Home / Fantasi / AKU MASUK KE TUBUH SAINTESS PALSU / Chapter 32 -The Synchronization-

Share

Chapter 32 -The Synchronization-

Author: Sei_30
last update publish date: 2026-07-27 12:01:38

Perintah langsung dari Paus untuk menyiapkan Ritual Sinkronisasi masih terngiang jelas di kepala Kardinal Borias. Ingatannya kembali melayang pada kejadian beberapa hari yang lalu, saat ia melangkah turun demi memastikan persiapan relik secara langsung.

Pintu besi berat yang menuju ke aula bawah tanah Gereja berderit terbuka, mengembuskan aroma magis yang pekat berselimut debu kuno yang dingin. Langkah kaki Uskup Agung bergema konstan di koridor batu, menuntun Kardinal Borias menuju pusat form
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • AKU MASUK KE TUBUH SAINTESS PALSU   Chapter 46 -To Save Another Soul-

    Sudah cukup lama berlalu semenjak kepulangan Saintess Seraphina dari Ibu Kota Kekaisaran Suci. Namun, gema dari berita mengejutkan itu belum juga surut. Desas-desus tentang kebangkitan sang perempuan suci dari kematian—yang oleh sebagian pihak dianggap sebagai kutukan atau kebangkitan haram—telah menyulut api kegelisahan. Satu demi satu masalah baru terus bermunculan, membuat para petinggi Kuil kewalahan dan dirundung keluh kesah. Riuh keputusasaan kini berujung pada kepungan para tetua yang terus mendesak dan menuntut kejelasan di depan gerbang kediaman resmi Paus, di jantung Istana Suci. Kemegahan arsitektur Ibu Kota yang dilapisi emas dan marmer putih, serta suasana religius yang pekat dan suci, rupanya hanya menjadi topeng di bagian luarnya saja. Pada kenyataannya, ketegangan yang merayap sejak hari kebangkitan sang Saintess kini terasa seperti kabut tak kasat mata yang mencekik napas tiap penghuni Katedral Agung.Keputusan ekstrem yang diambil oleh Paus untuk memulai kembali ri

  • AKU MASUK KE TUBUH SAINTESS PALSU   Chapter 45 -Silent Alliances-

    Derap langkah pelan yang disertai gesekan samar zirah besi memecah keheningan koridor tengah malam. Pintu kayu ek itu terbuka dengan derit halus. Lucien baru saja kembali dari medan pertempuran di desa bagian barat.Tubuhnya didera lelah yang teramat sangat. Zirah bajunya masih menyisakan noda jelaga dan darah kehitaman—sisa peperangan brutal melawan kawanan monster Abyss. Tugas sebagai seorang Pahlawan yang dianugerahi Throne of Light memaksanya memikul beban yang teramat berat. Menjadi pelindung bagi umat manusia.Namun malam ini, ada perang lain yang berkecamuk di dalam kepalanya.Setelah menanggalkan zirah beratnya dan berganti pakaian, alih-alih mengistirahatkan tubuhnya yang letih, Lucien langsung melangkah menuju meja kerja. Ia membuka buku catatan kecil yang dibiarkan tergeletak di sana. Lembar demi lembar ia balik, hingga matanya tertuju pada secarik kertas laporan kusut yang terselip di sana.“Yang Mulia mengalami sesak napas tepat setelah menerima makan malamnya.”Tulisan t

  • AKU MASUK KE TUBUH SAINTESS PALSU   Chapter 44 -A Saint’s Silhouette-

    "Hei, sudah waktunya gantian."Seorang ksatria menghampiri rekan kerjanya yang sudah sejak siang berjaga. "Oh, akhirnya aku bisa pergi tidur." Ia merenggangkan kedua lengan sebelum sorot matanya menangkap cahaya di salah satu kamar gereja. "Kalau tidak salah, itu ruang kerja Pahlawan Lucien, bukan?"Rekan lain yang baru datang mengangguk. "Beliau masih belum tidur meski sudah selarut ini.""Tuan Pahlawan memang dikenal berdedikasi tinggi. Sama seperti Komandan Ksatria kita, Tuan Adraven. Selama ada mereka berdua, kekaisaran suci tidak akan kalah dari monster Abyss.""Ya, kau benar!"Sementara itu, di kamar Lucien Vaelis. Sang Pahlawan memang masih terjaga seperti yang dikira pada ksatria penjaga. Ia tengah sibuk di meja kerjanya, menatap kitab suci, dokumen terbaru Gereja, dan arsip tua yang ia temukan di perpustakaan tempo lalu. Pena bulu di tangannya tertahan di udara, tidak bergerak. Sepasang matanya menyipit tajam."Ada sesuatu yang keliru di sini," gumam Lucien pelan.Sebagai ks

