author-banner
kopilatte
kopilatte
Author

Novels by kopilatte

Residen Rahasia Sang Dokter Pewaris

Residen Rahasia Sang Dokter Pewaris

Satu malam yang salah, satu rahasia yang mengubah hidup mereka selamanya. Lily Braun mengira hidupnya akan berakhir setelah ia melarikan diri dari ranjang seorang pria asing yang ia tiduri secara tidak sengaja. Namun, takdir justru menyeretnya masuk ke Heidelberg Universitätsklinikum sebagai residen baru, tepat di bawah pengawasan Leon Kahnwald—sang dokter bedah jenius sekaligus pewaris rumah sakit yang ia tinggalkan seminggu lalu. Leon, pria yang selama ini hanya hidup untuk ruang operasi, tidak membiarkan Lily lepas untuk kedua kalinya. Saat tahu Lily mengandung darah dagingnya, Leon melakukan hal yang paling tak terduga: membawanya pulang dan menikahinya. Lily gemetar membayangkan penolakan dari keluarga konglomerat Kahnwald. Namun, kenyataan justru berbanding terbalik. "Akhirnya, Leon! Kami pikir kau akan menikahi mikroskop selamanya!" Hans dan Sofia Kahnwald, sang pemilik tahta medis, menyambut Lily dengan tangan terbuka. Mereka tidak peduli dengan status sosial Lily; bagi mereka, Lily adalah penyelamat yang membuat putra tunggal mereka akhirnya bersikap seperti manusia biasa. Kini, Lily terjebak dalam posisi yang mustahil. Di rumah, ia adalah menantu kesayangan yang dimanjakan oleh mertua kaya raya. Namun di rumah sakit, ia tetaplah residen tahun pertama yang harus tunduk pada aturan ketat dan merahasiakan pernikahannya dari mata publik. Bagaimana Lily bisa bertahan saat Leon terus mencuri kesempatan untuk memanjakannya di koridor rumah sakit? Dan apa yang akan terjadi saat bibi Lily yang rakus mulai mencium bau kekayaan keluarga Kahnwald?
Read
Chapter: 81. Benih yang Mulai Tumbuh
Alunan musik klasik dari gesekan selo di restoran Der Kahnwald-Hof masih mengalir lembut, namun atmosfer di meja bundar dekat jendela itu sempat membeku selama beberapa detik yang menegangkan. Marco Huston menatap kotak beludru hitam di atas meja dengan mata membelalak, sementara Clara Manhann terpaku memandangi cincin berlian mewah berpotongan emerald-cut yang berkilauan di bawah temaram cahaya lilin."Huston..." suara Clara terdengar tertahan, sepasang matanya yang biasa menatap galak kini dipenuhi rasa syok yang luar biasa. "Apa... apa maksudnya ini?""Tunggu, Clara! Ini salah paham! Demi Tuhan, ini bukan punyaku!" Marco gelagapan setengah mati, jemarinya dengan cepat menyambar kotak cincin tersebut dan memasukkannya kembali ke saku blazer dengan wajah yang memerah padam. "Aku bersumpah! Aku salah memakai blazer milik Dokter Leon saat terburu-buru di ruang loker tadi sore. Ini pasti cincin pembaruan janji suci yang dia siapkan untuk Lily!"Mendengar penjelasan panik yang meluncur d
Last Updated: 2026-06-22
Chapter: 80. Lily Sang Makcomblang
