author-banner
Mitha Coty
Mitha Coty
Author

Mitha Coty의 작품

Bos yang Memecatku, Kini Memaksaku Jadi Istrinya

Bos yang Memecatku, Kini Memaksaku Jadi Istrinya

Dipecat dan dipermalukan oleh CEO arogan bernama Ararya Saguna Bimantara, Btari Ayu Nareswari tak pernah menyangka pria itu akan kembali dan memintanya menikah demi sebuah ramalan weton yang dipercaya bisa menyelamatkan keluarganya dari kehancuran. Di balik pernikahan kontrak yang terlihat sempurna, Btari justru terseret ke dalam rahasia kelam keluarga Bimantara, intrik perebutan kekuasaan, dan masa lalu yang kembali mengancam hidupnya. Namun saat cinta mulai tumbuh di antara mereka, Ararya harus memilih—mematuhi takdir yang menyelamatkannya atau mempertaruhkan segalanya demi wanita yang dulu ia hancurkan.
읽기
Chapter: Kembali
Btari melangkah melintasi lobi utama Bimantara Tower dengan kepala tegak. Sepatu hak tingginya—yang kini terasa lebih ringan setelah insiden sandal semalam—mengetuk lantai marmer dengan irama yang mantap. Ia sengaja tidak menggunakan akses lift khusus petinggi yang seharusnya menjadi haknya, ia lebih memilih masuk melalui pintu karyawan, menenteng dua gelas kopi layaknya Btari yang dulu.Suasana lobi yang tadinya bising mendadak berubah menjadi bisik-bisik tertahan. Para staf yang sedang mengantre di depan lift menoleh serentak. Mata mereka membulat, ada yang sampai lupa menutup mulut melihat wanita yang fotonya memenuhi tajuk berita pagi ini kini berdiri di antara mereka."Itu... Nyonya Ararya, kan?""Gila, baru sehari nikah udah masuk kantor?""Lihat deh, gayanya tetap kayak dulu, tapi auranya beda banget."Btari mengabaikan tatapan-tatapan itu dengan wajah datar yang elegan. Ia terus berjalan menuju area Departemen Audit di lantai lima. Begitu pintu otomatis terbuka, keheningan men
최신 업데이트: 2026-05-12
Chapter: Gunjingan
Pagi itu, Btari menuruni tangga mansion Ararya dengan langkah yang sengaja ia buat setenang mungkin, meski hatinya masih bergemuruh mengingat kejadian di hotel semalam. Ia hanya mengenakan setelan kantor yang simpel namun tajam—celana kain high-waist dan kemeja sutra berwarna salem. Rambutnya ia ikat satu ke belakang, menampilkan wajahnya yang bersih tanpa sisa-sisa riasan pengantin yang menyesakkan.Saat kakinya menyentuh lantai marmer di lantai bawah, suasana mendadak hening. Beberapa pelayan yang sedang membersihkan vas bunga di sudut ruangan berhenti sejenak. Btari bisa merasakan tatapan mereka, bukan tatapan hormat, melainkan tatapan "julid" yang tajam dan penuh prasangka. Masih saja seperti itu. "Lihat tuh, baru juga sehari jadi nyonya, gayanya sudah sok sibuk mau keluar rumah," bisik salah satu pelayan muda kepada rekannya di balik pilar. Mereka mengira suara bisikan itu tidak akan sampai ke telinga Btari."Paling juga cuma mau belanja pakai kartu kredit Pak Ararya. Namanya ju
최신 업데이트: 2026-05-12
Chapter: Perdebatan
Sinar matahari pagi menembus kaca jendela gedung Bimantara Tower, menyinari Ararya yang sudah duduk tegak di balik meja kebesarannya. Tidak ada gurat kelelahan, tidak ada sisa-sisa kemeriahan pesta semalam. Yang ada hanyalah tumpukan dokumen dan sorot mata yang kembali dingin.Pintu ruangan terbuka tanpa ketukan formal. Bima melangkah masuk dengan kening berkerut dalam, memegang dua gelas kopi di tangannya. Ia menghentikan langkah tepat di depan meja Ararya, menatap sahabatnya seolah pria itu baru saja kembali melakukan hal tak masuk akal."Kamu benar-benar sakit jiwa, Ar," cetus Bima tanpa basa-basi, meletakkan satu gelas kopi di depan Ararya dengan bunyi tuk yang cukup keras.Ararya tidak mendongak. Jemarinya masih lincah membolak-balik halaman laporan keuangan. "Kalau kamu ke sini cuma mau protes padaku, lebih baik keluar. Aku punya jadwal rapat direksi dalam tiga puluh menit lagi."Bima tertawa hambar, ia menarik kursi dan duduk dengan santai. "Ar, kamu baru saja menikah kemarin.
