MasukAda dua orang penting istana yang mengetahui rahasia Pangeran Zhou Chen. Mereka adalah Ibu Suri Yao Mingshu dan Taifu Yan Zhi Bo. Ibu Suri adalah seseorang yang bijaksana, tenang dan tajam membaca situasi politik. Sementara Taifu Yan Zhi Bo adalah pria yang tenang, bijaksana, berwawasan luas, dan sulit ditebak. Sebagai Taifu, dia memiliki pemikiran tajam serta pandangan jauh ke depan. Di hadapan mereka berdua, Pangeran Zhou Chen tidak memiliki celah untuk menyembunyikan sesuatu. Usai ragu sejenak, Pangeran Zhou Chen berseru, “Katakan!”Taifu Yan Zhi Bo menatap Pangeran Zhou Chen yang berwajah tegang. “Sampai kapan Pangeran akan berpura-pura bodoh di depan Nona Besar Wang?” Senyum di wajah Zhou Chen seketika menghilang.Bai Shuo yang berdiri di samping mereka menundukkan kepala lebih dalam. Pertanyaan Taifu bukan sesuatu yang berani dia dengarkan secara terang-terangan.Taifu hanya tersenyum tipis. “Pangeran seharusnya tahu, Nona Besar Wang bukan orang yang mudah dibohongi. Cepat
Seluruh anggota keluarga Lin terdiam. Awalnya mereka berpikir, kedatangan Wang Yue kali ini menunjukkan bahwa gadis itu sudah berubah. Mereka sadar. Ternyata di hati Wang Yue hanya ada kediaman Jenderal Besar. Nenek Xia Jinyu melepaskan tangan Wang Yue. Lalu, memalingkan wajahnya. Nenek menghapus air mata. “Aku pikir, akhirnya kamu sadar. Kediaman Jenderal Besar selama ini sudah memperlakukan kamu dan Ibumu dengan tidak adil…”Bibi Lin Lan membela Wang Yue. “Bu, bersabarlah. Wang Yue masih terlalu muda untuk mengerti.”“Masih terlalu muda apanya?!” gerutu Nenek. Muncul ingatan masa lalu yang masih terukir sangat jelas di benak Nenek Xia Jinyu. “Ingatkah kalian? Wang Shixiong sengaja membuang Yue’er ke Perbatasan Utara sejak usia 7 tahun untuk dididik dan dijadikan batu loncatan Wang Hao.”“Kalian lihat sendiri kemampuan dan prestasi Yue’er dan akhirnya akan diberikan kepada Wang Hao.”“Dengan kehebatan dan kecerdikan Yue’er, seharusnya dia bisa membedakan mana yang benar dan tid
“Nona, kamu sudah berlutut selama dua jam. Kakimu pasti pegal. Bagaimana jika pulang dulu dan besok kembali lagi ke sini?”Dayang Nie Yunran sudah berkali-kali membujuk majikannya. Akan tetapi, Wang Yue tetap keras kepala. Terlebih lagi, tatapan orang-orang yang lewat tertuju pada Wang Yue. Majikannya ini, apakah tidak memikirkan reputasinya?Wang Yue balik bertanya, “Kalau aku tidak berlutut, bagaimana Kakek dan Nenek tahu ketulusanku?” Wang Yue menundukkan pandangan. Adegan-adegan yang memilukan hati muncul di dalam benaknya. “Saat itu, aku masih terlalu kecil untuk mengerti. Aku mengabaikan perasaan Kakek dan Nenek keluarga Lin hanya karena hasutan Ayah…”Saat Lin Qing wafat, Kakek dan Nenek keluarga Lin menjemput Wang Yue. Mereka ingin Wang Yue tinggal di kediaman Lin. Namun, Wang Yue menolak mentah-mentah niat baik mereka. Wang Yue bahkan melontarkan beberapa kalimat yang menyakiti hati Nenek Xia Jinyu. Akibatnya, setelah pulang dari kediaman keluarga Wang, Nenek Xia Jinyu m
