Chapter: Mas Arkana"Terima kasih untuk diskusinya malam ini, Bu Sarah," ucap suara Arkana yang terdengar dingin namun sopan dari luar. "Sama-sama, Pak Arkana. Selamat beristirahat ya," sahut suara Sarah dengan nada penuh kelembutan. Mendengar interaksi itu, bibir Keira memberenggut kesal, matanya menyipit tajam. Begitu mendengar suara langkah kaki Sarah sudah menjauh di koridor, Keira tidak menunggu lama lagi. Saat tubuh tegap Arkana baru saja melangkah masuk dan berniat menutup pintu, Keira langsung keluar dari persembunyiannya, menyambar lengan kemeja suaminya, dan menarik Arkana masuk ke dalam kamar secara mendadak dengan sekuat tenaga! Sreet! "Astaga!" Arkana yang sama sekali tidak siap mendapat serangan mendadak itu terkejut setengah mati hingga tubuh tegapnya hampir saja kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Namun, dengan cepat ia menguasai tumpuan kakinya. Begitu ia menoleh untuk melihat siapa yang berani menariknya, sepasang mata tajamnya membelalak kaget. Di hadapannya kini, berdiri istri
Last Updated: 2026-08-02
Chapter: NyusulMalam itu, mama Keira memutuskan untuk ikut menginap demi menemani putri tunggalnya. Kebersamaan mereka terasa begitu hangat, hingga keesokan harinya, sang mama berpamitan pulang setelah selesai menyajikan sarapan lezat di meja makan."Ingat pesan Mama ya, Keira. Jaga diri dan kesehatanmu baik-baik selama ditinggal Arkana," ujar sang mama lembut sambil memeluk Keira erat-erat di depan pintu."Iya, Ma... Keira bisa jaga diri kok. Mama juga hati-hati di jalan ya," sahut Keira pelan, mencium tangan ibunya sebelum melepas kepergian beliau.Namun, begitu pintu rumah tertutup rapat dan kepulangan sang mama menyisakan keheningan, hari-hari Keira mendadak terasa begitu hampa dan membosankan. Karena sedang tidak ada jadwal kuliah, ia bingung harus menghabiskan waktu dengan cara apa di dalam rumah yang terlampau sepi itu."Sepi banget sih ini rumah..." gumam Keira pada dirinya sendiri sambil berjalan lesu menuju ruang tengah. "Baru dua hari ditinggal Mas Arkana aja rasanya udah kayak seminggu."
Last Updated: 2026-08-01
Chapter: Kamu sudah isi?Hari esoknya, Keira benar-benar disibukkan dengan jadwal kuliah yang padat. Sejak pagi, pikirannya dipaksa untuk fokus menghadapi lembar-lembar soal ujian yang cukup menguras otak. Beruntung, Keira mampu menyelesaikan ujian tersebut dengan lancar meskipun semalam ia sempat sulit tidur karena merindukan Arkana. Selesai ujian, Keira dan Siska memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar ke taman kampus sebelum pulang untuk menyegarkan pikiran. Di sana, mereka duduk di salah satu bangku taman di bawah rindangnya pohon sambil mengobrol ringan. Di tengah-tengah obrolan, Siska mendadak menyinggung soal keberangkatan beberapa dosen ke luar kota. "Eh, Kei, kamu tahu nggak? Kata anak-anak kelas sebelah, ada beberapa dosen perwakilan fakultas kita yang berangkat dinas luar kota dari kemaren. Pak Arkana juga ikut katanya." Keira sempat tertegun sejenak, namun ia dengan cepat menguasai ekspresi wajahnya. Ia menganggukkan kepala pelan, mengiyakan pertanyaan Siska dan menjawab sekenanya agar Siska t
Last Updated: 2026-07-31
Chapter: Belum sehari sudah rinduMalam hari pun akhirnya tiba. Keira kini tinggal sendirian di rumah mereka yang terasa begitu sepi dan lengang tanpa kehadiran Arkana. Sebelum berangkat tadi, Arkana sebenarnya sudah berulang kali menyuruhnya untuk menginap di rumah orang tua Keira saja agar tidak sendirian, namun Keira menolak mentah-mentah usulan itu. Dengan percaya diri, Keira berkata bahwa ia sudah dewasa dan bisa menjaga dirinya sendiri dengan sangat baik selama tiga hari ke depan.Lagipula, setelah Arkana berpamitan dan pergi bersama rombongan kampus siang tadi, Keira memang tidak langsung pulang ke rumah. Untuk menghilangkan rasa sepi dan menyalurkan rasa kesalnya, ia memilih untuk pergi bersama teman-teman kampusnya. Mereka nongkrong dan menghabiskan waktu di sebuah kafe hits hingga tak terasa hari sudah berganti gelap.Sekitar jam tujuh malam, barulah Keira melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah. Sepanjang sore di kafe tadi, Keira bahkan sengaja mengabaikan beberapa pesan masuk dari Arkana di ponselnya. Pikir
Last Updated: 2026-07-28
Chapter: Mau ikut...Akhirnya esok hari yang penuh kecemasan bagi Keira pun tiba. Pagi itu, matahari baru saja muncul ketika mereka berdua berangkat ke kampus bersama. Sebelum pergi tadi, Arkana sudah menyiapkan semua keperluannya untuk tiga hari ke depan dengan sangat rapi dan cekatan, memasukkan pakaian serta dokumen penting ke dalam sebuah tas travel berukuran sedang.Sesampainya di ruang kerja Arkana di gedung dosen, Keira memilih untuk langsung duduk di mejanya sendiri. Pandangannya tak lepas, terus menatap lurus ke arah tas travel milik suaminya yang tergeletak di sudut meja kerja Arkana. Keira duduk bersandar dengan raut wajah yang sangat sedih dan bibir yang mengerucut pasrah. Bayangan harus berpisah selama tiga hari—terutama mengetahui ada Sarah di dalam rombongan dinas tersebut—benar-benar membuat suasana hatinya hancur sejak pagi.Tak lama kemudian, pintu ruangan terbuka. Arkana yang baru saja selesai menghadiri rapat singkat bersama jajaran dekanat melangkah masuk. Begitu ia menutup pintu, pan
Last Updated: 2026-07-26
Chapter: Percaya pada suamimu iniAkhirnya waktu kepulangan yang ditunggu-tunggu pun tiba. Begitu mereka berdua melangkah masuk ke dalam mobil sedan hitam milik Arkana dan pintu terkunci rapat, Arkana sudah tidak sanggup lagi menahan rasa gemas yang membuncah di dadanya sejak sore tadi. Tanpa membuang waktu satu detik pun, ia langsung memajukan tubuhnya dan memeluk Keira dengan sangat erat, menenggelamkan tubuh mungil istrinya ke dalam dekapannya yang hangat dan posesif. "Aduh, Mas! Lepas! Sesak tahu!" protes Keira dengan nada kesal, tangannya menepuk-nepuk lengan tegap suaminya yang melingkar kuat di dadanya. "Nanti kemejaku kusut lagi!" Arkana hanya tersenyum lebar melihat Keira mengomel dengan wajah yang memerah. Bukannya melepaskan, ia justru makin gemas. Dengan tangan kanannya, Arkana mencubit hidung dan kedua pipi Keira yang sedikit bengkak itu secara bergantian. "Aww! Sakit, Mas Arkana!" pekik Keira sambil mengusap pipinya. Muach! Tanpa aba-aba, Arkana mendaratkan sebuah kecupan manis dan sedikit lama di b
Last Updated: 2026-07-25