최신 업데이트: 2026-05-12
Chapter: Malam Pertama
Btari membanting pintu kamar presidential suite itu dengan kekuatan yang tersisa di dalam dirinya. Bunyi debuman karpet tebal hotel yang meredam suara langkahnya tak mampu meredam gemuruh di dadanya. Persetan dengan pesta di bawah sana. Persetan dengan relasi bisnis keluarga Bimantara. Ia sudah tidak peduli lagi.Tadi, setelah berhasil melepaskan diri dari pagutan paksa Ararya yang memuakkan itu, Btari langsung melipir pergi. Dengan sisa-sisa kewarasan dan akting yang luar biasa, ia berpamitan kepada Ratih dan Eyang Putri, beralasan bahwa kepalanya sangat pening. Beruntung, kedua wanita itu cukup peka melihat wajahnya yang pucat dan memberikan izin tanpa banyak tanya.Kini, Btari berdiri di depan cermin wastafel kamar mandi yang luasnya hampir seluas kamar kosnya dulu. Ia menyalakan lampu dengan kasar dan tertegun menatap pantulannya."Ararya... Iblis... Sialan... Anjing!" umpatan itu meluncur satu per satu dari bibirnya yang kini tampak berantakan.Btari menyentuh bibir bawahnya deng
최신 업데이트: 2026-05-11
Chapter: Perayaan
Di tengah hiruk-pikuk ucapan selamat yang seolah tak berujung, Btari merasa kakinya mulai berdenyut nyeri. Sepatu hak tinggi yang cantik namun menyiksa itu kini terasa seperti pisau yang menghujam telapak kakinya setiap kali ia bergeser sedikit saja untuk menyalami tamu undangan. Ia berusaha mempertahankan senyum porselennya, meski keringat dingin mulai membasahi punggungnya akibat rasa pegal yang menjalar hingga ke pinggang.Tiba-tiba, seorang pelayan wanita muda—mungkin salah satu yang tadi melihat Btari dengan tatapan aneh namun kini tampak bersimpati—mendekat dengan sangat hati-hati. Sambil sedikit berlutut di balik gaun besar Btari yang menjuntai, pelayan itu menyodorkan sepasang sandal slippers empuk tak berhak yang disembunyikan di balik nampan kecil."Mohon izin, Nyonyah... ini dari Bik Sumi. Katanya supaya kakinya tidak terlalu sakit," bisik pelayan itu nyaris tak terdengar.Melihat benda sederhana itu, pertahanan wajah kaku Btari runtuh sesaat. Sebuah senyum tulus, yang pert
최신 업데이트: 2026-05-11
Chapter: Sah!
"Sah!"Kata itu menggema di seantero hall mewah yang sudah dipersiapkan, diikuti seruan syukur dari para saksi dan tamu undangan. Namun bagi Btari, kata itu terdengar seperti bunyi palu hakim yang menjatuhkan vonis penjara seumur hidup. Di bawah riasan pengantin Jawa yang sempurna, setetes air mata jatuh tanpa bisa ia bendung, membasahi pipinya yang dingin. Ia merasakan nyeri yang teramat sangat di ulu hatinya. Di hari yang seharusnya menjadi momen sakral ini, ia berdiri seorang diri. Tidak ada Ibu yang memeluknya, tidak ada adiknya yang menggoda—meskipun ia tahu Ibunya sering bertindak tak tahu diri dengan terus menuntut uang, dan adiknya yang kerap bertindak semaunya sendiri, namun kehadiran mereka tetaplah sebuah jangkar yang kini terputus. Ia merasa seperti yatim piatu di tengah kemegahan yang palsu ini."Angkat kepalamu, Btari," bisik Ararya dengan nada rendah yang tidak terbantahkan. Suaranya dingin, namun ada tekanan kuat saat ia menyentuh dagu Btari, memaksanya untuk menatap
최신 업데이트: 2026-05-10
다른 추천
Menantu Miskin Itu Ternyata Sultan
Menantu Miskin Itu Ternyata Sultan
Romansa · Any Anthika
201.4K 조회수
Hancur Karena Notifikasi M-banking
Hancur Karena Notifikasi M-banking
Romansa · Jingga Amelia
201.2K 조회수
MADU SATU MERTUA
MADU SATU MERTUA
Romansa · Nay Azzikra
200.1K 조회수
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status