author-banner
Anny Djumadi
Anny Djumadi
Author

Novels by Anny Djumadi

Om Ganteng, Nikah Yuk!

Om Ganteng, Nikah Yuk!

Om, nikah yuk?” Hanya demi dua mangkuk bakso, Alena nekat menyatakan cinta pada seorang pria tampan yang baru ia lihat pertama kali di depan minimarket. Sayangnya, Leon Mahardika, CEO muda pewaris perusahaan besar, hanya menganggap Alena bocah ingusan yang lucu dan menggemaskan. “Om nggak mau nikah sama anak kecil. Bukannya bikin nyaman, yang ada bikin pusing.” Tidak terima diremehkan, Alena bersumpah suatu hari nanti Leon pasti akan menyesal. Dan lima tahun kemudian… mereka dipertemukan kembali. Kini Leon pernikahannya hancur dan status duda melekat padanya. Tapi tetap saja tidak mengurangi perempuan yang suka padanya. Sementara Alena telah berubah menjadi wanita cantik dengan lesung pipi manis, tubuh proporsional, dan sifat jahil yang mampu mengguncang pertahanan Leon sedikit demi sedikit. Alena masih menyukai Leon. Bedanya, kali ini ia tidak lagi mengejar terang-terangan. Ia memilih menggoda Leon perlahan… sampai pria itu mulai kehilangan kendali. Masalahnya, Leon sadar satu hal berbahaya: gadis kecil yang dulu pernah ia tertawakan kini justru menjadi satu-satunya wanita yang sulit ia lupakan. Akankah Leon jatuh ke pelukan Alena… atau justru pria dingin itu yang akhirnya kehilangan kendali dan mengejar wanita yang dulu ia anggap anak kecil?
Read
Chapter: Mimpi yang Kembali Menyala
Alena masih berdiri beberapa detik di depan gedung Mahardika Group sambil menatap mobil hitam Leon yang perlahan menghilang di tengah lalu lintas siang hari. Senyum tipis masih menghiasi bibirnya, dan lesung pipi kecil di kedua pipinya terlihat jelas. Jantungnya belum sepenuhnya tenang, tetapi kali ini debaran itu terasa menyenangkan.Ternyata jalan menuju hati Om Ganteng memang tidak akan mudah. Bukan hanya karena Leon belum mengenalinya. Tetapi juga karena ada Amara, wanita yang menjaga Leon seolah pria itu adalah milik pribadinya. Namun justru karena itulah, semangat Alena semakin menyala. Kalau sepuluh tahun lalu ia mampu menahan diri untuk tidak makan bakso demi mengubah hidupnya, maka menghadapi seorang sekretaris galak tentu bukan hal yang mustahil. Cepat atau lambat, Leon pasti akan menoleh padanya. Bukan sebagai karyawan baru. Bukan sebagai gadis muda dari masa lalu. Melainkan sebagai satu-satunya wanita yang tak bisa diabaikan oleh sang CEO duda. “Alena?” Suara Al
Last Updated: 2026-05-13
Chapter: Jalan yang Tidak Mudah
Saat jam makan siang tiba, Alena memutuskan menuju pantry setelah pagi yang cukup padat. Ia menuangkan air panas ke dalam cangkir kopinya lalu duduk di dekat jendela sambil menikmati aroma kopi yang perlahan menenangkan pikirannya. Namun ketenangan itu tidak berlangsung lama ketika suara beberapa karyawan perempuan terdengar dari sudut ruangan. “Sayang banget ya,” ujar salah seorang dengan nada penuh penyesalan. “Sudah ganteng, kaya, mapan, kok statusnya malah duda.” “Ih, mantan istrinya bodoh banget,” sahut yang lain cepat. “Kalau aku punya suami seperti Pak Leon, mau diusir pun aku nggak akan pergi.” Mereka tertawa kecil. “Justru bagus dong,” timpal wanita ketiga sambil tersenyum penuh arti. “Artinya kita masih punya kesempatan.” “Kesempatan apaan?” temannya mendengus. “Yang kaya kita-kita mah cuma bisa gigit jari.” “Iya,” sahut yang lain setuju. “Apalagi Bu Amara jagain Pak Leon kayak buldog.” “Syssst!” Salah satu dari mereka langsung menoleh ke sekitar dengan wajah panik. “
Last Updated: 2026-05-11
Chapter: Bayangan yang Mulai Mengganggu
