Chapter: Bab 6“Ada apa, Sekar?”“Pak Miko dan Joko tersetrum di taman!”Nania membeku di tempatnya berdiri, beberapa langkah dari gerbang pantai.“Apa?”“Mesin air mancur, Kak. Kabelnya rusak. Joko tadi coba perbaiki, lalu dia tersetrum. Pak Miko mau menolong, tapi ikut terkena aliran listrik.”Nania melangkah dengan tergesa-gesa. “Sekar, sekarang mereka bagaimana?”“Pak Miko masih sadar, tapi lemas. Joko pingsan, Kak.” Suara Sekar bergetar di seberang sana.“Tunggu. Aku segera sampai.”Nania memutuskan sambungan dan mulai berlari secepat yang ia bisa menuju vila. Napasnya memburu sementara pikirannya dipenuhi kemungkinan buruk.Lalu, ia teringat Ray. Saat ini suaminya pasti sedang sibuk, tapi ia butuh pertolongan. Nania pun langsung menelepon suaminya. Tidak diangkat.Tiga kali Nania mencoba. Tetap tidak ada hasil.Tidak punya waktu untuk terus mencari Ray, Nania memacu derap kaki. Begitu tiba di vila, Nania melihat Sekar berjongkok dekat dua lelaki yang sedang lemas di dekat air mancur.“Ya Tuha
Terakhir Diperbarui: 2026-09-02
Chapter: Bab 5Suara ombak terus bergulung di antara mereka. Nania masih menatap Adam, menunggu dia berkata bahwa semua ini hanya lelucon. Namun, ekspresi bersalahnya mematahkan harapan itu."Aku benar-benar minta maaf," ucap Adam lirih. Jemarinya terkepal erat, seperti sedang mengumpulkan keberanian untuk mengakui semuanya."Awalnya selendangmu kusimpan di dalam tas." Adam menunjuk ransel yang tergeletak di dekat kursi lipat. "Kupikir itu tempat yang paling aman."Nania mengikuti arah telunjuknya. Pikirannya mulai dipenuhi firasat buruk ketika melihat noda biru di bibir tas itu."Botol cat airku bocor." Adam mengembuskan napas panjang. "Waktu kubuka, sebagian cat mengenai selendangmu."Dada Nania mencelus. Selendang itu selalu dijaga baik-baik selama bertahun-tahun, tetapi justru rusak saat berada di tangan orang yang baru dikenal. "Aku panik." Adam menundukkan kepala. "Aku pikir kalau langsung dicuci, nodanya masih bisa hilang."Tatapan Nania mulai beralih ke laut yang membentang luas, merasa sud
Terakhir Diperbarui: 2026-09-01
Chapter: Bab 4“Maaf, belum ada kamar untuk dua hari ke depan.”Nania meringis saat menatap kepergian sepasang turis yang singgah ke Vila Nirmala untuk mencari penginapan. Mengapa saat ada rezeki yang mau mampir, malah tidak bisa disambut?Nania menoleh ke ruang tengah. Ray sudah sibuk bercengkrama dengan tamu-tamunya. Ada 8 orang. Pria dan wanita. Sebagian dari mereka adalah turis asing yang entah dari mana asalnya. Tadi Nania berhasil memaksa Ray berjanji bahwa ini terakhir kali mereka memberi fasilitas gratis pada orang-orang kurang penting yang seharusnya membayar.Joko, anak Pak Miko yang juga bekerja rangkap, membantu sekelompok teman Ray memasukkan barang-barang ke masing-masing kamar. Nania melirik jam dinding. Sudah pukul empat sore. Mereka check in terlalu sore, ribut bukan main, dan belum apa-apa sudah mengotori vila dengan sampah bungkus kudapan.Sebenarnya Nania ingin menanyakan sesuatu pada Sekar, tapi masih ragu. Ia hanya berdiri di sebelah meja resepsionis tanpa suara. Tapi kemudi
Terakhir Diperbarui: 2026-09-01