Aroma lilin aromaterapi berwangi lavender dan melati berpadu sempurna dengan alunan musik klasik dari gesekan selo yang mendayu lembut di sudut restoran Der Kahnwald-Hof. Restoran mewah bergaya klasik Eropa dengan pemandangan langsung menghadap Sungai Neckar itu malam ini sengaja dikosongkan dari hiruk-pikuk pengunjung umum. Di salah satu meja bundar terbaik dekat jendela besar, Lily Braun duduk bersama Leon Kahnwald, menatap puas ke arah dekorasi mawar putih yang tertata rapi.Lily tersenyum manis, jemarinya mengusap perut mudanya yang kini tampak jauh lebih bugar setelah melewati masa-masa pelik morning sickness. Pikiran Lily melayang pada semua pengorbanan yang telah dilakukan oleh Marco Huston dan Clara Manhann selama berminggu-minggu ini. Mulai dari aksi nekat Marco menjatuhkan berkas di koridor, sandiwara alibi rapat dadakan, pembersihan rekaman CCTV, hingga bentakan galak Clara di meja administrasi demi membungkam rumor kehamilannya."Kau benar-benar niat sekali menjadi makcomb
Last Updated: 2026-06-21
Chapter: 79. Skandal Kecil di Kantin
Pagi itu, kantin utama Heidelberg Universitätsklinikum dipenuhi aroma roti panggang segar dan kepulan uap kopi. Namun, bagi Clara Manhann, atmosfer di dalam ruangan luas berdinding kaca itu terasa ribuan kali lebih panas daripada oven pemanggang. Sejak ia melangkah masuk dengan seragam keperawatan birunya, pandangan mata dari setiap sudut ruangan langsung mengunci sosoknya.Pesan salah kirim di grup chat Departemen Bedah Saraf tadi malam telah menyebar secepat virus. Kalimat "Cepat selesaikan shiftmu, Dokter Konyol. Aku merindukanmu," kini menjadi konsumsi publik. Kehormatan dan citra dingin yang dibangun Clara bertahun-tahun sebagai perawat senior yang paling ditakuti runtuh dalam semalam akibat kecerobohan jemarinya sendiri.Saat Clara berjalan membawa nampan berisi segelas teh hangat ke arah meja sudut yang sepi, sekelompok dokter residen tahun pertama yang sedang berkumpul di meja tengah langsung menghentikan obrolan mereka."Wah, selamat pagi, Perawat Senior Manhann," goda Dokter
Last Updated: 2026-06-20
Chapter: 78. Rindu di Balik Masker Bedah
Keputusan komite etik untuk memisahkan jam kerja mereka ternyata menjadi hukuman yang jauh lebih berat daripada selembar surat peringatan tertulis. Sudah satu minggu sejak regulasi baru itu diterapkan di Departemen Bedah Saraf Heidelberg Universitätsklinikum. Perpisahan shift yang ketat membuat waktu pertemuan mereka terpangkas habis. Ketika Marco Huston masuk untuk shift pagi bersama Dokter Leon, Clara Manhann baru saja menyelesaikan tugas malamnya yang melelahkan di UGD dan bersiap pulang. Mereka hanya terpisah oleh pintu kaca lobi yang berputar, saling melempar tatapan sekilas tanpa sempat bertukar kata.Namun, di balik dinding rumah sakit yang kaku dan dingin, jarak justru menumbuhkan sesuatu yang tidak pernah mereka duga sebelumnya. Kehilangan kehadiran satu sama lain membuat Marco dan Clara sadar betapa mereka telah saling membutuhkan.Bagi Clara, UGD terasa jauh lebih sunyi tanpa suara cengkeraman tawa konyol Marco atau alibi-alibi tidak masuk akalnya saat membantunya melindung
Last Updated: 2026-06-19
Chapter: 77. Sidang Disiplin Konyol
Pagi berikutnya, ruang rapat Komite Etik dan Disiplin Heidelberg Universitätsklinikum terasa sekaku es. Ruangan berpanel kayu ek tua itu dipenuhi oleh atmosfer yang menekan. Di ujung meja oval, duduk tiga anggota dewan komisaris senior yang menatap lurus dengan kacamata bertengger di hidung mereka. Di samping mereka, Dokter Robert duduk tegak dengan melipat tangan, memancarkan kepuasan setelah berhasil menyeret kasus "skandal lobi" ini ke tingkat formal.Di sisi lain meja, Marco Huston dan Clara Manhann berdiri berdampingan. Marco, yang biasanya selalu memiliki senyuman konyol di wajahnya, kini memasang ekspresi seformal mungkin dengan jubah medis yang terkancing rapi. Di sebelahnya, Clara—sang perawat senior yang biasanya mengintimidasi seluruh UGD—hanya bisa mengepalkan tangannya erat-erat, menahan gejolak amarah dan rasa malu yang membakar dadanya."Tindakan Anda berdua di lobi utama kemarin siang bukan hanya melanggar estetika profesional rumah sakit, tetapi juga menciptakan gangg
Last Updated: 2026-06-19
Chapter: 76. Ciuman yang Tidak Direncanakan
Atmosfer di lobi utama Departemen Bedah Saraf Heidelberg Universitätsklinikum mendadak terasa mencekam. Bisik-bisik dari para perawat junior, staf administrasi, hingga beberapa keluarga pasien yang melintas menciptakan dengungan riuh di udara. Richard Vance, sang mantan kekasih, berdiri dengan senyum sinis yang mengembang di wajahnya. Ia melipat kedua tangannya di dada, merasa berada di atas angin setelah melayangkan tantangan terbuka di depan publik rumah sakit."Kenapa diam, Dokter Huston?" cemooh Richard, suaranya sengaja dikeraskan agar memancing perhatian lebih banyak orang. "Jika kalian benar-benar bertunangan, buktikan sekarang di depan kami semua. Jangan-jangan kata 'tunangan' itu hanya bualan murahan untuk menutupi rasa malumu karena Clara sebenarnya masih mengharapkan aku?"Clara Manhann merasakan rahangnya mengeras. Perawat senior yang biasanya terkenal galak dan tak tersentuh itu mengepalkan kedua tangannya di balik saku jubah keperawatannya. Rasa jengkel, malu, dan kemara
Last Updated: 2026-06-18
Menikah dengan Sahabat Ayahku: Pengantin Kecil Si Miliarder

Menikah dengan Sahabat Ayahku: Pengantin Kecil Si Miliarder

"Aku tidak memintamu untuk mencintaiku, aku hanya memintamu untuk patuh. Di rumah ini, aku adalah hukumnya." Hidup Alana hancur dalam semalam ketika ayahnya terlilit utang judi yang tak masuk akal. Satu-satunya jalan keluar bagi sang ayah adalah menyerahkan putri semata wayangnya kepada sahabat lamanya—seorang miliarder dingin yang dikenal kejam dan tak tersentuh, Julian Vance. Julian bukan pria biasa. Dia adalah pria yang selalu menatap Alana dengan tatapan posesif yang membuat bulu kuduknya berdiri, tatapan yang lebih dari sekadar tatapan seorang 'paman' kepada keponakannya. Dipaksa masuk ke dalam pernikahan kontrak, Alana terjebak di antara dua pilihan: menjadi boneka yang penurut di balik dinding mansion mewah Julian yang megah namun dingin, atau melawan pria yang memegang kendali atas segalanya—termasuk nyawa ayahnya. Namun, yang tidak diketahui Alana adalah, Julian telah merencanakan ini selama bertahun-tahun. Baginya, Alana bukan sekadar pembayaran utang, melainkan obsesi terlarang yang akhirnya berhasil ia miliki. Apakah ini pernikahan demi menyelamatkan sang ayah, atau Alana baru saja melangkah masuk ke dalam kandang iblis yang sesungguhnya?
