author-banner
Pena Chr
Author

Romances de Pena Chr

Ajari Aku, Mas Duda

Ajari Aku, Mas Duda

“Aku mencintaimu.” Begitulah suami Rinjani membungkus setiap luka yang diberikannya. Bertahun-tahun hidup dalam KDRT dan manipulasi membuat Rinjani akhirnya memilih pergi. Namun, perceraian justru mengubah hidupnya menjadi mimpi buruk: diteror, kehilangan rumah, hingga terbaring sendirian di rumah sakit. Ketika tak ada siapa pun yang datang, Mahardika menawarkan pertolongan—dan tanpa disadari, perasaan pria itu berubah menjadi cinta. Tapi Rinjani sudah bersumpah tak akan pernah mencintai lelaki lagi. Jika menerima cinta berarti mempertaruhkan hatinya sekali lagi, akankah Rinjani berani mengambil risiko… atau justru kembali memilih kesendirian?
Ler
Chapter: Tak Takut Mati
Aku menatap wajah suamiku yang memerah. Kata-katanya tentang syariat, keadilan dan kebaikan berhamburan seperti sampah di udara. Aku tahu, jika aku terus mendengarkan celoteh liciknya, hatiku yang bodoh ini bisa saja terdorong untuk luluh dan percaya lagi. "Aku mau cerai, Mas."Mata Doni membelalak, "Apa kamu bilang?!" "AKU MAU CERAI!" teriakku tepat di depan wajahnya. "Aku sudah muak dengan semua kegilaan ini. Hiduplah berdua dengan pujaan hatimu itu!"BUK!Pukulan keras mendarat di rahangku, melemparkan tubuhku hingga tersungkur ke lantai. Belum sempat aku memulihkan napas, Doni menjambak rambutku dengan kasar, memaksa kepalaku mendongak. PLAK!"Cerai?!" bentaknya seraya menampar wajahku lagi. "Dasar perempuan tak tahu diri. Perempuan tak tahu terima kasih. Sudah merasa hebat kamu sampai berani meminta cerai dariku?""Aku mau cerai!" ulangku. Doni menendang rusukku, membuatku terbatuk-batuk menahan sesak."Kenapa? karena kamu sudah berhasil menjual diri kepada laki-laki hidung b
Última atualização: 2026-08-10
Chapter: Kebodohanku
"Kamu sewa mobil untuk apa, Mas?" tanyaku. "Dan perempuan ini siapa ya? sepertinya aku belum pernah melihatnya.""Oh, ini Dewi. Sepupu jauh. Anaknya saudara ibu. Kalian memang belum pernah bertemu, tapi Dewi sering main ke rumah ibu," jelas suamiku. "Dewi," kata perempuan itu, menyodorkan tangan, memperkenalkan diri. "Rinjani.""Kami sewa mobil untuk perjalanan luar kota minggu depan, Mbak Rinjani. Ada salah satu anggota keluarga yang ada di Yogjakarta melangsungkan pernikahan," jelas Dewi, tiba-tiba saja menjadi juru bicara suamiku. "Oh." Aku tidak bertanya lebih. Sudah biasa jika aku tidak tahu apapun tentang acara keluarga besar suamiku. Aku sudah kebal dianggap tak ada."Kamu sendiri kenapa di sini, An? kamu tidak kerja?" selidik Doni."Ini kerja, Mas. Kebetulan bosnya beli unit dariku," jawabku. "Wah, cair ini. Bulan depan masih bisa kerja berarti ya? nggak jadi dipecat," kata Doni sumringah. "Alhamdulillah.""Aku bisa nabung lagi berarti. Kamu semangat kerjanya. Usahakan ja
Última atualização: 2026-08-10
Chapter: Titik Balik
Dengan gerakan kalap, tangan kanannya menyambar vas keramik kecil yang tergantung di pajangan dinding tepat di samping kami. Tanpa ragu, dia menghentakkannya ke pinggiran lemari kayu. PRANG!Bunyi keramik pecah beradu di udara. Sebagian vas itu hancur berhamburan ke lantai, sementara sebagian lagi yang menyisakan pecahan tajam berpola bergerigi masih berada dalam cengkeraman jemarinya. Sebelum aku sempat menjerit, Doni mencengkeram rahangku dengan tangan kirinya, menekan kepalaku, membuatnya makin terdesak ke tembok. Lalu, dengan deru napasnya yang memburu, dia memajukan pecahan vas berujung runcing itu—menempelkannya tepat di atas urat nadi leherku. Dingin. Ujung keramik tajam itu menusuk kulit leherku. Rasa perih itu kini mulai terasa dan setetes cairan hangat mulai merembes. "Berani kamu meninggikan suaramu padaku, hah?!" napas Doni memburu tepat di depan wajahku. Matanya merah, melotot seperti hendak melompat keluar. "Berani kamu?! Cari mati kamu ya?!"Jantungku berdegup tak k
