Share

BAB 30

Adib sedang melepas pakaiannya ketika aku masuk ke dalam kamar.

Naluri pertamaku adalah mundur dari kamar untuk memberinya privasi, tetapi kurasa itu bodoh. Kami sudah berhubungan seks, dan sekarang kami tinggal di kamar yang sama—kami sudah melewati itu.

Aku secara halus berdehem, supaya Adib tahu aku di sini. Dia melirik ke belakang dari balik bahunya cukup lama untuk manatapku, lalu melangkah menuju lemari, meraih kaus dan memakainya.  

"Kita harus nonton film yang bagus malam ini," kataku padanya. "Aku terlalu kenyang untuk berondong jagung, tapi menurutku ... nonton film bisa sesuai dengan yang diperintahkan dokter: baik untuk kesehatan mental."

Keheningannya yang membatu terus berlanjut, menandakan dia tidak akan menjawabku.

Aku melepas sepatuku, lalu menggunakan kakiku untuk menggesernya ke samping meja samping tempat tidur. "Atau kita bisa melakukan sesuatu yang lain, jika kau mau.

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status