  • AKU MASUK KE TUBUH SAINTESS PALSU   Chapter 43 -The Throne I Chose-

    Seraphina mengulurkan tangan di udara, di tengah-tengah kesunyian kapel malam itu. Sebuah keputusan akhir dibuat oleh sang wanita suci dengan alasan yang sederhana namun kuat.Ia tidak ingin mati, terlebih sebagai korban.Kegelapan kembali datang menyelimuti seluruh tubuhnya. Saat kesadarannya tersedot kembali ke dunia Abyss, Seraphina merasakan lagi sensasi jatuh dari ketinggian tanpa dasar yang dingin. Namun, kali ini tidak ada perasaan takut pada kematian. Perempuan itu menutup matanya dengan tenang, merasakan tiap gesekan angin pada ujung jari.Perlahan, seluruh tubuhnya mengeluarkan cahaya samar berwarna keunguan yang lembut. Di tengah kegelapan pekat itu, Seraphina yang bersinar terlihat bagaikan bintang jatuh. Lalu, kejatuhan itu mendadak berhenti tepat di atas hamparan sungai perak dengan langit penuh bintang."Selamat datang kembali, Seraphina," sebuah suara yang tidak asing menyambut tepat di telinga sang Saintess.Seraphina membuka kelopak mata dan menatap sekitar. Menyadar

  • AKU MASUK KE TUBUH SAINTESS PALSU   Chapter 42 -Not Yet-

    Langkah kaki Seraphina terasa berat saat ia melangkah keluar dari ruang rahasia arsip. Tubuhnya bergeming beberapa detik sebelum berbalik perlahan, menatap lamat-lamat bilik pengakuan dosa yang sunyi. Lembaran-lembaran kertas kuno yang baru dibacanya seolah masih membakar ingatan, meninggalkan jejak kepedihan yang mendalam. Di dalam kapel yang remang-remang, Seraphina ambruk tepat di depan altar. Tubuhnya gemetar hebat. Ia terduduk diam di lantai yang dingin, membiarkan keheningan malam menelan sisa-sisa kekosongan jiwanya. Tatapan matanya lurus ke depan, tetapi tidak fokus pada apa pun. Seraphina bahkan tidak mampu merasakan ujung jarinya sendiri. Semua terasa kebas dan mati rasa.Di bawah bayang-bayang melankolis patung para Seven Thrones, Seraphina mulai menyusun kembali kepingan informasi yang baru saja ia temukan. Pikirannya berputar hebat, dihantam kenyataan pahit.Ritual Sinkronisasi.Satu frasa itu kini menjelma menjadi monster yang nyata. Lembar arsip kuno tadi dengan jelas

  • AKU MASUK KE TUBUH SAINTESS PALSU   Chapter 41 -Forbidden archive-

    "Tuan Vaelis...?"Lucien berjalan mendekat dengan langkah berat. Dia mengambil tempat di kursi kayu samping ranjang, lalu perlahan meraih tangan pucat Seraphina yang terasa sedingin es."Masih sakit?"Pertanyaan itu lolos begitu saja dari bibir sang Kandidat Pahlawan. Nada suaranya bergetar rendah, dipenuhi amarah yang tertahan di balik dadanya. Seraphina hanya bisa diam. Jangankan menjawab, untuk sekadar membalas tatapan pria itu saja rasanya seluruh energi di dalam tubuhnya telah habis tak bersisa."Mengapa..." Lucien mendesis. Jemarinya mencengkeram erat tangan ringkih yang terasa begitu kecil dalam genggamannya. "Mengapa mereka terus memaksamu, Lady?""Tuan Vaelis... kecilkan suaramu," bisik Seraphina parau. Tenggorokannya terasa sekering padang pasir yang gersang. "Dinding tempat ini memiliki telinga."Napas pemuda berambut pirang itu memburu, berusaha keras menahan diri agar tidak melepaskan amarahnya yang bisa meledak kapan saja. Lucien menghela napas panjang yang sarat akan be

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status