author-banner
Itsme AnH
Itsme AnH
Author

Novels by Itsme AnH

Gairah Panas Adik Iparku

Gairah Panas Adik Iparku

Setelah tiga tahun pernikahan, ini adalah pertama kalinya Jessica Wang melakukan ritual malam pertama. Hanya saja, ritual yang terjadi dengan panas membara dan penuh gairah itu tidak dia lakukan bersama suaminya, Aland Albert. Dia melakukan hubungan terlarang itu bersama saudara kembar suaminya yang merupakan adik iparnya sendiri, Aaron Albert! Ketika memikirkan nasib pernikahannya setelah mengetahui dirinya hamil anak Aaron, Jessica justru menemukan fakta yang sangat mengejutkan ....
Read
Chapter: Dasar Tong Sampah
DI RUANG KERJA ALANDDinding berwarna abu-abu tua dengan aksen kayu gelap tidak pernah terasa cukup luas bagi Aland. Saat dia melihat keluar dari dinding kaca, pemandangan kota jelas tidak seindah yang bisa dilihat dari lantai teratas – ruang kerja Aaron sebagai Presiden Direktur Cisal Enterprise.Aland mengalihkan tatapannya dari pemandangan kota, ke arah pintu ketika mendengar suara tumit hak Natasha menggelegar di lantai marmer. Suara tak asing itu seperti penuh godaan, membuatnya tahu siapa yang datang meski tanpa melihat. Natasha melenggak-lenggokkan pinggulnya, berjalan mendekati Aland, lalu duduk di pangkuan pria itu dengan gerakan lembut yang menggoda. "Sayang ... kapan kamu akan menceraikan wanita itu?" Jari jemari Natasha yang berhias mahkota berlian menjalar perlahan di leher Aland, mengikuti urat yang membesar karena ketegangan. "Padahal dari awal, kamu menikahinya hanya untuk menjatuhkan Aaron, bukan? Namun adikmu justru seperti raja yang tidak bisa diganggu gugat!"Ala
Last Updated: 2026-01-05
Chapter: Tapi Ada Syaratnya
"Jessica, apa yang kamu lakukan di sini?!" Suara Rebecca menusuk suasana ruang keluarga yang tadinya sunyi. Wanita itu berdiri di pintu dengan wajah memerah karena kesal, mata melotot menatap Jessica yang tengah bersandar di sofa besar seperti orang yang punya hak penuh atas tempat itu – tangan di paha, gelas jus jeruk di tangan kanannya. "Bukan urusanmu," jawab Jessica tanpa melihatnya, matanya tetap terpaku pada layar televisi yang sebenarnya tidak sedang dia tonton. Suaranya dingin seperti es, tak sedikitpun memberi ruang untuk pembantahan. Tepat saat itu, Alexander keluar bersama Veronika yang mengenakan gaun panjang berwarna emas yang membuatnya terlihat mencolok. "Tuan Smith," panggil Jessica dengan nada yang jauh dan kaku, seolah-olah yang dia hadapi bukan ayah kandungnya sendiri. "Aku sudah membawa surat perjanjian investasi dari Cisal Enterprise seperti yang kamu minta." Alexander langsung tersenyum lebar, wajahnya bersinar kegembiraan. "Betapa baiknya putriku yang canti
Last Updated: 2026-01-05
Chapter: Kesepakatan Tambahan
Setelah meninggalkan Snow Butique, Jessica melangkah cepat menuju parkiran, langkahnya sedikit tergesa-gesa di atas ubin lantai yang mengkilap. Dia masih menggenggam jas Aaron dengan erat hingga kainnya terlipat kusut di genggamannya, sementara dada yang masih terasa sakit perlahan-lahan terbakar oleh nyala balas dendam yang semakin membara.'Aland bilang aku hanya mencari perhatian? Baiklah, nanti kau akan tahu betapa salahnya menganggapku seperti itu!' – suara dalam hatinya terdengar keras, menyembunyikan rasa sakit yang masih menyelimuti dirinya.Tangan sudah siap membuka pintu mobil yang disewanya ketika suara yang sangat akrab terdengar dari belakang – suara yang membuat tulang belakangnya sedikit berdiri rilek."Kau berpikir bisa pergi begitu saja setelah membawa jas ku?"Jessica langsung berbalik, alisnya sedikit terangkat dengan ekspresi tidak senang. Udara di parkiran terasa lebih dingin dari biasanya. "Aku akan membawanya kembali ke kantormu nanti.""Tak perlu repot, aku sud
Last Updated: 2026-01-04
Chapter: Apa yang Kamu Banggakan?
