author-banner
Mommy Sea
Mommy Sea
Author

Novel-novel oleh Mommy Sea

Demi Kuliah Aku Rela Jadi Istri Simpanan

Demi Kuliah Aku Rela Jadi Istri Simpanan

Nayla Prameswari terancam dikeluarkan dari kampus setelah beasiswanya dicabut dan tunggakan kuliah menumpuk. Tanpa keluarga yang peduli dan pekerjaan yang cukup, ia berada di titik terendah hidupnya. Rafael Aditya Santoso, pengusaha muda dengan pernikahan hambar, muncul tepat saat Nayla hampir menyerah. Ia menawarkan jalan keluar yang tidak pernah Nayla bayangkan: > “Aku bayar semua kuliahmu… kalau kamu bersedia menjadi istriku—secara diam-diam.” Desakan hidup membuat Nayla menerima perjanjian itu. Sejak hari itu ia menjalani dua kehidupan: mahasiswi biasa di kampus, dan istri simpanan di balik pintu apartemen rahasia. Namun ketika Larissa—istri sah Rafael—mulai curiga, hubungan terlarang itu berubah menjadi badai besar yang mengancam menghancurkan mereka semua.
Baca
Chapter: BAB 90 — Yang Kita Simpan Diam-Diam
“Raf… kamu udah di jalan pulang?” Rafael memandangi layar ponselnya beberapa detik sebelum akhirnya mengetik balasan. “Iya, Lis. Tapi malam ini aku pulang agak telat. Ada pertemuan sama klien. Mereka cuma bisa malam.” Ada jeda beberapa detik sebelum balasan masuk. “Hati-hati, ya. Jangan lupa makan.” Rafael menutup mata. Rasa bersalah itu datang lagi. Menekan dadanya. “Iya. Makasih.” Ia memasukkan ponsel ke saku, menarik napas panjang, lalu memutar kemudi. Bukan ke arah rumah. Tapi ke arah yang sudah berkali-kali ia larang dirinya untuk tuju. Apartemen Nayla. Pintu itu terbuka setelah beberapa ketukan pelan. “Nay—” Belum sempat Nayla berkata apa pun, Rafael sudah menariknya ke dalam dan menutup pintu. Nafasnya berat. Buru-buru. Seperti seseorang yang sudah terlalu lama menahan sesuatu. “Raf—” Kata-kata itu terputus ketika bibir Rafael menyentuhnya. Hangat. Terburu-buru. Penuh rindu yang tidak pernah mereka akui dengan jujur. Ciuman itu bukan sekadar ciuman. Di situ a
Terakhir Diperbarui: 2026-01-05
Chapter: BAB 89 — Saat Semua Mulai Terucap
Kepala Nayla masih sedikit berat ketika ia membuka mata. Cahaya matahari menembus tirai, lembut tapi tetap membuat matanya berkunang sebentar. Rani duduk di ujung sofa, memainkan ponselnya sebentar sebelum akhirnya sadar Nayla sudah bangun. “Kamu udah sadar?” tanya Rani pelan. Nayla mengangguk. “Maaf ya, Ran. Jadi nyusahin.” Rani mendengus kecil. “Kalau kamu masih ngomong gitu, gue sumpahin bantal ini gue lempar ke muka lo.” Nayla tersenyum lemah. “Jangan. Nanti anak gue ikut kaget.” Rani langsung diam. Hening. Beberapa detik. Lama. “Jadi… lo udah yakin?” suara Rani menurun. Nayla menarik napas panjang. “Iya. Dokter juga udah pastiin.” Rani mengangguk. Wajahnya bukan marah. Bukan juga kaget. Lebih ke… menahan banyak tanya. “Nay,” ujarnya pelan. “Sekarang gue tanya yang paling dasar dulu… ayahnya siapa?” Jantung Nayla berdegup pelan tapi berat. Ia menunduk. “Rafael.” Satu nama itu jatuh begitu saja di udara. Rani menutup mulutnya sebentar. “Rafael… yan
Terakhir Diperbarui: 2026-01-05
Chapter: BAB 88— Yang Tidak Bisa Lagi Disembunyikan
Nayla menekan tombol lift dengan tangan gemetar. Kepalanya sedikit pening sejak pagi. Mualnya datang dan pergi, tapi hari ini rasanya lebih kuat dari biasanya. “Tarik napas…” gumamnya pelan. Di dalam lift, bayangannya di cermin kembali menatapnya. Pucat. Bibirnya kering. Senyumnya gagal. Begitu pintu terbuka, langkahnya keluar pelan. Lobby rumah sakit itu terasa terlalu besar untuk seseorang yang ingin sembunyi. Ia duduk di bangku tunggu, menggenggam nomor antrean. “Nomor delapan puluh tujuh,” panggil perawat. Nayla berdiri. Kakinya agak goyah, tapi ia paksakan masuk ke ruangan dokter kandungan. “Silakan duduk,” ucap dokter perempuan berusia sekitar empat puluhan, ramah tapi tegas. Nayla duduk, menelan ludah. “Saya… mau periksa, Dok.” “Sudah telat haidnya berapa lama?” “Sekitar… tiga minggu.” Dokter mengangguk. “Ada mual? Lemas?” Nayla mengangguk lagi. “Ada, Dok.” Beberapa pertanyaan mengalir. Lalu pemeriksaan. Sunyi. Hanya bunyi alat dan detak kecil yang entah berasal d
Terakhir Diperbarui: 2026-01-04
Chapter: BAB 87 — Kejutan Dan Kegelisahan
Nayla berdiri lama di depan cermin pagi itu. Wajahnya masih kelihatan lelah. Kantung mata menghitam, bibirnya pucat. Tapi ia tetap berusaha tersenyum sedikit. “Bisa… kamu bisa,” bisiknya pada bayangan sendiri. Ia meraih tas kuliah. Test pack—dua garis—diselipkannya ke dalam laci meja, lalu ditutup rapat. Seolah kalau laci itu tertutup, masalahnya juga ikut terkunci. Sayangnya tidak. Perutnya terasa ringan sekaligus berat. Bukan karena sudah membesar—belum. Tapi karena pikiran yang terus menghantui. Di Lobby Apartemen, ia duduk sambil memegang perutnya pelan. “Aku tetap kuliah, ya…” katanya sangat pelan. “Maaf kalau agak capek.” Taksi online datang. Nayla naik. Dunia berjalan seperti biasa. Semua tampak normal. Hanya ia yang tidak. Di kampus, Rani langsung melambai. “Nay! Sini!” Nayla tersenyum tipis. “Pagi.” “Pagi matamu. Kamu keliatan kayak kurang tidur tiga hari,” celetuk Rani. Nayla terkekeh kecil. “Emang kurang tidur.” “Pusing tugas ya?” “Iya…” jawabnya singkat. Pa
Terakhir Diperbarui: 2026-01-04
Chapter: BAB 86 — Mencoba Menepati Janji
Rafael masuk ke apartemen dengan langkah pelan. Di tangannya ada kotak kue kecil. “Aku bawain cheesecake favorit kamu,” katanya sambil mengangkat kotak itu sedikit. Larissa yang sedang di dapur menoleh dan tersenyum. “Serius? Itu yang dari toko dekat kantor kamu?” “Iya,” sahut Rafael. “Katanya baru keluar oven.” “Pas banget,” balas Larissa. “Aku lagi bikin teh. Kita makan bareng, ya?” Mereka duduk di meja makan. Larissa menuangkan teh ke cangkir Rafael, lalu miliknya sendiri. “Gimana kerjaan hari ini?” tanya Larissa santai. “Lumayan… ribet,” jawab Rafael sambil memotong cheesecake. “Arman datang ke kantor. Katanya mau bahas proyek, tapi ujung-ujungnya ya… nasehatin aku lagi.” Larissa tersenyum kecil. “Kayaknya dia sayang sama kamu. Dengan caranya.” Rafael mengangguk. “Betiul dia memang seperti itu.” Larissa hanya mengaduk tehnya. Tidak langsung menanggapi. “Kalau kamu sendiri gimana hari ini?” tanya Rafael, berusaha terdengar biasa saja. Larissa menghela napas
Terakhir Diperbarui: 2026-01-03
Chapter: BAB 84 — Awal Yang Baik
Rafael bangun sedikit lebih pagi dari biasanya. Aneh. Biasanya Larissa yang sudah rapi lebih dulu di dapur. Tapi kali ini, aroma roti panggang dan teh hangat sudah memenuhi rumah, membuatnya refleks menoleh ke arah pintu kamar. Ia turun pelan-pelan. Larissa sedang berdiri membelakangi kompor. Rambutnya diikat seadanya. Pakai kaus rumah yang sudah agak longgar. Bukan dandanan rapi ala kantor seperti dulu. Tapi entah kenapa, justru itu terasa… hangat. “Pagi,” ucap Rafael sambil mengusap tengkuknya. Larissa menoleh. Senyumnya ringan. “Pagi. Mau roti? Aku bikinin sekalian.” “Boleh,” jawab Rafael. Ia duduk. “Kamu udah dari kapan bangun?” “Nggak lama,” sahut Larissa. “Pengin bikin yang ringan-ringan aja.” Mereka diam sebentar. Tapi bukan diam canggung seperti dulu. Ada jeda yang rasanya wajar. Rafael memperhatikan punggung Larissa. Gerakannya sekarang lebih pelan. Hati-hati. Seperti seseorang yang sedang belajar menata ulang dunianya, tapi nggak mau pamer. Ia merasa
Terakhir Diperbarui: 2026-01-03
Ku Tentukan Takdirku

Ku Tentukan Takdirku

Alya mendapat kesempatan hidup kembali sebelum pernikahannya hancur. Kali ini, ia bertekad membuka kedok Raka, melindungi keluarganya, dan mengubah takdir agar tidak lagi menjadi korban.
Baca
Chapter: Epilog – Surat untuk Diri Sendiri
Langit sore memudar menjadi jingga keemasan ketika Alya tiba di pantai kecil di ujung kota. Tempat itu tak terlalu ramai, hanya beberapa anak berlarian sambil tertawa, dan suara ombak mengiringi langkahnya. Di tangan kanannya, ia membawa buku catatan kulit cokelat — yang dulu selalu ia bawa di masa-masa terberatnya. Di halaman terakhir, masih tersisa satu lembar kosong. Ia duduk di atas pasir, membiarkan ujung gaunnya tersentuh ombak kecil. Angin laut membawa aroma asin dan melati dari sela rambutnya. Perlahan, ia membuka buku itu, lalu mulai menulis: “Untuk diriku yang dulu,” Aku tahu kau pernah menangis sampai sulit bernapas. Aku tahu kau pernah berharap seseorang datang menyelamatkanmu — tapi tak seorang pun muncul. Aku tahu betapa sepinya rasanya ketika dunia seakan menutup pintu, sementara kau hanya ingin dimengerti. Kau marah, bukan? Pada mereka, pada hidup, bahkan pada dirimu sendiri. Tapi lihat sekarang — kau masih di sini. Tidak utuh, tapi hidup. Tidak sempurna,
Terakhir Diperbarui: 2025-11-21
Chapter: Bab 84– Cahaya yang Dipilih
Sudah hampir satu tahun sejak hari ketika salah satu investor menarik diri dan membuat Alya hampir menyerah. Sejak saat itu, hidupnya tidak lagi sekadar bertahan — tapi bertumbuh. Kini, aroma baru mengisi ruang utama Alyara Home: campuran wangi mawar, jeruk, dan sedikit kayu manis. Sebuah aroma yang ia racik sendiri dan dinamainya Serenity — ketenangan. Produk itu menjadi simbol perjalanan panjangnya, sekaligus varian utama untuk peluncuran cabang pertama Alyara Home di pusat kota. Alya berdiri di depan kaca besar butik barunya. Papan bertuliskan “Alyara Home – Soul of Calm” menggantung elegan di atas pintu, dengan huruf timbul berwarna emas lembut. Di bawahnya, etalase menampilkan deretan lilin aromaterapi, sabun alami, dan diffuser yang dikemas dengan desain sederhana tapi menawan. “Siap, Bu?” tanya Nita sambil memegang clipboard. Suaranya terdengar campur antara gugup dan bangga. Alya tersenyum. “Sudah lebih dari siap, Nit. Hari ini bukan hanya peluncuran toko. Hari ini, kita m
Terakhir Diperbarui: 2025-11-20
Chapter: Bab 83– Ujian Terakhir
Pagi itu, suasana di Alyara Home tidak seperti biasanya. Tidak ada tawa riang di ruang workshop, tidak ada aroma lavender yang menenangkan. Semua orang tampak tegang — bahkan Nita, yang biasanya paling ceria, terlihat gelisah di depan laptop. Alya menatap layar yang menampilkan grafik penjualan dan tabel pengeluaran bulan berjalan. Angkanya tidak buruk, tapi masalahnya bukan di situ. Masalahnya adalah pesan singkat yang baru saja masuk tadi pagi — dari salah satu investor kecil mereka. > “Dengan berat hati, kami harus menarik modal dari Alyara Home mulai akhir bulan ini.” Hanya satu kalimat sederhana, tapi cukup membuat udara di ruangan terasa berat. Investor itu bukan yang terbesar, tapi ia adalah salah satu penopang utama di fase awal. Modal darinya digunakan untuk produksi massal batch pertama lilin aromaterapi, juga untuk membayar sewa tempat tambahan yang kini sedang dipakai tim baru. Alya menghela napas panjang. “Sudah coba hubungi, Nita?” Nita mengangguk lemah. “Sudah, Bu
Terakhir Diperbarui: 2025-11-19
Chapter: Bab 82– Kehidupan yang Tumbuh
Langit pagi itu berwarna lembut — campuran biru muda dan jingga yang menenangkan. Di halaman depan Alyara Home, Alya berdiri memandangi taman kecil yang mulai dipenuhi bunga lavender dan melati. Aroma lembutnya bercampur dengan wangi minyak esensial yang menguar dari ruang workshop di belakang rumah. Tempat itu dulu hanyalah ruang kosong, tapi kini menjadi sumber kehidupan baru bagi banyak orang — terutama bagi Alya sendiri. Suara tawa pelan terdengar dari dalam. Beberapa perempuan muda tengah sibuk mencampur bahan untuk membuat lilin aromaterapi. Mereka adalah bagian dari tim kecil yang dibentuk Alya — sebagian mantan ibu rumah tangga, sebagian lagi anak muda yang mencari arah hidup. “Bu Alya, ini campuran lavender sama vanilla-nya pas nggak?” tanya salah satu dari mereka, dengan tangan penuh sisa lilin cair. Alya tersenyum, mendekat sambil mengambil sendok kecil dari meja kerja. “Coba sedikit tambahkan vanilla-nya. Wangi lavender yang terlalu kuat bisa bikin kesan dingin. Kita ma
Terakhir Diperbarui: 2025-11-18
Chapter: Bab 81 – Jejak Masa Lalu
Sudah hampir setengah tahun sejak Alyara Home menjadi nama yang mulai dikenal. Bisnisnya stabil, keuangan cukup sehat, dan beberapa media menulis kisah Alya sebagai simbol ketangguhan perempuan. Namun di tengah kesibukan itu, ada sesuatu yang tiba-tiba mengetuk kembali — masa lalu yang selama ini ia biarkan diam di belakang. Sore itu, Alya baru saja selesai melakukan sesi pelatihan dengan beberapa ibu rumah tangga di ruang komunitas kecil miliknya. Mereka tertawa saat membicarakan aroma lilin baru yang sedang dikembangkan, aroma “cempaka dan tanah basah” — wangi yang menenangkan, katanya. Salah satu dari mereka, Sinta, berkata sambil tersenyum, “Bu Alya, wangi ini seperti hujan pertama setelah kemarau. Lembut tapi mengingatkan banyak hal.” Alya mengangguk pelan. “Kadang memang, hal sederhana seperti aroma bisa membawa kita ke masa lalu.” Ia tak tahu, kalimat itu akan menjadi pengantar dari sesuatu yang benar-benar datang dari masa lalunya sendiri. Begitu pelatihan selesai dan r
Terakhir Diperbarui: 2025-11-17
Chapter: Bab 80– Langkah Pertama
Pagi itu, aroma lavender dan melati bercampur lembut di udara. Alya menatap rak pajangan di ruang produksinya — deretan lilin aromaterapi, sabun alami, dan diffuser dari kayu jati kecil yang tertata rapi dengan label Alyara Home. Setiap produk dibungkus dengan kertas daur ulang berwarna krem, dihiasi pita tipis dan logo bunga sederhana hasil desainnya sendiri. Tiga bulan terakhir terasa seperti mimpi. Pesanan yang awalnya hanya datang dari teman dan tetangga kini mulai meluas ke luar kota. Ia bahkan harus menambah dua karyawan untuk membantu proses pengemasan dan pengiriman. Alya tersenyum kecil, mengingat hari-hari awalnya — saat ia membuat sabun pertama dengan tangan gemetar, takut gagal, takut tak ada yang tertarik. Kini, suara tawa para pegawainya di ruang belakang terdengar seperti musik yang menandai betapa jauh ia sudah melangkah. “Bu Alya, ini pesanan dari toko konsep di Bandung. Mereka minta stok dua kali lipat bulan ini,” ujar Dimas, asistennya yang kini dipercaya menga
Terakhir Diperbarui: 2025-11-16
Anda juga akan menyukai
Istri Kedua CEO
Istri Kedua CEO
Romansa · Aeris Park
620.0K Dibaca
Skandal Cinta Pilot Angkuh
Skandal Cinta Pilot Angkuh
Romansa · Gallon
617.6K Dibaca
Another Marriage
Another Marriage
Romansa · Qeqe Sunarya
603.3K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status