author-banner
midnstarlight
midnstarlight
Author

Novels by midnstarlight

Kita Sudah Berpisah, Sayang

Kita Sudah Berpisah, Sayang

Giska akhirnya menyerah setelah bertahun-tahun merasa kesepian dalam pernikahannya dengan Brian. Bukan hanya karena pekerjaan yang selalu menjadi prioritas sang suami, tetapi juga keengganan Brian untuk memiliki anak dan perbedaan harapan tentang rumah tangga mereka. Perceraian pun menjadi jalan terakhir yang dipilih Giska. Namun, sebuah kecelakaan membuat Brian kehilangan ingatan tentang kehancuran pernikahan mereka. Saat terbangun, ia masih memandang Giska dengan kasih sayang yang sama seperti dulu, tanpa mengerti mengapa istrinya begitu jauh dan tak lagi ingin mempertahankan pernikahan mereka. Jika Brian kembali menjadi suami yang selama ini Giska harapkan, apakah itu cukup untuk membuatnya bertahan?
Read
Chapter: Tidak Bisa Bersama
“Aku cuma mau kehadiran kamu.”Brian mengangkat wajah, menanti penjelasan kalimat singkat itu.Giska menerawang lurus, sebisa mungkin menghindari tatapan suaminya. “Ketika aku mengajakmu makan malam, aku ingin kita benar-benar makan malam. Ketika aku bilang aku sedang punya masalah, aku ingin kamu mendengarkan sebelum memutuskan bahwa masalah itu bisa menunggu. Ketika keluargamu bertanya tentang anak, aku ingin kamu berdiri di sampingku dan menjelaskan bahwa itu urusan kita berdua.” Suaranya mulai bergetar, tetapi gadis itu tetap melanjutkan ucapan yang telah lama terpendam.“Aku tidak mau terus menjawab pertanyaan mereka sendirian. Aku tidak mau terus menebak-nebak apa yang sebenarnya kamu pikirkan. Dan aku tidak mau menghabiskan sisa hidupku dengan menunggu kamu punya waktu untuk menjadi suamiku.”Laki-laki yang kini duduk di sofa itu menunduk. Untuk pertama kalinya sejak menemukan dokumen itu, ia kehabisan kata-kata. “Aku tidak tahu kalau kamu merasa seperti itu,” ucapnya dengan pe
Last Updated: 2026-10-21
Chapter: Kehadiran
“Kesepakatan perceraian?”Brian membaca ulang tulisan di tangannya seolah-olah dengan membacanya sekali lagi, kalimat itu akan berubah menjadi sesuatu yang lebih masuk akal. Ia membalik halaman pertama, lalu kembali ke halaman sebelumnya. Brian Kaleandra. Nama lengkapnya tercetak jelas di sana. Begitu pula nama Giska Anastasia, tanggal penyusunan dokumen, dan tanda tangan yang tampak sangat dikenalnya.Itu tanda tangannya sendiri. Brian mengangkat wajah, mengulang pertanyaan yang sama. “Giska, ini maksudnya apa?”Giska berdiri beberapa langkah dari Brian dengan tas yang masih tersampir di bahu. Wajahnya mendadak pucat seperti seseorang yang baru menyadari bahwa pintu yang selama ini berusaha ditahannya akhirnya terbuka juga. “Letakkan kembali,” ucapnya dengan tatapan datar.Laki-laki itu menyela dengan cepat, tetapi tetap dengan nada rendah. “Jawab pertanyaanku dulu, Giska.”Giska hanya mampu menghela napas berat. “Brian, kamu baru pulang dari rumah sakit.”“Aku tahu.” Laki-laki yang
Last Updated: 2026-10-21
Chapter: Kesepakatan?
Giska terbangun lebih awal daripada biasanya. Bukan karena dia ingin menyiapkan sarapan untuk pria yang tak pernah menyentuh makanannya lagi, melainkan karena sejak semalam dia belum menemukan cara untuk menjalani hari-hari berikutnya tanpa membuat keadaan semakin rumit.Di meja makan, dua piring sudah tertata. Segelas air putih dan obat-obatan Brian diletakkan di sampingnya, sesuai instruksi dokter. Giska baru saja hendak membawa cangkir kopinya ke ruang tengah ketika suara langkah terdengar dari arah kamar.“Pagi, istriku.”Giska menoleh.Istriku?Tangan Giska yang tengah menuangkan air berhenti sejenak. Sapaan itu masih terdengar asing di telinganya, terlebih setelah sekian lama dia terbiasa mendengar Brian hanya mengucapkan hal-hal seperlunya sebelum berangkat kerja.Brian menarik kursi, lalu duduk di meja makan. Dia memperhatikan hidangan di hadapannya sebelum menoleh kepada Giska yang masih berdiri di dekat meja dapur.Brian melirik kursi kosong di seberangnya. “Kamu nggak iku
