LOGIN"You know, love is when both of your heart and your mind tell the same thing" kata-kata itu mengusik pikiran seorang dokter bedah muda, Jonathan Carrington Lee saat seseorang mengatakan padanya untuk jujur tentang perasaannya. Bukan tunangannya, bukan sahabat baiknya, melainkan seorang Kiara Lee yang menatapnya dengan kedua sudut mata pilu yang menggores hati. Saat itu Nathan tahu, hati dan pikirannya hanya mengucapkan satu nama yang sama— satu nama terlarang yang terus ia ingkari ribuan kali, nama yang selalu ia ucapkan sejak 33 tahun lalu hingga detik itu juga. Kiarathalea Carrington Lee.
View MoreKiara tertidur melintang mengisi kedua sisi tempat tidur dengan kepalanya yang menggantung di sisi ranjang. Ia terbangun saat ia merasa seseorang seperti sedang menendang tempat tidurnya cukup keras. Ia membuka kedua matanya malas, meliat kedua kaki dengan celana bahan berwarna abu-abu tepat di hadapannya sebelum suara tak asing menyadarkannya begitu saja.“Morning, sleepy head! I Though you're dead."Kiara terduduk kaget di ranjang saat menyadari senyuman dan tatapan jahil Kellan.“How was your sleep?”“This isn’t my room.”“True, this is my room. Again! Kau berakhir di kamarku setelah tidak sadarkan diri.”“Me? Tentu bukan aku kan yang berjalan sendiri ke sini?"“Absolutely. Jangan bilang lupa dengan apa yang terjadi semalam?”Kiara mencoba mengingat, namun yang ia ingat hanya ia pergi berpesta dan ia bersama Nathan. Ia bahkan tidak ingat bahwa ia melihat Kellan.“Wait! Aku pergi ke acara after party bersama Nathan. Then why did I end up with you? You’re not even there.”“Kau lupa?”
Ting tung ting tung ting tungSatu ikat bunga peony memenuhi tangan Nathan yang kini sedang menunggu dengan gusar di depan pintu. Kegelisahan seperti memenuhi pikirannya tak kala Vivian yang biasanya begitu cepat membukakan pintu, kini harus membuatnya menunggu. Semua karena rasa bersalahnya, ia mengakui kesalahannya dan ia ingin menyelesaikan semuanya. Sekali lagi Nathan menekan bel yang membuat sosok di balik pintu itu membuka pintunya dengan senyuman kecut."Kau belum tidur?"Vivian lagi-lagi tersenyum seraya menggeleng. Senyum yang bahkan bisa Nathan artikan dengan baik."Aku tidak bisa tidur, masuklah," tutur Vivian yang berusaha bersikap sewajarnya seolah ia tak marah dan baik-baik saja. "Apa ini bunga Peonyku?"Anggukan Nathan membuat Vivian menunduk memeluk bunga miliknya, menatap bunga yang ia yakini sudah pria itu siapkan sejak tadi karena bunga yang terlihat sedikit layu."Kurasa tidak ada toko bunga yang buka selarut ini.""Aku sudah membelinya tadi siang, aku berencana dat
Suara musik berdentum begitu keras di telinga Nathan, ia tidak pernah tahu jika acara after party akan dikemas dengan cara seperti ini, cukup liar. After party yang lebih terlihat seperti sebuah pesta club malam dimana semua orang berpesta dan bersenang-senang seolah hanya hidup hanya untuk hari itu saja. Nathan menolak segala macam minuman karena kedua matanya terus menatap Kiara yang terlihat menikmati pesta, menari di lantai dansa bersama dengan para model pria dan wanita sembari membawa segelas minuman. Beberapa orang berpesta di kolam dengan bikini bahkan tak jarang ada beberapa orang yang sedang bermesraan sembari menghisap rokok bergantian. Suasana yang tidak nyaman bagi seorang Jonathan Carringtoon Lee yang merasa semua itu bukan dunianya. Dunianya terlalu tenang dibandingkan keadaan malam itu.Beberapa wanita terlihat mendekati Nathan karena memang pria itu begitu tampan dan menarik perhatian. Namun mentah-mentah Nathan menolak dan meminta para wanita yang mendekatinya untuk p
Degup jantung yang memburu membuat Vivian merasa panik karena gugup, udara yang mendadak terasa dingin membuat tubuhnya juga ikut terasa kaku. Berusaha mengatasi rasa gugupnya ia berjalan kesana-kemari untuk mengurangi semua ketegangan meskipun riasan telah menghiasi wajah sempurna Vivian malam itu, sangat cantik meskipun ia tak dapat tersenyum merasakan malam itu yang tak sesuai dengan harapan. Sesekali ia menatap deretan kursi penonton dari balik tirai, memastikan bahwa tempat yang ia pesan telah terisi dan tak lagi kosong."Get ready in ten minute!"Kedua jari-jari Vivian saling bertaut dan ia mulai terpejam untuk memohon banyak hal, hanya sepuluh menit yang terasa begitu cepat berlalu karena Nathan tak kunjung datang."Please please please Nathan please." Vivian terus berharap bahwa Nathan akan datang di menit-menit terakhir sebelum pertunjukannya dimulai."In five minute!"Vivian membuka kedua matanya dan kembali nenatap kursi kosong yang tak juga terisi oleh pemiliknya. Vivian m
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.