Read
Chapter: 100. Epilog
Pemilik Seluruh Hidupku.Matahari sore merayap perlahan melintasi cakrawala Jakarta, menumpahkan semburat warna jingga, ungu, dan emas yang hangat di atas atap Menara Vance. Di balkon lantai dua yang luas di sayap utara mansion, desau angin berembus membawa aroma sisa hujan ringan yang sejuk. Suasana begitu hening, menyisakan kedamaian murni yang telah lama dinantikan oleh tempat ini.Alana berdiri bersandar pada pagar pembatas balkon yang terbuat dari besi tempa hitam. Ia mengenakan gaun rumah sederhana berpotongan longgar dari bahan katun lembut yang melambai ditiup angin. Sepasang mata indahnya menatap lurus ke arah langit senja, menikmati kedamaian yang kini melingkupi hidupnya. Tidak ada lagi ketakutan akan hari esok. Tidak ada lagi bayang-bayang masa lalu atau konspirasi berdarah yang mengintai dari kegelapan. Badai yang bergemuruh selama bertahun-tahun di dalam hidupnya telah benar-benar reda, digantikan oleh fajar kemenangan yang abadi.Di atas balkon ini, Alana tersenyum tipi
Last Updated: 2026-06-22
Chapter: 99. Pernikahan Ulang di Bawah Saksi Dunia
Enam bulan sejak tangis pertama Arthur Vance menghidupkan paviliun utara, mansion keluarga Vance tidak pernah kekurangan tawa. Namun pagi itu, sebuah kejutan besar telah menunggu Alana di ruang rias utamanya. Sebuah manekin setinggi tubuhnya berdiri di tengah ruangan, menyangga sebuah gaun pengantin putih yang teramat megah—mahakarya adibusana dari desainer ternama Paris yang dirajut dengan benang perak murni dan taburan payet yang menyerupai rasi bintang.Alana terpaku di ambang pintu, tangannya reflek menyentuh dadanya yang berdegup kencang. Dari arah belakang, Julian melangkah masuk dengan kemeja putih yang kancing atasnya terbuka, seulas senyum hangat terukir di wajah tegasnya. Ia melingkarkan lengannya di pinggang Alana, mengecup pundak istrinya lembut."Adrian... apa ini?" tanya Alana, suaranya bergetar pelan."Pernikahan kita dua tahun lalu dilakukan di dalam ruangan tertutup, dingin, dan diikat oleh selembar kertas kontrak bisnis yang mengurung kebebasanmu," bisik Julian, memb
Last Updated: 2026-06-21
Chapter: 98. Tangis Pertama di Menara Vance
Malam itu, jam dinding di kamar utama baru saja berdenting dua kali ketika kesunyian mansion Vance mendadak pecah oleh erangan halus. Alana mencengkeram sprei sutra di bawah tubuhnya, napasnya mendadak memburu saat gelombang rasa sakit yang tajam dan berpola mulai menghantam perut bagian bawahnya. Sembilan bulan penantian yang damai kini telah mencapai puncaknya.Julian, yang selalu terjaga pada riak terkecil dari istrinya, seketika membuka mata abu-abunya. Ia langsung bangkit dan menopang tubuh Alana yang bersandar pada tumpukan bantal."Kontraksi, Sayang?" tanya Julian, suaranya berat, tenang, namun menyembunyikan ketegangan yang masif.Alana mengangguk perlahan, peluh dingin mulai membasahi pelipisnya. "Iya, Adrian... kali ini rasanya jauh lebih kuat dan konstan."Julian tidak membuang waktu. Ia menekan tombol darurat interkom di samping ranjang. "Leo, aktifkan Protokol Delta. Dokter Adrian dan tim medis, siapkan ruang operasi bawah tanah sekarang juga."Dalam hitungan detik, selur
Last Updated: 2026-06-20
Chapter: 97. Sangkar Sutra yang Hangat
Mansion megah keluarga Vance di bawah langit Jakarta kini menjelma menjadi sebuah oase yang dipenuhi kehangatan. Jika dua tahun lalu perhatian Julian mewujud dalam bentuk dinding pengawasan yang kaku dan larangan yang mengekang, kini segalanya terasa begitu berbeda. Pria itu tidak lagi mengunci Alana di dalam kamar penjaranya; ia membangun sebuah tempat perlindungan yang luar biasa nyaman, selembut kain sutra yang melindungi tanpa menyakiti.Pagi itu, Alana melangkah masuk ke sudut ruang kaca di sayap barat yang telah disulap sepenuhnya. Ruangan yang dulunya dingin itu kini dipenuhi tanaman hijau penyaring udara, sofa ergonomis beludru yang menyangga punggungnya dengan sempurna, dan pencahayaan alami yang hangat untuknya membaca buku atau merancang sketsa.Julian masuk dengan membawa sebuah nampan kecil berisi potongan buah beri segar dan segelas susu almond hangat. "Semua bahan ini dikirim langsung dari perkebunan organik bersertifikasi di dataran tinggi pagi ini, Alana," ujar Julian
Last Updated: 2026-06-19
Chapter: 96. Garis Merah yang Dinantikan
Waktu memiliki caranya sendiri untuk menyembuhkan luka yang paling dalam. Dua tahun telah berlalu sejak badai konspirasi The Chimera Group di Eropa diredam hingga ke akarnya oleh persekutuan tak terkalahkan antara Julian dan Alana. Kini, kedamaian yang sesungguhnya telah berakar di dalam mansion Vance. Tidak ada lagi bayang-bayang ancaman, tidak ada lagi ketakutan yang mencekam di setiap sudut lorong.Pagi itu, desau angin yang sejuk berembus lembut di sayap utara mansion, membawa aroma segar dari taman mawar yang mekar sempurna. Kehidupan telah berubah secara dinamis. Alana bukan lagi seniman muda yang terasing; ia telah tumbuh menjadi kurator internasional yang sangat dihormati, dengan jaringan pameran yang membentang dari Jakarta hingga Milan.Sementara itu, Julian Vance memimpin Vance Corp dengan kebijaksanaan baru yang matang. Sifat obsesif kasarnya dan proteksi buta yang dulu menyerupai sangkar besi telah sepenuhnya melunak, berganti menjadi rasa percaya dan penghormatan mutlak
Last Updated: 2026-06-18
Chapter: 95. Lembar Rahasia
Aroma lilin aromaterapi dan sisa-sisa parfum mahal dari para tamu elit masih tertinggal di udara ketika pintu galeri seni akhirnya ditutup untuk umum. Kemegahan peresmian itu menyisakan kepuasan yang mendalam di dada Alana. Namun, kehangatan perayaan tersebut seketika menguap saat Julian melangkah mendekatinya dari arah balkon, membawa sebuah kotak beludru hitam tua yang tampak kusam di bawah pendar lampu galeri."Seorang kurator asing menitipkan ini di meja depan sebelum acara berakhir," ucap Julian, suaranya mendadak berubah berat dan datar, memutus atmosfer magis malam itu.Alana mengernyitkan kening. Ia menerima kotak tersebut, merasakan permukaan kain beludrunya yang agak kasar dan dingin. Begitu penutupnya dibuka, sepasang mata indahnya terpaku pada sebuah kuas lukis berbahan perak murni yang terbaring di dalam cetakan sutra merah. Ukuran kuas itu tidak biasa, dan pada bagian gagangnya, terdapat ukiran timbul yang sangat rumit: seekor monster dengan kepala singa, tubuh kambing,
Last Updated: 2026-06-17
You may also like
Ketika Janda Ketemu Duda
Ketika Janda Ketemu Duda
Romansa · Erna Azura
428.4K views
Menjadi Ibu Tiri Mantan Kekasihku
Menjadi Ibu Tiri Mantan Kekasihku
Romansa · Creative Words
425.2K views
Ahli Waris
Ahli Waris
Romansa · Esi Apresia
418.2K views
Menikahi Pria (tak) Sempurna
Menikahi Pria (tak) Sempurna
Romansa · Lis Susanawati
409.8K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status