/ Romansa / Adik Ipar Yang Jadi Suamiku / Bab 18 Target sang manager

공유

Bab 18 Target sang manager

작가: Dhisa Efendi
last update 최신 업데이트: 2025-10-29 18:58:43

Adamis sudah selesai makan. Ia mendorong piringnya ke tengah dan bangun dari kursinya.

"Aku ke kamarku, Ma." Katanya.

"Apa Kamu ingin dibuatkan jus, Sayang? Biar Bik Tarni mengantarkannya ke kamarmu." Sahut Ariana.

Adamis menggeleng. Perutnya sudah terlalu kenyang.

"Aku ingin istirahat lebih cepat. Pagi Aku ada meeting."

Ariana mengangguk dan membalas uluran tangan Adamis. Mereka saling berpegangan sejenak sebelum Adamis melangkah pergi.

Evara seperti baru menemukan suaranya,

"Mama, boleh
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 143 Restu Mahestra

    "Ana! Hati - hati!" Tanpa di sadari oleh yang lain tubuh Sunny melesat mendekati Ariana dan ikut memegang nampannya. Sejenak tatapan mereka bertemu.. "Ana, bawa kemari tehnya." Titah Mahestra. Moanda sendiri sudah duduk di sebelah suaminya. Mereka menyaksikan kedua insan yang sedang bertatapan dengan sama - sama memegang nampan. "Aku nggak papa. Lepaskan" Kata Ariana dan meminta Sunny melepaskan tangannya dari nampan. Sunny berjalan di sisi Ariana menuju Sofa yang diduduki Mahestra dan Moanda. Ia juga membantu memindahkan cangkir dari atas nampan ke atas meja. "Duduklah Kalian. Jangan berdiri terus di situ." Tegur Mahestra. Ariana meletakkan nampan di bawah meja sebelum duduk di sebelah Sunny. Kembali tatapan mereka bertemu.. "Cobalah kue ini, Sunny. Kamu akan tahu kenapa Aku sangat menyukainya." Kata Mahestra sambil melirik pada istrinya. Moanda tertawa sambil menganggukkan kepalanya. Ia membantu Mahestra meletakkan kue yang sudah dipotong ke atas piring kue dan memberikanny

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 142 Pernyataan Sunny

    Tapi tidak. Kekhawatiran Sunny sepertinya tidak beralasan. Mahestra melepaskan pelukannya pada Ariana dan melihat ke dalam mobil, "Apa Kamu nggak ingin turun?" Tanyanya. Sunny sedikit terkejut. Ternyata Mahestra sangat fasih berbahasa Belanda. Sunny turun dengan kotak kue di tangannya. "Ini kue coklat buatan Ariana. Katanya Tuan sangat menyukainya." Katanya dengan canggung. "Apa Kamu pernah mencobanya?" Tanya Mahestra sambil mengambil kotak kue dari tangan Sunny. "Aku.. Belum.."Sunny terlihat bingung. Ia memang belum pernah mencoba kue apapun buatan Ariana. "Aku tahu. Masuklah dan nikmatilah bersamaku. Kamu akan tahu kenapa Aku sangat menyukainya." Sahut Mahestra sambil tertawa. Ariana tercengang. Ini tidak ada dalam bayangannya. Apalagi Mahestra lalu memeluk Sunny dengan hangat. "Ternyata Kamu cukup layak untuk bersaing dengan anakku." Kata Mahestra di telinga Sunny tapi dapat didengar oleh Ariana. Ucapan itu membuat wajah Ariana memerah. Apa maksud mertuanya ini? Apa ia me

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   bab 141 Ke Surabaya

    "Baiklah. Berikan padaku data - datanya." Kata Randy. Viona merasa senang. Ia lalu meminta nomor kontak Randy. "Aku akan mengirimkan datanya padamu."Randy mengangguk. Viona menggenggam tangan Randy sebelum melangkah menuju pintu keluar, "Aku berharap padamu.""Tunggu!" Cegah Randy. Viona berhenti melangkah. Ia menunggu Randy menghampirinya. "Bagaimana kalau Poksi tanya? Apa dia boleh tahu?" Tanya Randy. "Terserah padamu." Sahut Viona tidak peduli. Ia ingin segera pergi dari sana. Ia tidak ingin berdekatan dengan Poksi lagi meski hanya sebentar. Poksi mencampakkannya waktu itu dan itu sudah cukup! Poksi yang melihat Viona keluar segera ingin mengejarnya tapi Randy menahannya. "Biarkan Dia, Pok!""Apa Dia jadi pacarmu sekarang?" Tuduh Poksi marah. "Apa Kamu gila?" Sergah Randy. Kalau ia mau dengan Viona tentu ia tidak akan menolaknya saat Viona mencari ayah untuk anaknya dan Poksi. "Lalu kenapa ia mencarimu?" Tanya Poksi tidak percaya. Randy mendengus, "Dia membutuhkan ja

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 140 Rencana Viona

    "Aawh!" Jerit Viona kesakitan. Ada dua pasang tangan yang menjambaknya. Kepalanya langsung pusing. Ia melepaskan tangannya untuk memegang kepalanya. Sontak Siska dan Cindy juga melepaskan tangannya dan berlari masuk ke dalam kamar kost mereka. "Gila banget, Sis! Siapa sih, Dia?" Tanya Cindy dengan nafas terengah. "Dia mantan istri Atha." Sahut Siska juga dengan nafas terengah. Cindy membelalakkan matanya. Ia tidak menyangka kalau Athena adalah seorang duda. Ia mendekati jendela dan mengintip keluar. Siska mengikutinya. Mereka melihat Viona jongkok dengan memegangi kepalanya. Kelihatannya ia benar - benar pusing."Non, Non nggak papa?" Tanya Security itu serba salah. Semula ia kesal pada sikap Viona yang tidak mengindahkan peringatannya tadi tapi ia juga kasihan melihatnya dikeroyok. Viona bangun dan melepaskan tangannya. Security itu terperanjat. Ia mengenali Viona. "Nona Viona?" Sapanya. Viona mendengus. "Kenapa Kamu nggak membantuku, Pak? Kamu malah ngebiarin mereka ngeroyo

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 139 Viona menyerang Siska

    Sunny tersenyum. Sekarang ia sudah yakin akan perasaan Ariana padanya. Ia lalu mengelus kepala Brian, "Kenapa namanya harus Brian?" Tanya Sunny. Ariana menoleh pada Evara. "Karena Eva ingin selalu mengenang Brian." Sahut Ariana yang disambut anggukan oleh Adamis. Sunny ikut menganggukkan kepalanya. "Apa Eva nggak ingin belajar bahasa belanda?" Tanyanya. Ia merasa tidak nyaman karena ia dan Evara tidak saling mengerti satu sama lain. "Ia akan. Tapi Paman juga harus belajar bahasa Indonesia bila Paman ingin menetap di sini." Sahut Adamis. Ia sudah mendengar kalau Sunny sudah melamar Ariana dan Ariana tidak terkesan menolak meski tidak ada pernyataan untuk menerimanya. "Itu pasti." Sahut Sunny dengan keyakinan penuh. "Aku ingin mengucapkan ijab qabul dalam bahasa indonesia." Katanya lagi. Wajah Ariana langsung memerah. Tapi ia tidak menyanggah ucapan Sunny tadi. "Kalian harus ke Surabaya untuk menjemput Opa dan Oma. Secepatnya." Kata Adamis mengingatkan. Ariana menatap Sunn

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 138 Tiffany si pengganggu

    Sebenarnya Viona sudah meminta security yang menjaga rumahnya untuk menolak bila Tiffany datang lagi ke rumahnya. Tapi Tiffany bukan orang bodoh. Ia langsung menelpon Viona saat security menolaknya di pintu gerbang. Ia juga tidak menyerah saat Viona tidak mengangkat telponnya. Ia mulai menghubungi Viona melalui chat. 'Aku bisa menelpon Mamamu sekarang, Vion! Apa Kamu mau rahasiamu terbongkar sekarang? Kuberi waktu lima menit!'Viona terpaksa meminta security mengizinkan Tiffany masuk. Dan akhirnya.. "Sialan!!" Jerit Viona setinggi langit. Ia mulai melempar barang yang ada di dekatnya. Prang! Brak! Prang!Adelia berlari ke ruang tamu bersama beberapa pelayan. "Vion?!"Mata mereka terbelalak melihat kekacauan di ruangan itu. Semua pajangan yang semula berada di atas buffet kini berada di lantai dalam keadaan hancur dan rusak. Apa yang terjadi? Viona terlihat mengatur nafasnya yang memburu karena marah. Ia menoleh pada sang Mama dan mengatakan, "Ada tikus, Ma. Aku ingin menyambitn

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status