แชร์

12. Ajari Aku, Mbak!

ผู้เขียน: MoonCake
last update วันที่เผยแพร่: 2026-07-21 22:36:35
"Kamu mau coba nusuk apemku pakai cara lain gak?"

Degh!

Mata Arga spontan melotot lebar mendengar perkataan pelan yang keluar dari bibir seksi Wulan. Pemuda tanggung itu terkejut bukan main.

Pikir Arga, apakah kakak iparnya itu sedang mengodenya untuk melakukan hubungan seks?

"Mbak Wulan ngomong apa?" tanya Arga yang merasa gugup karena terkejut. Ia memilih pura-pura tidak mendengar perkataan yang diucapkan Wulan.

Merasa malu ditanya oleh Arga, Wulan menggigit bibir bawahnya dan merema
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Juana Saputra
banyak iklan
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Ajari Aku, Mbak Ipar!   203. Ajari Aku, Mbak!

    "Jangan cuma dikocokin, tapi diemut juga, Sayang!" Wulan yang masih merasa lemas karena permainan Arga sebelumnya, mengangguk dan segera menuruti keinginan sang suami. Wanita itu beringsut perlahan dari posisinya yang berbaring terlentang di atas kasur dalam keadaan tubuh bagian atasnya yang polos. Lalu, duduk bersimpuh di hadapan Arga yang terlihat sudah sangat tidak tahan.Melihat posisi duduk Wulan yang bersimpuh tepat di hadapannya, Arga memajukan tangannya dan mengusap lembut pipi sang istri hingga turun ke dagu. "Duduk kayak gini, perut dan apemnya sakit nggak?" tanya Arga sambil menatap wajah Wulan tanpa berkedip. Meskipun berhasrat dan sange tingkat maksimal, tetapi ia tetap mengkhawatirkan kondisi istrinya. Kepala Wulan menggeleng pelan, lalu tangannya mulai bergerak, meraih dan menggenggam batang kemaluan sang suami. Lalu mengurutnya ke atas dan ke bawah secara perlahan. "Shit... rasanya enak banget, Sayang!" umpat Arga begitu Wulan mengurut batangannya. Tangan Wulan t

  • Ajari Aku, Mbak Ipar!   202. Ajari Aku, Mbak!

    "Aduh, aku jadi nggak tahan, Sayang...." Dihisap puting dan diremas payudaranya oleh Arga, Wulan memekik tertahan. Tangannya semakin kuat mencengkeram rambut sang suami dan menekan kepalanya. Dalam keadaan pemulihan pasca keguguran, bisa-bisanya Arga membuat istrinya sange dan menggila sepertinya itu. Sedangkan Arga sendiri, terlihat sangat-sangat menikmati kegiatannya. Tangannya tak henti-hentinya meremas gundukan kenyal payudara besar sang istri dan menghisap putingnya secara bergantian. Bahkan, pemuda itu tak hanya menghisap, tetapi juga menjilati area tersebut dan menyapu seluruh permukaan kulitnya tanpa sisa. "Aahh, astaga... aku beneran sange dan nggak tahan kalau kayak gini, Ga!" Tubuh Wulan melengkung ke belakang, membuat kepalanya mendongak dan rambutnya yang tergerai tergantung bebas di belakang. Sedangkan matanya yang merem-melek menatap langit-langit kamar tersebut. Tangan Wulan yang menjambak rambut Arga dibuat bergetar hebat setiap kali suaminya itu menggigit keci

  • Ajari Aku, Mbak Ipar!   201. Ajari Aku, Mbak!

    "Aku mainin pakai mulutku sekarang ya, rasanya pasti bakalan jauh lebih enak dan punyamu bakalan cepet muncratin!" Wulan yang menghentikan kocokan tangannya pada batang kemaluan Arga yang tegang maksimal, mengangkat kepala dan menatap sang suami yang tak henti-hentinya mengerang dan meracau keenakan. Arga yang terpejam membuka matanya. Lalu menatap Wulan yang berbicara padanya dengan tatapan matanya yang sudah benar-benar diselimuti gairah. "Mainnya pelan-pelan aja, Sayang. Jangan sampe kamu kecapean," kata Arga. Tangannya bergerak, menangkup wajah Wulan dan mengusap-usap pipinya dengan usapannya yang amat lembut dan penuh cinta. Diusap pipinya, Wulan menggerakkan wajahnya dan memejamkan mata. Lenguhan kecil lolos dari sela-sela bibirnya yang terkatup. "Aku nggak capek sama sekali, yang ada aku justru seneng bisa muasin kamu," balas Wulan. Suaranya pelan dan terdengar agak serak. Deru napas wanita yang belum lama mengalami keguguran itu memburu. Sedangkan dadanya naik turu

  • Ajari Aku, Mbak Ipar!   200. Ajari Aku, Mbak!

    "Sayang, jangan pergi... biar aku yang bantuin kamu sampe muncrat!"Arga yang dicekal tangannya, seketika menghentikan langkahnya dan menoleh, menatap Wulan yang memintanya untuk tidak pergi ke kamar mandi. Wanita itu membalas tatapan sang suami tanpa berkedip. Bahkan ia menggigit bibirnya sendiri kuat-kuat. "Di sini aja," lanjutnya. Suaranya pelan dan terdengar lembut di telinga.Melihat ekspresi wajah Arga yang meringis lantaran menahan gejolak hasrat yang membakar tubuhnya, Wulan menjadi kasihan dan tidak tega. Sebagai seorang istri, mana mungkin Wulan membiarkan sang suami kesulitan dan menderita seperti itu.Namun, di sisi lain, ia juga memahami kekhawatiran Arga terhadap kondisinya yang belum pulih sepenuhnya.Meskipun tidak bisa melakukan hubungan seks seperti biasanya, setidaknya ia bisa membantu melakukan Oral Sex sampai sang suami mencapai puncak kenikmatan dan ejakulasi."Jangan, Sayang. Keadaan kamu belum pulih. Lagi pula, aku masih bisa tahan kok," kata Arga seraya memak

  • Ajari Aku, Mbak Ipar!   199. Ajari Aku, Mbak!

    "Terus terang sama aku sekarang, tadi kamu ngapain aja sama Mbak Susi?!" Arga menghela napas dengan kasar. Lalu menyandarkan punggungnya pada tembok. Matanya melirik sang istri yang menatap heran bercampur curiga padanya. "Habis ngapain tadi?" tanya Wulan lagi. Kali ini kalimatnya singkat tetapi terdengar agak keras. Kepala Arga menggeleng. Lalu tangannya meraih bantal dan meletakannya ke atas paha, menutupi bagian depan celananya yang masih menonjol besar akibat melihat apem tembem Susi sebelumnya. "Aku tanya, Sayang. Kamu denger nggak sih?" "Aku denger... tadi tuh aku nggak ngapa-ngapain, cuma ngawasin Mbak Susi dari jauh, takut dia macem-macem di rumah kita!" kata Arga, menjawab pertanyaan Wulan dengan nada bicaranya yang terdengar malas. Mendengar jawaban malas yang keluar dari bibir Arga, kening Wulan semakin berkerut. Matanya memindai wajah dongkol sang suami, dan turun ke bagian tubuh. "Yakin nggak ngapa-ngapa?" tanya Wulan dan diangguki kepala oleh Arga. "Coba siniin ba

  • Ajari Aku, Mbak Ipar!   198. Ajari Aku, Mbak!

    "Pergi dari rumah saya sekarang, atau saya aduin ke istrinya Pak Lurah tentang perselingkuhan kalian!"Ancaman yang terlontar dari mulut Arga membuat mata Susi mendelik lebar. Saking lebarnya, seolah mau melompat keluar dari cangkang tempatnya berada.Janda anak dua itu tak menyangka jika Arga akan mengancamnya seperti itu. Semula ia mengira jika Arga serius bertanya karena tak ingin ia melayani Pak Lurah lagi. Tapi nyatanya, Arga malah menjadikan rahasianya sebagai senjata untuk menekannya dan memaksanya menjaga jarak."Mas Arga kok tega banget sih sama aku? Padahal niatku baik, aku cuma mau ngelayani Mas Arga secara gratis," kata Susi. Bibirnya maju-maju, sedangkan wajahnya memerah seperti udang rebus.Susi memasang wajah sedih seperti wanita tersakiti di hadapan Arga, berharap pemuda itu luluh dan urung mengusirnya dari sana.Namun, Arga sama sekali tak peduli. Ia tetap menatap tajam, seolah mau menelan tubuh Susi bulat-bulat. Hasratnya yang semula memuncak nyaris tertelan kekesala

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status