Chapter: 6. PAGI YANG CANGGUNGJantungku rasanya nyaris melompat keluar dari rongga dada. Aku berusaha meronta.Kedua telapak tanganku menempel di dada bidang Mas Tian yang terbalut kemeja kusut, lalu aku mendorongnya sekuat tenaga. "Mas! Mas Tian, bangun!" bisikku panik, takut suaraku terdengar sampai ke luar kamar. "Lepaskan aku!"Namun, doronganku sama sekali tidak berarti bagi pria bertubuh atletis itu.Bukannya melepaskan, rengkuhannya justru semakin erat.Hembusan napasnya yang hangat, masih bercampur aroma alkohol, kembali menerpa tengkukku hingga membuatku memejamkan mata. Aku tidak tahu harus merasa takut atau gugup. "Hm... Mira..." Suara Mas Tian terdengar parau dengan mata yang masih terpejam. Dadaku mencelos. Di tengah kepanikanku, tiba-tiba muncul rasa iba. Jadi benar... Mas Tian mencintai Kak Mira? "Mas Tian, sadar!" Aku mencoba membangunkannya lagi. "Ini Rania, bukan Kak Mira!"Tanganku mencubit pelan punggung tangannya yang melingkar di pinggangku.Sentakan kecil itu rupanya berhasil me
Last Updated: 2026-07-11
Chapter: 5. PELUKAN KAKAK TIRIKUTepuk tangan masih bergemuruh memenuhi seluruh ballroom.Namun, duniaku seolah berhenti berputar saat melihat rahang Mas Tian mengeras.Sorot mata elangnya yang biasanya sedingin es kini berubah.Ada kilatan kekecewaan... sekaligus kemarahan yang begitu pekat di sana.Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.Aku hanya berdiri diam, mencoba memahami perubahan sikapnya yang tiba-tiba.Belum sempat aku mencerna semuanya, seorang wanita bergaun sutra berwarna zamrud melangkah anggun menghampiri kami.Parasnya cantik.Pembawaannya tenang.Dan dari setiap gerakannya, terlihat jelas bahwa ia adalah seseorang yang terbiasa berada di lingkungan penuh kemewahan.Wanita itu menyentuh lengan Mas Tian dengan lembut.Bukan sentuhan posesif.Melainkan sentuhan seseorang yang sudah sangat mengenal dirinya."Tian? Ternyata kamu di sini."Suaranya lembut, diiringi senyum tipis yang elegan.Mas Tian menarik napas panjang sebelum perlahan menepis tangan wanita itu.Wajahnya kembali datar.Seolah emosi
Last Updated: 2026-07-10
Chapter: 4. AKU BARU TAHUAku langsung menoleh, tapi tidak mengatakan apa pun meskipun mereka masih saja terang-terangan bergosip.Pernikahan Papa dan Bunda memang tidak dirayakan. Keduanya hanya mendaftarkan pernikahan saja. Apalagi Papa memang bukan orang terkenal. Beliau pria sederhana yang kebetulan kemudian menikah dengan janda kaya spek ibu peri seperti Bunda.Ah, tapi ya sudahlah. Sekalipun mereka tahu aku adik tiri Sebastian, itu tidak akan mengubah pendapat mereka mengenaiku.Dua jam kemudian, jantungku berdegup kencang saat aku berdiri di ujung atas tangga, menatap lantai dasar mansion keluarga Van Rijn yang malam ini telah disulap menjadi ballroom mewah.Alunan musik klasik berpadu harmonis dengan denting gelas kristal dan obrolan para elit.Setelah tiba dari butik tadi, Sebastian langsung meninggalkanku begitu saja menuju kamarnya.Pria itu sama sekali tidak sudi menungguku bersiap, apalagi mengantarku turun ke pesta.Alhasil, aku harus menuruni anak tangga melingkar ini sendirian, berusaha menyeim
Last Updated: 2026-06-29
Chapter: 3. PACARNYA?Tanganku sedikit bergetar saat menarik tuas pintu mobil itu.Begitu aku masuk dan mendaratkan tubuhku di atas jok kulit yang mahal, aroma cologne maskulin yang sangat khas langsung menyergap penciumanku.Suara pintu tertutup yang berdebum halus seolah menjadi garis batas mutlak yang memenjarakanku bersama pria ini.“Kita mau ke mana, Mas?” tanyaku dengan suara nyaris berbisik, memberanikan diri memecah keheningan.“Ke butik.”“Butik?” Keningku berkerut bingung. “Tapi... lemariku sudah penuh dengan gaun pemberian Bunda.”Terdengar dengusan halus dari bibirnya, sebuah reaksi meremehkan yang sangat kentara.“Bunda yang suruh,” ucapnya singkat. “Buat acara malam ini.”Aku makin bingung. Memang acara apa yang dimaksud? Tapi aku tidak berani bertanya. Dari nada bicaranya, pria ini pastilah sebenarnya tidak sudi menjemput dan mengantarku membeli pakaian. Terpaksa saja, aku yakin.Lagian kenapa bukan Mas Noah saja sih? Siapa suruh dia menjawalkan rapat dadakan begitu? Kalau dengan Mas Noah,
Last Updated: 2026-06-29
Chapter: 2. KEJUTAN“... Nia? Rania!”“Eh, ya!?” Perhatianku langsung teralih ke Mas Noah. “Kenapa Mas?”“Kenapa melamun?” tanya kakak tiriku itu. “Oh, capek ya? Mau langsung istirahat?”’Aku tersenyum kecil, lalu menggeleng. Batinku tanpa bisa ditahan bertanya, kenapa kakak beradik dari ibu baruku ini tampak begitu berbeda, ya?“Sebastian dan Noah itu memang saudara kandung, tapi beda ayah,” ujar Bunda saat kami sedang mengobrol di ruang keluarga malam itu. Beliau sedang menunjukkan album foto lama padaku sambil bercerita. “Pernikahan pertama Bunda hancur. Waktu Sebastian umur satu tahun. Cerai.”“Lalu Bunda ketemu papanya Noah,” lanjut Bunda. “Syukurlah keluarga kami bahagia, sampai akhirnya papanya Noah meninggal karena sakit."Jari lentik Bunda mengusap foto keluarga di pangkuannya. “Dan dua belas tahun berlalu, Bunda kembali menemukan teman hidup. Papamu.”Aku mengangguk-angguk. Itukah sebab kedua kakak tiriku itu begitu berbeda?Tiba-tiba tatap tajam Mas Tian terlintas di kepalaku, membuatku bergid
Last Updated: 2026-06-29
Chapter: 1. HIDUP BARUNapasku tercekat saat menyadari diriku ada dalam pelukan sepasang lengan kekar begitu aku membuka mata. “Siapa–” Aku menoleh dan langsung terbelalak. “K-Kakak!?”Kenapa kakak tiriku ada di sini?***Dua minggu sebelumnya….“Kosong sekali,” gumamku. Aku mengedarkan pandangan ke sekeliling kamar. Semua perabotan sudah dijual, sementara barang-barangku sudah kukemas dalam beberapa kardus besar.Rasanya agak sesak.Lusa kemarin, Papa akhirnya menikah lagi dan hari ini kami akan secara resmi pindah ke rumah istri barunya.Ah, tidak. Aku tidak benci ibu baruku. Wanita itu sangat cantik, anggun, dan yang terpenting, tulus menyayangi Papa.Setelah bertahun-tahun melihat raut kesepian di wajah beliau, aku tidak punya alasan dan tidak sampai hati untuk menentang pernikahan itu.Namun, ternyata memang berat meninggalkan rumah ini.Tempat yang menyimpan terlalu banyak kenangan manis sebelum Mama berselingkuh dan menghancurkan segalanya.“Rania, sudah siap, Nak? Papa tunggu di bawah, ya?” Suara
Last Updated: 2026-04-14