"Kenapa kau di sini?" Suara dingin Aland mengagetkan Jessica yang baru saja berganti pakaian dan hendak pergi meninggalkan Snow Butique sambil menenteng jas Aaron. Dia sedikit terkejut melihat keberadaan Aland yang sebelumnya sangat dia cintai dan dirindui siang-malam. Kini, perasaan itu musnah berganti dengan kekecewaan yang meninggalkan rasa permusuhan. Jessica menatap Aland, lalu dengan sinis melirik Natasha yang menempel di lengan pria itu. Kemudian, tatapan Jessica kembali tertuju pada Aland. "Apa masalahnya? Kenapa aku tidak boleh ada di sini?" Natasha melihat Jessica dari ujung kepala sampai ujung kaki, dia selalu iri hati saat menyadari saudari perempuannya selalu terlihat cantik meski hanya dibalut pakaian sederhana. Detik selanjutnya, tatapan Natasha jatuh pada jas pria di tangan Jessica. "Adik, kenapa kamu memegang pakaian pria di tanganmu? Itu bukan pakaian Aland, kan?" "Oh, aku bertanya-tanya kenapa kau belum sampai ke Orleander Breeze, padahal ibu bilang kau sud
Last Updated: 2024-01-22
Chapter: Membuat Banyak Segel di Tubuhmu
"Apa?" Jessica menghentikan kegiatannya, dia menatap pria di sampingnya. "Aaron, kenapa kau mendesakku bercerai? Aku tidak sedang terburu-buru. Aku....""Apa kau pikir, kau tidak perlu bertanggung jawab setelah tiga kali tidur denganku?""Tanggung jawab?" Jessica menatap Aaron dengan tatapan tak percaya. "Hmmmm." Aaron mengangguk tanpa dosa. "Anggap saja sebagai kompensasi atas hilangnya waktu berhargaku dan kerusakan mental yang disebabkan olehmu.""Hah ... kerusakan mental?" Jessica terkekeh sinis. Bukankah dia yang merusak mentalku? "Kau tidak hanya mengambil kepolosanku, tapi juga berkali-kali mencoba memanfaatkan aku. Jadi, tentu saja kau harus bertanggung jawab!""Kau—" Jessica mengacungkan jari telunjuknya ke arah Aaron dengan gigi yang saling gemertakan seolah-olah ingin melumat pria itu. "Gila!""Apa aku salah?"Jessica diam, dia tidak punya kata-kata yang tepat untuk membalas Aaron. Lebih tepatnya, dia tidak ingin berdebat dengan Aaron untuk mencegah dirinya menjadi gila
Last Updated: 2024-01-22
Chapter: Perceraian
Jessica terdiam. Sebelumnya, dia berniat meminta bantuan pada Aland untuk berinvestasi pada Smith Company agar kesepakatannya dengan Alex bisa terpenuhi. Namun, begitu mengetahui perselingkuhan Aland dan Natasha, Jessica membuang jauh-jauh pemikirannya itu. Di matanya, aku hanyalah wanita yang tidak diinginkan. Bagaimana mungkin bajingan itu bersedia membantuku? Jessica menggertakkan gigi, sementara otaknya sedang berpikir dengan liar. Detik selanjutnya, dia langsung menoleh ke arah Aaron saat pemikirannya membawa satu nama. "Aaron ...." Jessica memasang senyum terbaik yang terlihat begitu dipaksakan hingga Aaron menatapnya dengan aneh. Bukannya senang ditatap oleh Jessica dengan dengan netra berbinar dan senyum lebar, Aaron justru bergedik ngeri. "Apa?" "Maukah kamu membantuku?""Bantuan seperti apa yang kamu inginkan?"Jessica menggigit bibirnya, tampak ragu mengutarakan niatnya. Meski demikian, dia tetap berbicara dengan perlahan. "Aku ingin kamu berinvestasi pada Smith Comp
Last Updated: 2024-01-21
Dengan Satu Jentikan Jari, Kumiliki Semua

Dengan Satu Jentikan Jari, Kumiliki Semua

Li Jiao pikir, kehangatannya selama dua tahun belakangan cukup untuk melelehkan bongkahan es hati Feng Haoming. Namun nyatanya, dia hanya dianggap sebagai 'teman tidur'. Sakit hati dan kecewa, Li Jiao menyewa model pria dan tidur dengannya. Saat bangun, dia baru menyadari bahwa yang tidur dengannya bukanlah model pria. Dia adalah Fu Si Han, musuh bebuyutan Feng Haoming, sekaligus playboy kelas atas Kota Angin. Bagaimana kelanjutan hubungan Li Jiao dan Haoming, ketika di hati pria itu ada cinta pertamanya dan kehadiran Fu Si Han yang menuntut peetanggungjawaban?
Read
Chapter: 12. Aku Tidak Akan Sungkan
Saat membuka matanya kembali, Jiao Jiao menemukan dirinya berada di kamar yang sama seperti terakhir kali—kamar Fu Si Han—tempat dirinya menghabiskan malam panjang dan penuh gairah. Jiao Jiao berbaring tengkurap, luka di tubuhnya sudah diobati dengan sangat hati-hati oleh Fu Si Han. Dia tidak berpindah dari sisi ranjang sejak Jiao Jiao diletakkan di sana. Fu Si Han memang menyuruh dokter pribadi memeriksa kondisi Jiao Jiao, tapi kemudian memutuskan untuk menangani luka-lukanya sendiri. Bagaimanapun, dia tidak percaya orang lain akan melakukan pekerjaannya dengan cermat, takut mereka menyakiti Jiao Jiao tanpa sengaja. Jiao Jiao merasa tubuhnya seolah remuk, terutama saat dia mencoba sedikit menggeser posisi tubuhnya. "Jangan bergerak," kata Fu Si Han tegas, tapi tetap memperlakukannya dengan lembut. "Lukamu baru saja dibalut." Jiao Jiao langsung patuh. "T
Last Updated: 2026-04-12
Chapter: 11. Maaf, Aku Datang Terlambat
Di Fu Group, Fu Si Han tampak sibuk mengamati dokumen di tangannya ketika Ji Ling Shu masuk dengan tergesa-gesa dan melaporkan, "Tuan, sepertinya terjadi sesuatu pada Nona Jiao Jiao." Tanpa bertanya apa pun, Fu Si Han segera menutup dokumen yang ditelitinya. Dia beranjak berdiri, menutup kancing kemeja yang dikenakannya dan keluar dari ruangannya dengan wajah dingin yang telah ditutupi kabut gelap. Langkah Fu Si Han tergesa-gesa, tapi tetap berwibawa dan mantap. Di belakangnya, Ji Ling Shu menyusul bersama beberapa pengawal berpakaian serba hitam dan berwajah datar. "Dalam sepuluh menit aku ingin tiba di Kediaman Li!" Atas titah tak terbantah yang jatuh dari bibir Fu Si Han, mereka berkendara di jalanan yang telah dimanipulasi lampu lalu lintasnya dengan kecepatan tinggi. Beruntung jalanan saat itu tidak begitu padat dan jarak tempuhnya tidak jauh, sehingga mereka hanya butuh sembilan menit untuk membawa Fu Si Han dan Ji Ling Shu yang terlihat seperti ingin memusnahkan
Last Updated: 2026-04-11
Chapter: 10. Keributan Besar
"Coba saja mendekat!" Jiao Jiao menatap orang-orang yang hendak menghampirinya dengan tatapan garang. Matanya seperti menyala dengan rasa marah dan sakit luar biasa.Namun, para penjaga tidak peduli—mereka hanya mengikuti perintah Tuan Li dan cepat menangkapnya dari kedua sisi, membuatnya tidak bisa bergerak bebas.Tuan Li tersenyum puas saat melihat para penjaga berhasil mengendalikan Jiao Jiao, dia menoleh kembali ke arah Haoming yang masih berdiri dengan wajah gelap. "Tuan Feng, apakah menghukumnya berlutut di aula leluhur sudah cukup?"Haoming tidak langsung menjawab. Dia melihat Li Na yang berlumuran darah di pelukannya, lalu perlahan menyapu Jiao Jiao dengan tatapan lebih dingin dari es. "Terlalu ringan untuk apa yang dia lakukan," katanya kejam dan menusuk hati. Dia diam sejenak sebelum melanjutkan dengan nada yang jauh lebih dingin dan tanpa belas kasih, seolah tidak pernah ada kasih sayang di antara dirinya dan Jiao Jiao selama tiga tahun belakangan. "Sepertinya aku pernah
Last Updated: 2026-03-22
Chapter: 9. Tidak Mempercayainya
