MasukSepupu Papa Theo murka. Dia begitu marah melihat dua bawahannya diserang Angelica. "Kamu, beraninya kamu ..." kata sepupu Papa Theo yang langsung mengeluarkan pistol dan menodongkan ke arah Angelica."Serahkan dirimu sekarang, atau kutembak?" tanya sepupu Papa Theo.Angelica menatap sepupu Theo dengan santai," kamu mengancamku? memangnya kamu pantas?" katanya dingin.Sorot mata Angelica langsung berubah. Tatapan tajamnya bagai tombak yang siap menghunus. Membuat sepupu Papa Theo langsung kelabakan."Aneh sekali. Ke-kenapa ta-tapannya begitu menyeramkan. Apa dia masih orang yang sama. Sepertinya bukan. Jangan-jangan dia ..." kata sepupu Papa Theo dalam hati berpikir. Diusapnya keringat yang mulai menetes di pelipisnya, "ka-kamu ... Cepat serahkan dirimu," kata sepupu Papa Theo lagi, memerintah."Kenapa aku harus melakukannya?" tanya Angelica pura-pura tidak tahu dengan apa yang sudah dia lakukan."Ka-kamu ... " kata sepupu Papa Theo yang tak bisa lagi berkata-kata."Dia kenapa? Aneh
Organisasi Mawar Biru, adalah salah satu dari lima organisasi besar yang mendunia. Pemimpin Organisasi Mawar Biru adalah seorang wanita bernama Rosella. "Bu," Panggil seseorang yang baru saja masuk ke dalam ruangan di mana Rosella berada."Ada apa? Kalau nggak bawa kabar soal ketua jangan kembali," ucap Rosella tanpa menatap seseorang itu."Aku harus berusaha menjelaskan dengan baik. Supaya Bu Rose mau mendengarkan," kata seseorang itu dalam hati."Nona, keberadaan ketua memang tidak bisa kami lacak. Kami sudah memakai koneksi sana sini, dan semuanya sia-sia. Saya juga nggak bisa apa-apa," kata seseorang itu memberikan penjelasan.Rosella memalingkan pandangan, "jadi, kita harus menyerah?" tanyanya."Bukan begitu juga. Kita sudah delapan belas tahun mencari, tapi sama sekali nggak ada petunjuk. Kemungkinanya cuma satu," kata seseorang itu dengan dugaannya."Aku bahkan sampai menyewa detektif ternama dalam dan luar negeri demi mencari keberadaan ketua. Dan hasilnya nol besar. Ketua in
Keesokan harinya, di sekolah. Ketua yayasan mengumpulkan semua orang yang terlibat, termasuk Angelica dan wali kelas. "Semua sudah berkumpul. Saya nggak akan berbelit-belit. Kali ini ditemukan adanya kejanggalan, dan pihak sekolah tak memberikan penjelasan yang memuaskan kepada keluarga Nathan. Saya selaku ketua yayasan meminta adanya penyelidikan agar semuanya jelas," kata ketua yayasan. "Tidak bisa seperti itu, Pak. Anak saya tidak bersalah." "Anak saya juga tidak. Dia siswan teladan. Mana mungkin melakukan perundungan. Ini tuduhan palsu." "Saya setuju. Saya tidak terima dengan tuduhan yang ditujukan kepada anak saya." Papa Theo menatap kepala sekolah, membuat kepala sekolah ketakutan. "Pak ketua, bukankah ini hanya masalah sepele? Lebih baik saya menangani. Anda duduk manis saja di kantor," bisik kepala sekolah. Ketua yayasan langsung menampar kepala sekolah, "kurang ajar. Beraninya kamu menyuruhku hanya duduk manis di kantor. Ada hal serius seperti ini. Bukannya
Keesokan harinya, Angelica pergi ke sekolah untuk bertemu kepala sekolah. Kedatangannya rupanya tak disambut dengan baik. Tak ada satupun Guru yang mendampinginya. Dia bahkan menunggu hampir dua jam demi untuk bisa bertatap muka dengan kepala sekolah."Oh, ada tamu rupanya. Maafkan saya terlambat. Ada urusan mendesak tadi," kata kepala sekolah.Angelica menganggukkan kepala pelan tanpa menjawab. Wajahnya datar tanpa ekspresi.Kepala sekolah duduk di meja kerjanya, "apa ada keperluan, Nyonya?" tanyanya."Saya ingin mendengar penjelasan pihak sekolah tentang kejadian yang menimpa putra saya, Nathan. Apakah pihak sekolah sudah melakukan penyelidikan?" tanya Angelica. Yang masih berusaha tenang meski sebenarnya emosinya meluap-luap."Penyelidikan? Untuk apa diselidiki. Itu 'kan murni kecelakaan yang disebabkan kelalaian diri sendiri. Bukan karena orang lain. Apa anda nggak salah bicara, Ibu Nathan?" tanya kepala sekolah. "Nggak disangka, kalau berpakaian rapi dan dilihat dari dekat begin
Di rumah sakit ...Angelica bertemu dengan wali kelas dari anaknya, dan berbincang soal kejadian yang dialami Nathan. Mendengar penjelasan wali kelas, Angelica langsung menangkap adanya sesuatu yang disembunyikan wali kelas, dan tanpa basa-basi, dia langsung bertanya apa rahasia yang disembunyikan itu."Pak, jujur pada saya. Apa Bapak menyembunyikan sesuatu? Tiba-tiba saja jatub dari tangga, itu bukan sesuatu yang biasa. Terlebih dari tangga atap sekolah," tanya Angelica curiga."I-itu... Sa-saya ju-juga kurang mengerti situasinya. Sa-saya hanya menyampaikan situasi berdasarkan keterangan saksi-saksi yang melihat," jawab wali kelas gugup.Angelica diam, menatap lekat wali kelas yang berdiri di hadapannya."Siapa saksinya? Apa kejadian ini sudah diselidiki pihak sekolah? Bagaimana dengan kamera pengawas disekitar kejadian?" tanya Angelica.Wali kelas diam sesaat, lalu menjawab pertanyaan Angelica. Namun, jawaban yang disampaikan terkesan berputar-putar tanpa adanya kejelasan. Inti dari
Seorang lelaki berlari mendekati Angelica yang sedang mendorong gerobak berisikan buah-buahan segar. Lelaki itu menggantikan Angelica mendorong gerobak.Setelah gerobak diperkirakan di halaman, lelaki itu segera berlari menghampiri Angelica yang sedang duduk di teras depan rumahnya. lelaki itu langsung berlutut dan mengucap salam hormat."Ketua..." Lelaki itu memanggil Angelica Ketua dengan kepala menunduk.Angelica mengangkat kedua tangan, lalu mengikat rambutnya ekor kuda. Terlihat tato bergambar naga terlukis di tengkuknya.Dia menatap sekilas lelaki yang berlutut dihadapannya, lalu memalingkan pandangan ke arah lain."Hebat juga kamu. Bisa menemukanku," ucap Angelica."Terima kasih untuk pujiannya, Ketua. Semua berkat kerja keras saya selama ini," jawab lelaki itu. Masih dengan kepala menunduk.Angelica menatap lelaki itu lagi, lalu tersenyum lebar."Kamu mau berlutut sampai kapan? Duduklah," kata Angelica, mempersilakan si lelaki untuk duduk.Si lelaki mengangkat kepala untuk men