Last Updated: 2026-10-21
Chapter: Sebuah Batasan
Benar. Sebelum berangkat ke acara keluarga Brian, dia memang sudah membawa sebagian besar barang pribadinya keluar dari rumah. Surat cerai yang dia bawa pun masih tersimpan di dalam tas.Sekarang semua rencana itu berantakan.“Aku belum sempat mengembalikannya,” jawab Giska akhirnya.Brian mengernyit bingung. “Mengembalikan?”“Ke rumah orang tuaku.” kata Giska menggigit bibirnya.“Kenapa?”Giska menoleh. “Karena aku pikir kita akan lebih sering tinggal di sana.”Jawaban itu membuat Brian diam beberapa saat. Dia seperti mencoba mencari sesuatu dari wajah istrinya, tetapi tidak menemukan apa-apa.Kemudian pandangannya turun ke jemari Giska. “Cincin kamu kemana?”Giska refleks menyembunyikan tangan kirinya di belakang tubuh. Terlambat. Brian sudah melihat jari manisnya yang kosong.“Kamu lepas?”Giska menelan ludah. “A–aku– Cincinnya sedang disimpan.”Pertanyaan itu sederhana. Namun, justru itulah yang membuat Giska kesulitan menjawab.Karena cincin itu sudah dia lepaskan beberapa hari
Last Updated: 2026-10-21
Chapter: Pisah Kamar
Brian diperbolehkan pulang setelah dokter menilai kondisinya cukup stabil untuk melanjutkan pemulihan di rumah dengan pengawasan dan kontrol lanjutan. Dokter mengingatkan agar Brian tidak langsung kembali bekerja, menghindari aktivitas berisiko, serta segera kembali ke rumah sakit jika mengalami gejala yang memburuk.Giska datang menjemputnya bersama taxi online. Entah kemana mobil yang mereka kendarai kini berada.Ia tidak berniat menginap atau kembali tinggal bersama Brian. Mereka masih memiliki urusan hukum yang belum selesai, dan ia tidak ingin perhatian sesaat membuat batasan di antara mereka menjadi kabur.Namun, ketika Brian keluar dari kamar rawat dengan langkah perlahan, membawa tas kecil di tangan, Giska spontan menghampirinya. "Hati-hati."Brian tersenyum. "Terima kasih, Sayang."Giska menarik tangannya kembali. Panggilan itu masih terdengar terlalu akrab. Terlebih setelah sekian lama ia tidak mendengarnya secara langsung.Perjalanan menuju rumah berlangsung tenang. Brian
Last Updated: 2026-10-21
Chapter: Hilang Ingatan
“Pasien mengalami amnesia parsial retrograde.”Kalimat dokter terngiang di benak Giska saat dirinya berada di UGD. Amnesia.. apalah itu, kondisi ketika seseorang kehilangan akses terhadap sebagian ingatan yang terbentuk sebelum kecelakaan.Brian masih mengingat identitas dirinya, pekerjaannya, dan Giska sebagai istrinya. Ia bahkan masih mampu mengingat sejumlah kenangan dari awal pernikahan mereka. Namun, ingatannya tentang pengalaman pribadi dalam dua tahun terakhir tampak samar atau hilang, termasuk berbagai peristiwa yang perlahan meretakkan hubungan mereka.Seolah-olah, bagi Brian, pernikahan mereka masih berada pada masa ketika keduanya saling mencintai tanpa dibebani masalah yang akhirnya membawa mereka ke ambang perceraian. Meski begitu, Giska tahu bahwa kondisi tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dan belum bisa dipastikan apakah ingatan Brian akan kembali sepenuhnya.“Tidak ada obat yang bisa membuat ingatannya kembali.”Sementara Giska sibuk mencari solusi.
Last Updated: 2026-10-21
You May Also Like
Cops And School! (Indonesia)
Cops And School! (Indonesia)
Romansa · SalsAthena
3.4K views
My Lovely Uncle
My Lovely Uncle
Romansa · Tri Rianti
3.4K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status