saling menemukan lagi. Mata Yu Lian langsung memerah. “Zhiya…” Langkahnya goyah. Satu langkah. Dua langkah. Lalu—ia memeluk Zhiya erat. Zhiya sempat kaku. Sepersekian detik. Lalu lengannya balas memeluk. Kuat. Sangat kuat. Seolah
最終更新日: 2026-03-04
Chapter: Mengobati Lingga
“Kalau suatu hari aku kembali ke Aetheria…” lirih Zhiya “Apakah kau akan mencariku?” lanjutnya. “Aku akan menyeberangi dunia.” ucap Lingga. “Seribu kali.” Zhiya tersenyum, “Aku berharap… kita tidak perlu dan jangan sampai berpisah.” Kereta berguncang lembut. Di luar, suara burung pagi terdengar. Lingga mulai terlelap. Kepalanya miring. Tanpa sadar, bersandar di bahu Zhiya. Zhiya kaku sesaat. Lalu membiarkannya. Ia menyelimuti Lingga dengan mantel. Menatap wajahnya lama. “Raja yang keras kepala…” bisiknya. “…tapi paling baik.” Beberapa jam kemudian—menara istana terlihat. Berkilau di bawah matahari pagi. Zhiya menarik napas panjang, “Sudah sampai…” Lingga membuka mata dan Menatapnya, “Terima kasih… sudah pulang bersamaku.” Zhiya menggenggam tangannya dan mengangguk. “Zhong Li, bantu Yang Mulia kembali ke kamar,” ujar Zhiya dari dalam kereta. “Baik Nona,” ucap Zhong Li. Setelah Zhong Li memapah Lingga, Zhiya berbalik badan dan berbicara dengan Han Yu. “Beri
最終更新日: 2026-02-15
Chapter: Peperangan Melawan Wu Shen
Tiba-tiba— tepuk tangan pelan terdengar. “Kalian cepat juga.” Dari balik tirai batu, seorang pria muncul. Berusia sekitar empat puluh. Berjubah kelabu. Mata dingin. Lingga mengenalnya. “Wu Shen…” Mantan penasehat Dewan Lama. Yang seharusnya sudah mati. Wu Shen tersenyum tipis. “Raja muda… dan gadis dua dunia.” “Pasangan yang menarik.” Zhiya melangkah maju. “Semua ini ulahmu.” Wu Shen mengangguk santai. “Tentu.” “Qingzhou terlalu bersih sekarang.” “Perlu sedikit… kekacauan.” Lingga mengangkat pedang. “Kau akan menjawab di hadapan hukum.” Wu Shen tertawa. “Hukum siapa?” Ia menjentikkan jari. Dari lorong-lorong— puluhan bandit muncul. Mengurung mereka. Pedang terhunus. Busur diarahkan. Zhiya berbisik “Kita terjebak.” Lingga menggenggam tangannya “Belum.” Matanya menyala “Selama kita bersama.” Api biru di tengah Kuil Angin Retak berdenyut semakin cepat. Seolah merasakan darah yang akan tumpah. Angin malam menerobos celah dinding, membawa suara log
最終更新日: 2026-02-14
Budak Kesayangan Pangeran Buta

Budak Kesayangan Pangeran Buta

Fantasi TimurBeraniKuatBudaya TimurCinta SejatiPria Dingin
Setelah dinasti keluarganya runtuh, Ming Zhu, putri dari kaisar yang dilengserkan, kehilangan segalanya—orang tuanya dibunuh dan kakaknya, Ming Yue, dijual ke rumah bordil. Hidup dalam pelarian, Ming Zhu akhirnya bekerja sebagai asisten pribadi seorang bangsawan misterius bernama Liang Wei, pria dingin dengan penglihatan yang lemah dan rahasia yang tak diketahui siapa pun. Hubungan keduanya semakin menegang saat Liang Wei menyelamatkannya dari rumah bordil dan menjadikannya budak seumur hidupnya. Di tengah intrik istana, pengkhianatan, dan perebutan kekuasaan, dua orang yang sama-sama hidup dalam bayangan akhirnya menyadari bahwa takdir mereka saling terikat. Ketika identitas mereka akhirnya terbongkar ke dunia, Ming Zhu dan Liang Wei tidak lagi memiliki tempat untuk bersembunyi. Namun alih-alih jatuh, mereka memilih untuk bangkit. Bersama-sama mereka memulai permainan berbahaya melawan para pengkhianat yang telah menghancurkan masa lalu mereka. Akankah mereka berhasil merebut kembali tahta yang seharusnya milik mereka?