Última atualização: 2026-08-10
Chapter: Penolongku
"Tapi, mana mungkin suamiku sejahat itu? bukankah dia sendiri yang mengatakan bulan lalu, kalau dia masih sanggup menafkahiku meskipun aku tidak lagi berpenghasilan?"Sepanjang jalan pulang, aku bermonolog sendiri. Perdebatan di otakku semakin tak karuan. Sebagian lain meyakini kalau suamiku memang tidak berniat menafkahiku dengan layak, sebagian lain meyakini kalau mas Doni melakukan ini semua atas perintah ibunya."Bener. Mas Doni kan anak yang patuh. Pasti ibu yang meminta dia untuk bohong sama aku," simpulku begitu motor ini berbelok ke teras rumah. Karena tetangga mertuaku tadi bilang kalau mereka pergi dengan mobil agen perjalanan, terlintas ide dipikiranku untuk mendatangi travel-travel terdekat dan menawarkan mobil langsung kepada mereka. "Toh cara ini belum pernah aku coba. Kalau mau telfon juga kan aku nggak tahu mau nelfon siapa," kataku meyakinkan diri sendiri. "Kalau tidak dicoba, nggak tahu hasilnya. Semangat, Rinjani!"Aku mencari, mencatat, dan membuat daftar kantor
Última atualização: 2026-08-10
Chapter: Kehilangan Penghasilan
"Rin, maaf ya. Menurutku, tindakan kekerasan itu bukan bahasa cinta. Baik itu dilakukan oleh orang tua, ataupun oleh pasangan kita.""Maksudnya gimana ya, Bu?" Aku tak sepenuhnya paham dengan apa yang dikatakan oleh ketua timku. Apakah dia sedang menyinggung masalah rumah tanggaku? tapi tahu dari mana? aku tidak pernah menceritakan apapun kepada rekan kerjaku. "Ya... Aku hanya menyampaikan pendapatku saja, Rinjani. Menurutku, tindakan kekerasan itu bukan bahasa cinta. Jadi, kalau kamu mendapatkan kekerasan dari pasanganmu, ya lebih baik ditinggalkan. Karena kekerasan itu bukan bahasa cinta.""Tapi saya tidak mendapatkan kekerasan dari suami saya, Bu," bantahku. "Syukurlah kalau kamu tidak mengalami KDRT, Rin," ucap ketua timku. Dia menatapku sejenak, kemudian meninggalkanku. Aku menelan saliva, mencoba menyunggingkan senyum agar terlihat baik-baik saja. Tadi, ketika satpam dan beberapa orang bertanya tentang benjolan di dahiku, aku menjelaskan jika ini terjadi karena benturan deng
Última atualização: 2026-08-10
Chapter: Kejutan
Aku membaca pesan itu berulang kali, memikirkannya. Namun, tak ada jawaban yang muncul juga. Suamiku memang ringan tangan—sesekali, tapi dia selalu punya alasan dibaliknya. Menurut mas Doni, ada banyak hal yang tidak aku ketahui di dunia ini. Aku percaya, kenapa? karena dia adalah orang yang menolongku, mengajariku bertahan di dunia kerja yang memang kejam. Aku sadar kalau aku banyak tak tahunya. Ibuku membesarkanku sendirian. Ayahku pulang ke rumah istri pertamanya. Menurut pengakuan ibu dan keluarga besar, ayahku mengaku sebagai duda tanpa anak saat meminang ibuku—padahal pernikahan pertamanya baik-baik saja, dan ketika istri pertamanya melabrak ibu dan meminta ayah untuk memilih, ayah memilih istri pertamanya. Jadi sampai sekarang, di usiaku yang sudah mendekati angka dua puluh lima ini, aku tak pernah mendapatkan didikan dari seorang ayah. Berdiri sendiri, melindungi diri sendiri.Ketika lulus SMA, aku langsung mencari kerja. Mas Doni adalah orang yang menerimaku bekerja—setel
Última atualização: 2026-08-10
Você também pode gostar
Pulang Ka Bako
Pulang Ka Bako
Rumah Tangga · Alfarin
9.5K visualizações
Istri yang Terpilih
Istri yang Terpilih
Rumah Tangga · Hailey's Daily
9.5K visualizações
BUKAN MENANTU KAMPUNGAN
BUKAN MENANTU KAMPUNGAN
Rumah Tangga · Jielmom
9.5K visualizações
Dendam Pernikahan Pewaris Tampan
Dendam Pernikahan Pewaris Tampan
Rumah Tangga · Els Arrow
9.4K visualizações
200 Hari Menjerat Pebinor
200 Hari Menjerat Pebinor
Rumah Tangga · bunnylovely
9.4K visualizações
Akibat Satu Malam dengan Tuan Muda
Akibat Satu Malam dengan Tuan Muda
Rumah Tangga · R. Sheehan
9.4K visualizações
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status