Share

Bab 245 Alea berubah?

Penulis: Dhisa Efendi
last update Tanggal publikasi: 2026-06-21 18:47:57

"Apa Aku benar menyukainya? Atau cuma pelampiasan karena dia mengingatkanku pada Adamis?" Bisik Alea pada diri sendiri.

Lukman Hakim sendiri juga sudah tiba di rumahnya. Di pikirannya terekam jelas sikap canggung Alea dan pipinya yang merona. Juga saat Sabrina mendorongnya ke arahnya.

"Anak itu sebenarnya lucu." Gumamnya pelan.

Bibir Alea yang digigit karena salting membuatnya gemas. Lukman Hakim mengusap kepalanya sedikit kasar.

"Apaan, sih? Apa Aku mulai suka sama anak centil itu? Enggak!
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 245 Alea berubah?

    "Apa Aku benar menyukainya? Atau cuma pelampiasan karena dia mengingatkanku pada Adamis?" Bisik Alea pada diri sendiri. Lukman Hakim sendiri juga sudah tiba di rumahnya. Di pikirannya terekam jelas sikap canggung Alea dan pipinya yang merona. Juga saat Sabrina mendorongnya ke arahnya. "Anak itu sebenarnya lucu." Gumamnya pelan. Bibir Alea yang digigit karena salting membuatnya gemas. Lukman Hakim mengusap kepalanya sedikit kasar. "Apaan, sih? Apa Aku mulai suka sama anak centil itu? Enggak! Enggak akan!"Mulutnya menolak tapi hatinya mulai mendamba. Pikirannya terus terpusat pada sikap canggung Alea. Tangannya yang gemetar saat ia menjejalkan uang itu, matanya yang mengerjap karena nervous.. Lukman Hakim paling suka pada bibirnya yang merah karena gigitan itu. Lipstiknya sudah terhapus sejak Alea memakan bakso dan menghirup kuah panasnya. "Kakak akan menyesal kalau Alea di sambar orang!" Teriakan Sabrina waktu itu kembali terngiang di telinganya. "Nggak bisa. Nggak boleh!" Raca

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 244 Perubahan yang menyenangkan

    Ibu Dewi memeluk Siska erat. Siska akan ikut pulang lagi karena ia tidak ingin meninggalkan pekerjaannya. "Istirahatlah barang dua sampai tiga hari." Semalam ibu Dewi sudah membujuk putri mereka satu - satunya itu. Siska menolak, "Aku masih ingin bekerja, Bu. Aku juga sudah terbiasa dengan suasana kerja di sana. Om Dahlan juga sangat baik. Aku nggak mau membuatnya kecewa." Kata Siska panjang lebar. "Saat menikah nanti Aku akan meminta izin lebih lama." Katanya menjanjikan. "Kamu ini." Kata sang Ayah seraya menjitak kepala Siska dengan gemas. Tentu saja itu tidak cukup kuat untuk membuat Siska kesakitan. "Saat menikah nanti, Kamu akan libur untuk Kalian berdua. Nggak ada ruang buat Kami." Sahut Ibu Dewi. "Kamu juga janji akan kuliah, Sis. Bagaimana kalau Kamu sudah menikah nanti?" Tanya sang ayah pasrah. Siska mengangguk. "Tentu saja Aku akan kuliah, Yah. Tapi nanti." Katanya. "Kapan?" Tanya sang ayah penasaran. "Aku harus kuliah. Aku nggak mau suamiku nanti meremehkanku k

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 243 Masih di rumah Siska

    "Mama dan Paman Sunny tidur di sebelah sini. Nggak papa, kan?" Tanya Siska yang mengatur tempat tidur untuk mereka. "Kak Eva biar bergabung sama Ibu, Kak Yuni dan Kak Mar. Sementara Kak Adamis bersama Atha dulu, ya?" Kata Siska lagi. Ia menunjuk ruang yang di sekat oleh kain untuk pembatas antara mereka. Tentu saja ruangan untuk Evara dan yang lainnya itu lebih besar. Adamis tidak terlihat keberatan. Toh hanya satu malam. "Mama bisa bergabung sama yang lain." Sahut Ariana. Ia merasa tidakenak karena keistimewaan yang diberikan padanya. "Jangan, Ma. Aku takut Paman Sunny merasa nggak nyaman tanpa Mama." Sanggah Siska sambil menatap Safira yang tidak mengeluarkan komentarnya sama sekali. "Iya kan, Bu?" Tanya Siska meminta pendapat Safira yang hanya menganggukkan kepalanya. "Kamar mandi ada di sana." Beritahu Siska lagi sambil menunjuk bagian belakang paviliun itu. Ada dua kamar mandi di sana. Safira menaiki kasur yang ditunjuk oleh Siska untuknya. Kasur yang paling besar dan pa

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 242 Mulai ada rasa

    "Aku?" Tanya Sabrina seraya menunjuk wajahnya sendiri. Ia lupa sudah menelpon kakaknya itu. "Iya! Video call!" Teriak Lukman Hakim kesal. Sabrina tersadar. "Oh, itu kan Kakak yang nyuruh! Aku VC Kakak kalau ada temanku datang. Iya, kan?" Katanya sambil menyuap baksonya. Kini Lukman Hakim yang tersadar. Ia sendiri yang melupakan permintaannya itu. Ia lalu melirik Alea yang terkesima setelah tersedak tadi. Keinginannya terwujud. Ia melihat Lukman Hakim dalam balutan seragamnya. Begitu tampan dan gagah. Sesuai dengan apa yang ia imaginasikan."Ya sudah kalau begitu. Tapi Kalian harus tetap di sini. Jangan ngelantur kemana - mana. Ingat?" Kata Lukman Hakim akhirnya. "Iya, bawel!" Sahut Sabrina tidak peduli. Ia juga tidak mempedulikan Alea yang seperti kehilangan kosa katanya. Ia benar - benar speechless. Lukman Hakim kembali ke mobilnya. Perasaannya sedikit lebih lega meski juga heran melihat sikap Alea. 'Kenapa anak itu? Kayak orang kesambet.' ucap Lukman Hakim dalam hati. Ia m

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 241 Di rumah Sabrina

    Sabrina meledak, "Kak! Aku ini sudah dewasa! Aku sudah bisa memilah dan memilih! Kamu juga nggak punya hak untuk mengatur semuanya dalam hidupku! Papa Mama juga enggak, kenapa Kakak jadi sok kuasa?!" Sengatnya tajam. "Brin, teman - temanmu itu kurang.. dapat dipercaya." Kata Lukman Hakim setengah mengeluh. Sabrina menghela nafas. Ia tahu kakaknya ini sangat protektif karena terlalu menyayanginya. Apalagi Papa dan Mama mereka mempercayakan dirinya pada anak pertamanya itu. Semua ucapan Lukman Hakim seperti sabda yang harus dipatuhi. Semula Sabrina nyaman - nyaman saja mendapat perlakuan seperti itu tapi lama kelamaan ia merasa seperti burung dalam sangkar. "Begini saja, Aku tidak akan mengundang teman - temanku untuk datang ke rumah." Kata Sabrina akhirnya mencoba mengalah. Lukman Hakim sedikit memicingkan matanya. "Beneran? Tapi bagaimana kalau mereka datang sendiri?" Tanyanya memancing. "Itu bukan salahku, kan?" Kata Sabrina seraya mengangkat kedua tangannya. Ia mulai merasa

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 240 Sabrina

    Sabrina lelah serasa berdiri di antara Alea dan kakaknya. Ia ingin membela Alea tapi kenyataannya Alea merasa tidak perlu dibela. Ia tidak merasa salah dengan apa yang ia kenakan selama ini. "Apa maksudmu, Brin? Kenapa Kamu menganggapku begitu? Aku kan nggak mungkin menggoda orang - orang itu? Demi apapun Aku berani!" Kata Alea berapi - api. Sabrina kembali menghela nafasnya. "Kamu nggak sadar, Al? Pakaianmu itu! Cara berpakaianmu itu yang mengundang mata - mata jahat dari orang - orang mesum seperti mereka!"Alea terhenyak untuk sesaat. Ia ingat jika sang mama juga memintanya berganti pakaian pada hari itu. Ia juga ingat saat Adamis lebih sering membuang pandangannya bila ia datang. Padahal ia merasa tampil dengan sempurna. Ia memang tidak berani memakai pakaian seperti itu saat ke kantor karena ia takut kemarahan dan teguran dari sang papa. "Berusalah berpakaian lebih sopan, Al. Nggak ada ruginya buatmu, kan? Cantikmu juga nggak akan tertutupi meski tanpa make up tebal. Kamu can

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 96 Perawat untuk Brian

    Alea melihat semua kehebohan itu dengan senyum kecil. 'Ternyata mudah sekali membuatmu drop, Eva!' kata hatinya puas. Ia berjalan dengan langkah tenang di bawah tatapan para pelayan yang baru melepas kepergian Evara dan Safira ke rumah sakit. "Itu penjahatnya!" Teriak Sisil gemas. Penjahat? "

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-28
  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 94 Kedatangan Alea

    "Bubur kacang hijau? Itu bagus." Jawab Ariana atas saran Mariska. Makanan tambahan untuk Evara. "Tapi Aku sudah makan, Ma." Protes Evara. "Kamu tadi hanya sarapan roti, Eva. Nggak cukup untukmu dan Brian." Evara memang hanya sarapan setangkup roti dan segelas susu. Evara dan Athena saling berp

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-28
  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 89 Proyek rahasia

    Athena pulang dan langsung menemui Safira. Tapi sebelum ia mengatakan sesuatu Ibunya itu sudah mengatakan, "Aku sedang nggak ingin berdebat denganmu, Atha. Aku lelah."Athena menelan semua kalimat yang ingin keluar dari mulutnya. Ia mendengus pelan sebelum membalikkan langkahnya dan keluar dari ka

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-27
  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 88 Akal - akalan Anthony

    Athena menggeleng. Ia ingin cepat - cepat pulang dan berbicara serius dengan Safira. Ia berencana tidak akan lama berpacaran dengan Siska karena ia ingin segera menjadikannya sebagai istrinya. "Aku harus pulang." Katanya sambil mengusap rambut Siska yang turun ke dahinya. Siska mengangguk. Ia men

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-27
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status