Compartir

Bab 40: Krisis Aktor Metode

Autor: Mf²h
last update Última actualización: 2025-10-20 01:00:03

Dika memandangi layar ponselnya dengan perasaan campur aduk. Pesan terkirim ke Faris tentang pertemuannya dengan Alya di mal beberapa jam lalu. Ia tidak menceritakan semuanya, tentu saja. Terutama bagian di mana ia hampir mengakui bahwa pernikahan mereka hanyalah sandiwara. Atau bagian di mana ia mulai meragukan orientasi seksualnya sendiri.

"Apa yang terjadi padaku?" gumam Dika sambil melemparkan ponselnya ke tempat tidur hotel.

Ia berjalan menuju jendela besar yang menghadap ke kota Jakarta yang sibuk. Langit sore mulai berubah jingga, menandakan malam akan segera tiba. Malam pra-reuni yang mungkin akan menjadi titik balik dalam karir aktingnya, atau mungkin... hidupnya.

Dika adalah aktor metode terbaik di kelasnya. Ia selalu mendalami setiap peran yang ia mainkan, hidup sebagai karakter tersebut, bahkan di luar panggung. Itulah mengapa Faris memilihnya untuk peran "suami" ini. Tapi Dika tidak pernah menyangka bahwa peran ini akan membuatnya mempertanyakan beg

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • 7 HARI SEBELUM REUNI: Misi Mantan Terindah   Bab 80: Satu Tahun Kemudian

    Aula SMA Pelita Harapan kembali dihias dengan indah, kali ini untuk acara yang berbeda namun sama istimewanya: Reuni Akbar Satu Tahun Pernikahan. Spanduk besar terbentang di atas pintu masuk, "SELAMAT DATANG DI REUNI SATU TAHUN PERNIKAHAN MASSAL ANGKATAN 2015".Alya berdiri di depan cermin panjang yang dipasang di ruang persiapan, merapikan jilbab baby blue-nya yang senada dengan gamis panjang yang dia kenakan. Di sampingnya, putra kecilnya yang berusia tiga bulan tertidur pulas dalam gendongan Faris."Kamu yakin Faiz akan baik-baik saja?" tanya Alya untuk kesekian kalinya, melirik khawatir pada bayi mungilnya. "Mungkin kita datang terlalu cepat. Bagaimana kalau dia terbangun dan menangis di tengah acara?"Faris tersenyum menenangkan. "Faiz akan baik-baik saja, sayang. Dia bayi yang tenang. Lagipula, kita tidak sendiri. Ada banyak bayi lain di sini, ingat?"Alya mengangguk, masih sedikit cemas tapi mencoba tenang. Faris benar, mereka tidak s

  • 7 HARI SEBELUM REUNI: Misi Mantan Terindah   Bab 79: Enam Bulan Kemudian

    Maya mengelus perutnya yang mulai membesar dengan sayang. Tujuh bulan kehamilannya telah memberikan perubahan signifikan pada tubuhnya, tapi dia tidak keberatan. Setiap gerakan kecil dari bayi di dalam perutnya adalah pengingat akan keajaiban yang sedang dia alami."Kamu baik-baik saja?" tanya Rizky, melirik istrinya dengan khawatir dari balik kemudi. "Perjalanan ini tidak terlalu melelahkan?""Aku baik-baik saja," Maya meyakinkan dengan senyum. "Bayi kita juga baik-baik saja. Dia sepertinya bersemangat sekali hari ini, tidak berhenti bergerak.""Mungkin dia juga tidak sabar melihat sekolah kita," Rizky tertawa kecil. "Tempat ayah dan ibunya pertama kali bertemu."Maya menatap keluar jendela mobil. Jalanan Jakarta di pagi hari masih ramai meski ini hari Minggu. Hari ini adalah hari yang sangat spesial peluncuran novel terbarunya, "7 Hari Sebelum Reuni: Misi Mantan Terindah", yang diadakan di aula SMA lama mereka. Bukan hanya itu, acara ini j

  • 7 HARI SEBELUM REUNI: Misi Mantan Terindah   Bab 78: Satu Bulan Kemudian

    Alya merapikan meja kerjanya di sudut ruang guru TK Pelangi Ceria. Jam dinding menunjukkan pukul tiga sore, dan anak-anak sudah dijemput oleh orang tua mereka masing-masing. Hanya tersisa beberapa guru yang masih menyelesaikan pekerjaan mereka."Alya, ponselmu berbunyi," seru Bu Rini, kepala TK, dari mejanya.Alya menoleh ke arah tasnya yang tergeletak di sofa ruang guru. Dia bisa mendengar deringan samar dari sana. Dengan cepat, dia menghampiri tas dan mengambil ponselnya. Nama Maya muncul di layar."Halo, Maya," sapa Alya, menjepit ponsel di antara telinga dan bahunya sementara tangannya melanjutkan merapikan barang-barangnya."Alya! Akhirnya!" suara Maya terdengar sangat bersemangat. "Aku sudah meneleponmu tiga kali.""Maaf, tadi sedang mengajar," Alya tersenyum. "Ada apa? Kamu terdengar seperti baru memenangkan lotere.""Lebih baik dari lotere," jawab Maya. "Aku hamil!"Alya terkesiap, nyaris menjatuhkan beberapa lem

  • 7 HARI SEBELUM REUNI: Misi Mantan Terindah   Bab 77: Ketidaksempurnaan Sempurna

    Maya duduk di sudut ruangan, notebook kecilnya terbuka di pangkuan. Sementara teman-temannya masih asyik bernostalgia dan mengobrol, dia mengambil waktu sejenak untuk merefleksikan semua yang telah terjadi malam ini. Tangannya bergerak lincah di atas kertas, mencatat setiap detail, setiap momen, setiap ekspresi yang dia lihat."Masih bekerja bahkan di pesta sendiri?" sebuah suara mengejutkannya.Maya mendongak dan melihat Rizky berdiri di sampingnya dengan dua gelas minuman. Dia tersenyum, menerima salah satu gelas dari suaminya."Bukan bekerja," Maya mengoreksi lembut. "Mengabadikan momen."Rizky duduk di sampingnya, mengintip isi notebook tersebut. "Dan bagaimana kesimpulanmu tentang malam ini, Nyonya Penulis?"Maya menutup notebooknya dan menatap ke arah teman-teman mereka yang masih berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil, tertawa dan berbagi cerita. "Sempurna," jawabnya. "Dalam segala ketidaksempurnaannya.""Ketidaksempurnaan?" Rizky me

  • 7 HARI SEBELUM REUNI: Misi Mantan Terindah   Bab 76: Tamu Tak Terduga

    Maya tidak bisa menahan senyumnya saat melihat Alya menunjukkan cincin safir pemberian Faris kepada teman-teman mereka. Rencananya berhasil bahkan melampaui ekspektasi. Bukan hanya Alya dan Faris yang kembali bersama, tapi juga Bimo dan Nadia yang bertunangan, serta Luna dan Dika yang menemukan chemistry tidak terduga."Kamu tampak sangat puas dengan dirimu sendiri," bisik Rizky di telinga Maya."Tentu saja," Maya menyeringai. "Lihat mereka semua. Bahagia berkat sedikit... intervensi dariku.""Dan konspirasi besar," tambah Rizky dengan tawa kecil. "Jangan lupa bagian itu.""Well, setiap penulis yang baik tahu kapan harus sedikit memanipulasi plot," Maya mengangkat bahu dengan jenaka.Saat mereka sedang asyik berbincang, pintu ballroom terbuka, dan sesosok pria tinggi dengan penampilan rapi masuk dengan langkah mantap. Seluruh ruangan mendadak hening, semua mata tertuju pada pendatang baru tersebut."Gibran?" bisik Luna, matanya

  • 7 HARI SEBELUM REUNI: Misi Mantan Terindah   Bab 75: Dansa Terakhir

    Alya menatap pantulan dirinya di cermin toilet wanita hotel dengan senyum kecil. Rambutnya yang dipotong pendek ternyata tidak seburuk yang dia bayangkan. Justru, potongan bob pendek ini membingkai wajahnya dengan sempurna, membuatnya terlihat lebih segar dan dewasa."Siapa sangka krisis rambut bisa berakhir sebagai blessing in disguise," gumamnya sambil merapikan anak rambut yang sedikit berantakan.Pintu toilet terbuka, dan Luna masuk dengan wajah berseri-seri."Disini kamu rupanya!" seru Luna. "Aku mencarimu kemana-mana.""Ada apa?" tanya Alya, mengalihkan perhatiannya dari cermin."MC baru saja mengumumkan bahwa acara akan berakhir dengan dansa terakhir," Luna menjelaskan dengan mata berbinar. "Seperti di prom night kita dulu. Dan kamu tahu lagunya apa? 'A Thousand Years'! Lagu yang kamu dan Faris dansa terakhir kali sebelum putus yang ke-17!"Alya terkesiap. "Kamu bercanda?""Tidak sama sekali," Luna menggeleng. "Ini pasti bagian

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status