Mata Wang Yue berkilat tajam.“Bukannya membantu Paman Song An, Ayah malah menghinanya. Bahkan, Kakek Lin Guocheng ingin memberikan 10 peti emas dan 10 peti perhiasan demi mendapatkan Ginseng Salju Seribu Tahun.”Song An adalah suami dari Bibi Lin Lan yang berasal dari keluarga sarjana sederhana di desa. Karena Lin Lan adalah anak bungsu keluarga Lin, dia sangat disayang oleh semua anggota keluarga. Tubuhnya lemah sejak gadis.Atas saran Kakek Lin Guocheng, mereka tinggal di rumah keluarga Lin agar bisa merawat kesehatan Lin Lan. Meskipun begitu, pasangan Song An dan Lin Lan sudah memiliki satu orang anak laki-laki bernama Song Kai. Wang Yue bergumam pelan lagi. “Ayah berkata, jika meminta Ginseng Salju Seribu Tahun pada Pangeran Zhou Chen, itu akan mempermalukan Wang Yi. Karena Pangeran akan merasa dimanfaatkan oleh keluarga Wang…”Belakangan, Wang Yue baru tahu. Nenek Sun Mei — istri Wang Shixiong, menggunakan Ginseng Salju Seribu Tahun pemberian Pangeran Zhou Chen untuk mengo
Bukannya marah ataupun kecewa, Kaisar Zhou Hong malah terkekeh melihat kepedulian Panglima Wang Hao kepada adiknya. Rasa kagum Kaisar Hong semakin bertambah pada kesetiaan keluarga Wang.“Keinginanmu sangat mulia, Panglima Wang,” ujar Kaisar dengan dermawan. “Aku mengabulkan permohonanmu untuk melindungi adikmu.”Kaisar memberi isyarat kepada Kasim Agung Gao Dehai. “Aku tetap memberimu Plakat Emas Komando dan menambahkan satu Plakat Pengampunan Maut khusus untuk adikmu.”Wang Yue kembali menyentuhkan dahinya ke lantai. “Hamba sangat berterima kasih atas kebaikan dan kemurahan hati Yang Mulia Kaisar!”Kini, Plakat Pengampunan Maut sudah berada di tangan Wang Yue. Dia tersenyum tertahan dengan sorot mata tajam penuh dendam yang berkobar-kobar. Wang Yue mengepalkan tangan. ‘Dengan Plakat Pengampunan Maut ini, aku akan mengubah takdirku. Wang Yue yang dulu sudah mati. Jika dulu aku bodoh, buta mata dan hati, kini aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.’….Usai menghadap Kaisar, W
Istana Langit Agung. Setelah melalui perjalanan selama beberapa hari, akhirnya Wang Yue dan rombongan Ibu Suri sampai di Istana. “Lapor, Yang Mulia Kaisar. Panglima Wang Hao memohon untuk menghadap.” Kasim Agung Gao Dehai melaporkan informasi dari pengawal yang berjaga di depan aula. Sebelumnya, Ibu Suri dan Pangeran Zhou Chen sudah masuk lebih dulu ke Aula Harmoni Agung untuk menemui Kaisar. Kaisar Zhou Hong dan Ibu Suri masih bercakap-cakap dengan gembira. Sementara di samping Ibu Suri, Pangeran Zhou Chen sibuk bermain dengan gendang kecilnya. “Suruh masuk,” perintah Kaisar. Kasim Agung Gao Dehai langsung berteriak dari dalam aula. “Panglima Wang Hao, dipersilakan masuk menghadap Kaisar.” Kaisar Zhou Hong kembali duduk di Singgasana Sembilan Naga. Sementara Ibu Suri dan Pangeran Zhou Chen tetap berdiri di hadapan Kaisar. Tidak lama kemudian, pintu jati Aula Harmoni Agung terbuka perlahan. Muncul sosok tegas berpakaian zirah lengkap. Wang Yue melangkah masuk dengan te







