Share

Bab 159 Umpatan Alea

Penulis: Dhisa Efendi
last update Tanggal publikasi: 2026-03-24 18:16:57

Siska hanya berpraduga. Tidak ada yang memperhatikan mereka. Semua sibuk dengan pasangan mereka masing - masing.

Ariana tiba - tiba teringat pada para pelayan. Mereka pasti menunggu mereka selesai makan. Ia lalu bertepuk tangan. Ia ingin para pelayan juga merasakan kebahagiannya.

Mariska datang dan membungkuk di hadapannya.

"Ada yang bisa Saya bantu, Nyonya?" Tanyanya dengan takzim.

Ariana mengangguk.

"Panggil semua temanmu. Kita makan sama - sama di sini." Titahnya.

Mariska terperanjat.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 233 Ke Puncak!

    Sang kekasih langsung memeluknya tanda setuju. Mereka seperti pasangan pengantin baru beda usia. "Setuju! Mau kan, Sayang?" Sahut Sabrina sekalian bertanya pada sang kekasih. "Apa sih yang enggak untukmu, Brin?" Sahut Sang kekasih dengan senyuman mesranya. Alea mendengus dalam hati, 'Sial! Tahu begini Aku mendingan nemenin Mama di rumah!'"Kita satu mobil aja." Usul Sabrina sambil bergayut pada lengan kekasihnya. "Boleh, Kami juga cuma pakai motor." Timpal Paramitha seraya mengerling manja pada sang kekasih. Alea menautkan alisnya. 'Mitha naik motor? Yang benar saja!'Paramitha melihat reaksi Alea dan langsung mengerti apa yang ada dalam benak Alea. "Pacarku masih kuliah. Sama Papanya belum boleh bawa mobil." Katanya menjelaskan. Sang kekasih mengangguk. Alea mendecih, "Apa emang nggak punya mobil?" Celanya langsung membuat wajah kekasih Paramitha memerah seketika. Entah karena malu atau marah. "Sembarangan! Jangan ngaco Kamu, Al!" Bela Paramitha sambil melotot. "Lagian,

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 232 Kecewa

    Teman - teman yang lain ikut memesan dan Mimin mencatatny di selembar kertas. "Benaran Kita mau makan sama Nyonya?" Tanya Buma tidak percaya. Mimin mengangguk. "Nyonya kesepian. Kasihan." Katanya prihatin. Yang lain mengangguk dengan perasaan senada. "Jangan lupa, Min. Ayam serundengnya ditambah pergedel. Sambalnya yang banyak!" Kata Teguh yang membuat mereka sebal."Nggak nyadar sikon!" Gerutu Mimin. "Dasar gembul!" Kecam Buma juga.Teguh tertawa. Ia tidak peduli. Yang penting makan enak! "Kapan belinya, apa Aku aja yang beli?" Ia justru menawarkan dirinya. "Nanti dong kalau mau jam makan siang!" Semprot Mimin. "Biar Aku aja yang beli. Kamu nanti korupsi!" Ketus Mimin lagi sambi mencari keberadaan Seno dan Damar. Lebih baik ia pergi dengan salah satu dari mereka. Itu yang ia pikirkan. Teguh mendecih. Perutnya yang bulat ia usap - usap karena sudah mengharapkan makanan itu ada di hadapannya sekarang. "Balik ke pos, sana!" Usir Mimin sebal. "Tapi Kamu belum bikinin kopi pe

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 231

    Safira tidak tahu kalau paviliun Siska itu cukup luas untuk menampung mereka semua. Siska bukanlah orang susah seperti yang ia pikirkan. Ia hanya berasal dari kampung terpencil yang ingin mengenal dan merasakan kehidupan di kota besar. Rumahnya memang jauh dari Mall tapi rumahnya bagus dan layak. Memang tidak ada banyak kamar karena mereka hanya tinggal bertiga. Siska anak tunggal. Tapi Ada kolam ikan yang sangat besar dan dapat menampung ikan mas dan gurame untuk di jual ke pasar yang harus menuruni pegunungan tempat mereka tinggal. Siska bukan orang susah. Ibunya adalah penjahit kenamaan ibu kota yang mulai bosan dengan hiruk pikuk dan kemacetannya. Ia meminta tinggal di daerah pegunungan yang udaranya masih segar dan asri dan suaminya mengabulkan keinginannya. Pada awalnya sang suami membeli dua ratus hektar tanah untuk mereka tinggali di kampung mereka yang sekarang saat Siska masih bayi. Sang suami adalah seorang insinyur perternakan dan sukses membudidayakan ikan mas dan guram

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 230 Gelaran?

    Siska langsung berdiri. Ia bingung harus bagaimana tapi Safira nampak tak acuh saat duduk di sebelah Athena. "Kenapa Kalian tampak sangat senang? Tawa Kalian itu sampai terdengar ke belakang, lho!" Kata Safira sambil meraih kue yang di suguhkan untuk Siska. Belum ada yang menjawab pertanyaannya tapi Safira sudah bicara lagi. Tepatnya menitah, "Mana minumanku, Atha?" Tanyanya pada Athena. "Ibu mau teh atau..""Coklat panas." Potong Safira cepat. "Kamu, Eva? Kamu juga belum minum." Tanya Athena pada Evara. Evara menggeleng. "Aku sudah minum. Aku kan bawa bekal minum." Katanya sambil menunjukkan botol minumannya. Perlahan Siska duduk lagi dengan perasaan canggung sementara Athena berjalan ke belakang untuk meminta minuman pesanan Safira. "Ibu, Athena ingin menikah bulan depan. Apa Ibu sudah tahu?" Tanya Evara lembut. Safira mengangkat alisnya membuat jantung Siska berdebar lebih cepat. "Aku tahu."Jawaban Safira membuat Siska terperangah. Jawaban dan reaksi sama sekali tidak s

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 229 Rencana pernikahan Athena

    "Apa Ibu mempersulitmu?" Tanya Athena. Mereka dalam perjalanan pulang dan rencananya Siska akan mampir ke rumah Athena dulu. Ia sangat merindukan Evara. Safira masih tetap ingin tinggal di rumah lamanya. "Aku kan yang ditugaskan Eva untuk memantau. Bagaimana kalau pekeerjaan mereka nggak beres?" Katanya sok penting. "Kalau gitu Kami pulang duluan." Pamit Athena. Siska mencium punggung tangan Safira sebelum mengikuti langkah Athena keluar. "Enggak." Sahut Siska singkat. "Kamu yakin?" Tanya Athena tidak percaya. Ia sangat mengenal sifat ibunya. Sikapnya juga sering di luar nalar. Tapi Siska tetap menggelengkan kepalanya seraya tersenyum manis. "Ibu baik sekarang." Katanya memuji dengan suara rendah. Dalam hati ia meminta maaf karena berbohong. Tapi itu dilakukannya demi kebaikan untuk semua. Ia yakin suatu saat Safira akan menerimanya dengan kemauannya sendiri. "Syukurlah kalau begitu." Sahut Athena. Ia tampak senang dan mulai bersenandung dengan suara lirih. "Lopisnya enak

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 228 Penggerebegan

    "Kerja apaan?" Sela Paramita sebelum Alea yang bertanya. Sabrina melihat ke arah kakaknya yang terlihat tidak acuh sebelum memulai lagi ceritanya. "Kamu lihat orang itu? Jangan kelihatan gitu ngelihatinnya!" Bisik Sabrina yang menunjuk orang di seberang mereka dengan dagunya. "Yang pakai baju salur hijau itu." Bisik Sabrina lagi. Paramitha dan Alea melihat ke arah yang ditunjuk oleh Sabrina dengan gerakan sambil lalu, seakan tidak terfokus pada orang itu. Lukman Hakim yang duduk di meja sebelah meja mereka juga terlihat asyik dengan minumannya. "Orang itu sedang dalam pengamatan kakakku. Dia itu pengedar." Bisik Sabrina. What? Kedua pasang mata sahabatnya ini membola. Lukman Hakim juga seperti menyadari sesuatu. Terlihat ia melayangkan tatapan tak suka pada Sabrina. 'Kamu bilang apa sama teman - temanmu, Brin?' desis hatinya kesal. Satu gerakan atau ucapan yang salah akan menimbulkan kecurigaan pengedar itu. Padahal Lukman Hakim mempunyai alasan untuk tidak diwaspadai. Menema

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 96 Perawat untuk Brian

    Alea melihat semua kehebohan itu dengan senyum kecil. 'Ternyata mudah sekali membuatmu drop, Eva!' kata hatinya puas. Ia berjalan dengan langkah tenang di bawah tatapan para pelayan yang baru melepas kepergian Evara dan Safira ke rumah sakit. "Itu penjahatnya!" Teriak Sisil gemas. Penjahat? "

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-28
  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 94 Kedatangan Alea

    "Bubur kacang hijau? Itu bagus." Jawab Ariana atas saran Mariska. Makanan tambahan untuk Evara. "Tapi Aku sudah makan, Ma." Protes Evara. "Kamu tadi hanya sarapan roti, Eva. Nggak cukup untukmu dan Brian." Evara memang hanya sarapan setangkup roti dan segelas susu. Evara dan Athena saling berp

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-28
  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 89 Proyek rahasia

    Athena pulang dan langsung menemui Safira. Tapi sebelum ia mengatakan sesuatu Ibunya itu sudah mengatakan, "Aku sedang nggak ingin berdebat denganmu, Atha. Aku lelah."Athena menelan semua kalimat yang ingin keluar dari mulutnya. Ia mendengus pelan sebelum membalikkan langkahnya dan keluar dari ka

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-27
  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 88 Akal - akalan Anthony

    Athena menggeleng. Ia ingin cepat - cepat pulang dan berbicara serius dengan Safira. Ia berencana tidak akan lama berpacaran dengan Siska karena ia ingin segera menjadikannya sebagai istrinya. "Aku harus pulang." Katanya sambil mengusap rambut Siska yang turun ke dahinya. Siska mengangguk. Ia men

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-27
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status