Chapter: BAB 58 - tenggat waktu“Wi, kamu datang siang karena Ibu mertuamu meninggal? Turut berduka cita ya, Wi.” Hani memutar kursinya menghadap Dewi begitu Dewi menempati kursi di kubikelnya. Wajahnya kini sepenuhnya memelas. “Iya, makasih Mbak.” ucap Dewi singkat. “Kok bisa barengan gitu Wi, sama Pak Arkan. Doi juga cuti tuh. Ibunya meninggal.” ucap Rian. Pria itu sedang menyomot keripik singkong di atas meja Hani. Dewi membeku. Dia tersenyum kaku. “Yah … cuma kebetulan aja kan.” Dewi melirik angka jam di pojok layar laptop yang baru dia nyalakan. Pukul setengah dua belas. Biasanya, suasana kantor sedang tegang-tegangnya gara-gara tekanan kerja. Tetapi hari ini—ketika Arkan tidak ada, ketegangan itu tampak menguap entah kemana. Terlihat dari bagaimana Langit menyalakan musik lewat speaker laptop sambil kepalanya bergoyang pelan. Hani yang kerja sambil makan keripik terang-terangan. Rian yang bolak-balik ke meja Hani memalak camilan. Dan juga suara keras teman-temannya yang terdengar lebih lepa
Last Updated: 2026-05-07
Chapter: BAB 57 - Istri idamanDewi segera melepaskan pelukannya, menjaga jarak agar tidak memicu pertanyaan karena status pernikahan mereka yang hanya diketahui mendiang Ibunya Arkan. Dia dan Arkan pun berdiri.“Arkan!”Suara wanita itu.Dewi menatap tajam ke arah kerumunan itu, sosok Nadine rupanya berada di antara mereka. Wanita itu mengenakan terusan hitam yang elegan, matanya tampak sembab seolah dia sudah menangis sepanjang jalan.“Arkan!” Nadine langsung menghambur, mengabaikan keberadaan Dewi. Dia merangkul Arkan dalam satu pelukan erat yang posesif. Dewi membeku. Melarang, dia bukan istri sungguhan. Membiarkan, tetapi dia punya hak untuk marah.Di depan keluarga Arkan yang lain, pria itu melepaskan pelukan Nadine dengan sebuah cengekraman erat di lengan. “Ya ampun, Arkan ... aku baru dengar kabarnya. Aku langsung ke sini. Sabar ya. Tante Rahayu sudah tenang sekarang.” Nadine meneteskan air mata. Suara paraunya terdengar seperti dialah yang lebih kehilangan dibanding Arkan.Keluarga Arkan yang lain mulai
Last Updated: 2026-05-07
Chapter: BAB 56 - Pelukan“Ibu saya meninggal.” Dewi menegang. Waktu seolah berhenti berputar. Suara di sekeliling mendadak berubah menjadi senyap. "I-Ibu ... meninggal?" Dewi mengulang kalimat itu dengan suara tercekat. Ibunya Mas Arkan. Wanita yang hanya di depannya, Arkan berubah menjadi pria lembut. Dan wanita yang pernah meminta Dewi berjanji untuk tidak meninggalkan Arkan. Arkan pasti sangat terpuruk sekarang. “Mas … Mas sekarang di mana?” bisik Dewi, setengah panik. Ada jeda sejenak sebelum suara Arkan terdengar pecah. “Rumah sakit.” “Mas tunggu di sana. Aku ke sana sekarang.” Tanpa menunggu persetujuan Arkan, Dewi mengakhiri panggilan. Dia menurunkan ponselnya dengan tangan lemas. Wajahnya pucat. "Wi? Ada apa? Siapa yang meninggal?" Radit menatapnya cemas. "Ibunya Mas Arkan meninggal, Mas.” Dewi lalu membungkuk untuk merapikan barang-barangnya. “Aku harus pergi.” Tepat saat itu, Mbak Ayu datang sambil membawa dua bungkus kemasan bubur ayam. “Loh, ada Mas Radit juga?” terde
Last Updated: 2026-05-07
