Chapter: 101. Ajari Aku, Mbak!"Buset dah, sebenernya mereka mau ngapain sih? Kalau kayak gini terus, aku bisa khilaf beneran!"Melihat sikap Mira dan Amelia, batin Arga menjerit panik. Otak pemuda itu kini dipenuhi dengan pikiran-pikiran kotor tentang Mira dan Amelia yang duduk mengapitnya. Napasnya pun terasa sedikit lebih berat, berusaha mati-matian mengendalikan pikirannya sendiri.Kedua wanita berpakaian seksi kekurangan bahan itu benar-benar menguji iman Arga. Terlebih lagi, mereka sama-sama memiliki payudara yang besarnya brutal. Bahkan, masing-masing payudara itu menyembul dari balik pembungkusnya, seolah mau melompat ke wajah Arga.Gluk!Arga yang melirik kiri dan kanan meneguk sisa ludah di tenggorokannya dengan kasar. Lalu mengalihkan pandangan, berusaha berusaha menyingkirkan pikiran kotor yang memenuhi otaknya. Darahnya berdesir hebat kala payudara Mira menempel dan menekan lengannya. Rasanya kenyal, tak kalah dari payudara milik Wulan yang sudah biasa ia nikmati.Ya, walaupun Mira tak secantik Wulan,
Last Updated: 2026-08-31
Chapter: 100. Ajari Aku, Mbak!"[Sorry, Ga. Aku beneran lupa kalau nyuruh kamu datang siang ini. Ke apartemen aja, ya. Aku kirim alamatnya!]" Membaca pesan yang dikirimkan Mira, Arga menghela napas panjang. Ada rasa kesal di hatinya lantaran merasa dipermainkan oleh bos tempatnya bekerja itu. Selanjutnya, Arga pun kembali memesan taksi online dan meminta diantarkan ke alamat gedung apartemen elit yang dikirimkan Mira melalui pesan. "Mbak Mira gimana, sih? Kok bisa beneran lupa sama janjinya sendiri!" kata Arga yang masih menunggu taksi di depan klub. Pemuda itu mengusap wajahnya menggunakan telapak tangannya secara kasar. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan tingkah bos pemilik klub tempatnya bekerja itu. Beberapa saat menunggu, taksi yang dipesan Arga pun tiba. Gegas, pemuda itu meminta diantarkan menuju apartemen milik Mira yang jaraknya tidak begitu jauh dari klub tersebut. Tak membutuhkan waktu lama, Arga pun tiba di depan gedung apartemen elit yang berdiri kokoh dan menjulang tinggi tersebut. Ia
Last Updated: 2026-08-30
Chapter: 99. Ajari Aku, Mbak!"Aduh, dompet saya jatuh, Bu-ibu!"Arga yang berdiri di depan etalase warung dengan sengaja menjatuhkan dompetnya yang berisi lembaran uang seratus ribu dan pecahan lima puluh ribuan.Pemuda itu sengaja berbuat iseng untuk membalas kejulidan ibu-ibu komplek yang menghinanya sebagai pria pengangguran.Suara dompet yang jatuh ke lantai yanh diiringi suara Arga, seketika membuat perhatian para ibu-ibu tertuju padanya. Bahkan mereka ikut mencondongkan tubuh, penasaran dengan apa yang akan dilakukan Arga.Melihat banyaknya lembaran uang yang ada di dalam dompet Arga, mata para ibu-ibu itu seketika membelalak lebar tanpa berkedip.Pikir mereka, dari mana pria pengangguran seperti Arga bisa memiliki banyak uang seperti itu? Sedangkan di komplek tersebut, rata-rata penghuninya bekerja sebagai buruh pasar atau kuli bangunan dengan gaji harian yang pas-pasan."Keluar, kan, isinya. Gimana sih? Tanganku kedinginan habis mandi, jadi agak kaku pegang dompet!" kata Arga sembari memungut uang dan dom
Last Updated: 2026-08-30
Chapter: 98. Ajari Aku, Mbak!"Gimana keadaan bocah itu sekarang? Dia baik-baik aja, kan? Cepet kasih alamatnya ke aku sekarang, aku mau jengukin dia!"Kalimat yang meluncur dari mulut Amelia membuat Mira menghela napas panjang. Kepanikan yang ditunjukkan temannya saat ini membuat siapa saja pasti merasakan jika ia tertarik pada Arga."Tenang! Arga baik-baik aja, dan aku udah minta dia buat datang ke sini nanti agak siangan!" kata Mira, menimpali perkataan bernada cemas Amelia.Mendengar perkataan Mira, Amelia pun mengangguk-anggukkan kepala. Hatinya merasa sedikit tenang setelah tahu jika Arga baik-baik saja. "Kamu kenapa sih segitunya sama Arga? Jangan bilang kalau kamu beneran suka sama bocah itu?" tanya Mira. Ia menatap Amelia dengan tatapan memicing yang menyelidik.Amelia menggelengkan kepalanya. Menyangkal pertanyaan Mira yang lebih layak disebut sebagai kalimat interogasi tersebut."Suka sama bocah itu? Hegh... aku peduli sama dia karena aku butuh tempat buat melampiaskan semua yang aku rasain saat ini. D
Last Updated: 2026-08-29
Chapter: 97. Ajari Aku, Mbak!"Sebenernya aku udah tahu lebih dulu waktu itu kalau Mas Burhan selingkuh, Mbak. Tapi aku gak berani terus sama Mbak Wulan karena a—""Yang udah lewat gak perlu dibahas lagi, Ga. Aku males dan gak pengen denger apa pun lagi tentang Masmu!" kata Wulan, memotong kalimat Arga dengan cepat.Mendengar kalimat yang keluar dari mulut Wulan, Arga yang semula merasa sedikit gugup dan cemas, menatap wajah wanita itu dengan tatapan yang dalam tanpa berkedip. Ada sedikit rasa lega yang perlahan muncul di dalam hatinya.Pemuda itu tak menyangka jika Wulan akan menanggapi perkataannya seperti itu. Ia pikir, Wulan akan marah dan menganggapnya memihak Burhan. Namun, ternyata wanita itu justru memilih untuk tidak mempermasalahkannya."Mbak Wulan gak marah sama aku?" tanya Arga setelah beberapa saat diam. Matanya masih saja menatap wajah Wulan, seolah ingin memastikan jawaban wanita itu.Wulan tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Kenapa aku harus marah? Toh sekarang kamu di sini sama aku. Aku tahu k
Last Updated: 2026-08-28
Chapter: 96. Ajari Aku, Mbak!"Ga, kenapa Hp-nya dimatiin?"Wulan yang baru saja bangun dari tidurnya melayangkan pertanyaan pada Arga yang saat ini berbaring di sampingnya.Wanita itu mengusap kedua matanya yang terasa berat dan lengket. Lalu tatapannya beralih pada Arga yang berada di sampingnya.Pemuda itu meraih ponselnya yang sedang diisi daya di pinggiran kasur. Lalu, menonaktifkannya agar tidak ada yang dapat mengganggunya dan Wulan malam itu.Selanjutnya, Arga meletakkan kembali ponselnya di tempat semula.Setelah menonaktifkan ponselnya, Arga berbalik, menatap Wulan seraya tersenyum kecil."Kalau gak dimatiin, kita berdua gak bakalan bisa tenang malam ini. Bos tempat kerja pasti bakalan telepon-telepon kayak biasanya," kata Arga, menjawab pertanyaan Wulan sembari menarik pinggul ramping wanita itu dan merapatkannya dengan tubuhnya."Nakal, ya, kamu!" kata Wulan sambil menahan dada bidang Arga.Wulan berusaha menjaga jarak dari pemuda itu. Ia sudah hafal dengan tingkah Arga yang semakin hari semakin berani
Last Updated: 2026-08-28