Share

128

Author: Naomiliana
last update publish date: 2026-05-29 22:09:50

‘Seandainya putriku tidak sakit, semua ini pasti akan menjadi miliknya.’

Selir Wu terdiam dan menundukkan kepalanya.

Tatapannya perlahan bergeser ke gulungan daftar mahar di atas meja. Gulungan itu begitu panjang hingga ujungnya hampir menyentuh lantai.

Seratus gulung sutra Jiangnan.

Dua puluh peti perhiasan emas.

Tanah pribadi di wilayah selatan.

Pasukan pengawal khusus pengantin.

Liontin giok warisan Kekaisaran Quon.

Napas Selir Wu terasa berat, ini bukan mahar untuk seorang putri biasa. Ini
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   373

    Di tempat lain, Hong Li Hao masih berdiri di depan peta.Ia tidak tahu bahwa sebagian kecil dari rahasia yang selama ini ia lindungi telah berpindah tangan.Ia juga tidak tahu bahwa orang-orang yang ia kira sebagai bagian dari pasukannya kini telah menjadi mata dan telinga Lian Wei.Hong Li Hao menghela nafas lega.“Sepertinya mereka hanya ingin menguji pertahanan kita.”Seorang bawahannya mengangguk.“Benar, tuan. Setelah serangan semalam, mereka bahkan tidak kembali menyerang.”Orang itu adalah Qiu yang menyamar.Hong Li Hao tersenyum.“Kalau begitu, jangan terlalu khawatir,” ucapnya lalu menutup peta.“Biarkan mereka berpikir bahwa kita tidak menyadari rencana mereka.”Tanpa ia sadari, justru dialah yang sedang terjebak dalam permainan Lian Wei.Di luar tenda, seorang prajurit yang sebenarnya adalah orang Lian Wei menundukkan kepala ketika Hong Li Hao melewatinya.Tidak ada yang mencurigakan, tidak ada yang berbeda. Semuanya tampak seperti pagi biasa dan itulah yang diinginkan Lian

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   372

    “Pada orang yang membuatmu terluka.”Lian Wei terdiam.Di kejauhan, suara pasukan kembali terdengar. Namun kali ini, senyum kecil muncul di wajahnya.Rencananya masih berjalan dan tanpa diketahui musuh, orang-orang Lian Wei sudah mulai mengambil alih bagian dalam kemah.Malam itu, pengepungan yang ia rancang bukan sekadar serangan. Itu adalah langkah pertama untuk menghancurkan rencana Hong Li Hao dari dalam.“Ayo kembali dulu.”Wang Xuemin mengajak Lian Wei pergi dari sana. Ia menggendong Lian Wei dan melompat ke atas tembok.Kemudian Wang Xuemin bersiul, tak lama seekor kuda jantan datang menghampirinya.Wang Xuemin turun lebih dulu, lalu ia mengulurkan tangannya pada Lian Wei yang masih di atas tembok.“Melompatlah, aku akan menangkapmu.”Wang Xuemin masih menjulurkan tangannya di udara, tak lama Lian Wei melompat. Dengan sigap Wang Xuemin langsung menangkapnya. Bunga sakura putih berguguran mengikuti arah lompatan Lian Wei.Lian Wei berada dalam pelukan Wang Xuemin, ia juga membaw

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   371

    Malam semakin larut.Di luar perkemahan, angin berhembus melewati hamparan padang yang gelap. Api obor dari kemah musuh terlihat samar dari kejauhan.Lian Wei berdiri di balik sebuah bukit kecil bersama Yelu, Mingmei, dan beberapa orang kepercayaannya.Tatapannya tertuju pada kemah musuh.“Pasukan utama mereka masih berada di bagian tengah,” ucap Lian Wei pelan. “Mereka tidak menyadari bahwa sebagian pasukan kita sudah mengepung sisi timur dan barat.”Yelu mengangguk.“Kalau begitu, kapan kita menyerang, Tuan?”“Sekarang.”Lian Wei mengangkat tangannya.Sesaat kemudian—Whoosh!Anak panah melesat ke udara.“Serang!”Teriakan para prajurit mengguncang malam.Pasukan yang telah bersembunyi di sekitar kemah musuh langsung bergerak. Dari sisi timur, barisan prajurit menyerbu masuk. Dari sisi barat, pasukan lainnya memutus jalur pelarian.Musuh yang sedang beristirahat langsung kacau.“Ada serangan!”“Musuh mengepung kita!”“Lindungi kemah komandan!”Lian Wei menarik pedangnya dan maju pal

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   370

    “Aku tiba-tiba ingin melihat halaman belakang.”Hong Tiong Wai tertawa kecil.“Baiklah. Kalau itu keinginanmu.”Mereka berjalan mengikuti arah Hong Li Hao. Namun, Lian Wei tidak berjalan terlalu dekat.Ia menjaga jarak, sesekali berhenti untuk melihat bunga atau memperhatikan bangunan di sekelilingnya.Hong Tiong Wai tidak menyadari bahwa setiap langkah adiknya telah diperhitungkan.Hong Li Hao berhenti di depan sebuah bangunan kecil. Dua pengawal membuka pintu lalu ia masuk.Lian Wei yang berada cukup jauh segera berhenti di balik pilar.“Adik?” tanya Hong Tiong Wai sambil menatapnya.“Diam sebentar,” Lian Wei mengangkat satu jari di depan bibir.Hong Tiong Wai mengerutkan kening. Namun, ia mengikuti permintaan adiknya. Lian Wei mendekat perlahan, dari balik dinding, terdengar suara Hong Li Hao.“Semua pasukan harus tetap berada di tempat masing-masing.”Lian Wei berhenti.‘Pasukan?’Ia memberi isyarat kepada Hong Tiong Wai agar tetap diam.“Bagaimana jika pasukan dari Shang dan Xu m

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   369

    “Adik, kau jangan terlalu memikirkan hal itu. Xinxin besar di Kekaisaran Xu, ibunya meninggal saat ia masih kecil. Ia berasal dari Kekaisaran Shu hanya peracik obat kecil.”“Benarkah?”“Ya, sangat berbeda dengan identitas Tuan Xinxin yang muncul secara misterius.”“Berarti aku salah paham pada ponakanku,” ucap Hong Li Hao merasa bersalah.“Sudahlah, kita bahas yang lain dulu saja.”“Ya.”Lalu mereka melanjutkan pembicaraan mereka untuk peperangan yang akan datang.Cukup lama mereka berbincang, hingga akhirnya pembicaraan itu selesai. Hong Li Hao keluar lebih dulu, saat berada di pintu masuk seorang pengawal masuk dan membungkuk.“Yang Mulia.”“Ada apa?” Hong Li Hao menoleh.“Orang yang, Yang Mulia tunggu telah tiba.”“Bawa aku ke sana,” ucap Hong Li Hao lalu mengangguk.Malam mulai turun di Kekaisaran Song. Di balik sebuah bangunan tua yang tampak seperti gudang kosong, terdapat ruangan bawah tanah yang dijaga ketat.Hong Li Hao masuk melalui pintu samping.Di dalam, beberapa pria ber

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   368

    “Dan apakah seseorang itu bernama Xinxin? Apa kau dan dia adalah orang yang sama?”Deg!Jantung Lian Wei mendadak berhenti sejenak, ia takut ketahuan. Mingmei yang berdiri di belakang Lian Wei langsung menegang.Hong Li Hao memperhatikan perubahan kecil itu. Namun, sebelum ia sempat berkata apa-apa, Lian Wei menundukkan kepala.“Paman…” suaranya mendadak melemah.Hong Li Hao terdiam.Lian Wei mengangkat wajahnya. Tatapannya terlihat bingung, bahkan sedikit terluka.“Kenapa Paman terus menanyakan tentang Tuan Xinxin kepadaku? Aku tidak mengenalnya dan tidak pernah bertemu dengannya.”“Aku hanya—” Hong Li Hao mengerutkan kening, ia tidak melanjutkan ucapannya.“Apakah karena aku membuat teh yang aromanya mirip dengannya?”Lian Wei menggenggam ujung lengan bajunya.“Kalau begitu, maafkan aku.”“Maaf?”“Aku tidak tahu racikan teh sederhana milikku akan membuat Paman Kedua mengingat seseorang yang begitu penting,” ucapnya dengan suara yang semakin pelan.Mingmei menundukkan kepala, seolah-

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   5

    Bahkan ia saja mungkin tidak bisa menghentikan laju serangannya, namun gadis di depannya menghentikannya tepat waktu. Semua orang kembali tercengang dengan kejadian itu. Lian Wei menurunkan kakinya, segera Jingmi terjatuh lemas."Kau beruntung aku tidak menendang kepalamu, jika aku benar-benar menen

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   3

    Satu kata sudah dapat memprediksi secara keseluruhan. Tubuh ini lemah dan jelek, tentu saja itu karena racun. Ia harus mengeluarkan racun ini dalam tubuhnya. Ia mengambil cermin yang terbuat dari perunggu, ia terkejut betapa jeleknya dia saat ini."Ini pasti ulah para rubah itu, aku yakin jika tubuh

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   4

    Melihat kepergian dan keacuhan Lian Wei terhadap Xiuhuan, membuat hatinya merasa tidak tenang. Ia tidak seperti ini sebelumnya. Biasanya dia akan acuh terhadap adiknya itu, namun sekarang entah mengapa setiap melihat tatapan dingin di mata adiknya membuat hatinya sakit. Ia hanya mampu melihat keperg

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   1

    Plak!Suara tamparan keras menggema di dalam ruangan.Kepala Li Lian Wei terhempas ke samping. Rasa panas menjalar di pipinya, disusul denyutan tajam di kepala.“Oh? Kukira kau sudah mati di danau itu.”Suara dingin penuh ejekan terdengar.Gadis yang berdiri angkuh itu adalah Li Lien Hua, putri kedu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status