Setelah keluar dari Kediaman Li dengan surat perjanjian saham tersimpan aman di tasnya, Jiao Jiao melangkah dengan sikap mantap menuju mobil yang terparkir di halaman. Setiap langkahnya penuh ketegasan, seolah ingin menjauh secepat mungkin dari tempat yang telah memberikan begitu banyak luka. Di belakangnya, Li Na baru mengetahui bahwa Jiao Jiao telah berhasil mendapatkan 20% saham Group Li. Wanita itu mengejarnya dengan langkah cepat, jelas tidak rela sebagian besar kekayaan Keluarga Li jatuh ke tangan Jiao Jiao. Li Na mempercepat langkah sambil berteriak, "Jiao Jiao, tunggu!" Jiao Jiao mengacuhkannya, memperlakukan Li Na seperti bayangan tak berarti yang tidak layak mendapatkan perhatiannya. Dia tahu pasti, tidak akan hal baik yang mendorong saudara tirinya untuk menghentikannya. Jadi dia fokus pada jalan di depannya, hanya ingin segera meninggalkan tempat itu dan tidak pernah lagi menginjakkan kaki di sana. Namun, suara teriakan melengking dari Li Na tiba-tiba saja menusu
Last Updated: 2026-03-21
Chapter: 8. Benar-benar Gila!
Setelah keluar dari rumah sakit, Jiao Jiao langsung menghubungi Shuyi dan mengajaknya bertemu, tanpa peduli pada larangan Fu Si Han agar dia tidak keluar dari rumah sakit sampai pria itu datang.Mereka bertemu di restoran favorit untuk makan siang, Jiao Jiao menatap sahabatnya dengan tatapan penuh selidik. "Ke mana kamu pergi kemarin?"Malam itu, Shuyi membawanya ke Red Petal Club untuk membantunya melepaskan beban pikiran. Bahkan sampai memesankan tiga model pria untuk menemani dan menghiburnya. Namun setelah keluar dari Ruang Meigui, Shuyi tidak pernah kembali lagi ke sana.Shuyi menyendok sup perlahan, wajahnya sedikit memerah saat mengingat seseorang tiba-tiba menghampirinya yang hendak kembali ke Ruang Meigui. "Nona, bisakah kita bicara?" suara lelaki itu sopan namun kuat, membuatnya terpana sejenak oleh ketampanannya. "Bisa, apa yang ingin kamu bicarakan?" jawab Shuyi dengan nada yang tidak sengaja melengking."Aku bertemu dengan belahan jiwaku," ujar Shuyi dengan mata yang be
Last Updated: 2026-03-21
Chapter: 7. Pertemuan Terakhir
Jiao Jiao makin malu, segera memalingkan wajah dan mendorong Fu Si Han dengan lebih kuat. "Jangan bicara omong kosong!""Aku tidak menggodamu lagi," ucap Fu Si Han dengan nada lebih tenang, sedikit menarik diri dan mengambil kursi kecil di dekat ranjang. "Aku bawa makanan, ayo makan dulu. Tubuhmu butuh energi untuk cepat sembuh."Dia membuka keranjang makan, mengeluarkan berbagai hidangan hangat dan segar—sup ayam hingga hidangan pembuka ringan. Dengan hati-hati dia menghidangkannya di meja sisi ranjang, lalu menyiapkan sendok dan garpu.Setelah terdiam sejenak dan mulai makan sedikit, Jiao Jiao akhirnya bertanya dengan suara ragu. "Tentang semalam ... bisakah kamu melupakannya? Anggap saja tidak terjadi apa-apa antara kita.""Mana bisa begitu," tolak Fu Si Han tegas, matanya serius. "Ini kali pertamaku, kamu harus bertanggung jawab!""Tidak tahu malu!" teriak Jiao Jiao dengan wajah masih kemerahan, tidak percaya pada apa yang dikatakan pria itu."Dari dulu reputasiku memang buruk, ta
Last Updated: 2026-03-19
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status