LOGINMenjadi figuran bukanlah impian Hana, tapi itu satu-satunya jalan yang bisa ia tempuh untuk bertahan hidup di Seoul. Di balik senyum sopannya saat bekerja paruh waktu di coffee shop dan berlatih akting di GoGo Agency, Hana menyimpan satu prinsip: jangan pernah terlalu dekat dengan bintang. Apalagi jika bintang itu adalah Han Jiwon, aktor ternama yang wajahnya menghiasi megatron dan botol soju di seantero kota. Namun, takdir justru mempertemukan mereka. Jiwon, yang awalnya hanya ingin membantu seorang figuran belajar akting, mendapati dirinya mulai menikmati kehadiran Hana—seseorang yang jujur, sederhana, dan tidak terpesona dengan popularitasnya. Sementara Jiwon mencoba mendekat dengan tulus, Hana justru mulai menjaga jarak. Ia tahu betul, berada di dekat bintang bisa membuatnya terbakar—oleh rumor, oleh harapan semu, dan oleh kenyataan bahwa dunia mereka tak pernah setara. Tapi bagaimana jika seseorang yang begitu tinggi justru ingin menunduk untuk mengenalmu lebih dekat? Dan bagaimana jika rasa itu tumbuh... meski Hana berusaha menolak?
View Moreสวัสดีทุกคนค่ะ เรื่องนี้เป็นเรื่องเพื่อน ๆ ของคาร์เตอร์ แคร์ จากเรื่อง ENGINEER DEVIL วิศวะร้ายซ่อนรัก คู่เดล โดนัท ฝากทุกคนเอ็นดูด้วยนะคะ
โดนัทเธอได้รับข้อความจากเพื่อนข้างบ้านที่เล่นด้วยกันมาตั้งแต่เด็ก เมื่อได้อ่านข้อความโดนัทเธอตื่นเต้นเอามากๆ ในใจเธอนี่เต้นลิงโลด
วันนี้เธอจะได้ออกไปเปิดหูเปิดตาเป็นครั้งแรกในสถานบันเทิงยามค่ำคืน โดนัทรู้สึกอยากให้เวลาหมุนไวกว่านี้ เมื่อไหร่อาจารย์ในคลาสจะปล่อยสักที เธอเบื่อเรียนจะแย่
Line
เมจิก : ยัยโด ฉันขอพี่ชายแล้วนะ คืนนี้ไปด้วยกันหล่ะ ห้ามเบี้ยว ฉันจองโรงแรมเอาไว้แล้วด้วย บอกที่บ้านแกด้วยนะ
โดนัท : บอกก็อดสิ
เมจิก : เออ ยังไงห้ามเบี้ยว อุตส่าห์ขอได้แล้ว ฉันจะได้มีเพื่อนไปด้วย พี่ชายฉันจะได้ไม่ห่วง
โดนัท : ไม่เบี้ยวหน่า ว่าแต่ต้องแต่งตัวยังไง
เมจิก : แต่งอะไรก็แต่งเหอะ
โดนัท : เสื้อยืด ขาสั้นได้ป่ะ
เมจิก : ได้
โดนัท : เค
บทสนทนาของสองสาวจบลง คืนนี้โดนัทมีนัดกับเมจิกว่าจะออกท่องราตรี พี่ชายของเมจิกเป็นดีเจที่ผับหรูแห่งหนึ่งย่านคนรวย โดนัทกับเพื่อนคนนี้เป็นพวกประเภทเดียวกันคือพวกอยากรู้อยากเห็น อยากลอง เกิดมาครั้งนึงต้องใช้ชีวิตให้คุ้มๆ
เมจิกเธอขอให้พี่ชายพาเธอกับโดนัทไปเยือนสถานบันเทิงกลางคืนสักครั้ง ในคราแรกพี่ชายเมจิกไม่ยอม เพราะเธออายุยังไม่ถึง แต่พี่ชายก็ทนลูกตื้อลูกอ้อนน้องสาวสุดที่รักไม่ไหว เลยยอมใจอ่อนรับปากว่าจะพาเข้าไป แต่ต้องขอไปคุยกับผู้จัดการร้านก่อน และมีข้อแม้ถ้าเข้าได้ห้ามเล่นซนเด็ดขาด ต้องเชื่อฟังคำสั่งทุกอย่าง แต่มีหรอที่เมจิกจะเชื่อฟัง เธอก็แค่รับปากส่งๆไปก่อน เพื่อที่จะได้ไปเปิดหูเปิดตา และเธอก็ขอให้เพื่อนเธออีกคนไปด้วย
ดวงตาหวานกลมโตเบิกกว้างเท่าไข่ห่าน แสงสีเสียงมันตื่นตาตื่นใจเธอจริงๆ เรียกว่าโคตรคุ้มที่ได้มาเห็นกับตา
"เหมือนในทีวีเด๊ะๆเลย"
"เนอะ"
"พี่ไมค์ ขอบคุณนะคะ" โดนัทหันไปขอบคุณพี่ชายเพื่อน
"อืม อย่าซนกันหล่ะ พี่สั่งเครื่องดื่มให้แล้ว ถ้าอยากสั่งเพิ่มก็เรียกพนักงานเอา"
"ค่า/ค่า" สองสาวประสานเสียงขานรับ
"ฉันชอบหว่ะ" โดนัทมองไปรอบๆอย่างตื่นเต้น ก็คนมันเพิ่งเคยมาเป็นครั้งแรก ปกติเห็นแต่ในทีวีในยูทูป เพิ่งเคยได้มาสัมผัส เธอชอบแสงสีเสียงในผับมาก เพลงที่เปิดดังกระหึ่มชวนให้อยากลุกขึ้นเต้นกับเพื่อนสาวที่นั่งข้างๆ
"ฉันอยากมาอีก" โดนัทหันไปบอกเมจิก
"เหมือนกัน"
"นี่ ไปเต้นตรงนั้นไหม ผู้ชายหล่อมากเลยอ่ะ" เมจิกบอกแล้วชี้ไปยังจุดจุดหนึ่ง โดนัทเธอเพ่งสายตามองตามที่เพื่อนบอก
"หล่อจริง สิบผ่าน"
"ป่ะ" สองสาวเดินจูงมือไปหาคนหล่อที่เธอบอกว่าสิบผ่าน อยากจะเห็นหน้าหนุ่มคนนั้นใกล้ๆ ในใจก็แอบคิดกลัวว่าจะหล่อในระยะไกล แต่ที่ไหนได้พอได้เห็นใกล้ๆนี่โคตรหล่อเลย
สองสาวยืนเต้นกันไปได้สักพัก เมจิกกลับได้พี่คนหล่อเดินกลับมาที่โต๊ะพร้อมกัน
แต่เธอเนี่ยไม่ได้เลยสักคน เห็นเพื่อนเธอคุยกับผู้ชายกระหนุงกระหนิงแล้วนึกหมั่นไส้
"อยากลองดื่มแอลกอฮอล์ไหม" ชายหนุ่มเอ่ยถาม
"ก็ได้ค่ะ" เมจิกตอบชายหนุ่ม "โด เอาป่ะ"
"เอา" เธอได้ยินที่ชายหนุ่มถามเพื่อนเธอก็หูผึ่งทันที เธอรอให้เพื่อนถามอยู่เพื่อที่จะได้ลองดื่มน้ำเมาสักครั้ง อยากรู้ว่ารสชาติมันจะเป็นยังไง
แต่พอได้ลิ้มรองเท่านั้นแหล่ะ โดนัทกลับทำสีหน้าเหยเกความรู้สึกที่ได้ลองครั้งแรกมันไม่ประทับใจเอาเสียเลย รสชาติมันขมฝืดคอเหลือเกิน แต่เธอก็ฝืนดื่มจนหมดแก้ว
"เอาอีกไหม" ชายหนุ่มหล่อถาม เห็นหน้าเธอสองคนแบบนี้เขายังกล้าถามอีกเหรอ
"เอาค่ะ//เอาค่ะ" ชายหนุ่มแค่นหัวเราะออกมากับสองสาวที่ตอบพร้อมกัน เขารู้ว่าสองสาวเข้าผับเป็นครั้งแรกและก็รู้ว่าเธอสองคนมีอายุเพียงแค่สิบแปด เมจิกเธอบอกเขาไปหมดแล้ว
"พี่รินให้อีกแค่คนละแก้วก็พอแล้วนะ เดี๋ยวจะเมาไปเสียก่อน"
เธอสองคนพยักหน้าหงึกๆ ชายหนุ่มจึงชงเหล้าให้กับสองสาวแล้วยื่นให้ โดนัทกับเมจิกต่างหยิบแก้วยกดื่มจนหมด
ผ่านไปไม่นานโดนัทเธอเริ่มนั่งโอนเอียงจะมีก็เมจิกที่ยังนั่งคอแข็งต่างจากเพื่อนของเธอที่เริ่มนั่งคอพับ
"โด กลับไหม ฉันจะได้บอกพี่ชาย"
"อืม" เธอเริ่มหนักหัว รู้สึกอยากกลับแล้ว ได้กลับไปนอนก็คงจะดีกว่านั่งคอพับอยู่แบบนี้
"เดี๋ยวพี่ช่วย ว่าแต่พักที่ไหน" ชายหนุ่มถามเมจิก
"จองโรงแรมแถวนี้ไว้ค่ะ"
"อืม"
เมจิกกับชายหนุ่มช่วยหิ้วปีกหญิงสาวกันคนละข้าง โดนัทเธอยังพูดคุยยังรู้เรื่องแต่เพียงแค่ยืนทรงตัวไม่ไหว
เมื่อมาถึงโรงแรม เมจิกเดินไปเช็คอินที่ล็อบบี้เพื่อเข้าพัก
เธอปล่อยโดนัทให้นั่งคอพับรอเธอไปก่อนที่โซฟาตรงล็อบบี้ เมื่อทำการเช็คอินเรียบร้อย เมจิกที่กำลังจะเดินกลับมาหิ้วเธอขึ้นห้องก็ต้องหยุดชะงัก เมื่อเพื่อนของเธอหายไป แล้วหายไปไหน ก็ในเมื่อเธอกับชายหนุ่มเป็นคนหิ้วเธอมาไว้ที่โซฟาตรงนี้ แต่ถ้าจะบอกว่าเพื่อนเธอเดินไปเอง เธอไม่เชื่อแน่นอน แค่เธอยืนก็ยังยืนจะไม่ไหว
เมจิกร้อนใจรีบถามพนักงานแถวนั้นว่าเห็นเพื่อเธอที่นั่งตรงนี้หรือไม่ ชายหนุ่มที่มาด้วยกันก็ช่วยถามอีกแรง ทุกคนต่างก็บอกเหมือนกันหมดว่าไม่เห็น แล้วแบบนี้จะไปหาเจอได้ยังไง เธอหายไปไหน มันจะไม่มีใครเห็นเลยเป็นไปได้ยังไง
Sudah tiga hari sejak pertengkaran kecil di dalam mobil itu. Hana tidak menerima satu pun pesan atau telepon dari Jungwon—hal yang sangat tidak biasa bagi pria yang selama ini selalu menjadi orang pertama yang menanyakan kabarnya.Keheningan itu membuat dada Hana terasa sesak. Bukannya membaik, tubuhnya justru makin melemah. Tapi diam di rumah hanya membuat pikirannya makin kalut, dan satu-satunya tempat yang bisa memberinya sedikit rasa nyaman adalah coffee shop milik Jungwon.Dengan langkah lesu dan wajah pucat, Hana mendorong pintu masuk café yang terasa hangat dibanding udara luar yang dingin. Aroma kopi dan kayu manis menyambutnya, tapi tidak cukup kuat untuk mengusir dingin yang menggerogoti tubuhnya."Hei, Kak Hana!" sapa salah satu staf dengan senyum ramah.Hana membalas senyuman itu seadanya. "Jung ada di ruangannya, kan? Aku masuk ya."Staf itu terlihat ragu. "Eh, Kak... Pak Jungwon tadi pagi ke Busan."Langkah Hana langsung terhenti. "Busan? Kenapa nggak bilang?""Saya kura
Hana baru saja menyelesaikan take adegannya untuk adegan pagi yang cukup emosional. Pipinya masih sedikit memerah karena terpaan angin dingin bercampur salju buatan. Ia menepi ke pojok tenda kru, menarik napas, lalu membuka jaket bagian dalam untuk meraih ponselnya.Begitu layarnya menyala, Hana terkejut melihat notifikasi pesan dari Jiwon—banyak sekali. Biasanya, Jiwon hanya mengirim satu atau dua pesan singkat. Tapi kali ini, pesan-pesannya muncul berurutan seperti seseorang yang sedang kalap. Ia membuka satu per satu.📲 Jiwon : Hana... kamu sudah sampai di lokasi syuting kah? Pakai pakaian tebal, salju akan turun.Hana tersenyum tipis. Terlambat, pikirnya. Ia memang sudah menggigil beberapa jam terakhir karena wardrobe-nya tak terlalu hangat.📲 Jiwon : Hana! Aku tahu kamu diantar sama Jungwon! Aku iri!!!!Kening Hana mengernyit. Kok tahu...? Lalu ia lanjut membaca.📲 Jiwon : Hana, kamu nolak aku bukan karena udah pacaran sama Jungwon kan?📲 Jiwon : Han... kalau kamu gak jawab y
Hujan turun tipis pagi itu, seperti ingin mengiringi langkah terakhir Hana di lokasi syuting. Hari ini adalah penutup untuk perannya dalam drama yang diam-diam begitu membekas di hatinya—bukan karena karakternya, tapi karena seseorang yang tak sengaja menjadi pusat kekacauan emosinya.Senyuman para kru dan figuran lainnya mengiringi perpisahan kecil di ujung set. Tak ada pesta perayaan. Hanya beberapa pelukan hangat, ucapan terima kasih, dan sebotol kopi hangat yang diberikan oleh manajer figuran."Kamu akan langsung masuk jadwal produksi yang ini, ya. Besok udah bisa standby di lokasi baru," ucap manajer figuran sambil menyodorkan secarik jadwal.Hana mengangguk. "Terima kasih, sunbae. Aku akan datang tepat waktu."Namun di balik semua keheningan dan kepergian yang tampak biasa itu, ada satu orang yang tak siap membiarkan Hana benar-benar pergi.Sementara Hana menyembunyikan dirinya dalam rutinitas baru yang padat dan nomor yang selalu dalam mode diam, Yoon Chan berdiri canggung di d
Udara pagi masih menusuk tulang saat Hana melangkah masuk ke lokasi syuting. Kabut tipis melayang-layang di udara, menambah nuansa dramatis pagi itu. Pipinya memerah, bukan karena riasan, melainkan sisa kedinginan semalam saat syuting adegan di bawah hujan buatan yang mengguyur hingga larut malam. Ia menarik napas pelan, mencoba menstabilkan detak jantung yang sedikit lebih cepat dari biasanya.Seorang manajer figuran mendekat cepat, tatapannya meneliti wajah Hana yang tampak sedikit pucat. "Kau nggak apa-apa, Hana? Hidungmu merah. Jangan-jangan masuk angin?"Hana tersenyum, menepis kekhawatiran yang terpancar dari mata manajer itu. "Aku baik-baik saja, kok. Mungkin cuma efek cuaca. Enggak perlu ubah jadwal, ya. Aku masih bisa lanjut."Belum sempat manajer itu membalas, terdengar suara ribut dari arah belakang. Beberapa kru menoleh, termasuk Hana. Yoon Chan datang tergopoh-gopoh, peluh di pelipisnya mengalahkan suhu dingin. Di tangannya ada dua kardus besar berisi botol-botol air mine
Syuting hari itu berakhir larut malam. Angin dingin menusuk masuk di sela-sela kostum tipis para figuran yang kini mulai berkemas, lelah dan menggigil. Namun di balik tenda kecil yang menjadi tempat berkumpul para figuran, ada suasana yang tak biasa—bukan hanya kelelahan, tapi sebuah getaran bahagi
Pagi itu, udara masih menggigit kulit. Lokasi syuting kembali ramai dengan aktivitas para kru, kamera, dan tawa lelah yang masih terdengar di sela kesibukan. Di sisi lain area, tim dokumentasi sudah bersiap untuk mengambil gambar behind the scene—bagian penting dari promosi yang akan disebarkan ke
Hembusan angin pagi membawa aroma embun dan tanah basah. Cuaca perlahan berubah, menandakan musim dingin yang mulai mengetuk. Para kru mulai mengenakan jaket tebal, dan para figuran terlihat saling menghangatkan tangan dengan kopi sachet yang dibagikan seadanya.Di tengah hiruk pikuk lokasi syuting
Udara malam mulai menggigit kulit, menyusup pelan ke balik jaket tipis Hana. Langit gelap pekat tanpa bintang, hanya diterangi lampu sorot sisa syuting yang masih menyala samar. Tenda-tenda kru dan pemain figuran kini sunyi, sebagian besar penghuninya sudah tertidur lelah setelah hari panjang yang












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews