Chapter: BAB 95 - TAMAT“Yah … seharusnya aku kan nggak jatuh cinta sama kamu.” Tawa Dewi seketika menyembur. “Ngapain merasa bersalah? Dia yang buang aku. Dia aja hamili Anita dan aku nggak akan tahu kalau bukan Dokter Widya yang kasih tahu.” Arkan hanya menghela napas berat. Tak peduli bahwa tangan Dewi belum selesai mengobati, pria itu mendaratkan wajahnya di pundak Dewi, memeluknya erat. “Maaf, Wi.” Dewi yang tidak mengerti dengan permintaan maaf Arkan hanya tersenyum lembut. Tangannya terangkat mengelus punggung Arkan perlahan. “Kenapa kamu minta maaf?” Dewi berbisik, suaranya sangat lembut dan menenangkan. “Karena saya keras kepala pingin kamu ikut saya ke site.” Dewi hampir kembali tertawa. Suaminya itu—sejak tahu bahwa Dewi hamil, mulai sering bertindak manja, terlalu menempel dan sangat overprotective. “Aku juga lagi punya free time untuk cuti. Nggak apa-apa kok.” Arkan mengubah posisinya. Kali ini merebahkan kepalanya di pangkuan Dewi. Lihat? Seperti inilah Arkan yang sesungguhnya. “Jadi
Last Updated: 2026-06-19
Chapter: BAB 94 - Radit yang hancurDunia di sekitar Radit seolah senyap, seakan seluruh pasokan oksigen di area proyek itu tersedot keluar. Suara deru mesin ekskavator di latar belakang mendadak menyublim, menyisakan bunyi detak jantung Radit yang bertalu-talu karena kepanikan yang merayap naik."D-Direktur...?" suara Radit serak saat tangannya yang semula mengepal, perlahan melemas.Perusahaan kontraktor yang dia rintis sedang megap-megap kehabisan dana. Jika sampai DWI Capital menolak pengajuan kreditnya, maka … hancurlah seluruh bisnis yang dia bangun.Dan sialnya, dia malah baru saja memukul direkturnya sambil melayangkan sumpah serapah. Radit menggeleng—tak bisa percaya dengan hal yang baru saja dia perbuat.Arkan berdiri tegak dibantu oleh asisten pribadinya. "Pak Radit," suara rendah Arkan memecah hening. Radit mendongak dengan tatapan bergetar.Kali ini bukan lagi karena amarah, melainkan rasa takut."Pesan singkat yang anda kirim ke ponsel saya satu jam lalu, dan penyerangan fisik yang baru anda lakukan di de
Last Updated: 2026-06-19
Chapter: BAB 93 - Amukan RaditSatu bulan berikutnya, Radit membuka paket berupa surat yang diantar oleh kurir ke depan rumah. Saat membaca judul kop ‘Pengadilan Agama’ wajahnya seketika pucat. Tangannya gemetar saat matanya membaca kalimat di dalam isi surat itu.Surat Gugatan Cerai.Nama lengkap Dewi tertulis jelas sebagai pihak Penggugat, dan namanya sendiri—Raditya Pratama, tercantum di bawahnya sebagai pihak Tergugat.Tangan Radit gemetar hebat. Napasnya tercekat.Selama ini, Radit mengira perceraian mereka berbulan-bulan lalu—yang dipicu oleh foto jebakan buatan Anita—sudah memutus segalanya. Namun, dia terlalu bodoh dan terlena dalam kemenangan semu. Secara hukum negara, pernikahan mereka belum pernah disidangkan. Dan sekarang, Dewi bergerak maju secara resmi untuk memutus sisa rantai itu seutuhnya.Lembar kedua surat itu dibuka dengan sentakan kasar, memperlihatkan detail berkas gugatan. Di sana, tertulis nama firma hukum papan atas Jakarta yang menjadi kuasa hukum Dewi—sebuah firma hukum elite yang tarif
Last Updated: 2026-06-19
Chapter: BAB 92 - Menggugat cerai“Saya akan resign.”Hening.“Hah?” Langit menjadi orang pertama yang memecah senyap. Hani yang biasanya paling cepat berkomentar, kini mematung dengan mulut terbuka.Rian bahkan menjatuhkan pulpen yang dia putar-putar di antara jemarinya.Anita yang belum lama mengenal Arkan pun tampak terperangah—entah untuk alasan apa.Sekejap kemudian, ekspresi bingung itu berubah menjadi tatapan-tatapan penuh arti. Rian dan Langit saling melirik. Sudut bibir keduanya berkedut, seolah menahan sesuatu yang tidak pantas keluar dalam briefing pagi. Sedangkan Dewi yang sudah tahu dengan rencana Arkan, hanya berdiri dengan tenang sambil mengamati reaksi teman-temannya. Sampai akhirnya, matanya bertemu tatap dengan pria yang berdiri tegap memimpin briefing—Arkan.Senyum Dewi mengembang tipis. Matanya bergetar haru. Dadanya terisi penuh oleh rasa takjub dan hormat. Suami sekaligus atasannya itu, mengorbankan posisinya hanya agar Dewi tetap bisa bekerja di perusahaan ini. Dan itu jauh menyentuh hatinya,
Last Updated: 2026-06-18
Chapter: BAB 91 - Saya akan resignDewi melangkah mendekat ke arah Anita yang sedang mencoba mengakrabkan diri dengan Arkan. “Nit,” panggil Dewi, tepat ketika langkahnya berhenti di samping Anita. “Bisa ngomong sebentar?” Anita mengangguk. Lalu menoleh ke arah Arkan. Bibirnya membentuk senyuman lebar—sebuah ekspresi yang tampak dibuat-buat. “Saya diskusi sama Dewi dulu ya, Pak. Nanti lanjut lagi ngobrolnya.” Melihat Anita yang tampak berusaha mencuri perhatian Arkan, Dewi melengoskan wajah. Nyaris saja mendecih terang-terangan. Arkan tidak menjawab. Pria itu langsung berlalu keluar dari pantry tanpa menoleh lagi. Kini hanya ada Anita dan Dewi yang berdiri saling berhadapan. “Kenapa sih, Wi? Pagi-pagi mukamu kayak orang nantangin perang aja.” sahut Anita, berusaha terlihat hangat seperti biasanya. Dulu, Dewi terpedaya dengan kehangatan palsu ini. Tetapi setel
Last Updated: 2026-06-18
Chapter: BAB 90 - Pelukan hangat“Terus ….” Dewi mengembalikan tatapannya ke arah Arkan. “Waktu aku tiba-tiba datang jadi calon mempelai kamu di kamar rawat mendiang Ibu gimana? Kamu sudah tahu?”Arkan terdiam sejenak. Jemarinya kembali bergerak memainkan tangan Dewi, seolah dia sudah terlalu lama menantikan untuk menyentuhnya.“Nggak. Saya nggak tahu,” jawabnya pelan. “Makanya saya kaget waktu kamu masuk. Awalnya saya ragu, ingin berhenti. Tapi setelah tahu orang yang akan saya nikahi adalah kamu ….” lanjut Arkan. “Saya justru nggak ingin akadnya batal.”Dewi menatap Arkan dalam. Sudut bibirnya naik perlahan. “Tapi kalau kita beneran menikah … kita melanggar aturan perusahaan.” Dewi menatap sendu pada tangan mereka yang masih saling bertaut.Saat matanya kembali dialihkan ke arah Arkan, pria itu sedang mendengus tertawa.“Kamu mau kita tetap sekantor? Saya bisa pindah divisi. Atau … kalau mau cari aman, saya keluar.”Dewi langsung memutar bahu, berbaring menyamping. “Mas, serius? Kenapa kamu mengorbankan diri begi
Last Updated: 2026-06-15