FAZER LOGIN“Lalu siapa menurutmu?” “Lien Hua.” “Putri Kedua, tebakanmu sepertinya benar.” “Maksudmu kau tahu sesuatu?” “Pengawal bayangan yang ku kirimkan untuk menjaga orang-orang yang pernah menyakitimu, mengikuti Lien Hua menemui pemimpin kelompok ini. Tetapi aku tidak tahu siapa pemimpinnya.” “Kenapa bisa bersamaan dengan waktu Kekaisaran Song ingin menyatakan perang? Apakah ini ada hubungannya?” “Kau terlalu berpikir lebihan.” Wang Xuemin menaikan Lian ke kudanya dengan perlahan, kemudian dia duduk di belakang. Wang Xuemin menarik tali kudanya dan mereka segera kembali ke istana. “Posisi ini sangat tidak nyaman.” “Diamlah jika kau tidak ingin jatuh.” Lian Wei hanya bisa menuruti perkataannya. Begitu rombongan memasuki Istana Xu, para pelayan yang menunggu di depan kediaman Lian Wei langsung berhamburan keluar. “Putri!” “Cepat panggil tabib!” “Siapkan air hangat!” Suasana mendadak kacau. Namun yang membuat semua orang terdiam adalah sosok Wang Xuemin yang turun dari kudanya s
Para pembunuh saling berpandangan. Mereka telah menerima informasi bahwa Lian Wei hanya dikawal beberapa orang. Namun tidak ada yang memberitahu mereka bahwa Wang Xuemin akan muncul di sini. Terlebih lagi, tidak ada yang memberitahu bahwa Lian Wei adalah Putri Wang. Pemimpin kelompok itu menggertakkan gigi. “Bunuh mereka semua!” Belasan pembunuh langsung menyerbu bersamaan. Namun Wang Xuemin tidak bergerak dari tempatnya. Ia hanya mengangkat pedang perlahan. Lian Wei dan Wang Xuemin saling pandang, lalu mereka mengangguk cepat. Detik berikutnya— Srettt… Bayangannya menghilang. Jeritan langsung terdengar. “Aaaagh!” Seorang pembunuh terjatuh sambil memegangi lehernya yang mengucurkan darah. Belum sempat yang lain bereaksi, Wang Xuemin sudah muncul di belakang lawan berikutnya. Satu tebasan. Satu nyawa melayang. Gerakannya begitu cepat hingga sulit diikuti mata. Lian Wei juga membunuh satu orang yang tidak jauh darinya, hingga kepala dan lehernya terpisah. “Pedangmu sangat
Setelahnya Lian Wei keluar dengan membawa beberapa kantong. Tianzhi yang duduk di pojok dekat jendela segera menghampirinya dan mengambil barang bawaannya. Kemudian mereka berjalan-jalan di pasar, Lian Wei juga membeli beberapa makanan ringan. Mingmei dan Anming juga membantu membawakan barang belanjaan Lian Wei. Setelah puas berbelanja mereka segera kembali ke istana. Matahari mulai tenggelam ketika kereta yang ditumpangi Lian Wei meninggalkan pasar. Jalan menuju Kekaisaran Xu cukup ramai pada siang hari, tetapi menjelang senja hanya sedikit pedagang yang masih melintas. Kekaisaran Xu termasuk kedalam kerajaan yang jarang muncul kejahatan. Sehingga rakyat merasa aman saat keluar malam. Penjagaan di malam hari juga tidak terlalu banyak namun sangat ketat di luar gerbang kota dan perbatasan. Di dalam kereta, Lian Wei sedang memeriksa buku catatan penjualan dari usaha di Kekaisaran Shang. “Sepertinya perjalanan kali ini cukup menguntungkan, putri,” ujar Mingmei yang duduk di hada
“Oh? Lalu siapa targetnya?” tanyanya. Untuk sesaat, Lien Hua terdiam. Wajah Lian Wei muncul dalam benaknya. Wajah yang selalu mendapatkan perhatian. Wajah yang selalu membuat orang-orang memujinya dan yang paling ia benci, wajah yang kini semakin dekat dengan Wang Xuemin. Jari-jari tangan Lien Hua perlahan mengepal sampai kukunya menancap di telapak tangannya. “Lian Wei.” Ruangan menjadi sunyi. Pria bertopeng mengangkat alis. “Gadis itu? Kudengar dia cukup terkenal akhir-akhir ini.” “Terkenal karena mengundang bos Xinxin itu kan bos?” ucap gadis berbaju hitam di belakangnya. “Aku tidak peduli,” ucapnya lalu Lien Hua meletakkan sebuah kantong emas di atas meja. Tak… Suara logam di dalamnya membuat beberapa pembunuh menoleh. “Separuh sekarang. Separuhnya lagi setelah dia mati.” Pria bertopeng membuka kantong itu dan memeriksa isinya. Senyumnya melebar, “Murah hati sekali.” “Aku tidak ingin kegagalan.” “Kami tidak pernah menjanjikan kesempurnaan,” ucapnya menyandarkan tub
”Ah tuan Liu, senang bertemu anda disini, tapi apa yang anda lakukan di tengah hutan ini? Disini adalah daerah rawan perampok,” ucap Yuting seorang pelayan perempuan di Toko Perhiasan Xinxin. “Harusnya aku yang bertanya nona.”“Ah kalau aku sedang dalam perjalanan pulang tuan,” ucapnya seraya melihat kearah lain. “Ah! Maafkan saya Yang Mulia, saya terlambat menyapa anda,” ucapnya pada Xiuhuan dengan sedikit membungkuk. “Hah… apa semua pelayan dari toko Xinxin seperti ini? Sikap mereka mengingatkanku pada Lian'er,” ucapnya asal. ‘Nona?’ batin Yuting bingung.“Sekarang saya akan pergi, tuan-tuan dan Putra Mahkota apakah hendak mampir sejenak? Ku lihat kudanya sangat letih.”“Ah iya kami menempuh perjalanan panjang untuk menjemput Pangeran Liu dan segera kesini,” ucap Jianying.“Kalau begitu mari ikuti saya,” ajak Yuting.Yuting tidak membawa mereka ke markasnya tapi dia membawanya ke sebuah rumah yang berada di tengah hutan.‘Seharusnya, tidak apa-apa bukan? Ini kan markas lama kita
“Maksudmu?” “Tidak sesederhana itu, kurasa ada hubungannya dengan masa lalu mereka?” Wang Xuemin masih setia mendengarkan. “Aku baru tahu Kekaisaran Xu yang netral ini pernah hampir membuat peperangan dengan Kekaisaran Shang. Lalu Kekaisaran Song begitu sangat bermusuhan dengan Kekaisaran Shang. Menurutmu bagaimana, bukankah terlalu aneh?” “Jadi apa penyebab yang memungkinkan?” “Mungkin ibuku?” ucapnya tidak terlalu yakin. “Mendiang Permaisuri Li? Apa hubungannya dengan ibumu?” “Iya, ibuku sangat cantik. Mungkin saja mereka saling berebutan.” Wang Xuemin menaikan satu alisnya. “Tiga kaisar agung berebut memetik bunga yang paling indah di bawah langit, sementara dunia menjadi saksi pertarungan cinta yang mengguncang sembilan negeri,” ucap Lian Wei terlihat hiperbola dengan menyatukan kedua telapak tangannya dan di bawa ke samping tubuhnya. Wang Xuemin menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan. “Kau terlalu sakit hingga kepalamu rusak.” Wang Xuemin menjentikkan jarinya







