author-banner
Mitha Coty
Mitha Coty
Author

روايات بقلم Mitha Coty

Bos yang Memecatku, Kini Memaksaku Jadi Istrinya

Bos yang Memecatku, Kini Memaksaku Jadi Istrinya

Dipecat dan dipermalukan oleh CEO arogan bernama Ararya Saguna Bimantara, Btari Ayu Nareswari tak pernah menyangka pria itu akan kembali dan memintanya menikah demi sebuah ramalan weton yang dipercaya bisa menyelamatkan keluarganya dari kehancuran. Di balik pernikahan kontrak yang terlihat sempurna, Btari justru terseret ke dalam rahasia kelam keluarga Bimantara, intrik perebutan kekuasaan, dan masa lalu yang kembali mengancam hidupnya. Namun saat cinta mulai tumbuh di antara mereka, Ararya harus memilih—mematuhi takdir yang menyelamatkannya atau mempertaruhkan segalanya demi wanita yang dulu ia hancurkan.
قراءة
Chapter: Perlakuan Tegas Ararya
Ararya berdiri tegak di belakang Btari, lengannya yang kokoh melingkar di pinggang sang istri dengan protektif, sementara tatapannya yang tajam bak elang menyapu dapur yang mendadak sedingin es. Sita dan Rina gemetar hebat, kepala mereka menunduk dalam, bahkan tidak berani bernapas lebih keras.Btari merasakan otot pinggangnya menegang karena sentuhan Ararya. Ia tahu, meskipun ia berusaha menutupi dengan nada bicara yang tegas tadi, Ararya sudah pasti menangkap sisa-sisa ketegangan di ruangan ini."Tidak ada apa-apa, Mas," ujar Btari cepat, berusaha tersenyum meski sudut bibirnya terasa kaku. "Hanya... ada sedikit kesalahpahaman soal memotong sayuran. Sita dan Rina hanya sedikit... kurang teliti saja."Ararya tidak langsung menjawab. Ia justru mempererat pelukannya, jemarinya yang besar meremas pinggang Btari dengan posesif, seolah ingin menegaskan kepada siapa pun di ruangan itu bahwa wanita di pelukannya adalah miliknya yang sah. Ia mengabaikan jawaban Btari dan terus menatap dua pe
آخر تحديث: 2026-07-22
Chapter: Kasak Kusuk
Satu jam setelah badai gairah yang meluluhlantakkan isi ruang kerja itu, mansion kembali sunyi. Hanya ada suara gesekan kertas yang dikumpulkan oleh Btari.Ia berdiri di samping meja eksekutif yang kini tampak kembali rapi, meski di sudut hatinya, ia tahu meja itu baru saja menjadi altar bagi obsesi suaminya. Btari mengenakan blus putih bersih dan celana kain yang ia ambil dari walk-in closet. Rambutnya yang tadi berantakan kini sudah tersanggul rapi kembali, namun sisa-sisa kemerahan di leher dan bahunya menjadi saksi bisu tentang apa yang terjadi tepat di titik ia berdiri sekarang."Gila," gumam Btari sambil memunguti lembaran laporan keuangan yang sempat terlempar ke lantai. "Benar-benar nggak waras."Ia merapikan tumpukan kertas itu dengan gerakan kasar, menggerutu tanpa henti. "Tadi bilang ada meeting kontrak, tadi bilang ada dokumen penting yang harus selesai, tapi ujung-ujungnya meja ini malah jadi tempat dia melampiaskan kegilaannya. Dasar pria nggak bisa nahan dikit aja napa!
آخر تحديث: 2026-07-21
Chapter: Permintaan Btari
Rancauan Btari pecah di sela-sela napasnya yang putus asa. Suaranya yang biasanya formal dan terkendali kini berubah menjadi lenguhan-lenguhan rendah yang tak lagi ia pedulikan. Ia mencengkeram tumpukan berkas di atas meja hingga kertas-kertas itu kusut tak karuan, sementara tubuhnya bergetar hebat menerima serangan ganda dari lidah dan jari Ararya."Mas... Ararya... berhenti... ah, tidak, jangan berhenti! Aku... aku tidak kuat!" rintih Btari, kepalanya tertunduk menatap Ararya yang sedang tenggelam dalam gairahnya.Ararya menghentikan gerakannya sejenak, menatap istrinya dengan sorot mata yang penuh kemenangan. Ia menarik jari-jarinya keluar dengan suara basah yang erotis, lalu memutar tubuh Btari hingga kini istrinya terduduk di atas meja kerja, dengan kedua kaki yang terbuka lebar dan bergetar hebat. Ararya menarik kursinya mendekat, menempatkan dirinya tepat di antara celah paha Btari.Pemandangan di depannya—milik Btari yang terbuka, basah, dan tampak begitu memohon—membuat napas
