LOGINKanaya Anggraini Dokter cantik berusia 26 tahun harus merasakan berkali-kali disakiti oleh Abdi Negara, hingga dia enggan menjalin hubungan lagi.. Namun kenyataan membawanya kembali harus menjalin ikatan dengan Abdi Negara dalam sebuah pernikahan, karna perjodohan orang Tuanya.. Membuat Kanaya memutuskan Membuat perjanjian pernikahan, Mampukah Kanaya menerima suaminya, akankah hubungan mereka berjalan seperti hubungan suami istri lainnya? ataukah Kanaya akan kembali tersakiti karna Abdi negara lagi..
View MoreHampir dua bulan Rey mendapat perawatan intensif dari Rumah Sakit, hari-hari ia lalui dengan terus melakukan pengobatan, hingga kini ia bisa kembali berjalan normal. Tidak terasa anak mereka pun sudah berusia tiga bulan lebih, bayi itu terus menemani pengobatan Papanya, menjadi penyemangat untuk Rey bisa kembali pulih seperti sedia kala, dan akhirnya perjuangan itu berbuah manis. Kini dia bahkan sudah bisa menggendong dan berjalan kemanapun bersama anaknya. Anak yang mereka beri nama Dharyadika Ausky. Rey sengaja tidak menyematkan nama belakang keluarganya, dia tak mau sang anak nantinya terbebani dengan itu. "Mas, istrihat dulu, jangan terlalu capek!" interupsi Kanaya. Rey mengangguk, pria yang tengah melakukan terapi itu berjalan menghampiri istri dan anaknya. "Hey anak Papa yang tampan, kenapa belum tidur?" Tangan Rey terulur menyentuh kaki Sky, bayi mungil itu terlihat masih anteng dalam gedongan Mamanya. Mereka terus menemani apapun kegiatan yang ia lakukan. Padahal saat
Ceklek.. Pintu ruangan VVIP itu terbuka, terlihat Sarah dan Amy serta seorang bayi mungil dalam dekapannya. Kedua wanita itu menyorot ke atas ranjang, dimana Rey tengah bersandar menatap kedatangan mereka. Sesaat mereka terdiam, benar-benar tidak tahu jika ternyata Rey sudah membuka matanya. Sudut bibir Kanaya terangkat, membentuk lengkungan indah. Dia memang sengaja tidak memberi tahu keluarganya, membiarkan ini sebagai sebuah kejutan. Wanita itu bangkit menghampiri Mama dan Ibu mertuanya, lantas mengambil alih bayi yang Amy gendong. "Kenapa pada diem disini?" Ucapan kanaya menyadarkan dua wanita paruh baya itu dari lamunan mereka, bola mata keduanya berkaca-kaca, memandang penuh haru pada Rey yang juga sedang menatap kearah mereka dengan tetesan air mata."Rey, kamu sudah sadar nak?" Sarah berjalan cepat menghampiri putranya, saat dalam perjalanan dia sempat bertanya-tanya mengapa Rey sudah di pindahkan ke ruang VVIP. Ada harapan jika putranya sudah sadar, namun dia tidak terlal
Disela-sela kesibukan nya menjadi seorang ibu, Kanaya tidak pernah absen mengurus suaminya. Tiga hari sudah berlalu, kondisi Rey pun sudah membaik. Namun sayang pria itu masih belum membuka matanya.Dokter menyatakan jika Rey mengalami patah tulang kaki dan retak bahu sebelah kanan, serta dadanya yang memar akbitan terjatuh dari ketinggian. Jika mendengar penjelasan Rio, bahwa parasut yang berkembang setelah terjadi ledakan hanya milik Rey dan Deri. Namun sayang Deri mendarat di titik lokasi cukup jauh dari mereka. Sedangkan parasut dua prajurit lainnya tidak sempat berkembang ketika mereka jatuh, begitu pun milik Rio, namun dia masih selamat karena Rey membantunya, jadilah mereka terjatuh bersama dan menyebabkan patah tulang dan lain sebagainya. Rey dan Rio masih sempat sadar dan berusaha menolong teman lainnya, namun sayang hanya mereka yang selamat. Mereka tidak sadarkan diri karena dehidrasi dan tidak memiliki tenaga untuk mecari makanan selama tiga hari belum di temukan. Untung
Sirine Ambulance begitu nyaring mengiri perjalanan mereka menuju Rumah Sakit. Seperti tidak ada habisnya, air mata Kanaya terus mengalir membasahi pipinya. Satu tangannya mengusap wajah Rey, sementara tangan lain menggenggam jari jemari Suaminya begitu erat. Sakit ketika melihat suaminya tak berdaya seperti ini, namun ada setitik rasa syukur karena Rey bisa bertahan. Tidak tergambar seperti apa perasaan Kanaya, di satu sisi dia bahagia bisa melihat Rey selamat, namun di sisi lain ia pun terluka karena keadaan Rey seperti ini."Bertahan Mas!" Kanaya terus mengecup punggung tangan suaminya, wajah tampan yang sangat ia rindukan itu sudah ada di hadapannya. Wajah tampan yang selalu tergambar di malam-malam sunyi yang ia rasakan, malam penuh dengan sejuta rindu yang haus akan bertemu."Anak kita sudah lahir, dia sangat tampan seperti kamu Mas. Dia terus menangis, pasti karena dia ingin bertemu ayahnya." Lagi Kanaya terus membisikan kata-kata di telinga Rey, berharap pria itu merespon apa
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore