LOGINTrauma mencintai seorang pria, membuat Liora tidak bisa melihat ketulusan cinta Ronald, orang telah sah menjadi suaminya. Hingga setelah melahirkan, ia memutuskan untuk bercerai dan pergi meninggalkan suami dan anak-anaknya. Bagaimana kisah cinta Liora dan Ronald selanjutnya? Apakah akan bersatu kembali setelah perceraian? Atau sebaliknya?
View MoreBegitu sampai di kamarnya, Liora langsung menyerahkan sebuah kertas yang sudah ia disiapkan oleh sekretarisnya, Dolly."Cepat tanda tangani!" Liora memberikan kertas itu pada Ronald dengan posisi membelakangi sang suami.Ronald mengerutkan kening, namun ia tetap meraih kertas yang diberikan istrinya tersebut. Setelah itu, ia melangkah menuju sofa dan membaca semua isi perjanjian yang tertera dengan coretan hitam di atas kertas putih tersebut."Apakah kamu yakin bahwa kamu ingin bercerai dan akan memberikan hak asuh anak kita padaku?" tanya Ronald yang menatap punggung Liora dengan tatapan tidak percaya.Liora yang mendengar pertanyaan dari sang suami, ia balik badan. Lalu, ia tersenyum licik dan menatap Ronald dengan penuh kebencian."Bukankah kamu sudah tahu bahwa aku tidak menginginkan anak ini? Aku membencimu begitupun anak ini! Jika pun nantinya kamu juga tidak mau, kamu titipkan saja mereka ke panti asuhan," ucap Liora sambil menyilangkan kedua tangannya di dada."Liora!" sentak
"Selamat malam Dad, Mom!" Liora memasuki pintu utama dengan Ronald di sampingnya.Adrian yang sampai lebih dulu, ia sudah duduk di ruang keluarga bersama Raya dan kedua putranya."Kalian dari mana saja? Kenapa baru nyampe?" tanya Adrian seraya menatap anak dan menantunya bingung.Raya yang melihat sang putri datang bersama seorang pria, ia langsung mengembangkan senyum. "Kalian sudah saling kenal?" tanyanya dengan wajah sumringah.Liora yang melihat reaksi sang mommy, ia mengerutkan kening. Begitu pun dengan Adrian, Marcell dan Gibran yang menatap Raya dengan ekspresi yang sama."Seharusnya Liora yang tanya, Mom?""Mommy kenal sama suami Liora?"Jedduarrrrr...Seketika semua orang yang ada di ruangan tersebut terkejut mendengar ucapan Liora. Kecuali Adrian yang sudah mengetahuinya lebih dulu."Suami?" tanya Raya, Marcell dan Gibran bersamaan.Liora yang melihat reaksi keluarganya, ia menundukkan kepalanya sejenak, lalu menghempaskan nafasnya kasar."Maafkan Liora, Mom! Liora bikin kes
Liora terus memberontak dan mencoba melepaskan diri dari Ronald. Namun, pria itu seakan tuli, ia kini membawa Liora masuk ke dalam mobil dengan Liora yang terus menatap pria itu tajam."Ronald, apa-apaan kamu? Lepaskan aku!" Liora tidak berhenti memberontak."Sudah diam! Aku tidak akan menyakitimu! Jadi, patuhlah! Aku hanya menginginkan yang terbaik," ucap Ronald."Terbaik?" Wajah Liora memerah penuh amarah."Terbaik dengan mengikatku seperti ini, hah?"Tanpa menjawab ucapan Liora, Ronald kini menghidupkan mesin mobilnya, lalu ia melajukan mobil perlahan dan meninggalkan rumah sakit tersebut."Turunkan aku, kamu mau membawaku ke ke mana?"Ronald tidak menjawab, ia hanya menghubungi sekretarisnya dan meminta sang sekretaris untuk menyiapkan sesuatu yang ia butuhkan."Apa maksudmu meminta sekretaris kamu untuk menyiapkan KK dan KTP segala?""Sudah diam!""Aku tidak mau ya kabur sama kamu!" Liora terus terus untuk melepaskan diri, namun ia tidak berhasil hingga beberapa saat kemudi mobil
Setelah meeting selesai, Liora membereskan berkas-berkas yang berserakan di atas meja, dengan Ronald yang terus memandangi wajah wanita yang pernah ia tiduri. "Pantas saja kamu ingin membayar ku malam itu, ternyata kamu dari keluarga Aditama. Aku tidak menyangka kalau Tuan Adrian Aditama memiliki putri arogan dan suka mengambil keuntungan dari orang lain." Ronald menarik sebelah sudut bibirnya. Sementara Liora, ia langsung menghentikan gerakan tangannya mendengar ucapan Ronald, dan menatap pria itu dengan begitu tajam. "Apa maksudmu?" tanya Liora. "Aku tidak punya maksud apa-apa, hanya saja aku sadar bahwa kamu tidak mungkin sembarangan menikah dengan pria yatim piatu sepertiku." Ronald menatap Liora sinis. Sementara Liora hanya menghela nafas mendengar ucapan pria tersebut. "Asalkan kamu tahu, aku tidak pernah menilai seseorang dari segi kasta atau apapun itu yang bersangkutan dengan derajat. Tapi, aku sudah memutuskan untuk melajang seumur hidup, dan tidak ingin berurusan den












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews