A Baby Billionaire

A Baby Billionaire

last update최신 업데이트 : 2026-10-09
작가:  Adinasya Mahila최근 업데이트
언어: English
goodnovel18goodnovel
순위 평가에 충분하지 않습니다.
21챕터
8조회수
읽기
보관함에 추가

공유:  

보고서
개요
장르
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.

Ghea never imagined that her recklessness would lead to disaster. One night, while partying with her friends, she was drugged with an aphrodisiac and unknowingly spent the night with a man. Despite being familiar with the nightlife, Ghea had never been intimate with any man—until that night when Daniel took her purity. As an actress and singer, Ghea was an expert at maintaining her good image in front of the camera. But fate was cruel—her one-night stand resulted in a new life growing inside her. Conflicted and overwhelmed, Ghea decided to withdraw from the industry that had made her famous. Then, Daniel appeared and declared that he wanted to take responsibility by marrying her. "Are you insane? You must only want the popularity because I'm a celebrity," Ghea accused. "Hey, Miss, are you joking? Just 0.1% of my wealth could buy your TV station and agency," Daniel responded arrogantly.

더 보기

1화

1. One Night Stand

“Mbak Sofia, apakah pengantin pria masih lama datangnya?” Pria paruh baya itu berkali-kali melihat jam di pergelangan tangannya.

Penghulu yang akan menikahkan Sofia dan Justin bertanya dengan hati-hati, berusaha tidak menambah beban Sofia, di tengah puluhan tamu yang mulai berbisik-bisik.

Sofia menatap calon mertuanya. Keduanya hanya menggeleng lemah sambil terus menekan layar ponsel, mencoba menghubungi putra mereka yang tiba-tiba menghilang di hari paling krusial. Sofia juga sudah menghubungi Justin puluhan kali, tapi hasilnya tetap nihil.

“Setengah jam lagi, Pak. Justin pasti datang. Mungkin terjebak macet.” Sofia berusaha meyakinkan, bukan hanya pada Penghulu, tapi juga pada dirinya sendiri.

Saat asa mulai menipis, ponsel dalam genggaman Sofia bergetar. Nama Justin muncul di layar. Sofia segera mengangkatnya dengan terburu-buru.

“Justin? Kau di mana? Semua orang sudah…”

“Sofia, pernikahan harus kita tunda,” potong Justin dengan suara gemetar.

Sofia terdiam, ini bukan pertama kalinya pernikahan mereka ditunda. Apakah Justin memang tidak ingin menikahinya?

“Selena... kecelakaan. Mobilnya ringsek dan dia terluka parah. Kami di rumah sakit sekarang,” sambung Justin terdengar panik dan napasnya memburu.

Mendengar adik tirinya terluka, amarah di hati Sofia langsung menguap, berganti kekhawatiran. Selena memang bukti perselingkuhan papanya, kehadirannya menyebabkan retaknya hubungan kedua orang tunya, tapi Sofia tidak bisa memungkiri fakta bahwa di dalam tubuh gadis itu mengalir darah yang sama dengannya.

“Oh Tuhan… Selena,” gumam Sofia lirih. Air mata mulai menggenang.

Dengan berat hati, Sofia berdiri dan menghadap Pak Penghulu serta keluarga besar yang menatapnya penuh tanya.

“Pernikahan hari ini... dibatalkan,” ucap Sofia dengan suara yang dipaksakan tegar.

“Apa?” Bukan papanya yang berteriak, melainkan Hesti, mamanya. Wanita itu langsung menghampiri dan mencengkeram lengan Sofia dengan kuku-kuku yang tajam. “Kau gila? Pernikahan ini tidak boleh batal, Sofia! Apapun alasannya!” Bukan lagi dengan suara keras, tapi bisikan penuh ancaman.

“Selena kecelakaan, Ma!” Sofia membalas, mencoba melepaskan diri. “Tolong, beri penjelasan kepada para tamu. Katakan ada keluarga yang kena musibah. Aku harus segera melihat keadaan Selena.”

“Persetan dengan anak haram itu!” Wajah Hesti merah padam. “Kau harus tetap di sini menunggu Justin dan kalian akan tetap menikah. Jangan pedulikan anak gundik itu!”

Sofia menghela napas panjang, menatap dekorasi megah ballroom yang seharusnya menjadi tempat bersejarah dalam hidupnya.

“Aku mohon, Ma. Demi kemanusiaan, kita tidak bisa berpesta di saat keluarga kita terkena musibah.”

Tanpa menunggu jawaban dari mamanya, Sofia mengangkat ekor kebaya putihnya yang panjang dan berlari keluar.

Di dalam taksi, Sofia meringkuk di pojok kursi dengan tatap mata yang kosong. Aroma melati dari ronce di rambutnya memenuhi kabin sempit itu, harum yang seharusnya menjadi saksi janji suci, kini terasa seperti aroma duka.

Tangan Sofia gemetar dengan ponsel dalam genggaman. Hatinya terus melangitkan doa demi keselamatan Selena. Ada rasa bersalah karena sempat meragukan alasan Justin.

Setibanya di rumah sakit, Sofia berlari menyusuri lorong rumah sakit dengan kebaya putih brokat dan kain batik yang indah. Riasan pengantinnya masih sempurna, membuat setiap pasien dan tenaga medis menoleh padanya seolah melihat penampakan malaikat yang tersesat di tempat penuh luka.

Langkah Sofia terhenti tepat di depan pintu ruang perawatan VIP yang sedikit terbuka. Justin memeluk Selena yang menangis terisak di atas ranjang. Tak ada luka sekritis yang dibayangkan Sofia, hanya perban di dahi dan lengan.

Ada perasaan lega. Tapi dugaan jika semua yang dilakukan Justin adalah kepedulian seorang calon kakak ipar luruh seketika. Perbincangan antara Justin dan Selena justru mengungkap kenyataan yang berbeda.

“Mengapa kau senekat ini, Sel? Menabrakkan mobil ke pembatas jalan hanya untuk melukaimu sendiri?” Suara Justin penuh keputusasaan, tapi terdengah sarat kasih sayang.

“Kakak bilang akan mencari cara untuk kembali menunda pernikahan dengan kak Sofi, tapi mana buktinnya?” Tangis Selena semakin menjadi.

Justin menghela napas panjang, mengusap punggung Selena dengan lembut. “Aku tidak bisa menggunakan cara seperti tahun lalu, Sel.”

“Tapi cara itu berhasil, Kak.”

“Kecelakaan itu membuat Sofia koma dua minggu. Aku tidak bisa mengambil risiko, jika sampai Sofia meninggal, kita tidak akan dapat apa-apa.”

Telinga Sofia berdenging, dari ubun-ubun hingga ujung kaki tiba-tiba terasa dingin. Secara naluriah tangannya menyentuh perutnya, merasakan jaringan parut yang tersembunyi di balik baju pengantinnya.

Ingatan akan rasa sakit saat terbangun dari koma setahun lalu menghantam Sofia. Saat itu, ia mengira Justin adalah pahlawan yang menunggunya. Ternyata, pria itu adalah dalang dari semua kesakitannya.

“Kak Justin merasa bersalah pada Kak Sofia? Kak Justin mulai mencintainya?” cecar Selena dengan suara manja yang menuntut.

Justin menggeleng tegas. “Tidak. Aku hanya memikirkan merger Baskara Energy dan Aditama Jaya. Setelah semua itu terwujud dan posisiku aman, aku akan meninggalkan Sofia, lalu kita menikah. Sabarlah sebentar lagi.”

“Tapi Kak… aku tidak bisa menunggu. Aku sudah lepas IUD sejak sebulan lalu. Bagaimana kalau aku hamil?”

Justin tidak menjawab, hanya mengeratkan pelukan. Bukan hanya untuk menenangkan hati Selena tapi juga dirinya sendiri.

Hancur hati Sofia, tak ada daya lagi untuk marah dan melakukan konfrontasi langsung dengan tunangan dan adik tirinya.

Sofia memutar tubuh dengan sisa tenaga yang ada. Ia menyeka air mata yang merusak riasannya, berjalan gontai menyusuri lorong panjang. Kebaya putih yang dia kenakan terasa layaknya kain kafan yang mengantarkan pada hidup baru yang menyakitkan.

Sofia hanya ingin segera meninggalkan rumah sakit. Dengan tangan gemetar dia memesan taksi online.

Baru keluar dari rumah sakit, gerimis turun tanpa diundang. Sofia mendongak, tersenyum miris menertawakan dirinya sendiri. Pada saat dia merasakan kegetiran menjadi pengantin tanpa mempelai, langit pun seolah ingin mengujinya.

Sofia yang mulai kehilangan fokus, seolah mengabaikan bisingnya suara mesin mobil dan deru klakson panjang. Mobil hitam besar mengerem mendadak, berhenti beberapa senti dari posisi Sofia.

Terkejut, Sofia jatuh terduduk di aspal yang basah oleh air hujan yang semakin deras.

“Woi! Kalau jalan pakai mata!” teriak pengemudi mobil yang hampir menabrak Sofia,

Sofia mengabaikannya, hanya bersimpuh di tengah jalan raya, tak peduli kebaya putih mahalnya basah dan penuh noda. Bahkan riasan pengantinnya mulai luntur, membuat penampilannya semakin berantakan.

Dalam keadaan terpuruk Sofia tidak memperhatikan sekitarnya. Hingga ada seorang pria yang mendekatinya lalu menutup punggung Sofia dengan jas hitamnya.

Saat menatap sosok yang berdiri menjulang di hadapannya, bukan merasa beruntung, justru ujian hari ini terasa semakin besar. Pria dari masa lalu yang selalu dihindari muncul di saat-saat terburuknya.

“Kau tampak menyedihkan dengan dandanan seperti ini, Sofia.” Suara bariton yang berat menembus deru hujan, terdengar sangat dekat di telinga. “Apakah kau butuh mempelai pengganti sekarang?”

펼치기
다음 화 보기
다운로드

최신 챕터

더보기

독자들에게

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

댓글 없음
21 챕터
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status