
Collateral
Sara Riders telah menghabiskan bertahun-tahun hidupnya untuk belajar bertahan di dunia di mana kepercayaan bisa berujung pada kematian.
Dilatih oleh organisasi rahasia bernama The Forge dan bekerja sebagai agen intelijen, Sara terbiasa menciptakan identitas palsu, membaca situasi, menghilang tanpa jejak, dan menghabisi ancaman sebelum ancaman itu sempat mendekatinya.
Namun setelah sebuah target bernama Samuel tewas, Sara menyadari bahwa kematian itu hanyalah awal.
Sebuah identitas misterius muncul dalam operasi lapangan. Seorang pria biasa bernama Daniel White tiba-tiba menjadi target organisasi berbahaya. Sebuah chip tersembunyi menyimpan rahasia yang mampu membahayakan banyak nyawa. Yang lebih mengkhawatirkan, metode yang digunakan musuh terasa begitu familiar bagi Sara—karena metode itu adalah bagian dari pelatihan yang pernah ia terima sendiri.
Bersama James, seorang agen BIN, Sara terseret semakin jauh ke dalam konspirasi yang perlahan mengarah pada masa lalunya sendiri.
Semakin banyak jawaban yang ia temukan, semakin banyak pertanyaan yang muncul.
Dan kali ini, musuh yang paling harus ditakuti Sara mungkin bukan orang yang sedang ia buru.
Melainkan seseorang yang tahu persis bagaimana cara berpikirnya.
Read
Chapter: CHAPTER VIII : BROKEN GLASSPintu apartemen 1803 baru saja menutup di belakangnya waktu James mendengar decit sepatunya sendiri di karpet abu-abu, satu-satunya suara di koridor sepi itu selain dengungan AC yang tidak pernah benar-benar berhenti. Ia berjalan menuju lift dengan kepala penuh—Sara, Samuel White, nama yang belum ia dengar, laporan yang harus ia susun tanpa benar-benar tahu apa yang harus ia tulis di dalamnya.Ponselnya bergetar di saku jaket. Ia meraihnya, layar menyala dengan pesan dari atasannya, dan itulah alasan kenapa matanya sempat teralih dari jendela besar di ujung koridor—jendela kaca setinggi langit-langit yang menghadap ke arah gedung apartemen lain di seberang jalan, salah satu fitur "mewah" yang selalu dibanggakan brosur properti New York, pemandangan kota di malam hari yang berkelap-kelip tanpa peduli apa pun yang terjadi di baliknya.Kaca itu pecah sepersekian detik sebelum suara tembakan sampai ke telinganya.Bukan urutan yang seharusnya masuk akal—James tahu itu, bagian otaknya yang
Last Updated: 2026-08-27
Chapter: CHAPTER VII : OVERDUEButuh tiga hari bagi James untuk berhenti mencari alasan supaya jantung Samuel White berhenti berdetak secara wajar.Tiga hari itu ia habiskan sendirian di ruang aman kedutaan, membongkar ulang setiap laporan toksikologi yang bisa ia akses—resmi maupun yang seharusnya tidak pernah keluar dari server BIN sama sekali—sampai akhirnya ia menemukan satu nama teknik yang cuma pernah ia baca sekali di modul pelatihan lanjutan, jenis yang diajarkan sebagai referensi, bukan sebagai keahlian yang harus dikuasai: serangan jantung yang diinduksi lewat titik tekanan saraf tertentu, nyaris mustahil dideteksi kecuali autopsi dilakukan dalam enam jam pertama oleh seseorang yang tahu persis apa yang harus dicari.The Forge mengajarkan itu. Bukan BIN, bukan CIA, bukan satu pun agensi yang pernah masuk radar James sepanjang kariernya.Ia tidak butuh bukti lagi setelah itu. Ia cuma butuh alamat.Dan percakapan di kamar hotel Amar tiga hari lalu—yang sebagiannya ia dengar sendiri lewat sadapan yang seharu
Last Updated: 2026-08-27
Chapter: CHAPTER VI : SOMEONE IMPORTANTSara juga memiliki kemampuan untuk muncul di ruangan seolah dia bagian dari furniturnya sejak awal—bukan berteleportasi (itu sesuatu yang tidak mungkin terjadi di dunia ini), melainkan hasil dari bertahun-tahun mempelajari satu kebenaran sederhana yang kebanyakan orang tidak pernah sadari: tidak ada yang benar-benar memperhatikan siapa yang membawa nampan, siapa yang memegang clipboard, atau siapa yang berdiri di sudut ruangan dengan earpiece kecil di telinga. Orang-orang penting terlalu sibuk merasa penting untuk bertanya-tanya siapa yang melayani kepentingan mereka. Ada banyak hal yang tidak disadari kebanyakan orang, apalagi pada kerumunan orang penting. Orang-orang penting terlalu sibuk merasa penting untuk bertanya-tanya siapa yang melayani kepentingan mereka. Juga terlalu sibuk pada pikiran mereka sendiri sehingga mengabaikan kalau ada manusia yang mampu menyelinap masuk kemana saja. Ia sudah berada di sebuah kamar hotel mewah, jauh sebelum resepsi di lantai bawah bahkan menc
Last Updated: 2026-08-27
Chapter: CHAPTER V : SECOND SHOE"Kita perlu lacak sumber transaksinya," kata Sara, sudah berdiri, jarinya bergerak ke salah satu keyboard sambil separuh badannya masih menghadap James. "Tapi nggak dari sini. Fed Reserve pasti udah mulai audit internal begitu ada percobaan akses kayak gitu, dan kalau timku ikut nongol di log mereka sekarang, itu bakal jadi pertanyaan yang nggak perlu.""Jadi kita nunggu?""Kita nunggu jejaknya dingin dulu," kata Sara, "baru kita masuk lewat pintu belakang yang nggak ninggalin catatan kunjungan."James menyandarkan diri ke meja, mengamatinya bekerja—dan untuk pertama kalinya sejak mereka masuk ke ruangan ini, ia membiarkan dirinya benar-benar diam cukup lama untuk memperhatikan, bukan cuma mendengarkan“James, kau kenal Amaruddin Adnan.” kata Sara secara tiba-tiba.“Semua orang kenal dia, Sara.” kata James, bahunya sedikit rileks daripada ketika dia memasuki ruangan ini. “Orang terkaya se Asia, masuk top 50 orang terkaya di dunia. Orang-orang bilang kalau dirinya itu Tony Stark yang k
Last Updated: 2026-08-17
Chapter: CHAPTER IV : TRUST EXERCISEKantor yang dimaksud Sara bukan gedung Walikota.James baru sadar itu ketika mobil yang mereka naiki—Sara yang menyetir, tentu saja, dengan cara yang membuat James diam-diam berpegangan pada pegangan pintu selama dua blok pertama—berbelok menjauh dari arah City Hall, masuk ke jalan sempit di sisi selatan Financial District, berhenti di depan bangunan tanpa papan nama, hanya nomor 47 yang nyaris pudar di atas pintu logam yang terlihat seperti pintu masuk gudang biasa."Ini bukan kantor Walikota," katanya, lebih sebagai observasi daripada pertanyaan."Kau pintar juga," kata Sara, sudah keluar dari mobil, tidak menunggu James untuk membuka pintunya sendiri. "Kantor Walikota itu tempat aku kerja jadi Sara Riders. Ini tempat aku kerja jadi diriku sendiri."Bagian dalam bangunan itu jauh lebih rapi daripada yang seharusnya dimiliki gudang biasa—lorong pendek dengan pencahayaan yang terlalu terang untuk terasa nyaman, tiga lapis pintu yang masing-masing membutuhkan kombinasi berbeda untuk di
Last Updated: 2026-08-17
Chapter: CHAPTER III : JUST NORMAL SATURDAYSara tengah menikmati hari Sabtunya yang indah di sebuah kafe yang terletak di pinggiran jalan area Lower Manhattan—satu-satunya hari dalam seminggu ketika ia mengizinkan dirinya sendiri untuk benar-benar tidak menjadi siapa-siapa.Bukan Sara Riders, sekretaris pribadi Walikota yang tersenyum tepat pada waktunya dan tahu persis kapan harus menuang ulang gelas anggur seseorang. Bukan juga aset The Forge, nama sandi yang cuma dikenal segelintir orang lewat radio enkripsi dan pesan berkode di balik panel dapur. Cuma seorang perempuan dengan rambut lurus asli tanpa catokan, memakai jaket denim yang sudah ia pakai sejak entah kapan di kehidupan mana, duduk di meja kecil paling pojok sebuah kedai kopi yang menunya lebih mahal dari yang seharusnya tapi croissant-nya cukup enak untuk membuat harga itu terasa hampir masuk akal.Distrik finansial di hari Sabtu punya energi yang aneh—kosong dari jas dan dasi yang biasa memenuhi trotoarnya hari kerja, digantikan turis yang berfoto di depan patung
Last Updated: 2026-08-17