LOGIN"Lima puluh juta?!" Teriakan seorang gadis berwajah ayu yang berada di balik meja kasir minimarket menarik perhatian sejumlah pelanggan. Nadia langsung memasang ekspresi tidak enak sembari membungkuk kepada orang-orang sekitar, berusaha memohon maaf. Kemudian, dengan suara yang direndahkan, dia bertanya, "Apa bisa saya ambil cicilan?" Nadia memasang wajah khawatir sembari mendengarkan lawan bicaranya dari ujung telepon yang lain. "S-saya mengerti. Saya akan berikan kabar segera." Begitu panggilan itu dimatikan, gadis tersebut menghela napas berat. Wajahnya tampak muram, pusing memikirkan biaya operasi yang perlu dilaksanakan oleh ibunya. Bahkan dengan upahnya bekerja paruh waktu di tiga tempat sekaligus, dia masih belum bisa membayar tagihan tersebut. 'Dari mana aku bisa mendapatkan uang sebanyak itu?' batin Nadia resah.
View More"Bagaimana perasaan kamu? Apa sudah lega?" Daniel bertanya pada Nadia yang saat ini memakai gaun berwarna marron, yang membuat dia nampak elegan.Nadia menghela nafas panjang dan kemudian menarik kedua sudut bibirnya. "Tentu saja, rasanya plong banget!" ucapnya dengan mata berbinar.Daniel tersenyum lega juga, karena bahagia Nadia tentu bahagianya juga. "Aku nggak mau lagi keras kepala deh! Yang kamu bilang, memang bener banget!" Nadia kecuali berucap, dia menyesalkan kejadian di kampus. Jika saja dulu dia mengikuti perkataan Daniel, tentu kejadian memalukan dan menyesakkan di kampus itu tak akan pernah terjadi. Keras kepala Nadia ternyata berakhir dengan derita saat ini. Daniel mengacak sedikit rambut Nadia karena merasa sangat gemas saat itu. Tak ayal hal itu langsung membantu Nadia protes. "Duh jail banget sih!? Kalau sampai riasan ini rusak, kamu harus tanggung jawab!" seru Nadia kesal. Daniel malah terkekeh dan malah memencet hidung Nadia. "Salah sendiri menggemaskan! Nanti m
"Kak, aku ingin bicara sama kamu. Penting."Pagi itu, Nadia menemui Alvin ketika kelas belum dimulai.Alvin menarik sudut bibirnya, senyum manis terpancar disana. "Tumben. Ok! Mau kapan?"Dari raut wajahnya nampak jika saat ini Alvin merasa sangat senang.Pemuda itu pun sebenarnya bingung tetapi juga bercampur dengan rasa bahagia. Selama ini Nadia selalu saja menghindar darinya, tetapi kini malah sang gadis pujaan hati itu mengajaknya bicara. Ini bukan mimpi kan?"Sekarang! Ayo!" Nadia yang masih nampak kecewa dengan wajah seriusnya pun langsung berjalan tanpa memperdulikan banyak mata yang sampai saat ini masih nampak menatap sinis padanya. Tanpa banyak tanya lagi Alvin pun mengekori dari belakang."Lo mau ngajak gue kemana sih?" tanya Alvin ketika Nadia malah menuju ke area parkiran. "Kenapa ngobrolnya nggak di tempat yang privat aja?"Nadia mendengus kasar dan sesaat menoleh sebentar ke belakang. " Jangan banyak tanya! Bentar lagi sampai!" Kemudian dia pun meneruskan langkahnya.S
"Daniel! Mengapa kamu merahasiakan semua ini dari mama dan papa?" Ketika Daniel baru saja sampai di rumah, Martha dan Hendrawan pun langsung menghampiri putranya itu. Mengejar dengan banyak pertanyaan yang intinya mereka merasa tak suka jika Daniel terus menyembunyikan apa pun tentang Nadia."Rahasia ap---" Daniel mencoba mengelak karena memang sebenarnya dia belum mengerti, beberapa hal yang terjadi di kantor membuatnya harus sedikit melupakan tentang yang terjadi di rumah.Martha langsung memotong ucapan anaknya itu. " Nadia di teror dan difitnah seperti itu, tapi kenapa sepertinya kamu malah tenang tenang saja?" Wanita tua itu tak dapat menyembunyikan raut wajahnya yang khawatir. Nadia menghampiri ketiga orang yang masih berdiri di ambang pintu itu, ada rasa tak enak karena sang suami menjadi bahan kemarahan orang tuanya karena dia."Maaf, tadi aku memang sudah menceritakan semuanya pada Mama," tukas Nadia yang seperti biasa malah merasa bersalah.Daniel menarik kedua sudut bibir
"Apa aku sekarang juga harus mengatakan semuanya ya?" Nadia makin bimbang saat ini. Dua pilihan yang nyatanya membuat dia merasa sangat dilema. Pilihan A akan membuat semua orang di kampus mengetahui jati dirinya dan itu berarti akan membuat semua orang mengetahui jika dia bukan dari kalangan biasa. Tetapi dengan begitu justru akan membuat dia lebih tenang menjalani perkuliahan. Sedangkan pilihan B, dengan diam dan membiarkan semua orang menganggapnya misterius, justru mungkin akan membuat berita keliru itu semakin menjadi-jadi saja. Sempat terbersit dalam pikiran Nadia untuk tak lagi melanjutkan kuliah dan fokus pada keluarganya. Tetapi itu sama saja artinya dengan dia menghapus mimpi dan cita-cita yang dulu pernah dia pupuk semenjak kecil."Kenapa kamu terlihat sedih, Sayang?"Ketika Nadia sendang melamun seperti itu, terdengar suara lembut Martha. Sang mertua yang baik hati itu ternyata kini sudah berada tepat di sampingnya."Ah Mama." Dengan sigap Nadia pun langsung menyalami
Ketika Nadia keluar dari kamar Sean, tiba-tiba saja ponselnya berdering dan membuatnya langsung mengeceknya. Keningnya seketika langsung bergerak hingga kedua alisnya saling menyatu karena ada sebuah pesan masuk dan Nadia pun tanpa basa-basi langsung membukanya."Hah?!" Matanya itu membulat dengan se
Kriet!Tengah malam, Daniel baru saja masuk ke dalam kamarnya setelah dia menyelesaikan semua pekerjaan di ruangan pribadinya. Pria itu tampak melirik ke arah sosok wanita yang saat ini sudah tertidur dan dia pun mendekatinya sambil tersenyum tipis."Kayaknya dia kelelahan," lirihnya.Wajar bagi seseor
"Lo emang nggak pernah berubah, ya? Entah kenapa sekarang gue jadi nyesel karena nggak bertindak dari dulu meskipun melihat lo bersikap semena-mena."Mata Clarissa seketika langsung membulat dengan sempurna ketika mendengar perkataan Alvin. "Al? Lo serius ngomong kayak gini ke gue?"Clarissa memusatka
'Kenapa dia ada disini, sih?!' Nadia membatik dengan perasaan kesal karena Alvin tak kunjung pergi. Padahal dia saat ini tengah duduk bersama dengan Putri. Tapi lelaki itu justru ikut dan kini duduk tepat di seberang mereka.Putri juga tampaknya sedikit tak nyaman karena bagaimanapun juga, Alvin adal






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore