author-banner
Mommy Sea
Mommy Sea
Author

Novels by Mommy Sea

Demi Kuliah Aku Rela Jadi Istri Simpanan

Demi Kuliah Aku Rela Jadi Istri Simpanan

Nayla Prameswari terancam dikeluarkan dari kampus setelah beasiswanya dicabut dan tunggakan kuliah menumpuk. Tanpa keluarga yang peduli dan pekerjaan yang cukup, ia berada di titik terendah hidupnya. Rafael Aditya Santoso, pengusaha muda dengan pernikahan hambar, muncul tepat saat Nayla hampir menyerah. Ia menawarkan jalan keluar yang tidak pernah Nayla bayangkan: > “Aku bayar semua kuliahmu… kalau kamu bersedia menjadi istriku—secara diam-diam.” Desakan hidup membuat Nayla menerima perjanjian itu. Sejak hari itu ia menjalani dua kehidupan: mahasiswi biasa di kampus, dan istri simpanan di balik pintu apartemen rahasia. Namun ketika Larissa—istri sah Rafael—mulai curiga, hubungan terlarang itu berubah menjadi badai besar yang mengancam menghancurkan mereka semua.
Read
Chapter: Bab 129-“Pertanyaan yang Tidak Siap Kujawab”
Mobil melaju keluar dari kompleks itu tanpa suara selain deru mesin yang terlalu halus untuk menenggelamkan apa pun. Jalanan tampak biasa saja—lampu-lampu rumah, pepohonan yang berbaris rapi, portal satpam yang perlahan menjauh—tapi bagi Nayla, semuanya terasa seperti lorong sempit yang menekan dada. Ia baru sadar napasnya pendek-pendek. Kotak cake masih di pangkuannya. Tidak bergeser sejak tadi, seolah benda itu menolak dilupakan. Tangan Nayla sempat meraih setir, lalu kembali menahan kotak itu, refleks seperti sedang memeluk sesuatu yang rapuh. Di kursi belakang, Revania bersandar malas, lalu mulai menggerak-gerakkan kakinya. “Bu,” katanya tiba-tiba, suaranya dibuat ringan. “Angel itu baik, ya.” Nayla menatap lurus ke depan. “Iya.” “Dia enggak sok pamer. Padahal rumahnya gede.” “Iya.” “Terus dia ngajak aku sama Kak Ravin lihat kolam renangnya. Airnya biru banget.” “Iya.” Revania berhenti. Menyipitkan mata, mencondongkan badan sedikit ke depan. “Ibu kenapa jawabnya satu ka
Last Updated: 2026-02-06
Chapter: Bab 128-“Rahasia Itu Berdiri di Ruang Tamu”
Tangan Larissa mengepal di sisi tubuhnya. Dadanya naik turun, tapi suaranya tetap terjaga saat akhirnya berkata, “Sepertinya… dunia memang lucu, ya.” Ia menatap Nayla lurus. “Setelah sejauh ini kita menghindar, ternyata kita berdiri di rumah yang sama.” Sunyi mengisi ruang di antara mereka. Ia menatap Nayla lurus. “Setelah sejauh ini kita menghindar, ternyata kita berdiri di rumah yang sama.” Nayla tidak langsung menjawab. Tangannya masih memegang kotak cake itu, jari-jarinya mengeras seolah benda kecil itu satu-satunya penyangga agar ia tetap berdiri. “Lucu bukan kata yang akan saya pakai,” jawab Nayla akhirnya, pelan tapi tegas. “Tapi saya setuju… ini ironi.” Larissa tersenyum tipis. Senyum yang tidak sampai ke mata. “Masuklah,” katanya, memberi jalan. “Anak-anakmu masih di dalam.” Nayla melangkah masuk. Setiap langkah terasa berat, seolah lantai rumah itu menyimpan sesuatu yang tak kasatmata. Matanya langsung tertuju ke dua sosok yang dikenalnya. “Van.” “Ravin.” “Ibu
Last Updated: 2026-02-05
Chapter: Bab127-“Anak-Anak Itu Ada di Rumah Kami”
“Larissa.” Suara Rafael terdengar dari seberang, rendah dan tenang seperti biasa. Terlalu tenang untuk kepala Larissa yang sedang penuh gema. “Iya,” jawabnya pelan. “Teman-teman Angel masih di rumah?” Larissa menutup mata sejenak. “Masih,” jawab Larissa. “Kenapa?” “Aku mau beliin pizza. Sekalian makan bareng sebelum mereka dijemput.” Larissa menahan napas. Ujung jarinya mencengkeram ponsel. “Rafael,” katanya akhirnya, suaranya turun satu nada, “kamu cepat pulang.” Hening sepersekian detik. “Kenapa?” tanya Rafael. “Ada yang ingin aku bicarakan.” Nada itu. Rafael mengenalnya terlalu lama untuk tidak menangkap isyaratnya. “Baik,” jawabnya. “Aku langsung ke rumah.” Telepon terputus. Larissa menurunkan ponsel perlahan. Dadanya terasa sempit. Ia menoleh ke ruang keluarga—ke arah sofa tempat Ravindra duduk, ke arah lantai tempat Angel dan Revania tertawa kecil karena pion permainan saling bertabrakan. Anak-anak itu masih tertawa. Belum tahu apa-apa. 🌷?
Last Updated: 2026-02-04
Chapter: Bab 126-Cermin yang Terlalu Jelas
Bel pulang berbunyi nyaring, memotong sisa konsentrasi yang sejak pagi tidak pernah benar-benar utuh. Angel menutup bukunya lebih cepat dari biasanya. Ia menoleh ke samping—ke arah bangku yang sejak awal semester selalu diisi dua orang. Revania masih merapikan alat tulisnya, rambutnya terikat rapi, gerakannya tenang. “Kamu langsung pulang?” tanya Angel sambil menyampirkan tas. Revania mengangkat wajah. “Iya. Kenapa?” Angel mengetuk meja pelan. Kebiasaan kecil setiap kali ia gugup. “Mau main ke rumahku?” Revania berhenti. “Ke rumah kamu?” “Iya,” Angel mengangguk cepat. “Cuma sebentar.” Revania menimbang sejenak. “Aku harus izin ibu dulu.” “Ya,” Angel tersenyum. “Aku juga.” Mereka berjalan keluar kelas berdampingan. Di lorong, seorang siswa laki-laki berhenti tak jauh dari mereka, tas disampirkan satu bahu. “Van.” Revania menoleh. “Ravin.” Ravindra berdiri santai. Wajahnya tenang, tapi sorot matanya awas. “Angel ngajak main ke rumahnya,” kata Revania. Ravindra menatap An
Last Updated: 2026-02-03
Chapter: Bab123-Ketika Wajah Tidak Bisa Disembunyikan
Angel baru menyadarinya saat bel berbunyi. Bukan karena suara bel itu sendiri, tapi karena Revania berdiri terlalu dekat dengannya di lorong kelas. Terlalu dekat untuk tidak diperhatikan. Angel tidak sengaja. Setidaknya itu yang ia katakan pada dirinya sendiri. Ia hanya melirik sekilas, seperti biasa. Tapi kali ini, matanya tertahan lebih lama. Hidung itu. Lengkung alisnya. Cara Revania mengerutkan dahi saat membaca pengumuman di papan mading. Angel menelan ludah. Kenapa mirip? “Ngapain bengong?” suara Revania menyentaknya. Angel tersenyum cepat. “Enggak. Liat jadwal aja.” Revania ikut menoleh ke papan. “Oh. Kupikir kamu ngelamun.” “Emang kelihatan?” Angel mencoba tertawa. “Iya dikit,” jawab Revania santai. “Kamu kenapa sih akhir-akhir ini?” Angel mengangkat bahu. “Biasa.” Revania tidak memaksa. Ia memang seperti itu—tidak suka menekan. Tapi justru sikap itulah yang membuat Angel semakin memperhatikan. Saat mereka berjalan menuju kelas, Ravindra muncul
Last Updated: 2026-02-02
Chapter: Bab 125-“Tiga Anak, Satu Ayah”
Rafael menutup pintu apartemen Nayla dengan pelan. Terlalu pelan, seperti takut suara itu akan mengingatkannya bahwa barusan hidupnya bergeser ke arah yang tidak pernah ia rencanakan. Dua anak. Darah dagingnya. Ia berdiri di lorong apartemen cukup lama, punggungnya menempel ke pintu, dada naik turun tidak beraturan. “Gila…” gumamnya pelan. Tangannya meraba saku jas, menemukan ponsel. Ia menatap layar kosong beberapa detik, lalu menekan satu nama tanpa pikir panjang. Arman. Nada sambung terdengar lama. “Lo nelpon malam-malam gini pasti ada masalah,” suara Arman terdengar setengah mengantuk. “Apa?” “Kita ketemu,” kata Rafael singkat. “Sekarang.” Arman terdiam sejenak. “Raf—” “Sekarang, Man.” Nada suara Rafael membuat Arman langsung siaga. “Oke. Tempat biasa.” Telepon ditutup. Rafael memasukkan ponsel ke saku, mengusap wajahnya kasar. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang sangat lama, ia merasa tidak punya kendali atas hidupnya sendiri. Kafe itu hampir kosong. Lampu kuni
Last Updated: 2026-02-01
Ku Tentukan Takdirku

Ku Tentukan Takdirku

Alya mendapat kesempatan hidup kembali sebelum pernikahannya hancur. Kali ini, ia bertekad membuka kedok Raka, melindungi keluarganya, dan mengubah takdir agar tidak lagi menjadi korban.
Read
Chapter: Epilog – Surat untuk Diri Sendiri
Langit sore memudar menjadi jingga keemasan ketika Alya tiba di pantai kecil di ujung kota. Tempat itu tak terlalu ramai, hanya beberapa anak berlarian sambil tertawa, dan suara ombak mengiringi langkahnya. Di tangan kanannya, ia membawa buku catatan kulit cokelat — yang dulu selalu ia bawa di masa-masa terberatnya. Di halaman terakhir, masih tersisa satu lembar kosong. Ia duduk di atas pasir, membiarkan ujung gaunnya tersentuh ombak kecil. Angin laut membawa aroma asin dan melati dari sela rambutnya. Perlahan, ia membuka buku itu, lalu mulai menulis: “Untuk diriku yang dulu,” Aku tahu kau pernah menangis sampai sulit bernapas. Aku tahu kau pernah berharap seseorang datang menyelamatkanmu — tapi tak seorang pun muncul. Aku tahu betapa sepinya rasanya ketika dunia seakan menutup pintu, sementara kau hanya ingin dimengerti. Kau marah, bukan? Pada mereka, pada hidup, bahkan pada dirimu sendiri. Tapi lihat sekarang — kau masih di sini. Tidak utuh, tapi hidup. Tidak sempurna,
Last Updated: 2025-11-21
Chapter: Bab 84– Cahaya yang Dipilih
Sudah hampir satu tahun sejak hari ketika salah satu investor menarik diri dan membuat Alya hampir menyerah. Sejak saat itu, hidupnya tidak lagi sekadar bertahan — tapi bertumbuh. Kini, aroma baru mengisi ruang utama Alyara Home: campuran wangi mawar, jeruk, dan sedikit kayu manis. Sebuah aroma yang ia racik sendiri dan dinamainya Serenity — ketenangan. Produk itu menjadi simbol perjalanan panjangnya, sekaligus varian utama untuk peluncuran cabang pertama Alyara Home di pusat kota. Alya berdiri di depan kaca besar butik barunya. Papan bertuliskan “Alyara Home – Soul of Calm” menggantung elegan di atas pintu, dengan huruf timbul berwarna emas lembut. Di bawahnya, etalase menampilkan deretan lilin aromaterapi, sabun alami, dan diffuser yang dikemas dengan desain sederhana tapi menawan. “Siap, Bu?” tanya Nita sambil memegang clipboard. Suaranya terdengar campur antara gugup dan bangga. Alya tersenyum. “Sudah lebih dari siap, Nit. Hari ini bukan hanya peluncuran toko. Hari ini, kita m
Last Updated: 2025-11-20
Chapter: Bab 83– Ujian Terakhir
Pagi itu, suasana di Alyara Home tidak seperti biasanya. Tidak ada tawa riang di ruang workshop, tidak ada aroma lavender yang menenangkan. Semua orang tampak tegang — bahkan Nita, yang biasanya paling ceria, terlihat gelisah di depan laptop. Alya menatap layar yang menampilkan grafik penjualan dan tabel pengeluaran bulan berjalan. Angkanya tidak buruk, tapi masalahnya bukan di situ. Masalahnya adalah pesan singkat yang baru saja masuk tadi pagi — dari salah satu investor kecil mereka. > “Dengan berat hati, kami harus menarik modal dari Alyara Home mulai akhir bulan ini.” Hanya satu kalimat sederhana, tapi cukup membuat udara di ruangan terasa berat. Investor itu bukan yang terbesar, tapi ia adalah salah satu penopang utama di fase awal. Modal darinya digunakan untuk produksi massal batch pertama lilin aromaterapi, juga untuk membayar sewa tempat tambahan yang kini sedang dipakai tim baru. Alya menghela napas panjang. “Sudah coba hubungi, Nita?” Nita mengangguk lemah. “Sudah, Bu
Last Updated: 2025-11-19
Chapter: Bab 82– Kehidupan yang Tumbuh
Langit pagi itu berwarna lembut — campuran biru muda dan jingga yang menenangkan. Di halaman depan Alyara Home, Alya berdiri memandangi taman kecil yang mulai dipenuhi bunga lavender dan melati. Aroma lembutnya bercampur dengan wangi minyak esensial yang menguar dari ruang workshop di belakang rumah. Tempat itu dulu hanyalah ruang kosong, tapi kini menjadi sumber kehidupan baru bagi banyak orang — terutama bagi Alya sendiri. Suara tawa pelan terdengar dari dalam. Beberapa perempuan muda tengah sibuk mencampur bahan untuk membuat lilin aromaterapi. Mereka adalah bagian dari tim kecil yang dibentuk Alya — sebagian mantan ibu rumah tangga, sebagian lagi anak muda yang mencari arah hidup. “Bu Alya, ini campuran lavender sama vanilla-nya pas nggak?” tanya salah satu dari mereka, dengan tangan penuh sisa lilin cair. Alya tersenyum, mendekat sambil mengambil sendok kecil dari meja kerja. “Coba sedikit tambahkan vanilla-nya. Wangi lavender yang terlalu kuat bisa bikin kesan dingin. Kita ma
Last Updated: 2025-11-18
Chapter: Bab 81 – Jejak Masa Lalu
Sudah hampir setengah tahun sejak Alyara Home menjadi nama yang mulai dikenal. Bisnisnya stabil, keuangan cukup sehat, dan beberapa media menulis kisah Alya sebagai simbol ketangguhan perempuan. Namun di tengah kesibukan itu, ada sesuatu yang tiba-tiba mengetuk kembali — masa lalu yang selama ini ia biarkan diam di belakang. Sore itu, Alya baru saja selesai melakukan sesi pelatihan dengan beberapa ibu rumah tangga di ruang komunitas kecil miliknya. Mereka tertawa saat membicarakan aroma lilin baru yang sedang dikembangkan, aroma “cempaka dan tanah basah” — wangi yang menenangkan, katanya. Salah satu dari mereka, Sinta, berkata sambil tersenyum, “Bu Alya, wangi ini seperti hujan pertama setelah kemarau. Lembut tapi mengingatkan banyak hal.” Alya mengangguk pelan. “Kadang memang, hal sederhana seperti aroma bisa membawa kita ke masa lalu.” Ia tak tahu, kalimat itu akan menjadi pengantar dari sesuatu yang benar-benar datang dari masa lalunya sendiri. Begitu pelatihan selesai dan r
Last Updated: 2025-11-17
Chapter: Bab 80– Langkah Pertama
Pagi itu, aroma lavender dan melati bercampur lembut di udara. Alya menatap rak pajangan di ruang produksinya — deretan lilin aromaterapi, sabun alami, dan diffuser dari kayu jati kecil yang tertata rapi dengan label Alyara Home. Setiap produk dibungkus dengan kertas daur ulang berwarna krem, dihiasi pita tipis dan logo bunga sederhana hasil desainnya sendiri. Tiga bulan terakhir terasa seperti mimpi. Pesanan yang awalnya hanya datang dari teman dan tetangga kini mulai meluas ke luar kota. Ia bahkan harus menambah dua karyawan untuk membantu proses pengemasan dan pengiriman. Alya tersenyum kecil, mengingat hari-hari awalnya — saat ia membuat sabun pertama dengan tangan gemetar, takut gagal, takut tak ada yang tertarik. Kini, suara tawa para pegawainya di ruang belakang terdengar seperti musik yang menandai betapa jauh ia sudah melangkah. “Bu Alya, ini pesanan dari toko konsep di Bandung. Mereka minta stok dua kali lipat bulan ini,” ujar Dimas, asistennya yang kini dipercaya menga
Last Updated: 2025-11-16
You may also like
Aku Masih Perawan
Aku Masih Perawan
Romansa · Rara Radika
501.2K views
BAYI MILIARDER (A Baby Billionaire)
BAYI MILIARDER (A Baby Billionaire)
Romansa · Adinasya Mahila
494.0K views
Istri Keempat
Istri Keempat
Romansa · Asia July
490.9K views
Cinta Satu Malam
Cinta Satu Malam
Romansa · Handira Rezza
487.7K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status