Chapter: Bab 3Ray mendudukkan Nania di kasur. “Sakit, Ray. Kamu jahat.” Nania menggosok pergelangan tangannya yang merah. Ray mengacak rambutnya frustasi. “Oke, aku salah karena bersikap kasar. Tapi tolong, kamu jangan mulai berani membangkang seperti ini, Nia! Dulu kamu nggak pernah melawan setiap kali aku memutuskan sesuatu.”Ada rasa getir yang mengalir di dada Nania. “Kalau yang kamu lakukan masuk akal, aku nggak pernah protes.”Ray terdiam, tidak bisa memberi sanggahan. Nania tersenyum hambar. “Makin lama kamu cuma mikirin dunia kamu aja. Perasaan dan kepentingan aku jadi hal paling terakhir yang kamu pikirin.”Ray mendekati Nania dengan gerakan cepat. Tangan kekarnya mengepal erat. Untuk sesaat, Nania pikir suaminya itu akan menyakitinya lagi. Terserah. Ia tidak gentar. “Kamu bahkan lupa ulang tahun pernikahan kita!” sambung Nania sendu.Sorot mata Ray seketika hilang ketegasan. Ia mengusap tengkuk dengan gelisah.“Kemarin? Ya, aku terlewat.” Akhirnya Ray mengaku.Nania menggeleng lemah.
Terakhir Diperbarui: 2026-09-01
Chapter: Bab 2Cukup dengan memandang halaman depan Vila Nirmala yang bersih dan asri, senyum kecil terbit di bibir Nania. Apalagi ada Laila yang semangat menyambutnya setelah pulang dari pantai. Laila, si kuda poni yang manja, tertambat pada pohon di pekarangan. Sudah bertahun-tahun Nania memeliharanya. Hewan bersurai hitam legam itu adalah hadiah terindah dari Ayahnya dulu.“Apa kabarmu hari ini, Laila?” tanya Nania penuh senyum.Terlihat akrab, hidung Laila langsung menyentuh pipi Nania.“Selalu bahagia seperti biasa, kan? Nanti ikut Pak Miko ke pantai, ya. Jangan lupa makan, yang banyak,” lanjut wanita itu mengelus punggung Laila, lalu beranjak masuk ke vila. Dia naik tangga hendak pergi ke kamar untuk mengambil ponsel yang belum disentuhnya sejak semalam. “Ray pasti masih tidur,” gumamnya. Pintu kamar pun dibuka pelan-pelan, hanya cukup lebar untuk Nania menyelinap masuk. Kamar itu masih berbau alkohol bercampur parfum maskulin yang samar. Pandangan Nania menemukan benda yang dicari. Ponse
Terakhir Diperbarui: 2026-09-01
Chapter: Bab 1‘Pegang janjiku. Aku, suamimu, akan memastikan kamu bisa selalu hidup bahagia. Aku akan mengusahakan itu, Nania. Yang perlu kamu lakukan hanya percaya padaku.’Dalam pelukan hangat Ray, di malam pertama mereka menjadi sepasang suami istri, Nania Kailani mempercayai janji itu tanpa ragu.Begitu sungguh ingin dia terus berpegang pada janji suci suaminya.Akan tetapi, Nania tidak bisa mengabaikan perubahan sikap dan gelagat aneh yang pria itu tunjukkan belakangan ini. Ray mulai sering pulang telat, bahkan tidak pulang sama sekali. Tidak sekali dua kali pria itu bahkan tidak memberinya penjelasan satu kalimat pun.Ulang tahun pernikahan mereka yang kelima kemarin terlewat begitu saja tanpa perayaan apa-apa. Mereka bahkan tidak saling bertukar ucapan, karena Ray baru pulang pukul tiga subuh dengan tubuh berbau alkohol menyengat.“Aku cuma ngumpul sama teman-teman di restoran.” Itu jawaban yang selalu sama, setiap kali Nania bertanya. “Jangan mencurigaiku seolah kamu tidak mengenal suamimu
Terakhir Diperbarui: 2026-09-01