آخر تحديث: 2026-07-20
Chapter: Pengganggu
Matahari pagi di Jakarta menyelinap masuk melalui celah gorden tebal kamar utama mansion, namun bagi Btari, pagi ini bukan berarti kebebasan. Ia terduduk di kursi kerja kayu jati yang berada di sudut ruangan, menghadap laptop. Di hadapannya, Ararya sudah duduk di balik meja kerja eksekutifnya sendiri, tampak begitu serius dengan setumpuk berkas Bimantara Group yang harus ia periksa.Mansion yang megah itu mendadak berubah menjadi kantor privat. Ararya menolak untuk kembali ke gedung pusat sebelum urusan kontrak kerja samanya selesai, dan ia memaksa Btari untuk menemaninya—bukan sebagai sekretaris, melainkan sebagai "penenang" di sisinya.Btari menghela napas, jemarinya lincah mengetik laporan keuangan, namun fokusnya terpecah. Terutama karena setiap sepuluh menit sekali, Ararya akan melakukan "interupsi".Ararya berdiri, berjalan memutari meja, dan tanpa sepatah kata pun, ia menyandarkan tubuhnya di belakang kursi Btari. Tangan pria itu dengan luwes menjalar dari pundak, meremas lembu
آخر تحديث: 2026-07-19
Chapter: Ibu?
Di dalam kamar megah mansion, Btari baru saja menyelesaikan ritual pembersihan wajahnya. Ia duduk di depan meja rias, menatap bayangan dirinya di cermin besar yang memantul dengan keanggunan yang kontras dengan kekacauan batinnya.Ponselnya yang tergeletak di atas meja marmer bergetar pelan, memecah kesunyian yang baru saja tercipta. Sebuah notifikasi masuk. Btari mengulurkan tangan, meraih ponsel tersebut, dan matanya langsung terpaku pada nama pengirimnya: Ibu.Btari mendengus pelan, sebuah bunyi yang sarat akan lelah dan pahit. Ia sudah hafal betul tabiat ibunya. Biasanya, pesan dari Solo tidak akan jauh-jauh dari daftar tuntutan, keluhan harga kebutuhan pokok, atau kode keras mengenai motor sport yang Dimas inginkan. Namun, jemarinya terhenti saat membaca kalimat yang terpampang di layar."Tari, piye kabarmu? Tumben Ibu kepikiran kamu. Wes mangan durung, Nduk? Ati-ati neng kutho gedhe."Btari membaca pesan itu sekali. Lalu dua kali. Ia memiringkan kepalanya, menatap deretan huruf
آخر تحديث: 2026-07-18
Chapter: Sisi Lain Ararya
"Ya, nggak gitu juga, Mas!" rengek Btari, suaranya sedikit melengking karena frustrasi. Ia mendorong dada Ararya lebih keras, meskipun pria itu tetap bergeming bak tembok batu yang kokoh. "Itu sadis. Kamu CEO, Ararya, bukan algojo! Apa tidak ada cara yang lebih... beradab? Kamu sudah menghancurkan hidupnya, kariernya, dan sekarang matanya? Aku bukan sedang membelanya, tapi tindakanmu itu membuatku merasa kamu bukan suamiku yang aku kenal."Ararya mendengus, tangan besarnya justru menarik pinggang Btari semakin rapat, menyatukan tubuh mereka hingga tidak ada celah lagi. "Lalu? Dia saja tidak memikirkanmu. Padahal dia tahu persis siapa kamu—kamu istriku, Btari. Dia pikir dia bisa bermain-main dengan harga dirimu? Aku bahkan menahan diri untuk tidak membongkar aibnya yang menjadi simpanan pria tua itu di depan seluruh staf tadi. Harusnya aku buka semuanya supaya dia mati kutu sekalian.""His! Mulut kamu itu, ya," Btari memukul bahu suaminya dengan kesal. "Sudah cukup gila kamu hari ini.
آخر تحديث: 2026-07-17
قد تعجبك أيضًا
Tuan Presdir, Nyonya Ingin Bercerai
Tuan Presdir, Nyonya Ingin Bercerai
Romansa · MR_7980
131.3K وجهات النظر
Gairah sang Pengganti: Berbagi Suami dengan Bosku
Gairah sang Pengganti: Berbagi Suami dengan Bosku
Romansa · Mommykai22
131.3K وجهات النظر
Nikah Kontrak
Nikah Kontrak
Romansa · Rasyidfatir
131.1K وجهات النظر
Sepanas Belaian Chef Jonathan
Sepanas Belaian Chef Jonathan
Romansa · Gallon
130.7K وجهات النظر
Mendarat di Pangkuan CEO
Mendarat di Pangkuan CEO
Romansa · Erna Azura
130.6K وجهات النظر
Terjebak Nafsu Tuan Sanjaya
Terjebak Nafsu Tuan Sanjaya
Romansa · Buenda Vania
130.3K وجهات النظر
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status