Chapter: Bab 55 - Kabar duka[ Mas, aku minta maaf. Aku tadi ngejar kamu turun ke lobby dan sekarang aku gak bisa masuk rumah karena belum punya kartu akses. Kamu ke mana? ]Dewi terjebak di lobby. Dia pun tidak mungkin tidur di sofa lobby. Arkan tidak menjawab pesan dan teleponnya. Sedangkan mata Dewi kini sudah sangat lelah.Tiba-tiba muncul pesan masuk dari nomor Mbak Ayu.[ Mbak Dewi, Nara sudah boleh pindah ke ruang rawat biasa. ]Dewi terkesiap. Beberapa detik dia bergeming. Terpikir olehnya sebuah gagasan untuk bermalam di rumah sakit sekalian menjaga Nara. Dewi pun kembali mengetik pesan ke nomor Arkan.[ Mas, aku menginap di rumah sakit. Jagain adikku. ]Maka, karean tak punya pilihan lain, tanpa menunggu persetujuan Arkan, malam itu Dewi memesan ojek online menuju rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit dan Dewi menuju kamar yang disebutkan Mbak Ayu, ternyata Nara sedang tertidur lelap.Wajah Nara sangat pucat. Selang oksigen menjuntai di lubang hidungnya.Dewi tak ingin mengganggu Nara yang sedang
Last Updated: 2026-05-06
Chapter: BAB 54 - Fitnah“Di mana?” Pria itu menyela cepat. “Di mana mahar dari saya?” Jantung Dewi seketika bagai terhunus pedang. Arkan sudah tahu. Tapi … bagaimana bisa? “Kamu nggak bisa jawab?” suara Arkan terdengar dingin dan tajam. Nada interogasi yang sama dengan yang sering dia ucapkan di tengah meeting. Dan detik ini, suara itu keluar dari bibir Arkan, sebagai seorang suami. Dewi menelan ludah. Tenggorokannya mendadak kering. “Mas ….” “Jawab saya, Wi.” potong Arkan tajam. Nadanya sedikit membentak. Dewi menunduk dalam, tangannya mulai gemetar. Pada satu sisi, dia tidak ingin menyakiti Arkan. Tetapi di sisi lain, kondisi keluarganya yang membutuhkan banyak uang, tak ubahnya aib yang tak ingin Dewi umbar pada siapa pun. Termasuk pada pria yang mungkin akan berkata bahwa keluarga Dewi adalah beban, dan bukanlah tanggung jawabnya. “Dijual?” tanya Arkan, seketika membuyarkan lamunan Dewi. Dewi seketika bungkam. Tak pernah dia sangka, pria yang biasanya menguasai satu ruang meetin
Last Updated: 2026-05-04
Chapter: BAB 53 - Mahar“Saya duluan.” setelah mengucapkan kalimat itu, Arkan berlalu melewati seluruh kubikel di ruang keuangan dan langsung menuju pintu tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Dewi. Hari ini, pria itu sepenuhnya bersikap sebagai atasan. Tidak ada sedetik pun dia mengubah dirinya ke ‘mode suami’. Dewi memeriksa ponsel. Notifikasinya bersih. Tidak ada chat apa pun dari Arkan. Pria itu—yang baru kemarin ini sengaja menunggu Dewi lembur di kantor, hari ini langsung pulang tanpa berbasa basi. Dewi seketika tersentak. Matanya melebar. Kaget menyadari dirinya yang berharap ditunggu atau diajak pulang bersama oleh pria yang seharusnya paling dia benci. Segera dia menepuk kedua pipinya sendiri. “Wi, bantu lemburanku dong malam ini. Bisa nggak?” Hani berbisik dari samping Dewi. Dewi memekik senang dalam hati. Tambahan uang di depan mata. “Oh, boleh Mbak. Kabari di chat aja detailnya.” Maka malam itu, Dewi melakukan lembur ilegalnya dan mengerjakan pekerjaan Hani. Sementara Hani s
Last Updated: 2026-05-04