読む
Chapter: Paviliun Linhua
Meski suasana tadi sempat kacau karena omelan Tuan Tianyi, ruangan akhirnya kembali tenang setelah Hei Yan dan yang lain dipaksa keluar. “Keluar semua,” bentak Tianyi sambil melempar gulungan obat ke arah Hei Yan. “Aku tidak butuh penonton!” lanjutnya. “Sayang sekali,” gumam Hei Yan sambil menghindar dengan santai. “Padahal suasananya mulai menarik.” BRAK. Pintu langsung ditutup dari luar oleh Su Mu sebelum Tianyi benar-benar melempar sesuatu lagi. Kini hanya tersisa Liang Wei, Ming Zhu, Ming Yue, dan Tuan Tianyi di dalam ruangan. Namun justru itu membuat Ming Zhu semakin malu. Apalagi Ming Yue masih berdiri di dekat rak obat dengan ekspresi berusaha keras tetap tenang sebagai kakak yang sopan. Tuan Tianyi mendecakkan lidah. “Ming Zhu, duduk!” Ming Zhu menurut pelan. Tabib tua itu membuka kembali perban di sisi perut wanita tersebut lalu langsung menghela napas panjang. “Lihat.” Ia melirik Liang Wei tajam. “Lukanya benar-benar tertarik lagi,” lanjutnya semb
最終更新日: 2026-05-15
Chapter: Ocehan Maut Tabib Tianyi
Suasana di ruang samping Paviliun Giok perlahan kembali serius setelah candaan Hei Yan mereda. Meski sudut bibir Su Mu masih tampak menahan tawa, semua orang akhirnya memusatkan perhatian pada Ye Shuang. Pria itu menarik napas pendek sebelum menyerahkan gulungan kecil ke atas meja. “Kasim Liu ditemukan di gudang kayu tua dekat gerbang utara, Yang Mulia,” ucap Ye Shuang. Mo Lin langsung mengernyit. “Hidup?” tanya Mo Lin. Ye Shuang terdiam sesaat. “Tidak,” katanya pelan. Ruangan langsung sunyi. Ming Yue perlahan menurunkan cangkir tehnya. “Sudah terlambat,” gumamnya. Hei Yan yang tadi masih santai kini berubah serius. Tatapannya tajam saat membuka gulungan laporan itu. “Ada luka?” “Tidak ada tanda perlawanan. Tapi tubuhnya diracun,” jawab Ye Shuang. Mata Mo Lin langsung menyipit. “Racun apa?” “Belum bisa dipastikan.” Su Mu bersandar perlahan sambil menyilangkan tangan. “Berarti seseorang takut dia bicara,” ucap Su Mu. Ye Shuang mengangguk. “Dan ada sa
最終更新日: 2026-05-13
Chapter: Hal yang tidak terduga
Fajar menyelinap masuk perlahan melalui celah tirai Paviliun Giok. Cahaya pagi yang samar jatuh di atas ranjang berantakan, menyelimuti suasana hangat yang masih tersisa setelah malam panjang mereka. Ming Zhu terbangun lebih dulu. Begitu membuka mata, ia langsung menyadari dirinya masih berada dalam pelukan Liang Wei tanpa sehelai hanfu pun menutupi tubuh mereka selain selimut tipis yang sudah setengah terlepas. Wajah wanita itu langsung memanas. Liang Wei masih tertidur ringan di sampingnya, rambut hitamnya sedikit berantakan jatuh di dahi. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, wajah dingin pangeran ketiga itu terlihat begitu tenang. Ming Zhu diam-diam memperhatikannya beberapa saat. Namun detik berikutnya— TOK TOK TOK. Ketukan keras di pintu luar membuat Ming Zhu langsung terlonjak. “Yang Mulia!” Suara Ye Shuang terdengar dari luar dengan nada mendesak. “Ada kabar penting!” Liang Wei langsung membuka mata. Refleks seorang Pangeran membuatnya segera bangu
最終更新日: 2026-05-13
Chapter: Ikatan akhir
“Yang Mulia,” gumam Ming Zhu pelan. Tatapan Liang Wei jatuh pada wajah wanita di hadapannya. Lembut. Namun begitu dalam hingga membuat jantung Ming Zhu berdetak semakin cepat. “Kenapa menatapku seperti itu?” bisik Ming Zhu pelan. Liang Wei mengusap pipinya perlahan dengan ibu jari. “Karena aku hampir kehilanganmu.” Suara pria itu rendah dan serak. Ming Zhu perlahan menggenggam tangan Liang Wei yang berada di wajahnya. “Aku masih di sini.” Tatapan mata mereka bertemu lagi. Tak ada lagi pembicaraan tentang racun, istana, atau perebutan kekuasaan malam itu. Hanya ada mereka berdua. Liang Wei kembali mencium Ming Zhu lebih dalam kali ini, membuat wanita itu perlahan melingkarkan tangannya di leher pria tersebut. Sentuhan hangat itu segera menghapus sisa jarak di antara mereka. Pria itu mengangkat Ming Zhu perlahan ke dalam pelukannya. Ming Zhu sedikit terkejut kecil lalu tertawa lirih. “Lukaku—” “Aku akan hati-hati,” potong Liang Wei. Liang Wei membawanya menuju ranjang di si
最終更新日: 2026-05-12
Chapter: Waktu Istirahat
Malam sudah sangat larut ketika pembahasan mengenai racun akhirnya dihentikan sementara. Hujan di luar mulai mereda, menyisakan suara tetesan air dari atap Paviliun Giok. Lampu minyak di dalam ruangan menyala redup, membuat suasana terasa lebih tenang dibanding beberapa jam sebelumnya. Mo Lin, Hei Yan, dan Su Mu pergi mengatur penjagaan malam, sementara Ming Yue kembali ke ruang samping untuk menyalin ulang beberapa catatan racun yang masih ia ingat. Kini hanya tersisa Liang Wei, Ming Zhu, dan Tuan Tianyi di ruang utama. Tabib tua itu baru saja membereskan gulungan catatannya ketika pandangannya jatuh pada Ming Zhu. “Kemarilah,” ucapnya. Ming Zhu sedikit terkejut. “Aku baik-baik saja,” kata Ming Zhu cepat. “Kau pikir mataku sudah tua sampai tak bisa melihat wajahmu pucat sejak tadi?” Ming Zhu langsung diam. Liang Wei yang duduk di dekat jendela perlahan menoleh. Tatapannya jatuh pada sisi perut Ming Zhu yang tertutup lapisan pakaian tebal. Wajah pria itu langsung sed
最終更新日: 2026-05-12
Chapter: Racun sup herbal
“Di dalam sup ini, ada satu bahan lain yang sangat samar,” celetuk Ming Yue. Tatapan semua orang langsung tertuju padanya. Dan saat Ming Yue mengangkat wajahnya, ada kegelisahan nyata di matanya. “Bahan itu, hanya digunakan oleh keluarga kekaisaran,” katanya pelan. Ming Yue terlihat ragu beberapa detik sebelum akhirnya menjawab pelan. “Serbuk bunga jinlu,” gumamnya. Tuan Tianyi langsung berubah ekspresi. “Mustahil,” ucapnya pelan. Ming Zhu mengernyit. “Apa itu?” Tianyi menatap mangkuk sup dengan sorot mata serius. “Bunga jinlu adalah tanaman upeti dari wilayah selatan. Jumlahnya sangat sedikit dan tidak pernah beredar di luar istana,” jelasnya. “Karena itu hanya digunakan untuk keluarga kekaisaran. Biasanya dicampur dalam obat penenang khusus milik para selir dan bangsawan tinggi,” lanjut Ming Yue. Su Mu mendecakkan lidah. “Jadi sekarang kita tahu racun itu benar-benar berasal dari dalam istana,” ucapnya. “Lebih tepatnya, dari lingkaran terdalam,” sahut Mo Li
最終更新日: 2026-05-12
あなたも気に入るかもしれません
Panasnya Dendam di Ranjang Pengantin
Panasnya Dendam di Ranjang Pengantin
Romansa · Allensia Maren
34.5K ビュー
Andai Semua Berbeda
Andai Semua Berbeda
Romansa · Ayunina Sharlyn
34.5K ビュー
The Ex Brother
The Ex Brother
Romansa · Velmoria
34.5K ビュー
Liara
Liara
Romansa · Sinda
34.5K ビュー
MY SEXY EDITOR
MY SEXY EDITOR
Romansa · Rose Marberry
34.4K ビュー
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status