Hari ketiga Alena bekerja di Mahardika Group seharusnya berjalan seperti biasa. Ia sudah mulai hafal ritme divisi sales, mengenal beberapa rekan kerja, dan menyesuaikan diri dengan suasana kantor yang cepat dan kompetitif. Namun pagi itu, suasana berubah sejak sebuah pesan dari atasannya masuk ke ponselnya. “Alena, naik ke lantai eksekutif sekarang.” Alena yang sedang memeriksa data klien langsung menghentikan aktivitasnya. Jantungnya berdegup sedikit lebih cepat. Lantai eksekutif bukan tempat yang biasa didatangi staf baru seperti dirinya. Hanya orang-orang tertentu yang memiliki kepentingan khusus yang dipanggil ke sana. Meski begitu, Alena tidak bertanya macam-macam. Ia merapikan berkas di mejanya, berdiri, lalu berjalan menuju lift dengan langkah tenang. Dari luar, ekspresinya terlihat biasa saja. Namun di dalam dadanya, ada sesuatu yang bergerak pelan. Sesuatu yang tidak sepenuhnya bisa ia jelaskan. Lift naik perlahan. Angka-angka digital di atas pintu terus bertambah. Setiap
Last Updated: 2026-05-11
Chapter: Anak Baru yang Menjadi Perhatian
Pintu ruang wawancara tertutup pelan di belakang Alena, namun detak jantungnya masih belum benar-benar stabil. Beberapa menit sebelumnya, ia baru saja bertemu kembali dengan Leon di dalam lift. Pria itu tetap sama, tampan, dingin, dan memancarkan aura yang membuat orang otomatis menjaga jarak. Dan yang paling menyebalkan, ia sama sekali tidak mengenalinya. Namun Alena tidak datang ke Mahardika Group untuk bernostalgia. Ia datang untuk bekerja. Dan setelah perjalanan panjang selama sepuluh tahun, ia tidak berniat menyia-nyiakan kesempatan ini. Dengan punggung tegak dan senyum tenang, Alena duduk di hadapan tiga pewawancara dari divisi Human Resources. Di atas meja tersusun CV, transkrip nilai, dan berbagai sertifikat yang ia kumpulkan selama kuliah. Seorang pria paruh baya berkacamata membuka mapnya perlahan. “Prestasi akademik Anda cukup mengesankan, Miss Alena.” “Terima kasih, Pak.” “Kenapa Anda memilih Mahardika Group?” Alena menjawab tanpa ragu. “Karena saya ingin berkembang d
Last Updated: 2026-05-11
Chapter: Bertemu Kembali
Lima tahun kemudian, Alena berdiri di depan cermin kamar sambil menatap pantulan dirinya dalam diam yang cukup lama. Wanita di depannya bukan lagi gadis kecil yang pernah nekat mengajak pria asing menikah demi dua mangkuk bakso dan segelas es teh. Wajahnya kini lebih dewasa, dengan garis rahang yang halus dan kulit cerah yang terawat. Rambut panjangnya jatuh rapi di bahu, sementara blazer krem dan rok pensil yang dikenakannya membuat penampilannya terlihat profesional. Namun perubahan terbesar bukan hanya pada wajahnya. Tubuhnya kini proporsional, hasil dari bertahun-tahun disiplin menjaga pola makan, bangun pagi untuk jogging, dan latihan rutin yang sering ia lakukan meski lelah. Bahkan bakso yang dulu menjadi kelemahannya, kini sudah lama ia tinggalkan. Semua itu tidak mudah. Ada hari-hari ketika ia hampir menyerah. Ada malam ketika aroma bakso dari warung langganannya membuatnya hampir kalah oleh dirinya sendiri. Namun setiap kali ia goyah, satu kalimat selalu kembali terngiang d
Last Updated: 2026-05-11
Chapter: Om Ganteng Mau Nikah
Sudah seminggu. Dan Leon tidak muncul lagi. Awalnya Alena masih berpikir pria itu hanya sibuk bekerja seperti biasa, mungkin lembur, mungkin ada meeting penting, karena bukankah orang kaya memang selalu sibuk. Namun setelah beberapa hari berlalu dan mobil hitam Leon tak pernah lagi terlihat masuk ke rumah sebelah, rasa penasaran Alena perlahan berubah menjadi gelisah yang tidak bisa ia jelaskan. Setiap sore ia tetap duduk di teras sambil pura-pura belajar. Buku tulis terbuka di pangkuannya, tetapi isi halaman itu tidak benar-benar ia pahami. Sedikit saja ada suara mobil dari ujung jalan kompleks, kepalanya langsung menoleh cepat dengan harapan yang sama setiap kali. Dan setiap kali yang datang bukan Leon, wajahnya langsung berubah lesu. “Lena,” tegur ibunya suatu sore dengan nada curiga. “Kamu kenapa sih akhir-akhir ini kayak orang nunggu utang?” Alena langsung manyun. “Aku nggak nunggu utang.” “Terus?” Alena menunduk sebentar sebelum menjawab pelan, “…Nunggu orang.” I
Last Updated: 2026-05-11
You may also like
Terjebak Kontrak Dengan Tuan Muda
Terjebak Kontrak Dengan Tuan Muda
Romansa · Ayesha Razeeta
3.6K views
THE LAST MISSION
THE LAST MISSION
Romansa · ZIAN
3.6K views
Tentang Harapan
Tentang Harapan
Romansa · Yolaagst
3.6K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status