Share

Bab 2962

Author: Rexa Pariaman
Suara jeritan itu berasal dari dalam lembah. Setelah mendengarnya, baik Ananta, Bella, maupun orang-orang di sekitarnya langsung menoleh ke arah lembah.

Namun, lembah itu diselimuti kabut hitam, sehingga mereka sama sekali tidak bisa melihat apa yang terjadi di dalam.

Tak lama kemudian, dari dalam lembah kembali terdengar suara panik.

"Gawat! Cepat pergi dari sini!"

"Serbu!"

"Aaah ...."

Jeritan terdengar berturut-turut. Setiap jeritan terdengar semakin memilukan.

Orang-orang dari Sekte Pedang Ca
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2965

    'Tunggu saja. Setelah aku menemukan seluruh warisan dari ahli tingkat mahasuci, akan kubantai kalian satu per satu.' Ananta berkata dalam hati sambil memelesat maju dengan cepat. Namun, tak lama kemudian, dia kembali mundur ke tempat semula.Seekor ular piton raksasa merangkak keluar dari hutan persik. Piton itu memiliki kepala berbentuk segitiga yang sangat besar. Di bawah lehernya ada lingkaran dengan corak merah. Kedua matanya sebesar lonceng tembaga dan tanpa sedikit pun emosi, menatap Ananta dengan dingin."Piton Bumi Sembilan Neraka!" Ananta langsung mengenali piton itu. Dia juga menyadari ada luka di kepala Piton Bumi Sembilan Neraka itu yang masih mengeluarkan darah.Piton Bumi Sembilan Neraka yang kekuatannya setara dengan tingkat gua surgawi tahap awal belum cukup untuk membuat Ananta takut. Tatapannya pun beralih ke tempat lain.Srek, srek .... Terdengar suara dari dalam hutan persik. Sesaat kemudian, pohon-pohon persik mulai bergoyang satu demi satu, membuat kelopak bunga b

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2964

    Tatapan Ananta menyapu isi kotak kayu itu dan mendapati bahwa selain selembar kertas, tidak ada apa-apa lagi di dalamnya."Ini warisan mahasuci?" Ananta mengernyit dan berkata, "Kenapa ahli tingkat mahasuci meninggalkan kalimat seperti ini?""Setiap pagi setelah bangun, kalimat pertama yang harus diucapkan adalah kalimat pemberi semangat untuk diri sendiri.""Aku mengerti." Ananta tiba-tiba tersadar dan berkata, "Ahli tingkat mahasuci sedang memberi tahu generasi setelahnya kalau pagi hari adalah waktu yang sangat penting dalam sehari.""Setiap hari setelah bangun, kita harus membangun kepercayaan diri dan memperteguh tekad dalam berkultivasi. Hanya dengan begitu kita berpeluang menjadi ahli yang tak tertandingi.""Benar-benar ahli tingkat mahasuci. Kata-katanya sederhana dan mudah dipahami, tapi mampu langsung menyentuh hati."Ananta memasukkan kertas itu ke sakunya.Tepat pada saat itu, orang-orang dari tiga tanah suci dan Aliran Penguasa Langit masuk. Mereka melihat tulisan "Warisan

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2963

    Puluhan Zamrud Salju menerjang cahaya putih itu. Mereka bahkan tidak sempat menjerit sebelum satu per satu berubah menjadi serpihan."Semoga perjalanan kalian lancar." Ananta tersenyum tipis, lalu melangkah maju.Dalam perjalanan, dia kembali diserang banyak Zamrud Salju. Namun, binatang-binatang kecil itu bahkan tidak sempat menyentuh ujung pakaian Ananta sebelum mati di bawah cahaya putih."Kenapa kalian harus begini? Banyak orang yang bisa kalian ganggu, kenapa malah harus menggangguku? Siapa pun yang mengusikku, akan kukirim menuju kematian!" Sambil terus berjalan, Ananta mengatakannya dengan tersenyum.Setelah beberapa saat, dia melihat beberapa mayat. Mereka adalah murid dari tiga tanah suci."Memang pantas mati." Ananta menunjukkan ekspresi dingin. Saat terus berjalan, dia bertemu dengan dua murid Aliran Penguasa Langit.Kedua murid Aliran Penguasa Langit itu sedang dikepung Zamrud Salju dan masih berusaha bertahan mati-matian. Ketika melihat Ananta datang dengan labu di atas ke

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2962

    Suara jeritan itu berasal dari dalam lembah. Setelah mendengarnya, baik Ananta, Bella, maupun orang-orang di sekitarnya langsung menoleh ke arah lembah.Namun, lembah itu diselimuti kabut hitam, sehingga mereka sama sekali tidak bisa melihat apa yang terjadi di dalam.Tak lama kemudian, dari dalam lembah kembali terdengar suara panik."Gawat! Cepat pergi dari sini!""Serbu!""Aaah ...."Jeritan terdengar berturut-turut. Setiap jeritan terdengar semakin memilukan.Orang-orang dari Sekte Pedang Cakrawala merasa lega. Mereka berpikir, untung Putri Suci tidak bertindak gegabah. Kalau tidak, mereka juga pasti akan mengalami bahaya.Ananta tersenyum dan bertanya, "Aku heran, Bella, kenapa kamu tetap di sini dan nggak masuk? Sepertinya kamu sudah tahu kalau di dalam ada bahaya ya?"Bella menyahut, "Aku nggak tahu kalau ada bahaya di dalam lembah. Aku cuma merasa ini adalah Makam Mahasuci, jadi sebaiknya kita tetap berhati-hati."Saat mereka berbicara, seorang murid Aliran Penguasa Langit berl

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2961

    Wanita bertopeng itu tetap tenang dan berkata, "Tunggu sebentar lagi.""Putri Suci ....""Diam!" bentak wanita bertopeng itu. Suaranya mengandung wibawa yang tak terbantahkan. Murid yang tadi berbicara langsung menutup mulut dan tidak berani membujuknya lagi."Wah, ini Bella, 'kan? Kenapa kalian masih di sini?"Tiba-tiba, terdengar suara tawa. Wanita bertopeng itu menoleh dan melihat Ananta berjalan ke arah mereka. Dia langsung mengernyit.Ananta datang menghampiri. Bola matanya terus bergerak menatap wanita bertopeng itu dari atas sampai bawah. Sambil memandang, dia berkata, "Sudah lama nggak ketemu. Kamu makin cantik dan memesona. Pantas saja kamu menempati peringkat ketiga dalam Daftar Dewi.""Bella, bagaimana kabarmu?""Sejak kita berpisah, Kakak sampai nggak selera makan dan nggak bisa tidur. Setiap malam, yang muncul dalam mimpi Kakak selalu sosokmu.""Kita juga sudah lama saling kenal. Kenapa kamu masih pakai topeng? Lepaskan saja, biar aku lihat wajahmu."Wanita bertopeng itu t

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2960

    Ewan dan yang lainnya masih belum tahu bahwa formasi besar tingkat mahasuci di luar sudah retak. Saat ini, murid-murid dari beberapa sekte besar sudah memasuki makam.Mereka masih menunggu Dewi Kembang menyempurnakan Fisik Foniks.Di dalam kolam darah, darah terus memercik ke udara, sementara aroma harum yang pekat memenuhi seluruh bagian dalam Gunung Ungu.Ciet! Samar-samar, terdengar suara pekikan foniks yang nyaring.Seluruh daging dan kulit Dewi Kembang sudah mengalami kelahiran kembali sebanyak tiga kali. Meskipun menanggung rasa sakit yang luar biasa, dia tetap berendam di dalam kolam darah tanpa bergerak sedikit pun.Buzz! Tiba-tiba, energi darah yang dahsyat menyembur dari ubun-ubun Dewi Kembang. Energi itu bagaikan cahaya senja, membuatnya tampak seperti seorang dewi.Ewan membuka mata batinnya dan melihat seluruh pori-pori tubuh Dewi Kembang telah terbuka lebar, terus-menerus menyerap darah sejati foniks. Di atas tulang-tulangnya yang merah menyala, rune terus mengalir, meman

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status