Share

Kesetiaan Raka Diuji

Author: Nofriza Rahma
last update publish date: 2026-08-27 22:47:45

Raka terdiam sejenak. Wajahnya tetap tenang, namun di dalam hatinya badai kecil tengah berkecamuk. Ia sangat menghormati Nyonya Besar, tetapi di sisi lain, ia memiliki sumpah setia kepada bosnya sendiri.

“Apapun yang terjadi, jaga kerahasiaan ini. Jangan biarkan siapa pun, bahkan Nyonya Besar, tahu alasan di balik keberadaan Citra di sisi saya.”

Pesan tegas Adipati yang diucapkan sebelum insiden badai itu terngiang jelas di kepala Raka. Pria itu menarik napas pelan, merangkai kata-kata dengan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Nona Membuat Presdir Dingin Tergoda    Janji Sebelum Kematian

    Suasana di dalam ruang arsip bawah tanah terasa sangat menyesakkan. Bau logam darah bercampur dengan aroma kertas tua yang basah menguar pekat di udara, menciptakan atmosfer kematian yang begitu nyata. Cahaya lampu gantung yang temaram berkedip-kedip lemah, seolah ikut meratapi nyawa yang perlahan-lahan meninggalkan raga.Di lantai marmer yang dingin, Pak Danu terbaring bersimbah darah. Luka tembak telak di dadanya mengalirkan cairan merah yang terus membasahi lantai, membentuk genangan kecil yang memantulkan bayangan lampu redup. Napas kepala pelayan tua itu pendek-pendikat, tersengal-sengal, dan setiap kali ia mencoba menghirup udara, hanya desisan tertahan yang keluar dari bibirnya yang pucat pasi.Raka berlutut di samping sang ayah dengan tubuh bergetar hebat. Air mata anak laki-laki berusia dua belas tahun itu tumpah tanpa bisa dicegah, membasahi pipinya yang kotor oleh debu dan jelaga. Ia mencengkeram tangan ayahnya yang terasa semakin dingin, mencoba menyalurkan kehangatan yang

  • Sentuhan Nona Membuat Presdir Dingin Tergoda    Tembakan di Masa Lalu

    Tahun-tahun berlalu seperti hembusan angin, namun bagi Raka yang berusia dua belas tahun, waktu terasa bergerak jauh lebih lambat dibandingkan Adipati yang baru menginjak usia sepuluh. Sebagai anak laki-laki yang dua tahun lebih tua, Raka secara alami mengambil peran sebagai pelindung bukan sekadar teman bermain, melainkan kakak yang berusaha menutupi Adipati dari dunia orang dewasa yang kejam.Di dalam dinding-dinding marmer Mansion Maheswara, kemegahan hanyalah sebuah topeng yang menyembunyikan kebusukan di dalamnya. Raka mulai memahami desas-desus yang berbisik di lorong-lorong gelap mansion: persaingan bisnis yang kotor, perebutan kekuasaan, dan mata-mata yang sengaja menyamar menjadi staf rumah tangga demi mencari kelemahan keluarga. Adipati, yang saat itu masih ceria, polos, dan naif, menganggap rumah besar ini adalah benteng pertahanan paling aman di dunia. Namun, Raka yang lebih tua dan lebih tajam pengamatannya tahu persis kebenaran yang jauh lebih gelap.Ayah Raka, Pak Danu

  • Sentuhan Nona Membuat Presdir Dingin Tergoda    Kesetiaan Raka Diuji

    Raka terdiam sejenak. Wajahnya tetap tenang, namun di dalam hatinya badai kecil tengah berkecamuk. Ia sangat menghormati Nyonya Besar, tetapi di sisi lain, ia memiliki sumpah setia kepada bosnya sendiri. “Apapun yang terjadi, jaga kerahasiaan ini. Jangan biarkan siapa pun, bahkan Nyonya Besar, tahu alasan di balik keberadaan Citra di sisi saya.”Pesan tegas Adipati yang diucapkan sebelum insiden badai itu terngiang jelas di kepala Raka. Pria itu menarik napas pelan, merangkai kata-kata dengan hati-hati agar tidak memancing kecurigaan berlebih, sekaligus tidak melanggar amanat majikannya."Maafkan saya, Nyonya Besar," jawab Raka dengan nada datar nan sopan. "Saya memahami kekhawatiran Anda. Sebagai nenek, wajar jika Anda ingin mengetahui segala hal tentang Tuan Adipati."Nyonya Besar menyipitkan mata. "Tetapi kau tidak akan menjawabnya?""Bukannya saya tidak ingin menjawab, Nyonya," lanjut Raka tenang. "Namun, saya benar-benar tidak bisa menyampaikan apapun mengenai hubungan mereka. T

  • Sentuhan Nona Membuat Presdir Dingin Tergoda    Penawar Trauma Adipati

    Suasana di dalam kamar sayap barat berubah senyap setelah Dokter Aryo selesai memasang selang infus di punggung tangan Adipati. Cahaya lampu kamar kini telah disetel pada tingkat paling redup, menciptakan suasana hangat yang kontras dengan sisa-sisa kepanikan badai di luar jendela. Dokter paruh baya itu membereskan peralatan medisnya ke dalam tas, lalu menarik napas panjang sebelum menoleh ke arah Nyonya Besar Maheswara yang berdiri dengan raut wajah penuh kekhawatiran di sisi ranjang."Bagaimana keadaannya, Dokter?" tanya Nyonya Besar pelan, suaranya kehilangan sebagian besar otoritas dinginnya, menyisakan kecemasan seorang nenek.Dokter Aryo melirik sekilas ke arah Adipati yang masih terbaring lemah dengan mata terpejam, lalu mengalihkan pandangannya pada Citra yang berdiri kaku di samping ranjang."Secara fisik, tanda-tanda vital Tuan Adipati mulai stabil, Nyonya," jelas Dokter Aryo dengan nada serius. "Namun, kondisi psikisnya masih sangat rentan. Trauma mendalam akibat serangan p

  • Sentuhan Nona Membuat Presdir Dingin Tergoda    Teka-teki Nenek

    Di tengah gulita yang mencekam dan bau amis darah yang menguar tipis dari buku-buku jari Adipati, Citra tidak bergeming sedikit pun. Sisa-sisa isak tangisnya tertelan oleh deru hujan badai yang masih mengamuk di luar jendela. Tanpa memedulikan rasa takut yang sempat mencengkeram dadanya beberapa detik lalu, gadis itu merayap mendekati tubuh pria yang kini terbaring lemah di lantai marmer yang dingin.Citra tahu betul apa yang harus ia lakukan. Pengalaman masa lalunya mengajarkan cara menghadapi seseorang yang terserang panik akut akibat trauma gelap. Dengan gerakan hati-hati, ia mengangkat kepala Adipati, lalu memangkunya dengan penuh kelembutan. Ia menopang tubuh pria itu, membiarkan kepala Adipati bersandar di atas pangkuannya, sementara tangannya yang bebas meraih pergelangan tangan Adipati yang terluka untuk memberikan tekanan ringan."Tuan... sadarlah, Anda aman di sini," bisik Citra lirih, suaranya bergetar namun sarat akan ketegasan yang menenangkan. Ia mulai memijat pelan titi

  • Sentuhan Nona Membuat Presdir Dingin Tergoda    Menyelamatkan Citra

    Pernyataan itu menghantam dada Citra bagai palu godam. Kebingungan menyelimuti benaknya, apa sebenarnya yang telah disembunyikan oleh pria dingin ini di balik benteng kekuasaannya? Kenapa kegelapan mampu mengubah seorang Adipati Maheswara menjadi makhluk yang begitu rapuh dan ketakutan setengah mati?Sementara itu, kekacauan di dalam kamar tidak luput dari pendengaran di luar.Brak!Raka berlari tergesa-gesa menembus koridor mansion yang remang. Instingnya sebagai orang kepercayaan berteriak keras saat mendengar suara pecahan kaca dan teriakan dari dalam kamar sang Presdir. Belum sempat Raka meraih gagang pintu untuk mendobraknya, pintu utama koridor sayap barat sudah terbuka lebih dulu. Nyonya Besar Maheswara, yang terbangun karena badai dan keributan tersebut, melangkah keluar dibantu tongkat kayu hitamnya. Wajah wanita tua itu mengeras, keningnya berkerut dalam."Raka! Apa yang terjadi di dalam sana?" suara Nyonya Besar memecah kesunyian lorong, nadanya sarat akan ketegasan sekalig

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status